
Akhirnya acara inti telah selesai. Semua murid pun berkumpul dengan orang tua dan keluarga mereka masing-masing untuk berfoto bersama.
Kevin pun sedang berkumpul dengan keluarganya. Ia mengambil beberapa foto untuk di jadikan kenang-kenangan nanti. Setelah itu kedua orang tuanya pun pamit pulang, karena ada sesuatu yang akan mereka urus.
" Mama sama papa pulang dulu ya"
" Iya Ma, Pa"
" Ingat, deketin Alexa lebih dekat lagi"
" Jangan mulai lagi Ma" kata sang suami.
" Mama kan cuma mengingatkan Kevin, Pa"
" Nggak usah, kita tidak boleh memaksa Kevin lagi. Lagi pula kita juga tidak tau apakah putri tuan Darren itu suka sama putra kita. Di tambah lagi kita sudah pernah menghinanya"
" Ya itu karena kita nggak tau kalau dia putri orang berkuasa"
" Sudahlah Ma, berhentilah bersikap seperti itu. Mama bersyukur karena tuan Darren nggak membuat kita bangkrut"
" Iya Pa"
" Ya udah Vin, papa pamit dulu"
" Iya Pa, hati-hati di jalan"
Kedua orang tua Kevin pun pergi meninggalkan Aula. Mereka pergi karena ada beberapa pekerjaan yang harus mereka lakukan.
Sepeninggal kedua orang Kevin, barulah Alexa dan para sahabatnya menghampiri Kevin yang lagi berkumpul dengan sahabatnya.
" Selamat ya Kak atas kelulusannya?" ucap Alexa sembari memberikan bunga pada Kevin.
" Makasih ya. Ini semua juga berkat doa dan juga support dari kamu"
" Selamat juga untuk kak Rian, kak Citra, kak Intan juga"
" Makasih Alexa. Bunga untuk kita nggak ada nih" goda Rian.
" Oh ada kok Kak"
Alexa mengambil bunga yang ada di tangan Axel dan juga Farel. Kemudian ia memberikan pada Rian dan juga yang lainnya.
" Makasih ya, padahal tadi aku cuma becanda lho. Eh taunya malah di kasih beneran"
" Itu bunga dari sahabat aku, Kak"
" Makasih ya semuanya" ucap Citra dan Intan.
" Sama-sama Kak"
" Oh iya, soal liburan besok lusa jadi kan?" tanya Rian.
" Jadi dong Kak" jawab Adele.
" Kok kamu semangat banget jawabnya Yank" kata Farel.
" Iya dong. Secara kan kita nggak pernah pergi liburan"
" Iya, tapi aku belum izin sama mama"
" Aku juga belum minta izin sama orang tua aku"
" Sama gue juga belum" kata Alexa.
" Terus gimana dong, kalau kalian belum minta izin sama ortu kalian?" tanya Intan.
" Tenang aja Kak, ntar izin ortu aku tergantung mommy nya Eca" kata Adele.
" Kok tergantung mommy gue?" kata Alexa.
" Ya dong. Kalau mommy Lo izinin Lo pergi, otomatis gue juga bakal di izinin mama gue pergi"
" Lo bener juga"
__ADS_1
" Berarti kita belum pasti bisa pergi lusa dong?" kata Citra.
" Kita nggak bisa janji Kak. Tapi nanti malam aku akan coba ngomong sama mommy dan Daddy " kata Alexa.
" Ok, kita tunggu kabar dari kalian "
" Sip Kak"
" Habis ini kita makan-makan yuk?" usul Intan.
" Setuju " kata Citra.
Saat mereka semua sedang asik ngobrol, tiba-tiba asisten Kenan datang menghampiri mereka.
" Permisi semuanya" ucap Beni.
" Ah iya Om, ada perlu apa?" tanya Intan.
" Saya izin bawa nona Alexa sebentar"
" Bawa Alexa? kemana?" tanya Axel.
" Tuan saya ingin bicara sama nona Alexa"
" Emang siapa tuan anda? dan kenapa saudara saya harus menuruti keinginan tuan anda?"
Galak juga nih saudaranya nona Alexa. Dan sepertinya akan sulit untuk membawanya pergi.
Ehem!
Semua orang menoleh kearah suara. Mereka semua kaget melihat lelaki tampan yang tadi memberikan kata sambutan untuk mereka semua.
" Bisa saya bicara dengan Alexa sebentar?" tanya Kenan.
" Kalau mau bicara, ya bicara aja" kata Alexa.
" Bicaranya jangan disini"
" Ya udah kalau nggak mau"
" Om mau bawa Alexa kemana?" tanya Kevin sambil menahan tangan Alexa.
" Jangan halangi saya kalau kamu nggak mau kena masalah" kata Kenan.
" Om ngancam saya"
" Saya tidak ngancam, tapi memperingatkan"
" Nggak apa-apa Kak, aku ikut Om Gunung es ini sebentar" kata Alexa. Ia tidak ingin Om gunung es membuat keributan di sana.
" Kakak ikut ya"
" Saya nggak ngajak kamu" kata Kenan.
" Saya juga nggak ngomong sama Om"
" Terus kenapa kamu mau ikut?!"
" Saya ingin menemani calon pasangan saya"
" Ben!"
" Iya tuan"
" Kamu urus anak kecil ini"
" Baik tuan muda"
Kenan menarik tangan Alexa menjauh dari teman-temannya. Axel ingin menahan, tapi Alexa melarangnya.
" Eca" panggil Axel.
" Aku akan baik-baik aja" kata Alexa sambil tersenyum pada saudara kembarnya.
__ADS_1
" Kamu tenang aja, saya tidak akan menyakiti saudara kamu" kata Kenan.
Kenan pun membawa Alexa pergi dari sana. Sedangkan Kevin tidak bisa menyusul, karena Beni menghalanginya.
" Kita mau kemana sih Om?"
" Ntar kamu juga tau"
" Kenapa sih Om itu selalu saja cari masalah sama aku?"
" Eh nggak kebalik tuh"
" Kebalik gimana? bukannya Om yang nyuruh MC untuk manggil nama aku?"
" Iya emang. Karena saya ingin kamu yang mengalungkan bunga itu ke saya"
" Kenapa harus saya? kan disini banyak murid cewek, kalau Om maunya cewek yang mengalungkan bunganya"
" Tapi saya maunya kamu, bukan yang lain"
" Dasar gunung es aneh!"
Cup.
Mata Alexa membulat sempurna kala bibir Kenan mendarat di bibirnya. Ini sudah yang kedua kalinya lelaki tampan itu mencuri ciumannya.
" Itu hukuman untuk kamu karena sudah ngerjain saya tadi"
Plak.
Satu tamparan mendarat di pipi Kenan. Dan pelakunya siapa lagi kalau bukan Alexa.
" Om!"
Kenan sontak menutup kupingnya karena mendengar teriakkan Alexa. Belum lagi rasa sakit dipipinya hilang, di tambah lagi dengan gendang telinganya hampir mau rusak gegara mendengarkan teriakkan gadis tipis itu.
" Kamu kenapa teriak kek gitu? sakit nih kuping saya"
" Salah sendiri, kenapa ngambil kesempatan dalam kesempitan"
" Siapa yang mengambil kesempatan dalam kesempitan?"
" Om lha siapa lagi"
" Terus kenapa kamu nggak menghindar tadi "
" Gimana aku mau menghindar, Om langsung nyosor kek gitu"
" Bilang aja kamu juga suka saya cium"
" Enak aja. Ciuman aku ini hanya untuk calon suami aku nanti"
" Berarti harapan kamu terkabul"
" Maksud Om"
" Kamu kan mau di cium sama calon suami kamu. Nih calonnya sudah ada di depan mata kamu"
Alexa tertawa mendengar ucapan Kenan. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan yang ada di hadapannya itu pintar membual juga.
" Ngaco, Om itu udah tua "
" Apa kamu bilang? tua?"
" Iya tua"
" Wah parah! sepertinya mata kamu sudah mulai rusak. Apa kamu melihat rambut saya ada ubannya?"
" Walaupun nggak ada ubannya, tetap aja Om itu tua. Dan Om cari aja calon yang seumuran sama Om"
" Saya maunya kamu yang jadi istri saya"
" Gila!" kata Alexa sambil pergi meninggalkan Kenan. Ia tidak ingin berlama-lama di dekat lelaki gunung es, gila dan juga suka nyosor itu. Ya sepertinya gelar untuk lelaki tampan itu sudah bertambah banyak.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚