
Para pelayan menyiapkan makanan untuk makan malam. Makanan terbaik pun di hidangkan di meja makan. Anak-anak duduknya terpisah dengan para orang tua.
" Selamat ya Cha, sekarang Lo sama kak Ken udah resmi bertunangan" ucap kedua sahabat Alexa.
" Makasih kesayangan aku"
" Bagaimana perasaan Lo setelah memakai cincin pertunangan, Cha?"
" Bahagia Del, semoga kalian berdua juga cepat nyusul"
" Aamiin"
" Tuh dengerin Axel, Farel. Pacar kalian minta segera di lamar"
" Tenang kak Ken, dalam waktu dekat ini aku akan melamar Adele"
" Wah cepat juga Lo, bro" kata Axel.
" Iya dong, buat apa nunggu lama-lama. Emang Lo nggak mau cepat-cepat melamar Alisha?"
" Mau, siapa sih yang nggak mau melamar wanita yang dia cintai. Tapi materi gue belum cukup untuk melamar gadis cantik ini" kata Axel sambil melirik sang kekasih.
" Jangan terlalu dipikirkan Yank. Kapan pun kamu mau melamar aku, aku akan menunggu"
" Makasih sayang karena sudah mau menunggu"
Axel bukannya tidak mau melamar sang pujaan hati dalam waktu dekat. Tapi ia sadar dengan keuangannya saat ini. Ia tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya. Ia ingin melamar Alisha nanti dengan hasil keringatnya sendiri. Tanpa bantuan uang orang tuanya.
Alisha bangga dengan kekasihnya. Karena sang kekasih mau melamarnya dengan hasil keringatnya sendiri. Axel memang sudah cerita beberapa hari yang lalu, saat kakaknya akan melakukan acara lamaran. Dan dia tidak pernah mempermasalahkan itu. Baginya sudah dicintai sama lelaki tampan itu sudah lebih dari cukup.
" Kalau Lo kelamaan melamar Alisha, ntar dia keburu diambil orang"
" Coba saja, jika orang itu mampu menggeser posisi gue di hati Alisha"
Axel yakin kalau Alisha akan menunggunya. Dan ia juga percaya akan kekuatan cinta mereka berdua. Jadi ia percaya Alisha tidak akan mengkhianati cintanya.
" Gue akan menunggu Axel sampai kapan pun"
" Makasih sayang"
" Sama-sama sayang"
" Kamu mau nunggu aku juga nggak yank?" tanya Farel pada sang kekasih.
" Mau, aku juga pengen melihat kamu sukses dulu"
" Makasih, tapi aku pengennya kita sukses bareng-bareng. Jadi tidak perlu menunggu aku sukses dulu untuk melamar kamu"
Adele terharu mendengar ucapan sang kekasih. Baru kali ini Farel bicara serius. Biasanya sang kekasih selalu saja bercanda jika di ajak bicara hal seperti ini.
" Gimana kalau kita nikahnya barengan?" usul Adele.
" Boleh"
" Jarang-jarang kan ada orang yang nikah langsung sekali tiga"
" Emang nggak bahaya kita ngadain acara pernikahan sekali bertiga?" tanya Alisha.
" Ya nggak lha. Kan banyak bodyguard yang akan menjaga kita"
" Ide bagus, kalau gue sih ayo-ayo aja" kata Alexa.
" Akad nya juga bareng?" tanya Farel.
" Kalau bisa sih iya"
" Resepsinya aja yang bareng yank. Kalau akad bagusnya beda hari. Kasian pak penghulunya"
__ADS_1
" Acara akad itukan nggak lama"
" Iya kalau kita ucap ijab kabulnya nggak salah. Kalau salah kan makan waktu juga"
" Makanya dari sekarang kamu harus hafal ijab kabulnya. Jadi besok kalau udah hari H kamu nggak salah dalam menyebutnya"
" Sudah-sudah, nanti aja sambung cerita soal nikahnya, sekarang kita makan dulu. Gue udah laper" kata Axel.
Mereka pun menunda obrolan soal pernikahan. Mereka semua pun mulai menyantap hidangan yang sudah di siapkan sama semua pelayan.
" Sayang, maaf besok kakak nggak bisa jemput ya. Soalnya kakak ada kerjaan di kota Y"
" Iya Kak nggak apa-apa. Eca pulang sendiri aja"
" Sayang nggak marah kan?"
" Kenapa harus marah. Lagipula kakak kan kerja"
" Kalau nggak penting, kakak juga nggak akan berangkat sayang"
" Eca nggak marah kok. Yang penting kakak selalu jaga hati dan perasaan kakak"
" Pasti sayang"
" Emang lagi ada proyek apa di kota Y, Ken?" tanya Abimanyu.
" Proyek taman hiburan Bang"
" Wah, hebat kamu ya. Tau aja peluang usaha di daerah sana"
" Alhamdulillah Bang. Sebenarnya sudah lama ingin membuka taman hiburan di sana, tapi karena sibuk ngurus proyek hotel jadi baru sekarang terlaksana"
" Gimana beli tanah di daerah sana kemarin?. Lancar-lancar aja, kan?"
" Alhamdulillah lancar Bang. Karena tanah itu memang mau di jual juga sama pemiliknya. Mungkin karena harganya terlalu tinggi jadi perusahaan lain nggak mau ambil. Mungkin karena rezeki aku juga di sana, jadi tanahnya jatuh ke tangan aku"
" Iya Bang. Padahal kalau mereka buka proyek apa aja di sana pasti jalan. Karena di sana belum ada proyek apapun. Jadi masih kategori baru"
" Bolehlah Abang join sama kamu?"
" Boleh"
" Beneran nih?"
" Beneran lha"
" Ok, kapan kita tanda tangan kontraknya?"
" Besok saya suruh Beni untuk menyiapkan dokumen kerjasamanya"
" Abang tunggu ya"
" Siap Bang"
" Paman ikut join juga lha. Mau buka cafe atau restoran di sana" kata Alvaro.
" Boleh Paman, lagian yang buat cafe atau restoran juga belum ada di sana"
" Ok, kita join bertiga ya?"
" Nanti aku suruh Beni untuk menyiapkan semua dokumen yang diperlukan"
" Kita tunggu secepatnya kabar dari kamu "
" Siap Paman, Abang"
" Kalau Paman sama Abang mau join, bayar pajaknya dulu sama Eca"
__ADS_1
" Wah, belum tanda tangan kontrak aja udah langsung kena pajak kita Bi"
" Iya paman, sepertinya pawang Kenan suka duit"
" Iya dong, hari gini siapa sih yang nggak suka duit"
" Ntar kalau proyeknya sukses, Abang sama paman akan bayar pajaknya"
" Bener ya"
" Hhmmm"
" Ok, Eca tunggu transferannya"
Kenan geleng-geleng kepala melihat tingkah sang pujaan hati. Ada saja ide kelinci kecilnya itu untuk mendapatkan uang dari saudaranya.
...***...
Seorang wanita tersenyum smirk, saat mendengar kabar dari orang suruhannya. Tidak lama lagi ia akan membalas semua perbuatan mantan kekasihnya.
" Apa kalian sudah memastikan kalau kabar ini benar?"
" Sudah nyonya, bahkan kami mendengar itu langsung dari masyarakat yang tinggal di sekitar mansion"
" Bagus, jadi kita bisa menjalankan rencana kita"
" Apa tidak seharusnya kita minta persetujuan bos terlebih dahulu?"
" Tidak perlu, karena saya yakin bos kalian pasti setuju dengan rencana saya"
" Kami tidak mau ambil resiko nyonya, karena kami bekerja hanya untuk bos"
" Kamu berani membantah perintah saya, hah!"
" Ma..maaf nyonya, bukannya saya mau membantah. Saya tidak ingin melakukan kesalahan yang bisa membuat bos marah"
" Saya kan sudah bilang, kalau bos kalian tidak akan marah. Apa kalian lupa siapa saya?"
" Kami tidak lupa nyonya"
" Kalau kalian tidak lupa, maka lakukan apa yang saya perintahkan"
" Ada apa ini?!" terdengar suara seorang laki-laki.
Clara pun menoleh ke arah suara. Begitu juga dengan bodyguard yang di perintahkan untuk menjaga Clara.
" Sayang, kamu sudah kembali"
" Hhmmmm"
" Kok kamu nggak ngasih tau aku kalau mau pulang?"
" Aku mau ngasih surprise. Kamu lagi membicarakan apa?"
" Ini sayang, aku lagi bahas soal rencana balas dendam aku"
" Udah ada perkembangannya?"
" Mereka akan melakukan acara pernikahan"
" Bagus dong, jadi lebih mudah untuk kita melakukan rencananya"
" Kamu bener sayang"
Clara sudah tidak sabar menunggu hari kehancuran mantan kekasihnya. Kali ini dia sudah bersama dengan bos mafia terkenal dan juga sangat kuat. Jadi dia yakin bisa menghancurkan Kenan.
To be continued.
__ADS_1
Happy reading 😚😚