Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Sahabat Sejati


__ADS_3

Kiran menatap kedua buah hatinya. Dua kesayangan yang selalu gelud, tapi saling menyayangi.


" Coba cerita sama mommy, kenapa Axel bisa ditinggal sama Eca di gerbang?"


" Nggak tau mommy, tiba-tiba aja Axel ditinggal di gerbang"


" Yakin Eca ninggalin gitu aja?"


" Ng..nggak sih, Mom"


Kiran tersenyum, Ia sudah hafal sekali sifat kedua anaknya.


" Axel bilang apa sama Eca?"


" Nggak sama Eca sih, Mom"


" Terus sama siapa?"


" Sama Om yang ngantar kita tadi"


" Oh ya? emang Axel bilang apa?"


" Axel bilang sama Om yang tadi itu, kalau dia rugi suka sama Eca"


" Kenapa Axel bilang gitu? apa Axel nggak mau ada yang deketin Eca?"


" Bukan gitu Mom"


" Terus?"


" Axel ingin ada yang menerima Eca dengan segala kelebihan dan kekurangannya" kata Axel sambil melirik saudara kembarnya.


Alexa kaget mendengar jawaban saudara kembarnya itu. Ia tidak menyangka kalau saudaranya sangat peduli padanya.


" Gue pengen nangis" kata Alexa.


" Nangis sini" kata Axel sambil merentangkan tangannya.


Alexa segera memeluk adiknya. Dengan senang hati Axel membalas pelukan kakaknya.


Kiran dan yang lainnya tersenyum melihat twins akur seperti itu. Jarang-jarang mereka melihat pemandangan seperti ini. Karena twins lebih sering gelud daripada damai.


" Wah sepertinya Daddy ketinggalan nih" kata Darren yang baru datang dari kebun belakang.


" Daddy" panggil twins.


" Hai kesayangan Daddy"


Darren memeluk kedua buah hatinya. Mansion-nya terasa sepi kala Tom and Jerry itu tidak ada di sini. Sekarang mansion-nya tidak akan terasa sepi lagi, karena tukang gelud udah kembali.


" Daddy kangen sama Eca, nggak?"


" Kangen banget malah"


" Eca belikan sesuatu untuk Daddy. Nggak kek Axel yang nggak ada membelikan apapun untuk Daddy"


" Hei! siapa bilang aku nggak ada beliin untuk Daddy. Justru oleh-oleh dari ku yang paling bagus "


" Ah boong banget. Kamu itu kan nggak pinter belanja" kata Alexa.


" Walaupun aku nggak pinter belanja, tapi aku juga tau mana barang yang berkualitas"


Darren tertawa mendengar perdebatan twins. Kalau udah debat kek gini, rasa kangen tadi terobati sudah. Dan lagi kalau nggak debat itu bukan twins namanya.

__ADS_1


" Baru saja damai, eh sekarang gelud lagi" kata Kiran.


" Biarkan saja sayang. Lagipula aku sudah lama tidak mendengar perdebatan twins"


" Axel, Alexa" panggil sang mommy.


" Ya Mom"


" Stop dulu debatnya. Mommy mau bicara sebentar"


" Ok mommy"


Axel dan Alexa duduk di samping sang mommy. Sedangkan Darren duduk di samping putranya.


" Mommy mau nanya sama Eca"


" Tanya apa Mom?"


" Siapa cowok yang nganterin Eca tadi?"


" Cowok?" tanya Darren sambil menatap sang putri.


" Iya, tadi Eca dianterin pulang sama cowok. Tapi bukan dia, Adele sama yang lainnya juga" jawab Alexa.


" Siapa cowok itu sayang? apakah itu kekasihnya?" tanya sang mommy.


" Bukan Mommy. Eca juga baru kenal sama dia. Dan masalah kenapa Eca bisa pulang sama dia. Itu karena dia juga sama-sama dari kota B, dan ia menawarkan kita untuk pulang sama jet nya"


" Bohong, Mom. Cowok itu emang pacar Eca"


" Nggak Mom! Axel yang bohong. Yang ada dia tuh yang udah punya pacar"


*Deg.


Mampus gue. Mana gue belum ngenalin Alisha sama Mommy and Daddy lagi*.


" Benarkah Axel sudah punya pacar?" tanya sang mommy.


" Be..bener mommy"


Kiran tersenyum mendengar jawaban putranya. " Pasti gadis itu sangat pintar, sehingga bisa menaklukkan hati anak mommy ini"


" Ceweknya emang pinter Mom. Bahkan pintar masak lagi. Nggak kek Eca yang nggak bisa masak"


" Benarkah? apa gadis cantik itu ada disini?" tanya Kiran sambil melirik Alisha.


Alisha menundukkan kepalanya. Ia benar-benar takut kalau mommy dari kekasihnya itu tidak bisa menerimanya. Walaupun ia tau mommy-nya sang kekasih sangat baik. Tapi menerima dirinya masuk kedalam keluarga mereka apakah mungkin.


" Ada Mom, tuh yang duduk di samping Adele"


Darren melihat gadis cantik yang duduk di samping Adele. Ia tau gadis itu, karena ia pernah diminta putranya untuk membantu gadis itu.


Kiran menghampiri gadis cantik itu. Ia tau sekarang sang gadis sedang malu dan juga takut karena keberadaannya nggak di terima di keluarganya.


" Kamu Alisha, bukan?"


" I..iya Tante"


Kiran tersenyum. " Jangan gugup begitu, Tante masih orang yang sama seperti yang kamu temuin kemarin-kemarin itu. Makasih ya, karena sudah mau menerima anak Tante sebagai ke kasih kamu. Dan maafkan sifat Axel yang dingin seperti es balok itu. Maklum sifat yang seperti itu dia dapat dari Daddy-nya"


" Kok aku dibawa-bawa sih, sayang" protes Darren.


" Kan kamu emang dingin kek es balok, By"

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar ucapan wanita cantik itu.


" Nah gitu dong tertawa. Kan tambah cantik"


" Iya Tante"


" Panggil Tante mommy, sama seperti Axel"


" Eh" kaget Alisha.


" Nggak usah kaget seperti itu. Mulai sekarang kamu juga anak mommy. Calon masa depannya anak mommy" kata Kiran sambil memeluk Alisha.


Air mata Alisha menetes. Ia tidak menyangka kalau orang tua Axel akan menerimanya. Bahkan dirinya disuruh memanggil mommy, sama seperti sang kekasih.


" Kok kamu menangis?" .


" Kamu meluknya kekencangan kali, sayang" kata Darren.


" Benarkah apa yang dibilang Daddy kamu, kalau mommy meluknya kekencangan?"


" Nggak kok Tante"


" Kok Tante, mommy. Panggil Tante dengan sebutan mommy"


" Baik mommy"


" Nah itu baru bener. Sekarang kasih tau kenapa kamu menangis?"


" Alisha terharu saja mommy. Akhirnya Alisha bisa merasakan pelukan seorang ibu lagi"


" Oh, sayang"


Kiran kembali memeluk Alisha. Ia sadar kalau gadis cantik itu seorang yatim piatu.


" Sekarang kamu bisa peluk mommy sepuasnya"


" Makasih mommy"


" Sama-sama sayang"


Semua orang yang ada di sana terharu melihat pemandangan antara Alisha dan mommy-nya twins.


" Kamu juga bisa memeluk Daddy " kata Darren sambil merentangkan tangannya.


" Daddy"


Alisha benar-benar bersyukur mengenal Axel dan Alexa. Keluarga Axel menyambut dirinya dengan sangat baik. Bahkan ortu dari kekasihnya itu menyuruhnya untuk memanggil dengan sebutan yang sama dengan twins.


Axel dan Alexa tidak iri atau pun marah. Karena mereka berdua tau bagaimana Alisha merindukan kedua orang tuanya.


" Sekarang ortu gue, juga udah jadi ortu Lo. Sekarang kita keluarga " kata Alexa.


" Gue nggak dianggap keluarga juga nih?" kata Adele.


" Tentu saja. Kita semua keluarga"


Ketiga cewek cantik itu berpelukan.


" Semoga persahabatan kita selalu terjaga" kata Alexa.


" Aamiin" ucap Alisha dan Adele berbarengan.


Kiran ikut senang melihat persahabatan putrinya. Persahabatan mereka sama dengan dirinya dan sahabatnya. Mudah-mudahan persahabatan mereka bertiga sama seperti persahabatannya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2