Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Hadiah terbaik untuk Natalie


__ADS_3

Kenan menatap tajam Antonio. Lelaki tua dihadapannya itu ingin bermain-main dengannya.


" Mungkin satu bukti tidak cukup untuk anda. Baiklah, saya akan kasih bukti yang kedua. Ben, perdengarkan pada tuan Antonio bukti yang kedua"


" Baik tuan"


Antonio panik saat Kenan menyebutkan bukti kedua. Sebenarnya lelaki itu punya berapa bukti. Dan kapan Kenan mencari bukti-bukti itu.


Beni memutar pesan suara yang dikirimkan anak buahnya. Ia menambah volume suara di laptop tuannya. Bahkan ia menyambungkan ke speaker supaya tuan Antonio bisa mendengar dengan jelas.


Antonio dan putrinya kaget mendengar suara yang ada di rekaman suara itu. Darimana Kenan punya rekaman suaranya dengan sang putri. Padahal mereka berdua sudah berhati-hati. Tapi kenapa mereka bisa kecolongan.


" Anda kenal sama suara itu tuan Antoni?"


Wajah Antonio pucat seketika. Ia harus mencari cara untuk melarikan diri dari semua tuduhan Kenan padanya.


" Sa..saya tidak kenal tuan Kenan"


Kenan tersenyum mendengar jawaban lelaki tua yang ada di hadapannya. Seperti apa yang dia pikirkan. Kalau lelaki tua itu pasti akan mengelak.


" Ben"


" Iya tuan"


" Sepertinya musang belum juga mau mengakui kesalahannya"


" Kita kasih liat bukti yang lainnya tuan. Saya jamin musang berbulu domba itu tidak akan bisa mengelak lagi"


" Putar video berikutnya"


Dengan semangat Beni memutar video berikutnya. Ia sudah tidak sabar melihat ekspresi lelaki tua itu. Apa jangan-jangan nanti dia akan mati mendadak.


Sosok Antonio pun terpampang jelas di layar besar itu. Bahkan apa yang dibicarakannya di video, sama persis dengan pesan suara yang diputar Beni satu menit yang lalu.


Antonio shock melihat wajahnya di layar besar itu. Sekarang dia tidak bisa mengelak lagi. Semua bukti-bukti sudah mengarah padanya.


" Bagaimana tuan Antonio?. Apakah anda mau mengelak lagi?"


" Anda mau menjebak saya tuan Kenan?"


Suara tawa kembali terdengar di dalam ruangan itu. Suara tawa itu lebih menyeramkan dari yang pertama tadi.


" Anda jangan coba bermain-main dengan saya, tuan Antonio?!"


Antonio dan Natalie kaget mendengar suara Kenan yang mulai meninggi. Dari ekspresinya terlihat jelas kalau lelaki tampan itu sedang menahan amarahnya.


" A..apa maksud anda tuan Kenan?"


" Jangan uji kesabaran saya tuan Antonio. Kalau kesabaran saya sudah habis. Maka anda akan melihat sisi lain dari diri saya"


Antonio menelan ludahnya. Ia harus mencari cara untuk menyelamatkan diri. Karena sekarang ini semua bukti sudah mengarah padanya.


" Jadi kerja sama diantara kita sudah batal"


Natalie tersenyum mendengar ucapan Kenan. Apa lelaki itu lupa kalau ada yang memutuskan kontrak kerja sama secara sepihak. Maka pihak yang memutuskan kerja sama itu akan membayar denda 10 triliun.


" Tuan Kenan, apa anda lupa dengan konsekuensi kalau membatalkan kontrak kerjasamanya?"

__ADS_1


" Tentu saja saya tidak lupa. Tapi apa anda yakin kalau itu isi dari dokumennya?"


Natalie bingung dengan pertanyaan Kenan. Bukankah yang membuat isi dokumen itu dia. Terus sekarang kenapa lelaki itu bertanya isi dokumen itu padanya.


" Apa maksud anda?"


" Ben, ambil dokumen kerjasama yang sudah di tanda tangan sama nona Natalie sendiri"


" Baik tuan"


Beni mengambil dokumen penting itu di dalam laci kerja tuannya. Dokumen itu memang sudah dipersiapkan dari tadi.


" Silakan anda baca sendiri nona Natalie" kata Beni sambil memberikan dokumen kerjasama sama pada Natalie.


Mata Natalie terbelalak. Ia kaget melihat isi dokumen kerjasamanya dengan Kenan, berubah menjadi pemberian saham sebanyak dua puluh persen. Dan itu diberikan secara cuma-cuma.


" I..ini, apa maksudnya?"


" Masih bertanya. Itu adalah isi dokumen kerjasama kita. Oh bukan, itu adalah pemberian saham secara cuma-cuma"


Antonio kaget mendengar ucapan Kenan. Kenapa putrinya bisa sebodoh itu. Memberikan saham perusahaan secara cuma-cuma.


" Apa yang kamu lakukan, Natalie?!"


" Ma.. maaf Pih, aku nggak tau kalau isi dokumennya pengalihan saham"


" Bodoh kamu!"


" Ma..maaf Pih"


Kenan tersenyum melihat ekspresi wajah ayah dan anak itu. Rencana mereka yang mau mengambil saham miliknya sekarang berbalik.


" Apa buktinya kalau saya menipu Anda, tuan Antonio?"


Antonio terdiam. Dia tidak punya bukti kalau Kenan sudah menipunya. Sedangkan Kenan punya bukti kuat untuk menjebloskannya ke penjara.


" Kenapa anda diam saja tuan Antonio?. Apa anda mau melaporkan saya ke polisi?"


" Sepertinya tuan Antonio sudah mengikhlaskan sahamnya tuan"


" Sepertinya begitu Ben. Karena tuan Antonio hanya diam saja"


" Kenapa kamu tega melakukan ini sama saya dan papih?"


" Apa anda tidak salah bicara nona Natalie?. Saya tidak akan mengusik orang, kalau tidak orang itu yang mengusik saya duluan. Apalagi anda juga sudah berani menculik kekasih saya?"


Natalie kaget mendengar ucapan Kenan. Bagaimana lelaki itu tau kalau dia sudah menculik gadis kecil itu.


" Oh iya?. Tuan Antonio, saya punya hadiah lagi untuk anda. Tapi sebelum itu, saya ingin bertanya sesuatu pada anda. Apakah anda yakin ingin menjodohkan putri anda dengan saya?"


Wajah Natalie langsung berubah cerah. Ia tidak menyangka Kenan akan bertanya seperti itu pada papih nya.


" Iya saya ingin menikah dengan anda tuan Kenan"


" Siapa juga yang mau menikah dengan anda nona Natalie?"


" Itu tadi anda tanya papih saya"

__ADS_1


" Bertanya bukan berarti mau menikah. Lagipula saya mencari calon istri yang masih orisinil. Yang belum disentuh sama lelaki lain"


" Apa anda percaya kalau kekasih anda itu masih orisinil?"


" Tentu saja. Dan lagi, bibit, bobot, bebet nya juga terjamin"


" Anda tidak tau. Kalau kekasih anda itu sudah di pakai sama banyak lelaki"


" Oh iya?. Apa anda punya bukti?"


" Buktinya mata saya sendiri. Saya menyaksikan sendiri kekasih anda digilir sama lima orang lelaki"


Maling teriak maling.


" Apa mata anda itu bisa dipercaya?"


" Tentu saja"


" Lalu bagaimana dengan video ini?. Ben putar videonya?"


" Baik tuan"


" Tunggu. Saya mau pakai penutup mata dulu. Karena saya tidak ingin mata saya ternoda karena video itu"


Kenan menutup matanya dengan saputangan. " Sekarang kamu boleh play videonya?"


" Tuan yakin saputangannya nggak transparan?"


" Yakin. Kalau nggak percaya kamu coba aja pake sapu tangannya" kata Kenan sambil memberikan sapu tangannya pada Beni.


Beni mencoba sapu tangan milik tuan mudanya. Benar, sapu tangan itu tidak tembus pandang. Jadi mata tuannya aman.


" Saya play ya tuan?"


" Hhmmm"


Beni memutar video yang di rekam bos penjahat kemarin. Beni segera memasang headset dan juga menutup matanya dengan dokumen.


Natalie shock melihat video yang ada dilayar besar itu. Natalie tidak menyangka kalau Kenan punya videonya.


" Papih!"


Natalie kaget melihat papih nya yang tiba-tiba memegang dadanya. Ia yakin penyakit jantung papih nya kumat lagi.


Kenan yang mendengar teriakan Natalie langsung membuka penutup matanya. Ia kaget melihat tuan Antonio seperti susah bernafas.


" Ben, cepat panggil ambulans!"


" Baik tuan"


Walaupun Kenan marah dan juga benci dengan Antonio. Tapi dia juga tidak tega melihat lelaki itu mati. Apalagi itu dikantornya. Jadi kalau Antonio mau mati, lebih baik di rumah sakit. Karena kalau sampai di kantornya, dia akan mendapat masalah.


To be continue.


Hallo teman-teman, jangan lupa mampir di novel terbaru Feby ya.. Gomawo🤗🤗


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2