
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo π€π€*
Alisha dan rombongan sekolahnya sampai di salah satu toko oleh-oleh di kota G. Mereka akan membeli oleh-oleh untuk orang tua dan juga sanak saudara mereka.
" Sha, kamu mau beli oleh-oleh apa?" tanya Vani.
" Liat nanti aja deh. Soalnya nenek aku nggak bisa makan makanan yang keras"
" Iya juga ya. Yuk masuk"
Alisha dan Vani masuk kedalam toko oleh-oleh itu. Begitu juga dengan teman-teman mereka yang sedari tadi sudah masuk. Bahkan mereka sudah mengambil keranjang untuk tempa belanjaan mereka nanti.
Bagi murid yang dari kalangan atas, mereka tidak terlalu dipusingkan sama harga barang yang mereka ambil. Tapi tidak dengan Alisha. Gadis cantik itu harus pinter-pinter milih. Karena dia bukan dari kalangan orang berada.
Karena posisi barang yang ingin Alisha ambil cukup tinggi, jadi ia agak kesusahan untuk mengambilnya. Ia berusaha terus menggapai barang itu.
Saat dirinya sudah berputus asa, tiba-tiba ada seorang pemuda tampan yang berhati malaikat membantunya untuk mengambilkan barang yang ia inginkan.
" Nih "
" Terima kasih"
" Sama-sama"
" Tunggu! sepertinya kita pernah bertemu?" tanya Alisha.
" Oh iya, dimana?"
" Dimana?"
" Bentar, aku pikir dulu"
Alisha berpikir sejenak. Dan pemuda tampan itu dengan setia menunggu gadis cantik itu berpikir.
" Sekarang aku ingat. Kamu pemuda yang bantu nenek aku menyeberang jalan?"
" Oh jadi Lo gadis lollipop"
" Gadis lollipop?"
" Yeah, karena Lo suka makan lollipop"
" Ah kamu bisa aja kasih nama aku" kata Alisha sambil memukul pelan lengan pemuda tampan itu.
Aawwww..
" Eh maaf, sakit ya"
" Sedikit. Walaupun tubuh Lo kecil, tapi tenaga Lo kuat juga"
" Tenaga? padahal aku cuma pukul gemas lho?"
" Masa, tapi kok seperti bertenaga gitu ya"
" Itu cuma perasaan kamu aja"
" Maybe "
" Oh iya, siapa nama kamu?"
" Axel "
" Alisha. Nama kamu agak mirip dengan teman aku?"
__ADS_1
" Oh iya? siapa namanya?"
Belum sempat Axel menjawab, tiba-tiba ada yang memanggil nama Alisha.
" Aku ke sana dulu ya, lain kali kalau ketemu akan aku kasih tau. Sekali lagi terima kasih Axel"
" Hhmmm"
Axel tersenyum melihat punggung gadis yang baru saja ia kenal. Ia merasa aneh, karena biasanya ia tidak akan banyak bicara dengan orang yang baru dia kenal. Tapi tadi, ia cukup panjang lebar bicara sama gadis itu.
" Hei! kamu kenapa senyum-senyum kek orang waras gitu?" tanya Alexa.
" Eca, sejak kapan ada disini?"
" Kebiasaan, aku tanya dia malah balik nanya"
" Ya elah tinggal jawab doang?"
" Nggak bisa! yang nanya duluan kan aku"
Axel menghela nafasnya. Saudara kembarnya selalu saja ngajak gelud dimana pun mereka berada.
" Ayo jawab, kenapa kamu senyum-senyum kek orang waras"
" Tadi liat ada yang lucu"
" Oh yeah, apa?"
" Kepo" kata Axel sambil pergi meninggalkan saudara kembarnya itu. Karena kalau tidak, Alexa akan terus bertanya sampai pertanyaannya itu terjawab.
" Axel..!"
Pemuda tampan itu terus saja berjalan tanpa mempedulikan saudara kembarnya yang terus saja memanggil namanya.
Alexa menutup mulutnya karena kelepasan ngomong. Adiknya itu tidak akan berubah beneran kan jadi wajan penggorengan.
" Ya Allah, Eca tarik lagi ucapan tadi"
Ia segera menyusul saudara kembarnya. Ia takut Axel benar-benar berubah jadi wajan penggorengan. Kan nggak lucu dia yang cantik, baik hati dan tidak sombong punya saudara wajan. Apa kata netizen nanti.
...***...
" Kamu bicara sama siapa tadi?" tanya Vani pada Alisha.
" Sama teman"
" Teman? sejak kapan kamu punya teman cowok"
" Sejak beberapa hari yang lalu"
" Hati-hati, siapa tau dia bukan cowok baik"
" Tenang? kalau dia mau berbuat jahat sama aku, maka aku akan hajar dia"
" Ah aku lupa kalau kamu jago beladiri"
" Kamu kan emang selalu begitu"
" Ih nggak selalu juga kali Sha"
" Kamu udah selesai belanjanya?"
" Belum, aku mau ngajak kamu ke rak yang sebelah sana. Di sana ada bermacam-macam coklat yang enak"
__ADS_1
" Tau darimana kamu kalau coklat itu enak?"
" Tadi aku cobain"
" Emang boleh dicoba dulu?"
" Boleh, di sana ada dikasih untuk kita cicipi sebelum beli"
" Yuk ke sana"
Alisha pun mengikuti sahabatnya pergi ke tempat coklat itu. Dia juga penasaran dengan rasa coklat itu. Karena Alisha belum pernah makan coklat yang seperti iklan di televisi. Ia biasanya makan coklat yang ada di kue tart. Dan ia tidak suka dengan rasa coklat yang ada di kue itu.
Kedua gadis cantik itu sampai di rak coklat. Ada puluhan macam coklat di sana. Tapi ia tidak tau rasa coklat-coklat itu gimana.
" Kamu cobain dulu nih" kata Vani sambil menyuapi coklat ke mulut Alisha.
Mata Alisha membulat sempurna saat coklat itu sudah berada di dalam mulutnya. Benar kata sahabatnya, coklat itu sangat enak dan lagi ada sensasi rasa buah di coklat itu.
" Bagaimana? enak kan rasanya?"
" Hhmm"
" Apa gue bilang. Yuk kita beli"
" Aku mau beliin untuk nenek juga lha"
" Harus itu, biar nenek kamu juga tau kalau coklat itu tidak selamanya pahit kek obat"
Kedua gadis cantik itu memilih coklat rasa apa saja yang ingin mereka beli. Tapi sebelum mengambilnya, Alisha melihat harga coklat-coklat itu. Karena harganya cukup murah, ia pun mengambil beberapa coklat dengan rasa yang berbeda.
" Wow, coba liat kaum jelata juga membeli coklat. Apa kalian punya uang untuk membelinya?" tanya Bella.
Alisha dan Vani tidak menghiraukan ucapan Bella. Mereka terus saja memilih coklat yang ingin mereka beli.
" Heh! kalian berdua itu tuli apa. Gue tanya malah diam aja?!"
" Oh, Anabelle ngomong sama kita" kata Alisha.
" Tentu saja. Karena yang gadis jelata disini itu cuma kalian berdua"
" Kalau kita ini dari kalangan jelata. Kenapa putri Anabelle repot-repot mau bertanya pada kita yang dari kalangan jelata ini?" kata Vani.
" Cuma ingin melihat gadis jelata seperti kalian mampu membeli makanan apa?"
" Wah ternyata kita berdua hebat ya Van. Bisa membuat seorang Anabelle memperhatikan barang belanjaan kita yang notabenenya padahal dari kalangan jelata"
" Iya. Ternyata Anabelle kepo banget ya"
" Kasihan banget ya kalian berdua. Belanja harus melihat harga barangnya dulu. Contoh kita-kita dong, belanja tanpa memikirkan harga"
" Tapi setidaknya kami berdua itu lebih pintar daripada kalian bertiga. Karena kami bisa mencari uang sendiri, nggak kayak kalian yang cuma bisa menghabiskan uang orang tua" kata Alisha.
" Bilang aja Lo iri karena kita dari kalangan atas. Sedangkan Lo, dari lahir sudah ditadirkan untuk menjadi orang kismin. Kasian banget, yuk guys cabut. Pengin muntah gue kalau lama-lama dekat sama duo kismin ini"
" Hus, hus sana pergi jauh-jauh hama tanaman" kata Vani sambil mengibas-ngibas kan tangannya.
To be continue.
Udah hari Senin nih.. Alisha minta vote sama hadiahnya dongπ€π€
Happy reading ππ
__ADS_1