Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Musuh bergerak 2


__ADS_3

Anak buah black cobra terus mengawasi Kenan. Mereka bertanya-tanya, ngapain bos kaya raya seperti Kenan main ke kompleks kecil. Dan lagi berbaur dengan anak-anak yang umurnya jauh darinya.


" Om yakin nggak mau bergerak?" tanya Axel.


" Biarkan saja dulu. Saya masih mau bermain-main"


Sebenarnya sangat mudah untuk Kenan melumpuhkan anak buah black cobra. Tapi ia ingin bermain-main sebentar dengan orang-orang bodoh itu.


" Tangan saya udah gatel Om"


" Iya Om. Udah lama kita nggak olahraga" kata Farel.


Sama halnya dengan Axel, Alexa juga punya kepekaan yang tinggi. Dia juga tau ada orang yang sedang mengawasi mereka. Tapi ia tetap tenang. Karena ia tidak ingin membuat orang-orang yang ada di sana ketakutan.


" Cha" panggil Adele.


" Hhmmm"


" Lo kenapa?"


" Sssttttt, kita lagi diawasi"


" Diawasi? sama siapa?"


" Sama musuh"


" Musuh? dimana?"


" Nggak jauh dari sini "


" Kita harus segera bertindak!"


" Tunggu dulu, disini lagi banyak orang. Gue nggak ingin membahayakan mereka"


" Jadi kita harus menunggu nih?"


" Iya, tetap tenang dan jangan bikin orang lain panik"


" Siap bos"


" Kita lanjutkan sesi interview ini secepatnya"


" Hhmmm"


Alexa dan kedua sahabatnya melanjutkan interview calon karyawan mereka. Cukup banyak orang yang datang untuk melamar pekerjaan. Dan mereka baru dapat lima orang.


Anak buah black cobra terus mengawasi Kenan. Mereka mengamati setiap gerak-gerik Kenan. Tak ada satupun yang luput dari pandangan mereka.


Tanpa mereka sadari kalau Kenan juga lagi memantau mereka. Lelaki tampan itu sedang menghitung berapa jumlah anak buah black cobra yang diutus untuk menyerangnya.


" Cuma sepuluh orang Om" kata Axel.


" Wah ternyata kamu cepat juga ya"


" Om nggak tau, mata Axel itu sangat jeli dalam mengawasi musuh. Tapi lebih jago Eca sih. Dia bisa membidik lawan dari jarak jauh, tanpa menoleh kearah lawan" kata Farel.


" Benarkah?"


" Iya, coba aja nanti Om uji dia. Pasti salah satu dari musuh yang bersembunyi di sana bisa kena sama dia"

__ADS_1


" Boleh juga. Kebetulan saya bawa pisau kecil nih"


" Nanti kalau mereka semua sudah pergi, Om boleh tes kemampuan dia. Dan saya rasa Om tidak bisa membidik lawan seperti Eca"


Kenan tersenyum mendengar ucapan Farel. Anak muda itu tidak tau bagaimana dia sebenarnya. Dia akan tunjukkan juga bagaimana cara dirinya membidik lawan.


Tersisa sepuluh orang yang akan di interview sama Alexa dan kedua sahabatnya. Dan salah satu cewek yang menyita perhatian Alexa.


" Kamu maju ke depan" kata Alexa.


" Saya" ucap gadis itu.


" Iya kamu"


Gadis itu maju ke depan. Ia tidak tau kenapa dirinya yang dipanggil duluan. Padahal ia duduk di kursi paling akhir.


Usia gadis itu lebih tua dari Alexa. Penampilan gadis itu juga sangat sederhana. Beda sama yang lain.


" Perkenalkan nama kakak siapa?"


" Nama saya Indah Wulandari"


" Baiklah kak, kakak diterima kerja di sini"


Indah kaget mendengar ucapan Alexa yang langsung saja menerimanya tanpa ditanya ini dan itu. Sedangkan yang lain ditanya panjang lebar.


" Beneran saya diterima kerja di sini?"


" Beneran Kak" jawab Alexa sambil tersenyum pada Indah.


" Makasih, saya janji akan bekerja dengan baik"


" Sama-sama Kak"


Sekarang sisa tiga orang pelamar. Alexa dan kedua sahabatnya memutuskan untuk menerima ketiga pelamar itu. Karena hari sudah semakin sore. Mungkin sebentar lagi hujan.


" Akhirnya selesai juga" kata Adele.


" Om, tolong masukkan kursi sama meja ini ke dalam dong" pinta Alexa.


" Kenapa harus saya. Suruh mereka berdua aja"


" Iya mereka juga. Buruan, ntar keburu hujan"


Beni tertawa kecil. Ia tidak menyangka nona dari keluarga Narendra itu berani memerintah bosnya.


" Ben"


" Iya tuan"


" Berani kamu tertawa"


" Tidak tuan"


Beni menghentikan tawanya. Karena kalau dilanjutkan, bisa berimbas pada gajinya. Dan bisa-bisa modal untuk kawinnya bisa berkurang.


Aaaaaaa...


Kenan dan Beni sontak melihat kearah suara. Mereka berdua kaget melihat salah satu dari anak buah black cobra terluka. Kenan sontak menoleh kearah Alexa.

__ADS_1


" Apa kamu yang melakukannya?"


" Hhhmmm"


Mulut Beni terbuka lebar karena kaget. Ia tidak menyangka gadis kecil itu bisa melakukan serangan dari jarak jauh. Dan ia merasa aura Alexa sama menyeramkan dengan bosnya.


Bukan cuma Kenan dan Beni. Teman dari anak buah black cobra pun kaget karena tiba-tiba teman mereka terluka.


" Cepat bawa dia kedalam mobil"


Namun belum sempat mereka memapah tubuh temannya. Kenan sudah berada di dekat mereka. Dan itu membuat anak buah black cobra shock. Mereka tidak menyadari kedatangan Kenan yang begitu cepat.


" Kalian mau kabur kemana?!"


Bugh.


Satu tendangan mendarat di salah satu perut anak buah black cobra. Serangan Kenan sangat cepat, sehingga dia tidak bisa menghindar.


Lima orang maju menyerang Kenan. Sedangkan dua orang yang lain membantu teman mereka yang terluka.


Belum juga sempat dua orang itu memapah temannya yang terluka. Lima orang temannya yang tadi menyerang Kenan tumbang. Padahal hanya beberapa menit mereka melawan, tapi udah tumbang.


Uhuk..


Darah segar keluar dari mulut salah satu anak buah black cobra. Kenan menginjak perutnya terlalu kuat.


" Payah! begitu saja sudah tidak berdaya. Bilang sama bos kalian untuk mengirim anggota yang lebih banyak dan juga lebih hebat lagi. Karena anggota lemah seperti keahlian ini tidak bisa menyentuh saya. Jangankan menyentuh tubuh, menyentuh kulit saya saja kalian tidak bisa!"


Kenan mengambil pisau kecil yang selalu ia simpan di cela sepatunya. Ia mengukir lambang kelompoknya di perut salah satu anak buah black cobra.


Anak buah black cobra itu meringis kesakitan karena pisau Kenan. Walaupun perutnya tidak sampai robek. Tapi lukanya cukup dalam.


" Perlihatkan lambang itu pada bos kalian. Sekarang kalian pergi dari sini sebelum kalian semua saya kirim ke alam baka"


Anak buah black cobra itu pun segera pergi dari sana. Mereka akan mengadukan semua ini pada bos mereka.


Setelah anak buah black cobra pergi, Kenan kembali berkumpul dengan Alexa dan yang lainnya. Karena masih ada tugas yang belum ia kerjakan.


" Apa mereka sudah pergi?" tanya Alexa.


" Sudah"


" Om kenal sama mereka?"


" Kenal. Mereka anak buah musuh lama saya"


" Ternyata Om punya musuh juga?"


" Punya. Bahkan musuh saya ada yang melakukan sayembara"


" Sayembara?"


" Iya. Bagi siapa yang berhasil membawa kepala saya. Maka mereka akan mendapatkan hadiah yang sangat besar"


" Wah ternyata kepala Om berharga juga"


" Tentu saja berharga. Emangnya kepala kamu yang murah"


Beni menepuk jidatnya. saat menyaksikan pertengkaran tuannya dengan nona keluarga Narendra. Padahal mereka baru saja akur, tapi sekarang sudah gelud lagi.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2