
Setelah mendapatkan tempat untuk dinner tuannya, Beni segera pergi ke butik untuk mengambil gaun yang akan di pakai nanti malam sama nona Alexa.
" Selamat datang tuan Ben. Ada yang bisa saya bantu?"
" Saya kesini mau menjemput gaun yang sudah dipesan tuan muda"
" Silakan duduk dulu tuan. Saya akan ambilkan dulu gaunnya"
Beni duduk di sofa yang ada di sana. Sambil menunggu pemilik butik, Beni mengecek ponselnya. Kebetulan tadi anak buahnya mengirim pesan padanya.
Butik itu adalah butik langganan keluarga Kenan. Jadi sudah pasti mereka mengenal Beni. Apalagi lelaki tampan itu juga sering membeli pakaian di butik itu.
Beni kaget melihat foto dan yang dikirimkan anak buahnya. Ia tidak menyangka kalau wanita yang pernah ia cintai, bahkan sampai sekarang rasa itu masih milik wanita itu mengalami kejadian yang sangat menyedihkan seperti itu.
Ia menyesal telah menitipkan wanita cantik itu pada lelaki bajingan itu. Andai saja dulu dia tidak pergi, pasti Anya tidak akan mengalami kejadian buruk itu.
Tanpa menunggu lama. Beni segera menghubungi anak buahnya yang berada di negara P. Tak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Hallo, bos"
" Bagaimana keadaan di sana?"
" Sekarang ini aman-aman saja bos. Nona Anya baru pulang dari kantor"
" Apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang bajingan itu?!"
" Belum bos. Tapi salah satu anak buah saya sudah mengantongi alamat lelaki itu"
" Bagus!. Terus pantau dia, dan jangan sampai lepas"
" Baik bos. Sekarang bos lagi dimana?"
" Di butik"
" Tumben bos ke butik. Apa ada acara?"
" Iya, tuan muda akan dinner dengan nona Alexa. Jadi saya di tugaskan untuk mengambil gaun untuk nona Alexa"
" Wah tuan muda semakin di depan"
" Mungkin tuan muda akan segera menikah"
" Benarkah itu bos?"
" Hhmmm"
" Akan ada pesta besar lagi nih"
" Tentu saja akan ada pesta besar. Karena yang akan menikah nanti, adalah anak dan juga cucu dari penguasa Asia dan Eropa"
" Bos benar"
" Oh iya, siapa yang mengambil foto Anya yang hanya memakai tank top?"
" Kami bayar pelayannya tuan"
" Awas aja kalau kalian berani melihat tubuh wanita saya"
" Kami nggak berani bos"
" Ya sudah, terus awasi bajingan itu. Dan perketat keamanan untuk Anya"
" Siap bos"
" Saya tutup dulu telponnya"
Tanpa menunggu jawaban dari seberang sana. Beni sudah lebih dulu mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
" Ini tuan, gaun yang dipesan tuan muda"
" Makasih mbak. Ini sudah dibayar sama tuan muda, kan?"
Pemilik butik tersenyum mendengar pertanyaan Beni. " Sudah tuan"
" Syukurlah kalau gitu. Saya permisi dulu mbak"
" Iya tuan, silakan"
Setelah mendapatkan gaun untuk nona mudanya. Beni segera pergi meninggalkan butik terkenal itu. Ia akan mengantarkan gaun itu ke mansion nona mudanya.
...***...
Kenan meminta izin pada kedua orang tua Alexa untuk membawa sang kekasih ikut sama mobilnya.
" Hati-hati bawa mobilnya ya, Ken?"
" Iya Mom. Pamit dulu semuanya"
Kenan melajukan mobilnya meninggalkan sekolah sang kekasih. Sebelum pulang, mereka mampir ke restoran dulu untuk makan siang.
" Mau makan di restoran mana, yank?"
" Di warung tenda aja Oppa"
" Ok"
Lelaki tampan itu menepikan mobilnya. Mereka mampir di salah satu warung tenda yang cukup terkenal. Itu terlihat dari banyaknya pembeli yang mengantre.
" Antre yank. Pindah ke tempat lain yuk?"
" Nggak apa-apa Oppa. Lagian kita jarang juga makan di warung tenda"
" Iya, tapi ini kan rame yank. Kasian Ai berdiri lama disini?"
" Ya udah, kita pindah ke warung tenda yang lain"
Mereka pun kembali naik ke atas mobil. Kenan melajukan mobilnya meninggalkan warung tenda tadi. Ia mencari warung tenda yang lain.
" Warung ini aja ya yank. Pembelinya tidak terlalu banyak"
" Iya Oppa"
Kenan memarkirkan mobilnya di samping warung tenda. Tempat itu memang khusus tempat parkir kendaraan. Jadi ia tidak perlu takut mobilnya di bawa sama polisi.
" Ai udah pernah belum makan di warung tenda?"
" Belum kakak cantik"
" Apa nggak masalah Ai makan di warung tenda, Oppa?"
" Nggak apa-apa sayang"
" Dia nggak ada alergi sama makanan, kan?"
" Alhamdulillah nggak ada. Aku anak yang kuat dan juga sehat"
" Syukurlah, jadi kita nggak khawatir untuk memilih makanan untuk dia"
" Iya sayang"
Kedatangan mereka pun menjadi pusat perhatian semua pembeli yang ada di sana. Baru kali ini mereka melihat, orang kaya makan di warung tenda pinggir jalan.
" Daebak, tampan sekali cowok itu?"
" Kamu benar. Adik kecil itu juga terlihat sangat menggemaskan"
__ADS_1
" Ceweknya juga cantik. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna"
" Sepertinya mereka bukan dari kalangan bawah?"
" Iya, dilihat dari kulit mereka yang bersih dan juga glowing"
Kenan dan Alexa hanya tersenyum kecil mendengar pujian dari para pembeli. Mereka berdua sudah sering mendengar pujian seperti itu. Jadi mereka tidak terlalu menghiraukannya.
Alexa duduk di meja paling ujung. Jadi mereka bisa melihat pemandangan taman bunga kecil yang memang khusus dibuat untuk memperindah tampilan kota.
Pelayan pun datang menghampiri mereka. Walaupun hanya warung tenda. Mereka pun mempunyai buku menu.
" Mau pesan apa tuan, nona?"
Alexa melihat makanan apa yang akan mereka pesan. Di buku menu itu cukup banyak makanan yang bisa dipesan. Kelihatannya semua makanan itu terlihat sangat enak.
" Saya pesan ini, ini sama ini" tunjuk Alexa ke makanan yang ada dibuku menu itu.
Pelayan itu pun mencatat nama makanan yang dipesan sama Alexa.
" Minumnya apa nona?"
" Air mineral sama jus jeruk"
" Ada lagi tambahannya nona?"
" Nggak itu aja"
" Baiklah. Tunggu sebentar ya mbak"
Pelayan itu pun pamit undur diri.
" Ai kepanasan, ya?"
" Sedikit kakak cantik"
" Sebentar ya, kakak cari kipas angin dulu"
" Nggak usah sayang, biar aku aja yang cari kipasnya"
" Makasih Oppa"
Di warung tenda itu ada kipas angin biasa. Dan itu cuma beberapa titik aja yang dikasih kipas angin. Berhubung mereka duduk di meja bagian belakang. Jadi mereka tidak kebagian kipas angin.
Kenan menanyakan pada pemilik warung. Apakah ada kipas angin kecil untuk keponakannya.
" Maaf tuan, kita nggak punya kipas angin kecil?"
" Nggak ada ya Pak. Terus gimana dong Pak, keponakan saya kepanasan"
" Coba tuan tanya ke pedagang asongan sebelah sana. Biasanya dia ada menjual kipas angin kecil"
" Oh iya udah Pak. Saya coba liat ke sana dulu"
" Iya tuan. Sekali lagi maaf atas ketidak nyamanannya"
" Nggak apa-apa Pak"
Kenan segera pergi ke pedagang asongan yang tidak jauh dari warung tenda itu. Dan kebetulan ada satu kipas angin lagi lagi yang tersisa. Kenan pun segera membeli kipas angin itu untuk keponakannya.
Setelah mendapatkan kipas anginnya. Kenan kembali ke warung tenda tadi. Ia memberikan kipas angin kecil itu pada keponakannya.
To be continue.
Feby mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi reader yang menjalankan ibadah puasa. Semoga amal ibadah puasa kita tahun ini diterima oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin 🤲🏻🤲🏻.
Happy reading 😚😚
__ADS_1