
Kenan belum masih menatap makanan yang baru saja di sajikan sama pelayan. Ia belum tertarik untuk mencoba makanan yang ada di hadapannya itu.
Ia bingung apa nama makanan yang ada dihadapannya itu. Bentuknya tidak menarik sama sekali. Dan yang menurutnya aneh itu, ayamnya itu di taruh di atas cobek dan diberi cabe di atasnya.
" Om nggak makan? kenapa makanannya cuma diliatin aja?"
" Tuan masih takut nona" jawab Ben.
" Takut kenapa? makanannya aman kok, nggak ada racunnya"
" Bukan masalah ada racunnya nona, tapi tuan nggak biasa makan ditempat seperti ini"
" Sekali kali makan disini nggak apa-apa kok Om. Makanannya dan aman kok"
" Ben"
" Iya tuan"
" Coba kamu cicipi dulu makanan saya ini?"
" Baik tuan"
" Jangan pake sendok saya"
" Iya tuan"
Beni mencoba sedikit makanan yang ada di piring tuannya.
" Gimana?"
" Aman, jadi tuan sudah boleh memakannya"
Alexa hanya bisa geleng kepala melihat tingkah lelaki tampan yang ada di sampingnya itu.
" Apa namanya ini?"
" Ayam geprek"
" Ayam geprek?"
" Iya, emang Om belum pernah makan makanannya?"
" Belum"
" Ya udah, sekarang Om coba. Aku yakin Om pasti ketagihan"
Kenan mulai memasukkan suapan pertamanya kedalam mulutnya. Ia mencoba mengunyah makanan itu. Matanya membulat sempurna.
" Gimana rasanya? enak nggak?" tanya Alexa.
" Lumayan. Rasanya tidak sejelek tampilannya"
Alexa tersenyum mendengar ucapan lelaki tampan itu. " Coba sama sambalnya juga dong Om"
" Hhmm"
Kenan belum yakin untuk mencampur ayam itu dengan sambal yang ada di cobek itu. Ia yakin pasti sambal itu sangat pedas. Tapi ia juga penasaran dengan rasanya setelah diberi sambal. Ia pun mulai mencolek sambal itu dengan ayam.
" Tambah enak kalau dikasih sambal " kata Kenan.
" Tentu saja, jadi nggak salah dong saya ngajak Om makan disini?"
" Hhhmm"
Beni tersenyum melihat interaksi tuanya dengan nona muda Narendra. Ini kali pertamanya mereka berdua terlihat rukun. Biasanya seperti Tom and Jerry.
Alexa ikut senang karena gunung es yang tadinya selalu menolak untuk makan di pinggir jalan, sekarang sudah bisa menikmati makanannya.
Haaa..
Kenan segera menyedot es teh yang ada di hadapannya. Bahkan air matanya sempat keluar karena kepedesan. Ia tidak menyangka kalau sambal ayam geprek itu sangat pedas.
" Pedas ya Om?"
" Udah tau nanya. Apa kamu sengaja kasih saya makanan pedas kek gini?"
" Om lupa atau gimana? bukannya Om yang bilang tadi kalau pesanan disamain sama aku?"
__ADS_1
Benar apa yang dikatakan Alexa, kalau dirinyalah yang pengen makanan yang sama dengan gadis tipis itu. Tapi ia tidak tau kalau makanannya akan se pedas ini.
" Iya saya yang bilang seperti itu. Tapi kenapa kamu pesan makanan yang pedas kek gini?"
" Karena saya suka makanya saya pesan"
" Iya juga sih"
" Kalau Om nggak suka pedas, Om nggak usah makan sambalnya. Makan ayamnya aja"
" Mana enak ayamnya aja"
" Ya udah Om makan sambalnya jangan banyak-banyak, sedikit aja"
" Hhmmm"
Mereka melanjutkan kembali menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing.
Selesai makan, Kenan meminta asistennya untuk membayar pesanan mereka tadi.
" Ben, kamu bayar dulu. Saya sama tipis nunggu di mobil" kata Kenan sambil memberikan black card nya pada asistennya.
" Disini nggak bisa bayar pake card, Om"
" Terus pake apa?"
" Uang cash"
" Saya nggak ada uang cash"
" Katanya Om orang kaya, masa uang cash aja Om nggak punya?"
" Emang saya nggak ada uang cash. Biasanya saya bayar apapun pake card "
" Terus gimana dong?"
" Bayar pake uang kamu aja dulu"
" What..! yang ngajak makan kan Om. Masa aku yang bayar"
" Iya pake uang kamu aja dulu, nanti saya ganti"
" Beneran ya ntar ganti uang aku. Soalnya ini uang saku aku"
" Iya, ntar saya ganti dua kali lipat"
" Ok "
Alexa mengambil uang dari dalam dompetnya. Ia mengeluarkan uang kertas kertas senilai seratus ribu dari dalam dompetnya.
" Emang cukup segitu?" tanya Kenan.
" Cukup lha. Lebih malah"
" Ngaco kamu"
" Liat aja nanti "
Alexa pergi membayar makanan yang sudah mereka makan tadi. Diikuti sama Kenan dibelakang.
" Pak "
" Iya Neng"
" Saya mau bayar "
" Iya Neng, pesan apa aja tadi?"
" Ayam geprek dua, ayam bakar satu, dan es teh manis tiga sama nasi putih tiga"
" Delapan puluh ribu Neng"
" Delapan puluh ribu? bapak nggak salah hitung?" tanya Kenan.
" Nggak Den, emang harganya segitu"
" Murah banget Pak. Bapak jual segitu ada untungnya nggak?"
__ADS_1
Bapak penjual itu tersenyum mendengar pertanyaan Kenan. " Ada Den, tapi nggak banyak"
Alexa membayar makanan yang mereka makan tadi. " Kembaliannya untuk bapak aja"
" Makasih ya Neng"
" Sama-sama Pak"
Setelah membayar semua makanan yang di pesan tadi, mereka pun pergi dari sana.
" Ben "
" Ya tuan"
" Besok kamu kesini lagi, kasih modal untuk bapak itu"
" Siap tuan"
" Jangan lupa uang aku diganti Om"
" Iya, sini nomor rekening kamu"
" Om mau kirim berapa?"
" Ntar kamu juga tau. Oh iya, sekalian nomor teleponnya"
" Untuk apa nomor telepon aku?"
" Ya buat nelpon kamu lha"
" Nomor rekening ja"
" Nomor telepon juga lha"
" Nggak mau"
" Kenapa nggak mau?"
" Ntar Om telpon aku terus "
" Idih, ge'er banget kamu. Saya minta nomor kamu seandainya nanti saya sakit gara-gara makan makanan pinggir jalan"
" Tenang aja, Om nggak akan sakit karena makan makanan tadi"
" Saya ingin berjaga-jaga saja. Cepat sini nomornya"
Alexa pun memberikan nomor rekening dan juga nomor teleponnya. Walaupun sebenarnya ia terpaksa memberikan nomor teleponnya pada gunung es itu.
Ting.
Bunyi pesan masuk kedalam ponsel Alexa. Gadis cantik itu pun segera melihat pesan masuk tadi.
" Ini nggak salah Om?"
" Nggak"
" Tapi ini kebanyakan"
" Nggak apa-apa, anggap aja itu sebagai rasa terima kasih saya sama kamu. Karena kamu sudah mengajarkan saya bagaimana indahnya berbagi. Jarang ada orang yang seperti kamu. Yang mau berbagi sama orang kecil"
" Karena aku tau bagaimana susahnya mencari uang" kata Alexa sambil tersenyum.
" Orang tua kamu berhasil mendidik kamu"
" Ya, dan aku bangga memiliki orang tua seperti mereka"
Mobil mewah milik Kenan terus melaju membelah jalan kota B. Mobil itu melaju menuju hotel tempat mereka menginap.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit. Mereka pun sampai di hotel. Kenan dan Alexa turun dari mobil. Sedangkan Beni pergi memarkirkan mobil.
" Eca"
Kevin dan yang lain pun ikut menoleh kebelakang. Lagi-lagi Kevin harus melihat gadis yang dia suka bersama lelaki lain. Dan lelaki itu orang yang satu pesawat sama mereka.
" Kamu liat sendirikan, Alexa memilih jalan sama Om-om dibandingkan sama kita" kata Citra.
Kevin mengepal erat tangannya. Ia benar-benar cemburu melihat gadis yang ia suka jalan dengan lelaki lain. Dan ini sudah yang ke berapa kalinya ia melihat Alexa dengan om-om itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚