
Sore hari.
Alexa dan kedua sahabatnya sudah siap untuk pergi jalan-jalan. Ya sore ini mereka akan pergi ke pantai. Sekalian menikmati sunset.
" Eca, bagusnya rambut gue di gerai atau diikat ya?" tanya Adele.
" Di gerai aja. Biar samaan kita bertiga"
" Iya, biar kek anak kembar" kata Alisha.
" Benar juga, kan kita kembar beda ayah beda ibu" kata Adele.
Ketiga cewek cantik itu pun tertawa. Hal sekecil itu pun sudah bisa membuat mereka bertiga bahagia.
Tawa mereka pun terhenti saat mendengar dering ponsel Alexa.
" Bentar ya guys, gua jawab telpon dulu" kata Eca.
" Ok"
Alexa tersenyum melihat nama yang tertera di sana. Ia pun segera menggeser tombol hijau yang ada di sana.
" Hallo, assalamualaikum abang Abi"
" Wa'alaikum salam"
" Gimana Bang, ada kabar baik?"
" Iya, abang udah dapat tanah sama ruko yang kamu ingin kan kemarin"
" Benarkah?"
" Hhhmm"
" Makasih Bang"
" Sama-sama. Besok kita liat rukonya, sekalian renovasi mana yang akan di renovasi"
" Besok nggak bisa Bang"
" Kenapa? apa si cantik Abang ini sangat sibuk?"
" Nggak Bang, sekarang ini Eca lagi di kota B"
" Kota B? ngapain Eca ke sana?"
" Liburan Bang"
" Kok nggak ngajak-ngajak abang sih?"
" Emang abang punya waktu untuk liburan?"
Terdengar suara tawa diseberang sana.
" Kamu benar, abang mana ada waktu untuk pergi liburan"
" Iya, abang sama kek Daddy. Padahal uang sudah banyak, tapi masih aja mau bekerja"
" Walaupun uang sudah banyak, kalau nggak kerja-kerja uang itu akan habis dan Eca tidak bisa lagi beli mobil keluaran terbaru"
" Enak aja Eca, yang ada Abang tu. Suka mengoleksi mobil-mobil mewah. Emang untuk apa mobil sebanyak itu sama abang?"
" Untuk ngajak cewek jalan-jalan lha"
" Sampe sekarang aja abang masih jomlo"
" Apa bedanya sama yang ngomong"
" Oh iya, kita kan sama-sama jomlo"
" Liburannya sama mommy kah?"
" Nggak, Eca sama teman-teman"
" Emang di kasih izin sama mommy?"
" Izinin lha. Buktinya sekarang udah di kota B"
" Ya udah abang mau pulang dulu. Selamat liburan aja untuk Eca. Jangan lupa oleh-olehnya"
__ADS_1
" Makasih Bang. Ntar Eca bawain oleh-oleh orang bule"
" Abang nggak suka orang bule"
" Kenapa? kan mereka cantik-cantik"
" Karena makanan mereka keju. Sedangkan Abang makanannya singkong. Dan abang lebih suka orang pribumi, lebih anggun dan menawan"
" Abang cari sendiri aja"
" Ini juga lagi proses mencari. Ya udah, selamat bersenang-senang"
" Makasih Abang"
Panggilan pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya.
" Abang Abi kah yang telpon?" tanya Adele.
" Hhhmm"
" Dia bilang apa? pasti dia bilang kangen sama gue, iya kan?"
" Nggak"
" Terus bilang apa?"
" Soal tanah sama ruko yang kemarin itu?"
Ya Alexa memang meminta Abimanyu untuk membeli tanah dan ruko itu untuknya. Karena kalau dia yang membeli sendiri, orang pemilik ruko itu nggak percaya. Karena dia masih anak sekolah dan tidak akan mampu membelinya.
Sedangkan Abimanyu tidak. Karena orang-orang tau siapa paman kecilnya itu. Karena wajahnya yang tampan itu selalu menghiasi majalah bisnis. Ditambah lagi segudang prestasinya dalam dunia bisnis.
" Gimana, apa tanah sama rukonya sudah dapat?"
" Sudah dong. Dan sepulang dari sini kita akan langsung eksekusi rukonya"
" Abang Abi emang luar biasa. Nggak salah gue mengidolakannya"
" Bukannya semua cowok Lo idolakan?" tanya Alisha.
" Beda, semua cowok-cowok di keluarga Eca kwalitasnya beda. Mereka semua bibit unggul"
" Yuk keluar guys. Ntar yang lain pada marah karena kita lama di kamar" kata Alexa.
" Yuk, gue juga udah nggak sabar pengen cobain jajan yang ada di kota B" kata Adele.
" Iya, siapa tau nanti kita dapat ide untuk bisnis kue kita" kata Alexa.
" Setuju, Eca emang paling pintar"
" Gue juga nggak sabar ingin membuat kue lagi" kata Alisha
" Sabar, bentar lagi kita akan punya ruko sendiri" kata Alexa.
" Betul. Dan kita akan jadi pebisnis yang paling sukses tahun ini" kata Adele.
" Aamiin" ucap Alexa dan Alisha.
Ketiga cewek cantik itu pun keluar dari kamar mereka. Sampai di depan pintu, ketiga gadis cantik itu kaget melihat seorang lelaki tampan.
" Astagfirullah" ucap Alexa.
" Kenapa kamu kaget kek baru melihat hantu gitu"
" Emang aku baru habis melihat hantu. Dan hantunya, Om"
" Wah ngajak gelud nih bocah. Masa gue tampan kek gini dibilang hantu. Dan lagi mana ada hantu tampan kek gue"
" Siapa yang Om bilang bocah?"
" Kamulah, kan yang kecil dan tipis itu kamu"
" Sembarangan. Aku itu udah gede"
" Gede darimana. Dilihat darimana pun kamu itu kecil dan tipis"
" Biarin tipis. Daripada Om, tua!"
" Usia boleh tua, tapi ketampanan saya seperti remaja"
__ADS_1
" Tampan kalau dilihat dari sedotan"
" Hei, kalian berdua. Menurut kalian saya tampan, nggak?"
" Tampan Om " jawab Adele dan Alisha bersamaan.
" Tuh denger, mereka berdua aja bilang saya tampan"
Alexa menatap tajam kedua sahabatnya itu. Sedangkan orang yang di tatap tidak menghiraukan sedikit pun tatapan Alexa. Karena mereka berdua benar-benar terpesona akan kegantengan seorang Kenan.
Ehem..!
Alisha dan Adele pun tersadar dari lamunan saat mendengar suara batuk. Mereka berdua pun menoleh ke arah Alexa.
Mampus! sepertinya kita sudah membuat anak singa marah.
" Yuk kita ke bawah, yang lain udah nungguin kita" kata Adele sambil menarik tangan Alexa pergi dari sana. Karena kalau tidak ditarik, bisa-bisa anak singa itu melanjutkan acara ngamuknya.
" Tunggu! urusan gue belum selesai sama Om-om itu"
" Udah, biarkan saja"
Adele terus menarik tangan Alexa sampai masuk lift. Ia tidak ingin Alexa mencakar wajah tampan si Om-om itu. Kan sayang nanti wajah tampannya jadi lecet.
Kenan hanya menatap punggung gadis cantik yang sudah menghilang ke dalam lift. Ia pun berniat mengikuti gadis cantik itu. Tapi ia masih dia harus menemui kliennya dulu.
...***...
Axel dan Farel sudah menunggu dilobi hotel. Kedua lelaki tampan itu terlihat semakin tampan dengan memakai kaos berwarna hitam dan celana jeans selutut.
" Kemana sih mereka?" tanya Farel.
" Biasa, paling juga dandan dulu" kata Axel.
" Gue heran sama cewek-cewek, kenapa mereka itu kalau dandan lama banget?"
" Tau tu. Padahal yang di pake cuma bedak bayi sama lip tint "
" Mungkin mereka ghibah dulu, makanya lama"
" Maybe "
Tak berselang lama, tampaklah ketiga gadis cantik yang sedari tadi di tunggu sama kedua lelaki tampan itu.
" Pasti kamu habis ghibah in aku?" tanya Adele setelah berada di dekat kekasihnya itu.
" Mana ada"
" Nggak usah bohong"
" Beneran Yank, aku nggak boong"
" Tapi aku mencium aroma kebohongan dari tubuh kamu"
Farel refleks mencium aroma tubuhnya. Ia ingin memastikan ucapan kekasihnya itu.
" Hhhmm, mana ada aroma kebohongan. Yang ada aroma parfum"
" Iya, aroma parfum bercampur kebohongan"
" Ngadi"
" Udah, sekarang kita mau pergi kemana nih?" tanya Alexa.
" Kita tunggu kak Kevin sama yang lain dulu " kata Axel.
" Mereka belum turun?" tanya Alisha.
" Belum, Yank"
" Tau gini, mending kita juga lama-lama di kamar tadi" kata Adele.
" Udah jangan ngeluh gitu. Kita tunggu mereka di sana aja" usul Axel.
Mereka berlima pun memutuskan untuk menunggu rombongan Kevin di kursi yang ada di sediakan di sana.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1