
Murid kelas X.A, kembali di kejutkan akan kedatangan guru BK. Mereka bertanya-tanya siapa lagi yang akan di panggil oleh guru tersebut.
" Diva, bisa ikut ibuk ke kantor?"
" Saya Buk"
" Iya kamu. Cepat ikut saya ke ruang kepala sekolah"
" Baik Buk"
" Sepertinya kehancuran sudah menghampiri Lo Diva" kata Adele.
" Diam kau!"
Adele tersenyum melihat Diva yang kesal. Ia yakin sebentar lagi Diva akan hancur bersama kebohongan.
Diva tidak tau kenapa dia ikut di panggil. Apa kepala sekolah tau kalau dia berbohong. Tapi dia memang melihat Alexa dan Kak Rian berpenampilan acak-acakan dari belakang sekolah.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk"
Diva kaget melihat dua orang yang duduk di sofa dengan kepala sekolah. Siapa yang tidak kenal dengan orang yang paling berpengaruh di Asia dan juga Eropa.
" Apa kamu yang bernama Diva?" tanya kepala sekolah.
" Iya Pak"
" Kamu tau kenapa di panggil ke sini?"
" Tidak Pak"
" Kamu di panggil kesini karena laporan kamu kemarin sama Buk Yeni. Saya ingin bertanya sama kamu, apa kamu benar melihat sendiri kalau Alexa melakukan tindakan asusila?"
" Benar Pak. Dia melakukan itu dibelakang sekolah"
" Bersama siapa dia melakukan itu?"
" Sama Kak Rian, Pak"
" Rian?"
" Iya Pak"
" Rian wakil ketua OSIS?"
" Iya Pak"
" Yeni tolong bawa Rian kesini. Sekarang!"
" Baik Pak"
Yeni segera keluar dari ruangan kepala sekolah. Ia segera menuju kelas XII ( dua belas). Untungnya kelas Rian tidak jauh dari kantor kepala sekolah.
" Saya sudah boleh pergi Pak?" kata Diva.
" Belum. Saya harus memastikan ucapan kamu dulu. Dan kita harus mendengar penjelasan dari Rian terlebih dahulu"
Kiran tersenyum melihat putrinya sangat santai. Ia tau putrinya tidak bersalah. Tapi kenapa anak yang bernama Diva itu bilang putrinya melakukan hal tercela seperti itu.
Tak berselang lama, Buk Yeni datang bersama Rian. Semua orang menoleh karena Rian tidak tau kenapa dia dipanggil ke ruang kepala sekolah. Di ruang itu juga ada Alexa dan Diva.
" Maaf Pak, apa bapak memanggil saya"
" Iya, duduk!"
Rian duduk di samping Alexa.
__ADS_1
" Kamu tau kenapa saya panggil kesini?"
" Tidak Pak"
" Kemarin ada yang melapor kalau kamu dan Alexa telah berbuat yang tidak-tidak dibelakang sekolah"
Rian kaget mendengar ucapan kepala sekolah. Ia tidak pernah melakukan hal tercela itu.
" Itu fitnah Pak. Saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan itu"
" Karena jawaban kamu dan Alexa sama, maka jalan terakhir kita harus melihat rekaman CCTV"
Sekarang giliran Diva yang kaget. Ia lupa kalau di sekolahnya itu ada CCTV di setiap sudut sekolah. Kecuali di toilet.
" Amel, tolong putar rekaman CCTV kemarin"
" Baik Pak"
Wanita yang bernama Amel itu segera memutar rekaman CCTV. Agar semua orang di ruangan itu bisa melihat, Amel memakai infokus.
Rekaman CCTV itu mulai di putar. Semua orang yang ada di ruangan itu fokus melihat layar besar yang ada di hadapan mereka.
Di rekaman itu terlihat Alexa dan Adele sedang berjalan. Dan apa yang mereka obrolkan pun terdengar jelas di sana.
Di video berikutnya terlihat Rian datang, dan terjadi perdebatan antara mereka berdua. Dan terlihat Rian menyeret Alexa ke belakang sekolah.
Diva dan yang lainnya kaget melihat adegan Rian dan Alexa berantem. Selama video itu berputar tidak ada tindakan asusila seperti yang di katakan Diva.
Video terakhir tampak Alexa pergi, kemudian diikuti oleh Rian. Dan di video itu barulah terlihat Diva dan gengnya. Apa yang dibicarakan Diva di sana juga terdengar jelas.
" Apa kamu orang melapor itu Diva?" tanya Rian.
" Aku nggak ada melaporkan Kak Rian. Aku cuma melaporkan Alexa saja"
" Berani sekali kau memfitnah kami berdua"
" A-aku nggak bermaksud begitu"
" Terus apa namanya?!"
" Kenapa kamu benci sama Alexa?"
" Karena dia sudah merebut perhatian semua cowok yang aku suka. Salah satunya Axel"
Kiran dan Darren kaget mendengar ucapan gadis yang bernama Diva itu. Bisa-bisanya dia menyakiti putrinya hanya karena dia kalah cantik dari putrinya. Dan lagi apa tadi dia bilang, dia menyukai putranya?.
" Kau tau kenapa semua orang tidak menyukai mu?" tanya Alexa.
" Kenapa?"
" Karena kau sombong dan juga angkuh. Bapak sudah melihat video tadi. Dan saya akan menagih janji bapak tadi. Tunjukkan pada saya, kalau di sekolah ini tidak ada diskriminasi" kata Alexa.
" Kamu tenang saja, bapak akan memberikan hukuman pada Diva"
" Kenapa cuma saya yang dihukum Pak?!"
" Masih bertanya kenapa? kamu itu sudah memfitnah teman sekelas dan juga wakil ketua OSIS. Dan mereka berdua adalah korban"
" Bapak tidak bisa menghukum saya"
" Kenapa saya tidak bisa menghukum kamu?"
" Karena saya putri dari keluarga Aditama"
Ternyata anak ini mewarisi sifat bapaknya. Angkuh dan juga sombong. Gumam Darren dalam hati.
" Walaupun kamu putri dari tuan Aditama. Tetap tidak akan bisa membantu kamu dari hukuman yang akan diberikan sekolah"
" Apa bapak tidak takut, kalau papa saya keluar dari anggota donatur sekolah?"
" Tidak. Karena papa kamu hanya donatur kecil di sekolah ini. Justru kamu yang harus takut, karena kalau kamu di DO. Kamu tidak akan di terima di sekolah manapun. Kecuali kamu sekolah di luar negeri. Karena bapak masih memandang siapa orang tua kamu. Maka kamu hanya bapak skors dari selama dua Minggu. Pergunakan waktu kamu selama dua Minggu itu untuk merenungkan kesalahan kamu"
__ADS_1
Diva segera pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah. Ia tidak senang karena hukuman yang diberikan kepala sekolah padanya sangat tidak adil.
" Sekarang kalian berdua sudah boleh kembali ke kelas"
" Baik Pak"
Alexa dan wali kelasnya ke luar dari ruangan kepala sekolah. Begitu juga dengan Rian. Karena urusannya di sana sudah selesai.
" Buk"
" Iya Alexa"
" Makasih ya udah nemenin Alexa tadi"
" Sama-sama, itu sudah kewajiban Ibuk sebagai wakil kelas kamu"
" Oh iya, ibuk duluan deh ke kelas. Alexa mau ke toilet dulu"
" Baiklah, ibuk duluan ya "
" Iya Buk"
Alexa dan Buk Sonya pun berpisah. Setelah Buk Sonya sudah tidak terlihat lagi. Alexa segera berlari menuju parkiran. Ia akan menunggu mommy dan Daddy-nya di sana.
...***...
Kevin melihat sahabatnya datang. Ia segera menghampiri Rian. Ia ingin tau kenapa sahabatnya itu di panggil ke ruangan kepala sekolah.
" Kenapa kepala sekolah manggil Lo?"
" Nggak ada"
" Lo jangan bohong sama gue"
" Gue difitnah melakukan perbuatan asusila"
" What..! "
" Sama kek Lo, gue juga kaget saat kepala sekolah bilang gitu ke gue. Dan Lo tau siapa yang di tuduh main sana gue?"
" Nggak!"
" Alexa"
" Alexa? maksud Lo Alexa anak kelas X.A"
" Hhmmm"
" Kok bisa?!"
" Ceritanya panjang"
" Coba ceritain sama gue"
" Lo kepo banget sih Vin"
" Biarin! untuk hal yang berurusan dengan Alexa, gue harus tau"
" Kenapa Lo harus tau. Lo kan bukan siapa-siapanya dia" pancing Rian.
" Karena gue cinta sama Alexa"
Rian tersenyum mendengar jawaban sahabatnya. Ia tau kalau Kevin suka dengan Alexa.
" Akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut Lo"
" Gu.. gue"
" Nggak apa-apa kali. Gue udah berhenti mengejar cinta Alexa" kata Rian sambil berlalu pergi meninggalkan sahabatnya itu.
Kevin masih belum bisa mencerna ucapan sahabatnya tadi. Beberapa detik kemudian ia baru tersadar dan segera mengejar sahabatnya itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚