Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Gunung emas


__ADS_3

Suara teriakkan Bara masih menggema di aula. Bos black cobra itu berusaha membuka rantai yang ada di leher dan juga kakinya.


" Kau takkan bisa melepas rantai itu"


Bara menatap tajam kearah Kenan. Manusia zombie itu seperti ingin menelan Kenan. Ia terus berusaha untuk membebaskan dirinya dari rantai itu.


" Wah coba lihat, tombol-tombol ini kegunaannya untuk apa?"


Kenan menekan satu tombol yang ada di sana. Saat tombol itu ditekan, seketika air keluar dari sana dan membasahi tubuh Bara.


Aaaaaaaaa.


Terdengar suara rintihan dari mulut Bara. Manusia zombie itu merasa perih saat air itu mengenai tubuhnya yang terluka.


Kenan tersenyum melihat ekspresi kesakitan dari wajah Bara. Ia yakin, manusia yang dijadikan zombie tadi, pasti di siksa seperti ini juga oleh lelaki itu.


" Bagaimana rasanya?"


Bara memberontak. Ia terus berusaha membebaskan dirinya.


" Kau tidak akan bisa melepaskan rantai itu"


Kenan menekan tombol yang satunya lagi. Keluar cambuk besar dari salah satu lubang yang ada di sana. Dan cambuk itu langsung bergerak memukul tubuh Bara.


" Apa hal seperti ini juga kau lakukan pada orang-orang itu?"


Alexa tidak menyangka kalau bos black cobra itu akan menyiksa orang-orang setengah zombie. Pasti laki-laki itu menculik orang-orang yang ada di kampung.


" Om, sepertinya dia tidak layak untuk hidup"


" Tenang sayang, kita akan memberikan hukuman yang lebih dari ini. Sekarang dia harus merasakan apa yang sudah dia lakukan pada orang-orang tidak berdosa itu"


Kenan menekan tombol yang terakhir. Sebatang besi panas keluar dari sana. Tapi tiba-tiba besi panas itu berhenti tepat di depan Bara.


" Kenapa mesinnya berhenti?. Apa mesinnya rusak?"


Lelaki tampan itu memeriksa mesin yang akan menjalankan besi panas tadi. Padahal sedikit lagi besi panas itu sudah mengenai tubuh Bara.


Aaaaaaaa.


Mendengar suara jeritan, Kenan menoleh kebelakang. Ia melihat Jakson menggigit tangan anak buah black cobra. Rupanya diam-diam anak buah black cobra itu ingin menyerangnya.


" Makasih Jakson"


Aaaauuuuum.


Dengan satu tarikan, tangan anak buah black cobra langsung putus. Kenan mengambil samurai dari yang terjatuh ke lantai. Satu kali tebas kepala anak buah black cobra langsung terpisah dari tubuhnya.


" Itu balasan karena kau sudah mencoba menyerang ku dari belakang"


" Sepertinya, anak buah black cobra masih ada yang bersembunyi di sini" kata Alexa.


" Sepertinya begitu"


" Jakson, bisakah kamu memancing mereka semua untuk keluar dari persembunyiannya?"


Aaaauuuuum.


" Kucing pintar"


Tidak butuh waktu lama untuk Jakson menemukan para bawahan Bara. Karena indera penciuman harimau emang sangat bagus.


Aaaauuuuum.


" Oh ternyata mereka bersembunyi di sana"

__ADS_1


Pantas saja mereka tidak menyadari ada pintu di sana. Karena pintu itu seperti pintu rahasia. Daripada mereka menyerang secara diam-diam lagi. Lebih baik mereka yang menyerang duluan.


Alexa mencari tombol untuk membuka pintu rahasia itu. Ternyata tombolnya pun tersembunyi di balik meja kerja Bara.


Klik.


Pintu rahasia itu terbuka. Alexa meminta Jakson untuk masuk kedalam. Dengan senang hati kucing besar itu menuruti permintaan Alexa.


Sepertinya tidak mudah untuk membawa mereka keluar. Karena dari dalam ruangan itu terdengar bunyi senjata tajam yang saling beradu.


Tidak ingin melihat kucing besar itu terluka lagi. Gadis cantik itu pun menyusul Jakson kedalam ruangan itu.


" Jakson!"


Aaaauuuuum.


Ternyata apa yang dikhawatirkan Alexa tidak terjadi. Justru kucing besar itu sedang bermain-main dengan anak buah black cobra.


" Kau sungguh membuat ku khawatir"


Aaaauuuuum.


Jakson menjilat kaki Alexa membuat gadis cantik itu tertawa karena menahan geli.


" Ayo Jakson selesaikan dulu tugasnya. Setelah itu baru kita main"


Aaaauuuuum.


Kucing besar itu menerkam anak buah black cobra. Tentu saja anak buah black cobra tidak tinggal diam. Mereka juga menyerang Jakson dengan samurai.


Alexa tidak akan membiarkan Jakson terluka. Gadis cantik itu menangkis serangan samurai itu dengan katana yang ada di tangannya. Walaupun katana itu tidak sepanjang samurai, tapi cukup bisa untuk memenggal kepala anak buah black cobra.


Set.


Set.


Set.


Mata Alexa seketika berubah. Jiwa ingin membunuhnya semakin bertambah. Seketika ruangan itu berubah menjadi menyeramkan.


" Apakah dia jelmaan iblis?"


" Habislah kita"


Anak buah black cobra tidak bisa kabur kemana-mana lagi. Karena mereka sudah terkepung.


Set.


Hanya dengan satu kali tebasan. Satu anak buah black cobra kembali tumbang, dengan keadaan kepala yang terpisah dari tubuhnya.


" Maju kalian semua!"


Anak buah black cobra menyerang Alexa secara bersamaan.


Set.


Set.


Set.


Tiga diantara mereka kembali tumbang. Sekarang hanya tinggal tujuh orang lagi. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, Alexa segera menghabisi nyawa mereka.


Tujuh anak buah black cobra langsung terkapar di lantai. Lantai itu sudah penuh dengan darah dari tubuh anak buah black cobra. Bahkan wajah Alexa pun terkena darah mereka.


Aaaauuuuum.

__ADS_1


Alexa tersenyum pada kucing besar itu. Akhirnya mereka bisa mengalahkan semua anak black cobra.


" Ayo kita keluar dari sini?"


Baru dua langkah Alexa menghentikan langkahnya. Matanya tertuju pada sesuatu yang ada di lemari yang tidak jauh dari sana. Gadis cantik itu berjalan menghampiri lemari itu.


Mata Alexa membulat sempurna kala melihat isi lemari itu. Lemari itu penuh dengan emas batangan. Walaupun gadis cantik itu berasal dari keluarga kaya. Tapi dia belum pernah melihat isi brankas milik Daddy-nya.


Apa isi brankas Daddy juga sebanyak ini?.


Alexa menutup kembali lemari besar itu. Ia akan memberi tau Kenan tentang harta karun yang baru saja ia temukan.


" Om!"


" Iya sayang"


" Sini sebentar"


" Tunggu sayang, aku masih mau menghukum manusia zombie ini dulu"


" Biarkan Jakson yang bermain dengannya. Sekarang Om ikut aku dulu"


" Baiklah"


" Jakson main sama zombie ini dulu ya. Selamat bersenang-senang"


Kenan mengikuti langkah gadis cantik itu. Sepertinya Alexa menemukan sesuatu yang menarik. Makanya gadis cantik itu ngotot membawanya ke sana.


Lelaki tampan itu hampir terpeleset karena tak sengaja menginjak kepala salah satu anak buah black cobra. Kenan yakin pasti Alexa yang melakukan semua ini.


" Om lihat nih" kata Alexa sambil membuka lemari besar yang ada di hadapannya.


" Itu emas?"


" Nggak, coklat. Ya emas lha Om!"


" Semua itu tidak ada apa-apanya di bandingkan kekayaan saya. Apalagi kekayaan Daddy kamu"


" Benarkah?"


" Hhhmmm"


" Ya nggak apa-apa. Lalu emas ini mau diapakan Om"


" Ambil aja untuk kamu. Karena saya liat kamu sangat senang melihat emas-emas itu"


" Nggak lha Om. Lagian emas ini pasti hasil curian. Jadi nggak halal"


Kenan kaget mendengar ucapan Alexa. Gadis cantik ini memang beda dari wanita yang ada diluar sana. Walaupun tadi dia terlihat sangat senang melihat gunung emas itu. Tapi gadis cantik itu tidak ingin memiliki emas-emas itu.


" Nanti kita pikirkan lagi bagaimana emas-emas ini. Sekarang kita urus bos black cobra dan juga ulet keket itu"


" Siap Om"


Kenan dan Alexa kembali ke tempat Bara berada. Saat kembali Alexa dan Kenan melihat, Jakson sedang mencakar-cakar tubuh Bara.


" Wah sepertinya kamu bersenang-senang ya"


Aaaauuuuum.


Alexa mengelus kepala kucing besar itu. Jakson terlihat sangat menggemaskan kalau sedang bermanja-manja seperti ini.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2