
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Kevin mencari cara untuk bisa keluar dari ruangan tempat mereka disekap sekarang. Ia menyesal tidak bisa bela diri dengan baik. Sekarang ia hanya bisa menunggu bala bantuan.
" Vin, Alexa sama teman-temannya kok nggak ada?" tanya Rian.
Kevin melihat semua anggotanya. Benar apa kata Rian, di dalam ruangan itu tidak ada Alexa dengan ketiga teman-temannya.
" Mungkin mereka kabur Kak" kata Diva.
" Kabur gimana? jelas-jelas kita melihat mereka berempat juga dibawa ke hutan ini tadi?" kata Citra.
" Buktinya mereka nggak ada diantara kita sekarang"
" Apa mereka dibawah ke ruangan lain?" kata Intan.
" Bisa jadi. Karena selain mereka, kita juga tidak tau apakah anggota yang lain masih lengkap di ruangan ini" kata Kevin.
Walaupun berbicara seperti itu, tapi Kevin masih mencemaskan Alexa dan teman-temannya. Karena kalau terjadi sesuatu sama mereka, pasti dirinya yang akan di salahkan. Karena yang merencanakan acara ini dia dan juga teman-temannya.
" Kita harus gimana nih Kak? aku nggak mau mati ditempat bau kek gini" kata Diva.
" Kamu ngomong kek gitu Diva. Lagian siapa juga yang mau mati disini" kata Intan.
" Sekarang kita berdoa semoga Tuhan segera mengirimkan bala bantuan untuk kita" kata Kevin.
Hanya nya Itulah yang bisa merasakan melakukan sekarang. Kalau mereka berusaha melawan penjahat itu, pasti mereka akan kalah. Karena diantara mereka tidak ada yang bisa seni beladiri yang baik. Termasuk dirinya sendiri.
...***...
Axel, Farel dan Adele memutuskan untuk berpencar. Karena itulah cara yang bagus untuk bisa menemukan teman-teman mereka. Dan juga bisa menghemat waktu.
Adele seperti mengenal sosok yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Walaupun posisi orang itu sedang membelakanginya. Tapi ia sangat kenal dengan postur itu.
" Papa"
Deg.
Doni kaget mendengar suara yang paling ia kenal. Ia tidak menyangka akan ketahuan sama putrinya. Dan tunggu, bukankah putrinya itu sedang di sekap. Tapi kenapa dia bisa ada di luar.
" Eh ada Adele "
" Papa kok bisa disini?"
" Papa nyasar"
" Nyasar?"
" Hhmm"
" Udah gede kek gini bisa nyasar juga? jangan bohong, ntar hidungnya panjang seperti Pinokio"
Doni refleks memegang hidungnya.
" Putri papa kenapa bisa main-main di tempat serem kek gini?"
" Pertanyaan Adele tadi belum papa jawab"
" Emang Adele nanya apa tadi?"
" Tau ah, gelap "
" Yuk kita pergi dari sini, nggak baik lama-lama di tempat kek gini"
" Papa berhutang jawaban ya sama Adele"
__ADS_1
" Iya putri cantik papa, nanti setelah di rumah papa jawab semua pertanyaan Adele"
" Baiklah, sekarang kita cari teman-teman Adele dulu"
" Siap putriku "
Ayah dan anak itu segera pergi ke arah timur. Adele berharap bisa menemukan teman-temannya di sana.
Belum seberapa jauh dari tempat ia dan papanya bertemu tadi, mereka sudah bertemu dengan penjahat.
" Hei! kalian berdua siapa? beraninya masuk ke tempat ini. Kalia cari mati" kata salah satu penjahat itu.
" Bukan kami yang akan mati, tapi kalianlah yang akan mati. Benarkan Pa?" kata Adele.
" Benar sayang"
" Ck, sombong sekali kau gadis kecil. Daripada kamu dan papamu bermain-main disini? mending kalian pulang, karena ini bukan tempat bermain untuk ayah dan anak"
Bugh.
Penjahat itu langsung tersungkur karena tendangan tiba-tiba dari Adele. Dan ia tidak bisa menghindar.
" Jangan pernah meremehkan gadis kecil seperti ku"
Doni tersenyum melihat aksi putrinya barusan.
Sayang coba lihat, putri kita sudah sekuat kamu.
" Dasar bocah sialan..!"
Bugh.
Penjahat itu tersungkur untuk kedua kalinya. Dan kali ini Donilah yang melakukannya.
" Papa hebat seperti biasanya" puji Adele.
" Kenapa kalian cuma diam? cepat hajar dua orang itu"
" Kamu siap sayang?"
" Siap Pa"
" Kita tunjukkan kekuatan kita sama mereka"
Tentu saja Adele tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Karena ini kolaborasi pertamanya dengan sang papa. Dan ia akan menunjukkan hasil latihannya selama ini.
Kolaborasi antara ayah dan anak itu sangat bagus. Itu terbukti dengan banyaknya penjahat yang sudah tumbang karena serangan mereka berdua.
Sekarang hanya tinggal beberapa penjahat lagi. Dan mereka harus segera melumpuhkannya. Kalau tidak, pasti salah satu dari mereka akan meminta bala bantuan.
Akhirnya semua penjahat yang menghalangi jalan mereka, sudah tumbang semuanya. Ayah dan anak itu melanjutkan perjalanan mereka kembali.
Tidak jauh dari tempat para penjahat tadi. Doni dan putrinya menemukan satu ruangan yang cukup besar. Adele berharap teman-temannya ada di dalam ruangan itu.
" Coba buka pintunya, pa"
" Baik sayang"
Doni segera mencoba membuka pintu ruangan itu. Pintu itu lumayan susah untuk dibuka. Dan itu memperkuat dugaannya kalau teman-teman putrinya di sekap di sana.
Brak.
Pintu itu berhasil terbuka. Adele segera bersembunyi. Ia tidak ingin teman-temannya tau kalau dia membantu menyelamatkan mereka.
Doni tersenyum melihat putrinya yang bersembunyi di bawah meja. Ia yakin putrinya itu tidak ingin teman-temannya tau kalau dialah yang membantu menyelamatkan mereka.
__ADS_1
" Om siapa? " tanya Kevin.
" Saya datang untuk menyelamatkan kalian"
" Akhirnya kita selamat" kata semua teman-teman Adele.
" Cepat keluar dari sini sebelum penjahat itu datang lagi"
" Bagaimana kita bisa pergi dari sini. Hampir semua tempat ini sudah ada penjaganya" kata Kevin.
" Kalian tenang saja para penjahat di sekitar sini sudah saya lumpuhkan. Cepat keluar, nanti ada beberapa anggota saya yang akan membawa kalian kembali ke bus"
" Terima kasih Om" ucap mereka semua.
" Nanti aja berterima kasihnya setelah kalian semua keluar dari sini"
Kevin dan semua anggotanya keluar dari ruangan itu. Mereka keluar dengan mengendap-endap. Karena kalau tidak para penjahat itu akan datang lagi.
...***...
Alexa terus mencari tempat dimana bos para penjahat itu berada. Karena tangannya sudah gatal ingin menghajar manusia kejam itu. Beraninya ia menculik anak-anak dan mengambil organ tubuhnya.
" Hei anak kecil..!"
Alexa menghentikan langkahnya kala mendengar suara orang dibelakangnya. Ia membalikkan badan dan tampaklah beberapa penjahat.
" Kenapa kau bisa berada disini?"
Bukannya menjawab pertanyaan penjahat itu. Alexa malah balik bertanya. " Dimana bos kalian?"
" Ada perlu apa kau ingin bertemu dengan bos kami?"
" Saya punya urusan penting dengan dia"
" Apa kamu salah satu gadis yang di sewa sama bos?"
Alexa tersenyum mendengar pertanyaan penjahat itu. Tapi senyumannya itu membuat para penjahat itu bergidik ngeri.
" Saya bukan gadis sewanya bos kalian. Tapi saya adalah malaikat maut untuk bos kalian"
Penjahat itu tertawa mendengar jawaban Alexa. Mereka tidak menyangka gadis cantik itu pintar membual.
" Sepertinya gadis itu bermimpi" kata salah satu penjahat itu.
" Iya. Kita saja tidak bisa melawan bos. Tapi gadis kecil ini sok-sokan mau melawan bos" kata temannya yang satu lagi.
" Daripada kamu membuang-buang waktu untuk melawan bos kami. Mending kamu temani kita-kita tidur"
Alexa langsung menendang aset berharga salah satu penjahat itu. Penjahat itu langsung mengadu kesakitan karena tendangan itu tepat mengenai miliknya.
" Bagaimana rasanya? enak?"
" Cepat hajar gadis itu..!"
" Ayo maju kalau kalian mau senjata kalian hancur"
Teman penjahat itu refleks memegang milik mereka masing-masing. Mereka tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu dengan aset berharga milik mereka.
" Kenapa kalian cuma diam? cepat hajar gadis itu!"
Para penjahat itu dilema, antara maju dan tidak maju. Kalau mereka maju, maka mereka akan kehilangan aset berharga. Kalau tidak maju mereka akan dihukum oleh atasan mereka itu. Apalagi kalau sampai bos mereka tau.
To be continue.
Udah hari Senin nih, jangan lupa kasih vote dan hadiahnya. Kalau vote sama hadiahnya banyak Feby kan jadi semangat up nya..🤗🤗
__ADS_1
Happy reading 😚😚