
Para karyawan heran karena melihat mobil ambulans ada di depan perusahaan. Mereka bertanya-tanya siapa yang sakit.
" Permisi, ruang CEO dimana?"
" Di lantai 30 Pak"
Petugas rumah sakit itu segera menuju lantai 30. Tak lupa mereka membawa tandu untuk membawa pasien yang sakit.
" Apa CEO sakit?"
" Nggak tau"
" Mudah-mudahan bukan CEO yang sakit"
Para karyawan itu berdoa semoga bukan CEO tampan itu yang sakit. Karena kalau CEO sakit mereka nggak semangat kerja.
Petugas rumah sakit sampai di lantai tiga puluh. Mereka langsung menuju ruangan Kenan.
" Siapa yang sakit tuan?"
" Papih saya, cepat bawa dia ke rumah sakit"
" Baik nona"
Tubuh Antonio di naikan ke atas tandu. Lelaki paruh baya itu segera dibawa ke rumah sakit. Karena kalau terlambat ditangani, lelaki paruh baya itu tidak akan terselamatkan.
" Akhirnya duo hama itu sudah pergi. Apa itu azab untuk mereka ya, Ben?"
" Mungkin saja tuan"
" Sudah di kasih banyak bukti, mereka masih saja mengelak"
" Iya, pas dikasih liat video putrinya langsung kena serangan jantung"
" Apalagi kalau saya kasih tau siapa gadis yang diculik putrinya. Pasti mati mendadak mereka berdua"
" Anda benar tuan"
" Apa yang akan tuan lakukan dengan saham dua puluh persen itu?"
" Rencananya saya akan menjualnya. Apa kamu punya ide lain?"
" Investasi kan aja tuan. Dan lagi, perusahaannya cukup maju di kota L"
" Ya udah, kamu ambil aja saham yang dua puluh persen itu"
Beni kaget mendengar ucapan tuannya. Dua puluh persen itu bukan sedikit. Kalau di jual, bisa untuk menghidupi keluarganya sampe tujuh turunan nanti.
" Tuan nggak lagi sakit, kan?"
" Maksud kamu, saya gila begitu?!"
" Bukan tuan. Dua puluh persen itu banyak lho tuan"
" Emang siapa yang bilang sedikit"
" Ya itu maksud saya. Apa nggak salah tuan ngasih ke saya?"
" Nggak ada yang salah"
" Saya merasa tidak pantas untuk menerima saham itu tuan"
" Kamu pantas untuk menerima saham itu. Lagipula kamu bukan orang lain. Saya sudah menganggap kamu seperti adek saya sendiri"
Beni terharu mendengar ucapan tuannya. Walaupun tuannya selalu bilang seperti itu padanya. Tetap saja dia merasa haru.
" Anggap saja itu hadiah dari saya. Jadi kamu harus menerimanya"
" Makasih tuan"
" Hhmmm"
" Tuan baik banget"
" Eits, kamu mau ngapain?"
" Meluk tuan"
" Nggak!, saya ini masih normal"
" Cuma peluk aja tuan"
" Nggak mau!"
" Ayolah tuan"
__ADS_1
" Jangan mendekat, awas aja kalau kamu mendekat, saya bunuh kamu!"
Beni tidak menghiraukan ucapan tuannya. Dia terus mendekat, dan Kenan pun mundur kebelakang.
" Beni!"
Kenan lari keluar ruangannya. Ia tidak ingin dipeluk sama asistennya itu. Kalau dipeluk kekasihnya nggak apa-apa. Dia nggak akan nolak.
" Tuan, tunggu saya"
Beni mengejar tuanya. Mereka akan pergi ke rumah sakit untuk melihat Antonio. Siapa tau aja lelaki tua itu pura-pura kena serangan jantung. Jadi mereka harus memastikan sendiri kesehatan lelaki tua itu.
Kenan sudah meminta anak buahnya untuk mengikuti mobil ambulans. Jadi sebelum dia dan Beni sampai di sana. Anak buahnya sudah
...***...
Alexa dan sahabatnya sendang makan siang di kantin sekolah. Mereka sedang menunggu pesanan datang.
" Cha, lusa anak-anak udah gajian, ya?"
" Iya Del"
" Oh iya, pasti mereka senang banget" kata Alisha.
" Kita dapat gaji juga nggak, yank?" tanya Farel.
" Nggak lha. Kamu kan karyawan free, alias gratis"
" Masa kita nggak di gaji. Mau malam Minggu nih?, dompet lagi kosong"
" Card kamu kan masih ada. Tinggal gesek aja"
Farel menghela nafasnya. Kalau berdebat sama pacarnya sudah dipastikan dia kalah. Entah kapan dia bisa menang melawan kekasihnya.
Ponsel Alexa berbunyi. Gadis cantik itu tersenyum kala melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.
" Assalamualaikum, Oppa"
" Wa'alaikum salam, sayang. Lagi apa?"
" Lagi nunggu pesanan"
" Oh iya, ini udah jam makan siang ya?"
" Belum sayang. Aku lagi di rumah sakit"
" Rumah sakit?, Oppa lagi sakit?"
" Nggak sayang"
" Terus siapa yang sakit?"
" Itu, Papih nya Tante girang"
" Emang papih nya sakit apa?"
" Serangan jantung"
" Astagfirullah, mudah-mudahan papih nya Tante Natalie cepat sembuh"
" Nggak usah di doain cepat sembuh. Cepat mati aja"
" Nggak boleh gitu sama orang tua"
" Dia itu jahat sayang. Kapan perlu sama anaknya sekalian kena serangan jantung"
" Doanya gitu banget?"
" Untung aku nggak bunuh mereka berdua"
Alexa geleng-geleng kepala mendengar ucapan kekasihnya. Ia tau kalau dua orang itu sudah jahat. Tapi kalau mendengar orang tuanya masuk rumah sakit karena serangan jantung, timbul rasa kasihan.
" Emang kenapa dia bisa kena serangan jantung?"
" Karena melihat video putrinya yang digilir lima pria"
" Oppa ikut nonton juga?"
" Nggak!"
" Yang bener nggak nonton?"
" Bener yank. Kalau nggak percaya tanya sama Beni"
" Nggak perlu. Pasti Oppa sudah bayar om Ben?"
__ADS_1
" Astagfirullah, Suudzon aja sama calon suaminya"
" Bukan Suudzon. Tapi kan Oppa matanya jelalatan"
" Ngadi. Aku tuh nggak minat liat tubuh wanita lain. Aku cuma ingin melihat tubuh istri aku nanti"
" Udah jangan ngomong mesum lagi. Oppa jangan lupa makan siang"
" Sayang mau tutup telponnya?"
" Iya, aku mau makan siang dulu"
" Terus aku gimana?"
" Pergi ke kantin rumah sakit, atau pergi ke restoran dekat sana. Terus makan siang"
" Iya sayang. Selamat makan siang"
" Makasih Oppa"
Sambungan telepon pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya.
" Siapa yang sakit, Cha?" tanya Alisha.
" Papih nya Tante Natalie"
" Emang sakit apa papih nya Tante girang?"
" Serangan jantung"
" Mati nggak dia?" tanya Adele.
" Nggak tau. Masih ditangani dokter"
" Emang kenapa bisa kena serangan jantung?"
" Karena liat video tidak senonoh putrinya"
" Astagfirullah. pantas aja orang tuanya serangan jantung"
" Tapi diliat dari wajahnya, Tante girang itu emang nggak baik sih" kata Farel.
" Benar banget kamu yank. Wajahnya kek nenek sihir"
" Nggak boleh ngomong kek gitu" kata Alexa.
" Kita ngomong sesuai fakta, Cha"
" Tapi apa yang Adele bilang bener sih. Soalnya aura Tante girang itu kayak gelap gitu" kata Alisha.
" Udah kita doain aja semoga papinya baik-baik aja. Yuk sekarang kita makan, ntar keburu dingin baksonya"
" Iya, ntar keburu bel lagi" kata Axel.
" Kan jam terakhir kosong. Gurunya nggak ada" kata Farel.
" Walaupun nggak ada guru, tetap aja kita nggak boleh keluar dari kelas"
" Udah cepat habisin baksonya. Ngomong mulu" kata Alexa.
" Siap Eca"
Mereka pun mulai menyantap bakso yang ada di hadapan mereka masing-masing. Tidak ada yang berbicara satu pun. Mereka menikmati dengan hikmat.
" Yank, kamu bayar dulu ya" kata Farel.
" Iya Yank"
" Nggak usah. Hari ini biar aku yang bayar" kata Alexa.
" Serius?" tanya Adele.
" Serius"
" Alhamdulillah, duit gue nggak jadi keluar" kata Adele.
Alexa menggelengkan kepalanya. Ternyata Adele sebelas dua belas sama kekasihnya. Sama-sama nggak modal.
To be continue.
Yang belum baca cerita Abimanyu, yuk segera baca. Jangan lupa support nya ya teman-teman. Gomawo.
Happy reading 😚😚
__ADS_1