
Kenan sudah sampai di salah satu restoran terkenal di kota J. Pagi ini dia akan membahas tentang bisnis dengan calon mertuanya.
" Hallo, selamat pagi Om. Maaf terlambat"
" Nggak apa-apa, saya juga baru sampai. Silakan duduk"
Lelaki tampan itu duduk di kursi yang ada di seberang Darren. Dan Beni duduk di samping bosnya.
" Apa meeting nya sudah bisa kita mulai?"
" Sudah Om"
Darren meminta dokumen yang sudah dipersiapkan oleh dari kemarin pada Romy. Dokumen kerja sama yang akan menguntungkan kedua belah pihak.
" Kamu boleh baca dulu setiap poin yang ada di sana. Mana yang menurut kamu kurang dan perlu ditambah kasih tau saya"
" Baik Om"
Kenan mulai membaca isi dokumen yang diberikan calon mertuanya. Ini adalah kerja sama mereka yang kedua. Kerja sama yang pertama Alhamdulillah berhasil dan sudah menjadi hotel terbaik di kota M.
" Bagaimana? apa ada yang mau kamu tambahkan?"
" Nggak Om, ini sudah bagus kok. Saya cuma mau menambahkan sedikit"
" Oh silakan"
" Bisa nggak di depan sini kita kasih taman bermain untuk anak-anak?"
Darren melihat denah lokasi yang akan mereka bangun hotel nanti. Ia melihat emang lahan itu cukup untuk membuat taman bermain.
" Kenapa kamu ingin ada taman bermain di sana?"
" Pengen aja Om. Dan kalau ada taman bermain untuk anak-anak membuat para orang tua senang dan juga tenang. Karena mereka tidak perlu mencari tempat bermain untuk anak-anak mereka"
Darren tersenyum mendengar jawaban Kenan. Rencananya dia memang akan membangun taman bermain untuk anak-anak di sana. Makanya ia mengosongkan di denah supaya Kenan bisa menuangkan idenya juga.
" Baiklah, kita akan buat taman bermain di sana"
" Makasih Om"
Kenan membubuhkan tanda tangannya di atas kertas yang sudah diberi materai. Dengan begitu selesai lha acara meeting kedua perusahaan besar itu. Dokumen penting itu disimpan oleh kedua belah pihak.
" Baiklah karena acara meeting nya sudah selesai, Om pamit undur diri dulu" kata Darren.
" Bisa minta waktu Om sebentar?"
Darren melirik jam tangannya. " Boleh, lima belas menit"
" Makasih Om"
Beni dan Romy keluar dari ruangan VVIP itu. Mereka berdua memberikan waktu untuk kedua bos mereka.
" Mau bicara soal apa?"
" Sebelumnya saya bicara, saya mau minta maaf sama Om, karena sudah lancang mengatakan hal ini. Tapi kalau tidak saya katakan sekarang, saya takut terlambat"
__ADS_1
" Ya sudah langsung saja ke intinya?!"
" Saya ingin meminang putri, Om "
Darren kaget mendengar ucapan Kenan. Apa lelaki itu sadar dengan yang diucapkannya. Secara putrinya masih kecil.
" Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan itu?"
" Saya sangat-sangat sadar Om"
" Apa kamu juga tau kalau putri saya itu masih SMA, dan berapa jarak usia kamu dengan putri saya?"
" Saya tau dan juga sadar Om. Tapi bukankah cinta tidak memandang usia. Dan saya juga tidak bisa menahan perasaan saya pada putri Om. Awalnya saya merasa hanya sekedar kagum. Tapi lama-lama perasaan ini bukan hanya sekedar mengagumi"
" Disini saya tidak bisa memutuskan sendiri. Apalagi kamu tau kalau putri saya cucu kesayangan di keluarga Narendra"
" Saya tau dan paham itu Om. Makanya saya minta restu dari Om dulu. Kalau sudah dapat, baru saya akan mendatangi Tante dan juga keluarga besar Om "
Darren menatap lelaki yang ada di hadapannya. Ia melihat kesungguhan dalam mata lelaki itu. Tapi disini dia tidak boleh gegabah. Karena ini menyangkut putri kesayangannya. Apalagi putrinya itu masih SMA. Jadi masih terlalu kecil untuk dia menikah.
" Saya serius dengan ucapan saya Om. Dan saya tidak akan mengecewakan Om dan juga keluarga besar Om. Kalau pun Alexa belum siap menikah cepat, saya tidak akan memaksa. Setidaknya kami bertunangan dulu Om"
" Baiklah saya akan kasih kamu restu. Tapi saya tidak tau, apakah putri saya mau menerima kamu. Karena semua keputusan ada pada putri saya"
" Baik Om. Kalau seandainya putri Om tidak menerima saya. Maka saya tidak akan memaksa putri Om. Saya akan mundur alon-alon"
Darren tersenyum mendengar jawaban Kenan. Ia suka dengan pendirian lelaki itu. Dulu pun dia juga butuh perjuangan untuk menaklukkan hati sang istri.
" Baiklah, semoga berhasil menaklukkan hati putri saya" kata Darren sambil menepuk pundak Kenan.
" Makasih Om"
" Om pamit dulu "
" Iya Om. Makasih untuk yang tadi"
Darren menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua pun berpisah karena harus kembali ke perusahaan mereka masing-masing.
...***...
Siang hari.
Semua karyawan sudah bersiap untuk bekerja. Hari ini mereka akan memproduksi cukup banyak kue kering dan juga kue basah untuk di kirim ke perusahaan Kenan.
" Semangat ya semuanya. Semoga kita bisa menyelesaikan semua pesanan customer kita" kata Alexa.
" Semangat!" ucap para karyawan.
Alexa dan kedua sahabatnya senang karena semua karyawan bersemangat untuk membantu mereka membuat pesanan untuk para customer.
" Lo jadi ke mansion Om gunung ea?" tanya Adele.
" Jadi, ntar dia yang jemput gue"
__ADS_1
" Cie.. udah ada kemajuan nih?"
" Kemajuan apa?"
" Kemajuan dalam hubungan lha. Sebentar lagi, sahabat kita ini nggak jomlo lagi"
" Udah cepat selesaikan kerjaannya, ntar nggak selesai"
" Ini juga sambil kerja "
" Oh iya, kalian berdua udah bilang sama Axel dan Farel?"
" Udah, sopir kita yang tampan-tampan itu siap untuk mengantarkan pesanan ke perusahaan Om gunung es"
" Gojek suruh antar ke pelanggan yang lain"
" Siap bos" kata Adele.
Semua karyawan yang ada di sana bekerja dengan sangat giat. Kalau ada yang tidak mereka mengerti, maka mereka tidak segan untuk bertanya pada ketiga gadis cantik itu.
" Kak Indah" panggil Alexa.
" Ya saya"
" Bisa minta tolong nggak, Kak"
" Boleh. Minta tolong apa?"
" Kakak bisa anterin kue ini nanti ke alamat ini nggak?"
Indah mengambil kertas yang diberikan Alexa padanya. " Bisa Dek"
" Makasih ya Kak"
" Sama-sama. Saya lanjut lagi kerjanya"
" Silakan Kak"
Indah kembali mengerjakan pekerjaannya. Ia bertugas memberi logo di toples. Dan juga mengemas kue kering kedalam toples.
Alexa sudah belajar banyak cara membuat kue dengan sahabatnya. Ia berharap kue buatannya ini di sukai oleh keluarga Om gunung es.
" Wah sepertinya ini kue varian baru nih?" tanya Adele.
" Iya, gue mau coba bikin kue yang lain dari kue yang biasa kita buat. Doain ya semoga kuenya enak"
" Aamiin. Kita pasti doain Lo kok. Apalagi itu kue untuk keluarga calon mertua. Ya kan Sha" kata Adele.
" Betul banget"
" Ngomong apa sih kalian. Udah lanjutkan kerjaan kalian, sana!" usir Alexa.
Kalau tidak diusir seperti itu, kedua sahabatnya itu pasti akan terus meledeknya. Apalagi Adele, bocah itu selalu saja ada bahan untuk meledek dirinya.
Alexa melanjutkan kembali membuat adonan kuenya. Dia berharap kue ini tidak gagal. Dan ia juga berharap kue buatannya nanti disukai sama keluarga Om gunung es. Karena kue ini idenya sendiri.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚