Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Cookies


__ADS_3

Suara tawa menggema di kontrakan sederhana itu. Ya ketiga gadis cantik itu asik bersenda gurau. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia.


" Oh iya. Ini baju untuk Lo " kata Alexa sambil memberikan satu stelan baju santai pada Alisha.


" Buat gue?"


" Nggak, buat Kang cilok. Ya buat elo lha"


" Makasih Eca"


" Sama-sama "


" Kapan-kapan kita pake baju ini ya?" kata Adele.


" Boleh, biar kembaran"


Alisha tidak memberitahu sahabatnya kalau ia akan bersekolah di SMA yang sama. Ia akan memberikan surprise untuk kedua sahabatnya itu.


" Udah sore, kita pamit pulang duluan ya" kata Alexa sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


" Udah mau pulang aja?"


" Iya, soalnya tadi gue nggak kasih tau mommy mau kesini"


" Kapan-kapan kita akan main kesini lagi" kata Adele.


" Beneran ya?"


" Iya. Lo tunggu dan siapkan cookies yang banyak untuk kita"


" Ok. Gue akan buatin cookies yang banyak untuk kalian berdua"


" Ya udah, kita pulang dulu. Titip salam buat nenek" kata Alexa.


" Iya, ntar gue sampaikan"


Alisha mengantarkan kedua sahabatnya ke depan pintu. Tak lupa ia memberikan dua toples cookies untuk masing-masing sahabatnya.


" Bye-bye Alisha"


" Bye"


Alexa melajukan motornya meninggalkan kontrakan sahabatnya. Alexa melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Karena ia ingin segera sampai di mansion.


...***...


Axel sudah setengah jam berdiri di depan pintu mansion. Ia menunggu saudara kembarnya pulang. Tapi saudara kembarnya belum juga kelihatan.


" Tuan muda kecil, lebih baik anda duduk dulu?" kata salah satu bodyguard.


" Tidak! "


" Tapi tuan kecil sudah lama berdiri di sana?"


" Ya sudah, tolong ambilkan saya kursi"


Salah satu bodyguard mengambil kursi untuk Axel. Tak butuh waktu lama, bodyguard itupun kembali dengan membawa kursi.


" Ini kursinya tuan kecil"


" Makasih"


" Sama-sama"


Axel duduk di kursi yang dibawakan bodyguardnya tadi. Kakinya memang sudah terasa kram karena kelamaan berdiri.


Dari jauh terdengar suara motor. Semakin lama suara motor itu semakin jelas. Axel yakin itu pasti motor saudara kembarnya. Benar saja, tak lama Alexa muncul.


Axel segera menghampiri saudara kembarnya itu. Ia sudah tidak sabar ingin menginterogasi Alexa. Karena baru kali ini dia pulang telat dan tidak ada kabar.


" Darimana saja kamu? kenapa baru pulang?"


" Banyak amat pertanyaannya?"


" Kalau orang bertanya itu di jawab, jangan malah balik nanya"


" Kamu nanyanya juga satu-satu dong. Aku kan bingung mau jawab yang mana dulu?"


" Kamu darimana?"


" Dari rumah teman"


" Teman yang mana?"


" Ada deh, kepo"


" Kamu tau?"

__ADS_1


" Kagak!"


" Ih Eca!"


" Ya kan kamu tanya, kamu tau. Makanya aku jawab kagak"


" Dengerin dulu aku ngomong sampe kelar"


" Ya udah, tau apa?"


" Aku berdiri nungguin kamu di depan pintu mansion selama setengah jam"


" Ya salah kamu kenapa berdiri"


" Itu karena gue khawatir sama ELO!"


" Uh so sweet banget sih adek gue" kata Alexa sambil mencubit pipi Axel.


" Itu yang dalam kantong plastik, apa?"


" Oh, ini cookies"


" Eca beli cookies untuk Axel ya?" kata Axel sambil mengambil kantong plastik itu dari tangan Alexa.


" Eits! siapa bilang cookies ini untuk kamu. Kalau mau, beli dong?!"


" Terus untuk siapa?"


" Ya untuk aku lha"


" Pelit amat"


" Biarin! cookies ini sangat istimewa. karena sahabat Eca yang bikin"


" Adele yang bikin cookies nya?"


" Bukan!"


" Kalau bukan Adele terus siapa? kan sahabat Eca cuma Adele?"


" Ck, sahabat Eca bukan cuma Adele aja. Ada satu lagi, namanya--?"


" Eca!"


Belum selesai Alexa meneruskan ucapannya, mommy-nya memanggil namanya.


" Maaf Mom, tadi Eca ke rumah teman dulu"


" Kenapa nggak kasih tau mommy. Kan mommy jadi khawatir"


" Ponsel Eca baterainya habis Mom"


" Ya udah, lain kali jangan seperti itu lagi"


" Iya Mom"


" Eca bawa apa?"


" Oh ini cookies, mommy mau?"


" Mau"


Tadi gue yang minta dia nggak kasih. Pas mommy yang minta langsung di kasih.


" Axel juga mintanya?"


" Nggak! kamu itu cowok"


" Emang kenapa kalau aku cowok?"


" Karena cookies ini khusus untuk cewek"


" Sejak kapan cookies hanya untuk cewek?"


" Sejak sekarang"


" Ih ngaco kamu"


" Sudah-sudah, Eca masuk ganti bajunya?"


" Siap Mom"


Ibu dan anak itupun masuk kedalam mansion. Kiran duduk di ruang keluarga sambil menikmati cookies yang di bawa Alexa. Sedangkan Alexa pergi ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.


" Mom?"


" Hhmm"

__ADS_1


" Bagi cookies nya dong?"


" Eca bilang cookies ini untuk cewek, jadi Axel nggak boleh makan"


" Mana ada kek gitu Mom"


" Kalau Eca yang bilang begitu, berarti ada. Kamu liat aja cookies nya gemoy kek gini?"


" Ayolah Mom bagi satu. Lagian Eca nggak ada di sini"


Kiran nggak tega melihat wajah memelas putranya. Ia pun memberikan satu cookies untuk Axel.


" Makasih mommy"


" Sama-sama sayang"


Axel segera mencicipi cookies yang dari tadi terlihat menggiurkan. Karena cookies nya tidak terlalu besar, ia langsung memasukkan satu cookies itu kedalam mulutnya.


Mata Axel membulat sempurna kala cookies itu masuk kedalam mulutnya. Rasa cookies itu sungguh enak dan pas di lidah nya.


" Enak nggak cookies nya?"


" Enak Mom"


" Eca belinya dimana ya. Jarang lho ada cookies yang bentuk dan rasanya kek gini?"


" Eca bilang temannya yang bikin"


" Adele yang bikin cookies nya?"


" Bukan Mom"


" Terus teman yang mana?"


" Axel juga nggak tau, soalnya Eca nggak bilang"


" Emang Axel nggak tau Eca punya teman siapa-siapa aja?"


" Nggak Mom"


" Cookies ini beneran enak, cocok sama lidah mommy"


" Axel juga. Gimana kalau kita suruh Eca beli sama temannya?"


" Emang temannya jualan cookies?"


" Nggak tau juga sih Mom"


" Ya udah ntar kita tanya sama Eca"


Ibu dan anak itu kembali memakan cookies yang dibawa Alexa tadi. Dan tidak berselang lama satu toples cookies itu habis tak bersisa.


" Habis? gimana nih Mom. Eca pasti ngamuk"


" Nggak akan, cookies nya kan udah di kasih sama mommy"


" Benarkah?"


" Hhhmm"


Axel merasa lega, karena kalau tidak saudara kembarnya itu pasti akan ngamuk. Dan minta ganti rugi padanya. Karena kalau sama mommy-nya mana berani dia minta ganti rugi.


Kiran tersenyum melihat ekspresi putranya. Ia tau putranya itu di amuk sama Alexa. Karena kalau Eca ngamuk bukan banting-banting barang. Tapi minta ganti rugi uang saku Axel.


" Oh iya Mom, kenapa mommy nggak bisa masukin Alisha ke SMA Tunas Bangsa?"


" Bukan mommy yang nggak bisa, tapi Alisha sendiri yang menolaknya"


" Mommy sudah bertemu dengan Alisha?"


" Sudah, bahkan Daddy juga udah ketemu sama dia"


" Daddy?"


" Iya, kan mommy sama Daddy ke rumahnya Alisha"


Axel kaget mendengar ucapan mommy-nya. Dia aja belum pernah ke rumah Alisha, tapi mommy sama Daddy-nya sudah pernah ke sana. Ternyata ia kalah satu langkah dari mommy-nya.


To be continue.


Promo dulu ya teman-teman.


Mampir yuk ke novel terbarunya Feby. Dan tinggalkan jejak sayang kalian di sana.. Gomawo 🤗🤗



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2