
Adele dan Alisha segera menghampiri sahabatnya. Karena mereka berdua mendengar kalau Alexa berantem dengan salah satu pengunjung.
" Eca, Lo nggak apa-apa?" tanya Adele saat sampai di ruangan Kevin.
" Gue nggak apa-apa"
" Syukurlah, gue khawatir banget, pas denger Lo berantem sama salah satu pengunjung"
" Gue nggak berantem, cuma mbak itu aja yang ngegas ngomongnya sama gue. Gegara gue numpahin jus ke dress-nya"
" Terus gimana? apa mbak itu minta ganti rugi?" tanya Alisha.
" Iya. Tapi gue kabur" kata Alexa sambil tertawa. Ia kebayang bagaimana wajah Om gunung es yang ia tinggal begitu aja tadi.
" Kenapa Lo ketawa?" tanya Adele.
" Tau nih, emang ada yang lucu?" tanya Alisha.
" Iya" jawab Alexa sambil menganggukkan kepalanya.
" Apa?" tanya Adele dan Alisha berbarengan.
" Saat Om itu minta nomor ponsel gue, gue kabur"
" Minta nomor?" tanya Kevin yang tidak sengaja mendengar ucapan gadisnya.
" Hhmmm"
" Terus kamu kasih?"
" Nggak. Aku kabur"
" Baguslah"
Kevin senang karena Alexa tidak memberikan nomornya pada Om-om tadi.
" Sepertinya kak Kevin jealous?" bisik Adele.
" Sepertinya begitu" kata Alisha.
" Kenapa dia harus jealous?" tanya Alexa.
" Begini nih kalau kelamaan jomlo. Jelaskan sama jomlo itu, Sha"
" Kak Kevin nggak ingin Lo dekat sama cowok lain"
" Lha kenapa?"
" Astagfirullah Eca. Masa Lo nggak peka banget sih!" kata Adele.
Entah harus bagaimana menjelaskan pada sahabatnya yang jomlo akut itu. Masa dia tanya kenapa kak Kevin melarangnya dekat dengan cowok lain.
" Gue menyerah Sha. Sepertinya jomlo sudah membuat dia tidak bisa berpikir lagi" kata Adele.
Alisha tersenyum melihat Adele yang angkat tangan. Sahabatnya itu menyerah untuk menjelaskan pada Alexa.
" Lo kenapa lemas kek gitu?" tanya Alexa pada Adele.
" Karena Lo! gue lemes kek gini!"
" Emang gue ngapain coba?"
" Au ah, gelap"
" Ya udah, kita lanjut kerja dulu lagi yuk" ajak Alisha.
" Yuk. Kalau lama-lama disini otak gue juga bisa error kek jomlo akut itu"
" Eh! apa maksud Lo ngomong kek gitu?" tanya Alexa.
__ADS_1
" Nggak ada. Yuk kerja, ntar dimarahi sama senior" kata Adele sambil menarik tangan Alexa.
" Kak, aku lanjut kerja dulu ya" pamit Alexa.
" Iya. kalau ada apa-apa, kabari kakak"
" Hhmmm"
Ketiga gadis cantik itu keluar dari ruangan Kevin. Mereka melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
...***...
Kenan kesal karena gadis kecil tadi berani mengerjainya. Baru kali ini ada orang yang berani mengerjainya.
" Sayang, kamu kenapa?" tanya Clara.
" Nggak apa-apa sayang"
" Terus kenapa wajah kamu kek orang kesal gitu?"
" Itu cuma perasaan kamu aja"
" Oh iya, gimana dengan dress aku?"
" Ntar kita beli dress yang baru"
" Aku kesal banget sama Waitress itu. Berani sekali dia menyiram dress aku"
" Dia nggak sengaja"
" Kok kamu belain Waitress itu lagi?"
" Aku bukan belain dia. Tapi aku liat sendiri, kalau gadis itu tidak sengaja menumpahkan jusnya ke dress kamu"
" Tetap aja aku kesal sama dia! lagian dia nggak tau siapa aku?"
" Baiklah"
Mobil mewah milik Kenan berhenti di mall terbesar di kota J. Setelah memarkirkan mobilnya, ia dan kekasihnya masuk kedalam mall itu.
Semua mata pengunjung tertuju pada sejoli itu. Bahkan beberapa dari pengunjung ada yang diam-diam mengambil foto lelaki tampan itu.
" Bukankah itu Clara? "
" Iya. Wah ternyata dia sangat cantik"
" Apa itu kekasihnya?"
" Sepertinya begitu. Lihat saja bagaimana lelaki tampan itu merangkul model cantik itu"
" Ah mereka sungguh pasangan yang serasi"
Clara tersenyum mendengar ucapan beberapa pengunjung itu. Tentu saja dia dan Kenan sangat serasi. Hanya dialah yang cocok mendampingi lelaki tampan itu.
Mereka berdua pun sampai di salah satu toko brand terkenal. Clara langsung saja membawa prianya masuk kedalam toko itu.
" Selamat datang tuan, nona"
Kenan duduk di sofa yang ada di sana. Sedangkan Clara langsung berburu baju, tas dan juga sepatu. Wanita itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini.
Ting.
Bunyi pesan masuk kedalam ponsel Kenan. Lelaki tampan itu langsung membuka pesan itu. Karena sedari tadi ia menunggu pesan dari salah satu anak buahnya.
Kenan mengepal tangannya saat melihat foto-foto yang dikirimkan anak buahnya. Dan yang membuat dia tambah emosi foto yang terakhir dikirim sama anak buahnya. Lelaki tampan itu langsung menghubungi nomor bawahannya.
" Hallo bos"
" Kamu cari informasi tentang orang itu. Setelah itu kirim ke saya"
__ADS_1
" Baik bos"
Kenan menyimpan kembali ponselnya. Setelah sambungan telepon dengan bawahannya terputus.
" Sayang, gimana dress yang aku pakai ini? bagus nggak?"
" Bagus" jawab Kenan tanpa menoleh ke wanitanya.
" Liat dulu, baru bilang bagus"
" Nggak perlu dilihat pun, aku udah tau kalau dress itu sama. Karena apapun yang kamu pake akan selalu terlihat cantik "
Wajah Clara merona mendengar ucapan dari kekasihnya itu. Benar apa yang dikatakan Kenan, ia akan selalu terlihat cantik.
" Aku beli yang ini, ya?"
" Hhmmm"
" Makasih sayang"
Clara sangat senang karena Kenan selalu menuruti permintaannya. Dan itulah yang ia suka dari lelaki tampan itu. Model cantik itu kembali memilih dress yang cocok untuknya.
Ponsel Kenan kembali berdering. Lelaki tampan itu segera menjawab telepon dari anak buahnya.
" Bagaimana?"
" Saya sudah mendapatkan informasi tentang orang itu bos"
" Bagus. Kamu memang selalu bisa diandalkan"
" Saya akan kirim informasinya pada bos"
" Nanti saja pas saya sudah di mansion"
" Lalu apa yang akan bos lakukan sekarang? apa bos akan langsung bertindak?"
" Tidak. Kita ikuti saja dulu permainan mereka"
" Baik bos"
Panggilan pun berakhir. Kenan menyimpan kembali ponselnya. Sekarang ini ia tidak akan melakukan apapun. Karena ia ingin bermain-main dulu.
Clara datang dengan membawa beberapa tas dan juga sepatu. " Sayang, aku mau tas sama sepatu ini?"
" Ya pilih aja semua barang yang kamu suka"
" Makasih sayang"
Karyawan toko sangat iri melihat dengan Clara. Bagaimana tidak, lelaki tampan itu sangat memanjakan wanitanya. Apa seperti itu cara orang kaya memanjakan kekasihnya?.
Tas dan juga sepatu yang diambil Clara sangat mahal. Harganya mencapai puluhan juta. Dan lelakinya tidak protes karena wanitanya membeli banyak tas dan juga sepatu.
Tangan beberapa pelayan sudah penuh karena membawa barang belanjaan Clara. Model itu langsung menyuruh para pelayan itu untuk membawa barang belanjaannya ke kasir.
Kenan memberikan black card miliknya pada petugas kasir. Walaupun ia sudah memberikan kekasihnya card. Tapi setiap wanitanya pergi belanja dengannya, selalu dia yang membayar.
" Terima kasih tuan" ucap petugas kasir sambil memberikan black card milik Kenan.
Setelah membayar semua belanjaan kekasihnya. Kenan dan kekasihnya keluar dari toko itu.
" Makasih ya sayang udah belanjain aku"
" Hhmmm"
Clara melirik lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Wajah yang begitu sempurna. Pandangan Clara tertuju pada bibir Kenan. Ingin rasanya ia mencicipi bibir itu. Tapi lelaki tampan itu tidak pernah mengizinkannya untuk mencicipinya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1