Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bertemu klien 2


__ADS_3

Kenan sampai di restoran tempat ia dan kliennya akan bertemu. Kedatangannya langsung di sambut sama seorang wanita.


" Selamat datang tuan Kenan"


" Hhmmm"


Wanita itu menarik kembali tangannya, karena Kenan tidak membalas jabatan tangannya.


" Om nggak boleh gitu"


" Gitu gimana?"


" Tante itu mengulurkan tangannya sama Om, tapi Om nggak balas"


" Tangan saya nggak biasa bersentuhan dengan orang lain"


" Alasan"


" Tanya aja sama Beni"


" Om Ben, apa bener yang dibilang Om gunung es?"


" Bener nona. Tuan bisa alergi"


" Tapi kok sama saya Om gunung es nggak alergi?"


" Saya juga tidak tau nona"


" Karena kamu punya antiseptiknya"


Wanita itu menatap Alexa dengan tatapan meremehkan. Ia tidak mengerti kenapa lelaki tampan itu membawa anak-anak ke acara pertemuan mereka.


Kenapa Tante itu menatap gue seperti itu?. Apa ada yang salah dengan penampilan gue?. Atau jangan-jangan dia nggak suka melihat kedekatan gue sama Om gunung es?.


Alexa pun mencari aman, dia memilih duduk di sebelah Om Beni. Karena kalau dia duduk di samping asisten tampan itu, nggak akan ada orang yang marah.


Beni kaget karena Alexa memilih duduk di sampingnya ketimbang sama tuannya. Ia pun merasakan hawa yang panas kembali.


Nona Alexa, saya mohon jangan membuat saya dalam situasi bahaya seperti ini. Karena nanti berimbas ke gaji saya.


" Ngapain duduk di sana. Pindah!"


" Nggak apa-apa Om, aku duduk di dekat Om Ben aja"


" Saya bilang pindah, ya pindah!"


" Om ngeselin!"


Alexa pun pindah duduk di samping lelaki gunung es itu. Ingin sekali ia menenggelamkan lelaki tampan itu.

__ADS_1


" Nah gitu baru bener"


" Apa kita bisa mulai pembahasan kerja samanya tuan?"


" Silakan"


" Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri dulu. Nama saya Anggita, saya CEO perusahaan xx"


" Saya tidak perlu memperkenalkan diri. Karena anda sudah tau nama dan perusahaan saya"


" Iya tuan"


Wanita itu meminta sekretarisnya untuk mengeluarkan dokumen yang sudah mereka persiapkan dari kemarin.


" Silakan tuan baca dulu isinya"


" Kata wanita itu "


Kenan menyuruh Beni untuk membaca isi dokumen yang diberikan sama wanita itu. Karena sekarang ini ia lagi malas membaca dokumen.


Asisten tampan itu membaca setiap detail tulisan yang ada di sana. Tidak ada yang dilewatkan oleh lelaki tampan itu. Karena salah sedikit, akan berdampak pada perusahaan. Walaupun tidak banyak. Tapi tetap saja ia tidak boleh salah.


" Poin-poin yang diberikan perusahaan nona Anggita sangat bagus tuan. Jadi nggak ada salahnya kita terima"


" Ok, silakan anda jelaskan poin-poin yang ada di dokumen anda itu"


Wanita itupun menjelaskan semua poin yang ada dalam dokumen itu. Ia menjelaskan dari A sampai Z, tentang keuntungan apa saja yang akan diberikan perusahaannya.


Kenan melirik gadis cantik yang ada di sampingnya. Ia melihat gadis cantik itu sedang asik bermain game yang ada di ponselnya.


Apa game itu lebih menarik dari gue.


Kenan pun merebut ponsel Alexa.


" Om! kembaliin ponsel aku?"


" Nggak!"


Alexa berusaha merebut ponselnya dari tangan Kenan. Aksi rebut merebut itupun tak luput dari pandangan Anggita. Wanita itu mengepalkan tangannya menahan emosi.


Beni menghela nafasnya. Tuannya itu selalu saja mengganggu nona Alexa. Dan ujung-ujungnya pasti dia yang akan kena.


" Tuan Kenan, bisa kah kita selesaikan kerjasama ini dulu"


Kenan menyimpan ponsel Alexa dalam saku celananya. Dengan begitu gadis cantik itu tidak bisa main game lagi.


" Om kembalikan ponsel aku dulu?"


" Udah duduk manis aja di sana"

__ADS_1


" Kembaliin dulu ponsel aku?"


Kenan tidak mendengarkan ucapan Alexa.


" Mari kita lanjutkan lagi pembahasannya" kata Kenan.


Walaupun kesal, Anggita pun melanjutkan pembahasan kerja sama mereka. Setelah ini barulah ia akan membahas tentang yang lainnya.


Setelah satu jam lamanya pembahasan tentang kerjasama pun selesai. Dan hasil dari keputusan itu, adalah terjadinya kerjasama antara dua perusahaan itu.


" Saya harap kerjasama ini berjalan dengan lancar"


" Saya harap juga begitu nona. Baiklah karena sudah selesai, saya izin undur diri dulu"


" Apa kita bisa bicara empat mata dulu tuan?"


" Maaf nona, saya tidak bisa" tolak Kenan. Karena lelaki tampan itu tau apa yang akan dibicarakan oleh wanita itu.


" Tapi ini penting tuan"


" Penting untuk anda nona. Tapi tidak untuk saya. Dan lagi, saya mau menemani calon istri saya belanja"


Alexa kaget mendengar ucapan Kenan. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu akan bicara seperti itu.


" Nggak Tante! saya bukan calon istrinya"


" Sayang kamu nggak mau mengakui aku, hhmmm?"


" Om, apaan sih!"


" Maaf nona Anggita, calon istri saya ini memang suka becanda"


" Siapa yang becanda"


" Udah jangan bicara lagi, kalau tidak nanti aku hukum"


Alexa menatap tajam lelaki tampan itu. Berani sekali dia mengancamnya. Emang dia pikir dirinya takut dengan ancaman seperti itu.


" Om gunung es ini bohong nona. Saya ini masih jomlo"


Anggita makin dibikin pusing. Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi, antara dua orang yang beda usia itu.


" Tante tenang aja, saya ada disini hanya untuk menemani saja. Bukan untuk mencari ribut"


" Jangan percaya sama ucapan calon istri saya ini nona. Sekarang ini dia lagi marah sama saya, karena tadi saya ganggu saat lagi main game"


Anggita benar-benar bingung melihat tingkah kedua orang yang ada dihadapannya itu. Yang satu bilang iya. Dan yang satunya lagi bilang tidak ada hubungan.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2