
Beberapa petinggi perusahaan sudah tiba di ruangan Darren. Mereka tidak tau kenapa CEO memanggil mereka ke ruangannya. Padahal hari ini tidak ada pertemuan yang penting.
Ketiga lelaki
" Silakan duduk "
" Terima kasih Pak"
" Kalian bertiga tau kenapa saya panggil kesini?"
" Tidak Pak"
" Darto akan bicara soal kenapa kalian bisa dipanggil kesini"
Wajah ketiga petinggi perusahaan itupun kaget mendengar ucapan CEO. Apakah rencana mereka sudah ketahuan sama CEO.
" Mereka bertiga menyuruh saya untuk menggelapkan uang perusahaan Pak"
" I..itu nggak bener Pak" ucap ketiga lelaki itu.
" Saya nggak bohong Pak. Saya punya bukti rekaman suaranya. Mereka bertiga menjanjikan saya jabatan yang tinggi di perusahaan kalau saya berhasil meraup uang perusahaan"
" Benarkah itu?. Posisi tinggi apa yang akan mereka janjikan sama kamu?" tanya Darren.
" Dewan direksi, Pak"
Darren tertawa mendengar ucapan Darto. Bagaimana bisa lelaki itu bekerja di perusahaannya. Apa dia tidak tau apa itu dewan direksi?.
" Saya jadi bingung, siapa yang menjadikan kamu direktur keuangan?. Karena mendengar ucapan kamu tadi terasa lucu"
" Mereka bertiga yang memasukkan saya ke perusahaan, Pak"
" Oh begitu ceritanyae, sekarang saya paham. Rom, jangan suruh polisi masuk dulu"
" Ok Ren"
Darren menyingsingkan lengan kemejanya. Hari ini ada empat orang yang akan menjadi samsak tinjunya.
" Kalian berempat itu sampah di perusahaan saya!. Berani sekali kalian mencuri uang perusahaan demi untuk kepentingan pribadi. Kalian tau kan bagaimana cara saya mengatasi orang-orang yang mencoba mengusik ketenangan saya?"
Keempat orang itu langsung bersimpuh di hadapan Darren. Mereka tidak ingin mati di tangan sang CEO. Jadi mereka harus segera meminta maaf, karena dengan begitu CEO akan memaafkan mereka.
" Bangun!. Kalian pikir saya akan memaafkan kesalahan kalian?, tidak!. Saya akan menghukum kalian karena sudah berani mencuri di perusahaan saya"
" Ampuni kami, Pak. Kami khilaf"
" Khilaf?"
Keempat lelaki itu mengangguk.
" Karena kalian bilang khilaf, maka saya akan memberikan sesuatu supaya kalian nggak khilaf lagi"
Bugh..
Bugh..
__ADS_1
Bugh..
Bugh..
Keempat lelaki itu mengadu kesakitan karena mendapatkan pukulan dari Darren. Belum hilang rasa sakitnya, dua pukulan mendarat lagi di perut mereka.
" Bangun!"
" A.. ampun Pak"
" Kalian tau saya kalau marah seperti apa. Tapi kalian malah membuat saya marah dan juga kecewa. Rom keluarkan Lion"
" Siap Ren"
" Jangan Pak!. Kami mohon jangan keluarkan Lion"
Romy tidak mendengarkan ucapan keempat tikus itu. Ia segera pergi ke kamar yang ada di ruangan Darren.
" Lion "
Mendengar ada yang memanggil namanya, singa jantan itu langsung menghampiri Romy. Ia berjalan dengan gagah seperti pemiliknya.
" Yuk keluar, diluar ada mainan bagus"
Lion mengikuti Romy dibelakang. Sekarang singa jantan itu seperti bodyguardnya Romy. Langkah kaki keduanya terdengar sangat berima.
Deg.
Jantung ke empat tikus kantor itu berdegup dengan kencang saat melihat lion keluar dari kamar pribadi Darren. Singa jantan itu menatap mereka dengan tajam.
" Lion, kamu liat keempat orang ini?"
Lion mengalihkan pandangannya pada keempat lelaki yang ada di hadapannya. Gigi lion bergetar, ia tidak suka melihat keempat lelaki itu.
" Lihat, lion saja tidak suka melihat kalian"
" Mungkin lion mencium aroma bau dari tubuh mereka. Kan mereka biasa makan uang curian" kata Romy.
" Lo bener Rom. Anak pintar, coba kamu dekati mereka"
Singa jantan itu pun mendekati keempat tikus kantor itu. Tatapan lion masih tidak bersahabat. Bahkan gigi singa jantan itu bergerak-gerak seperti akan menerkam keempat tikus kantor.
Keempat tikus kantor itu mundur kebelakang saat lion terus maju mendekati mereka. Mereka tidak ingin mati di terkam sama singa jantan itu.
Aaauum...
Auman lion membuat keempat tikus kantor itu terkulai lemas. Bahkan selingkuhan Darto pingsan mendengar Aumannya. Mungkin ini kali pertamanya wanita itu mendengar Auman singa secara langsung. Bahkan dengan jarak yang dekat. Selingkuhan Darto langsung pingsan.
Darto langsung menyambut tubuh sang kekasih hingga tubuh kekasihnya tidak jadi jatuh kelantai. Ia mencoba membangunkan kekasihnya dengan menepuk pelan pipi sang kekasih.
Ketiga petinggi perusahaan mencoba melarikan diri dari ruangan CEO. Mereka tidak ingin mati konyol di sana. Jadi mereka harus segera pergi dari ruangan itu.
Aaaaaaaa...
Lion menggigit jas salah satu dari petinggi perusahaan. Hingga membuat sang empunya berteriak karena ketakutan.
__ADS_1
" To.. tolong jangan makan saya. Makan mereka berdua saja"
" Nga..nggak. Makan dia saja. Dagingnya empuk dan lezat"
" Baru segitu aja kalian bertiga sudah takut. Kemarin-kemarin pas mencuri uang perusahaan nggak takut"
Lion menarik jas salah satu dari petinggi perusahaan, hingga terdengar suara koyak dari jasnya. Singa jantan itu tidak peduli dengan jas mahal itu.
Sedangkan si pemilik jas menelan ludahnya. Ia harus mengikhlaskan jas mahalnya di robek sama singa jantan itu. Daripada nanti singa itu memakan dagingnya.
Darto melihat bosnya sedang sibuk dengan ketiga petinggi perusahaan. Ia pun mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.
Tak.
Langkah Darto langsung terhenti kala sebilah pisau menancap tepat di depan pintu masuk. Tubuhnya langsung bergetar melihat benda tajam itu menempel di pintu.
" Jangan coba-coba mau kabur dari ruangan ini. Kamu pikir saya tidak bisa membaca gerak-gerik kamu?"
" A..ampun Pak, jangan bunuh saya"
" Mati itu hukuman ringan untuk pencuri macam kamu. Saya akan berikan hukuman yang akan kamu ingat seumur hidup. Dan saya juga sudah berjanji pada istri kamu. Kalau saya akan memberikan keadilan untuknya"
Darren memberikan hukuman pada Darto dengan tangannya sendiri. Ia benar-benar menjadikan Darto samsak tinju. Sudah lama ia tidak melepaskan emosinya seperti ini.
Tubuh Darto sudah lebam-lebam karena pukulan dari Darren. Ayah dari si kembar itu tidak memberi ampun pada tikus kantor. Ia benar-benar merasa dicurangi.
Huk.
Darah segar keluar dari mulut Darto. Tubuh lelaki tua itu langsung terkapar di lantai. Pukulan terakhir dari Darren itu cukup membuat seluruh tubuhnya remuk.
" Bangun!"
Darto tidak mendengar ucapan bosnya. Lidahnya terasa berat untuk bicara. Bibirnya pecah karena di pukul sama bosnya. Ia tidak punya tenaga lagi untuk bangkit.
Lion pun melakukan tugasnya. Ia menggigit tangan ke tiga petinggi perusahaan itu. Singa jantan itu seperti tau kalau tangan itulah yang sering mengambil uang perusahaan tuannya.
Aaaaaaaaa..
" Tangan ku!"
Ketiga petinggi perusahaan itu berteriak kesakitan karena tangan mereka hampir putus digigit sama lion.
" Lion sini, cuci mulutnya dulu"
Singa jantan itu langsung menurut. Lion menghampiri Darren dan juga Romy.
" Yuk bersihkan dulu mulutnya" kata Romy sambil membawa Lion ke kamar mandi.
Darren sangat puas dengan hasil kerja lion. Singa peliharaannya itu tidak memutus tangan ketiga pencuri itu.
" Ini hukuman karena kalian sudah berani mencuri uang perusahaan. Dan satu hukuman lagi akan menanti kalian"
Lion keluar dari kamar mandi dengan keadaan mulut sudah bersih. Darren pun meminta Romy untuk memanggil polisi. Karena keempat tikus itu harus di masukkan ke dalam hotel prodeo.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚