Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
The next bucin


__ADS_3

Helena membuka kalung berlian miliknya. Kalung yang ia lepaskan hanya saat mandi dan juga tidur.


" Ini kalung turun temurun dari keluarga besar mama. Dan sekarang kalung ini untuk kamu, sayang" kata Helena sambil mengalungkannya di leher Alexa.


" Kenapa mama memberikan kalung ini pada Eca. Kenapa nggak pada kak Irene?"


" Kalung ini hanya akan diberikan pada menantu perempuan keluarga Richard. Jadi kamu lha pemilik kalung ini sekarang. Tolong dijaga ya"


" Eca akan menjaga kalung ini dengan baik Ma"


" Terima kasih sayang"


Alexa tidak menyangka akan mendapatkan kalung peninggalan neneknya om gunung es. Walaupun kalung itu sudah turun temurun. Tapi tetap terlihat mewah dan elegan.


Kiran dan Darren juga ikut bahagia melihat putrinya yang di sayangi sama orang tuanya Kenan. Bahkan putrinya sudah dikasih kalung warisan keluarga.


" Untuk merayakan hari jadian kalian, bagaimana kalau kita buat acara barbeque" usul Helena.


" Setuju. Lagipula kita juga udah lama nggak buat acara barbeque. Iya kan, By?" kata Kiran.


" Iya sayang"


" Ya udah kalau gitu nanti malam kita barbeque-an di mansion keluarga Richard"


" Baiklah ntar malam kita ke sana"


" Kita boleh ikut juga nggak Tante?" tanya Adele pada Helena.


" Tentu saja boleh. Kamu kan sahabatnya Alexa, jadi harus ikut"


" Makasih Tante"


" Baiklah sekarang mari kita coba kue buatan ketiga gadis cantik ini " kata Darren.


" Silakan Dad. Ini kue varian terbaru dari toko kue kami" kata Alexa.


Para orang tua itu pun mulai mencicipi kue yang sudah ada di atas meja. Bukan hanya kue, triple A juga menghidangkan makanan yang di jual di cafe mereka.


" Kuenya enak, dan juga lembut" puji Kiran.


" Makasih mommy"


" Tapi bolehkah mommy memberikan saran sedikit?"


" Boleh Mom"


" Untuk kue yang ini, bisa ditambahkan sedikit lagi rasa tiramisunya"


" Ok mommy, nanti kita akan tambahkan tiramisunya"


" Mudah-mudahan pengunjung toko kue dan juga cafenya selalu rame"


" Aamiin" ucap ketiga cewek cantik itu.


" Siapa yang memilih lokasi tokonya?" tanya Darren.


" Alexa Om. Bahkan ide membuat toko ini pun dari dia" kata Adele.

__ADS_1


" Iya, awalnya kita hanya berjualan online saja" tambah Alisha.


Darren tambah bangga pada putrinya. Ia tidak menyangka kalau putrinya sudah mulai berbisnis di usianya yang masih muda. Ia akan mengajarkan ilmu bisnis pada sang putri, agar usahanya cepat berkembang.


" Kalian bertiga harus pintar mencari apa yang sedang diminati pasar. Jadi usaha kalian akan lebih cepat berkembang. Apalagi cafe kalian dekat dengan kampus. Jadi prioritas kalian adalah mencari apa saja makanan dan minuman yang lagi hits saat ini. Jadi mereka tidak bosan dengan menu itu-itu saja" pesan Darren.


" Siap Daddy. Kita bertiga akan selalu menciptakan inovasi terbaru. Kami akan belajar terus"


" Good girls "


Kenan ikut bangga melihat kesuksesan sang kekasih. Alexa memang beda dengan anak orang kaya lainnya. Gadis cantik itu tidak manja, dan juga sangat mandiri.


Kebanyakan anak orang kaya hanya tau menghamburkan uang orang tuanya. Mereka berburu barang-barang branded. Tapi tidak dengan gadis cantik itu. Dia malah lebih memilih untuk mencari cari uang.


Padahal kalau dia mau, dia mampu membeli semua jenis barang-barang branded. Karena kekayaan orang tuanya tidak akan habis tujuh turunan.


" Abang sama paman juga ikut membantu Eca, Mom"


" Benarkah?"


" Iya. Abang membantu Eca untuk membeli tanah. Sedangkan paman meminjamkan modal pada Eca. Awalnya paman mau kasih, tapi Eca tolak"


" Kenapa ditolak?" tanya Darren.


" Karena kami bertiga ingin mandiri Dad. Kalau dananya hasil meminjam, maka kami bertiga akan giat bekerja supaya bisa melunasi hutang kami sama paman. Sedangkan kalau di kasih, kami akan malas-malasan"


" Tapi dalam kurun waktu dua bulan mereka bertiga sudah bisa melunasi hutang mereka" kata Varo.


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Wah, kenapa kita tidak tau ya sayang, kalau usaha putri kita se-hits itu" kata Darren.


" Siapa yang tidak kenal dengan toko online triple A. Dikalangan anak muda, kue mereka sangat terkenal " kata Varo.


Alexa dan kedua sahabatnya hanya tersenyum mendengar pujian dari Abimanyu dan juga Varo.


" Axel sama Farel kapan akan memulai berbisnis?" tanya Kiran.


" Nggak lama lagi Mom"


Axel memang sudah memikirkan akan berbisnis apa. Ia akan membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain. Dan ia harap bisnisnya nanti juga sukses sama seperti bisnis mommy dan Daddy-nya.


" Baiklah Daddy harus pamit dulu, soalnya jam satu nanti daddy akan ada meeting" kata Darren sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.


" Ok Daddy. Makasih udah menyempatkan waktunya untuk datang kesini"


" Iya sayang. Sekali lagi selamat untuk peresmian toko kue dan cafenya"


" Mama sama papa juga pamit ya?" kata Helena.


" Kenapa nggak dari tadi mama pamitnya" kata Kenan.


Plak.


Helena memukul bahu putranya. " Dasar anak durhakim"

__ADS_1


" Bukan gitu Ma, ini kan acara anak muda"


" Alexa sama yang lainnya emang masih muda. Tapi kamu udah tua dari mereka"


" Usia boleh tua, tapi wajah masih kek umur dua puluhan"


" Alexa putus aja sama putra, mama. Biar dia jadi bujang lapuk lagi"


" Jangan sayang!. Mama kok gitu sih. Dimana-mana, orang tua itu melarang untuk putus. Tapi ini kok malah di suruh"


" Makanya kamu jangan macam-macam sama Mama kalau tidak mau jadi bujang lapuk lagi"


Kenan pun tidak berani bersuara lagi. Mamanya itu memang selalu saja ada cara untuk membungkam mulutnya.


" Mama sama papa pamit dulu ya"


" Iya Ma"


" Semoga usaha kalian bertiga cepat berkembang. Dan sukses selalu untuk kalian bertiga"


" Makasih doanya Ma"


" Mama titip putra mama ya"


" Emangnya aku barang pake dititip segala" kata Kenan.


" Ya udah, pamit dulu semuanya"


Orang tua Alexa dan orang tua Kenan pun meninggalkan tempat itu. Sekarang hanya anak muda saja yang tersisa di sana.


" Om selama seminggu ini ngapain aja di sana. Sampe nggak ada kasih kabar?".


" Kerja sayang"


" Bener cuma kerja?"


" Bener sayang. Kalau tidak percaya tanya aja sama Ben"


" Benar nona selama di negara L tuan muda sibuk bekerja. Bahkan tuan kurang istirahat"


" Om Ben nggak dibayarkan sama tuannya untuk berbohong, kan?"


" Nggak nona. Saya berbicara jujur"


" Saat bekerja, Om Kenan ada melirik cewek lain nggak?"


" Nggak nona, tuan sangat menjaga jarak dengan rekan bisnis wanita"


Adele dan Alisha tersenyum mendengar ucapan Alexa. Ternyata sahabatnya itu sudah mulai bucin sama pacarnya.


" Seperti nya akan ada the next bucin nih?" ledek Adele.


Alexa menatap tajam sahabatnya. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu. Padahal dia kan hanya bertanya pada kekasihnya. Apa itu bisa dikatakan bucin?. Nggak kan?.


Adele hanya tersenyum saat ditatap seperti itu oleh sahabatnya. Dulu Alexa meledek dirinya dan juga Alisha. Sekarang sahabatnya itu akan menjadi the next bucin.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2