
Anak-anak yang ada di dalam sana kaget karena tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Seketika wajah mereka berubah menjadi pucat. Mereka takut kalau yang membuka pintu itu adalah orang jahat.
" Kakak!"
" Syukurlah kalian semua baik-baik saja"
" Kami takut Kak"
" Tenang, sekarang kalian sudah aman"
Indah dibantu sama Alisha melepaskan tali yang mengikat tubuh adik-adiknya. Sedangkan Axel memeriksa sudut lain di ruangan itu. Siapa tau ada anak-anak lain yang disekap di tempat yang berbeda.
Setelah tali itu lepas. Adik-adik itu memeluk Indah dan juga Alisha. Mereka sangat bersyukur karena bisa di selamatkan oleh kakaknya.
" Mereka adik kakak juga?"
" Nggak. Mungkin mereka juga korban penculikan"
" Mereka itu sungguh nggak punya hati, tega sekali menculik anak di bawah umur"
" Apa nggak sebaiknya kita lapor polisi?" tanya Indah.
" Nggak usah. Masalah mereka biar kami yang atasi" kata Axel.
" Baiklah"
" Sekarang kita tinggalkan tempat ini. Takutnya penjahat itu datang lagi"
" Yuk kita keluar dari sini"
Mereka semua keluar dari ruangan itu. Axel berjalan di depan. Dia akan jadi tameng untuk melindungi adik-adik itu.
Axel tidak menurunkan kewaspadaannya. Dia tidak ingin membahayakan adik-adik yang ada di belakangnya.
" Mereka ini adik-adiknya Kak Indah?" tanya Alisha.
" Iya Sha. Tapi bukan adik kandung"
" Kirain adik kandung kakak"
" Nggak. Walaupun begitu, mereka semua sudah seperti adik kandung saya"
Alisha tersenyum mendengar ucapan Indah. Ia sangat kagum dengan wanita cantik wanita itu mau menjaga adik-adik yang bukan saudara kandungnya.
Akhirnya mereka pun sampai di pinggir jalan. Axel meminta salah satu anak buah Kenan untuk mengantarkan Indah dan juga adik-adik itu ke rumah mereka.
" Makasih udah bantuin cari adik-adik aku"
" Sama-sama Kak"
" Setelah ini kalian mau kemana?" tanya Indah.
" Kami harus kembali ke tempat tadi Kak. Karena di sana masih ada teman-teman aku" kata Alisha.
" Baiklah. Kalian berdua hati-hati ya, semoga kalian bisa mengalahkan para penjahat itu"
" Aamiin makasih Kak. Ya udah kita masuk dulu ya Kak"
" Hhmmm"
Indah hanya bisa bantu dengan doa. Iya yakin apa yang dilakukan sama Alisha dan kawan-kawannya adalah hal yang benar. Dia tidak ingin bertanya dan juga terlibat kedalam masalah itu. Sekarang ia dan adik-adiknya harus segera pergi dari sana.
...***...
Adele dan Farel sudah juga berhasil mengalahkan semua anak buah black cobra. Sekarang mereka berdua akan menyusul Alexa dan yang lainnya.
Mayat-mayat anak buah black cobra ada di mana-mana. Tempat itu seketika berubah menjadi lautan mayat.
" Yank awas!"
Farel sontak menghentikan langkahnya.
" Apa sih yank?!"
" Itu liat di depan kamu ada kalajengking"
__ADS_1
" Ih kamu tuh. Kirain ada apa"
" Ya kan, ngasih tau yank. Kalau digigit, kan lumayan sakit"
" Iya yank, makasih udah kasih tau aku"
" Sama-sama yank"
Farel tersenyum sambil membelai rambut sang kekasih. Ia tidak bisa marah sama kekasihnya itu.
" Axel, Alisha" panggil Adele ketika melihat sahabatnya.
" Eh kalian" kata Axel.
" Iya kita. Emang Lo pikir siapa" kata Farel.
" Gue pikir tukang kebun"
" Sembarangan aja Lo kalau ngomong. Lagian mana ada tukang kebun tampan kek gue"
" Idih, pede banget bilang tampan"
" Pede lha. Kalau nggak pede, mana mungkin yayang gue klepek-klepek sama gue"
" Sudah-sudah!, kalian berdua ini berisik sekali" kata Alisha.
" Pacar Lo tuh yang selalu ngajak gelud" kata Farel.
" Udah Sha, kita tinggal aja mereka berdua" kata Adele.
" Lo bener juga. Yuk kita cari Eca"
Kedua cewek cantik itu pergi meninggalkan kedua cowok tampan itu.
" Yank tunggu" kata Axel dan Farel berbarengan.
Alisha dan Adele terus saja berjalan. Mereka berdua tidak menghiraukan panggilan kekasih mereka.
" Pasti Eca sedang bersenang-senang sekarang" kata Adele.
" Mungkin. Karena lawannya adalah bos black cobra"
Mereka berempat pun sampai di depan aula. Mereka yakin kalau Alexa dan Kenan ada di dalam aula itu. Tanpa menunggu lama mereka berempat langsung masuk kedalam aula.
" Eca"
Alexa tersenyum pada kedua sahabatnya. Kalau mereka sudah menyusulnya ke aula, itu berarti mereka berempat sudah mengalahkan semua anak black cobra.
Aaaauuuuum.
" Astagfirullah"
Adele dan Alisha kaget mendengar Auman kucing besar yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Alexa.
" Tenang dia nggak akan gigit"
" Lo nemu dimana tuh kucing gede?" tanya Adele.
" Dia hewan peliharaan bos black cobra"
" Terus sekarang kenapa bisa sama elo?!"
" Karena dia suka sama gue. Dan gue pun suka sama dia" kata Alexa sambil mengelus kepala Jakson.
Adele dan Alisha melihat kucing besar itu jinak sama Alexa. Akhirnya memberanikan diri untuk mengelus kepala Jakson.
" Wah bulunya lembut banget" kata Alisha.
" Iya, kayak nyentuh karpet" kata Adele.
" Kenalin nama kucing besar ini Jakson"
" Hai Jakson" sapa Adele dan Alisha.
Aaaauuuuum.
__ADS_1
" Ih dia jawab"
" Terus bos black cobra itu mana?" tanya Adele.
" Tuh"
Adele dan yang lainnya menoleh kearah yang di tunjuk Alexa. Alangkah kagetnya mereka melihat rupa bos black cobra.
" Lo yakin itu bosnya black cobra?" tanya Adele.
" Hhhmm"
" Kok wajahnya serem kek gitu"
" Dia sudah berubah jadi zombie"
" What..!, zombie?"
" Hhhmmm"
" Nggak nyangka gue kalau bos black cobra ternyata zombie"
" Awalnya dia tidak zombie. Tapi Om Kenan menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya, makanya dia berubah jadi zombie"
" Serem juga om gunung es"
" Om Kenan dapat dari mana obat seperti itu?" tanya Axel.
" Dia nggak punya obat itu. Tapi obat itu milik bos black cobra. Kalian lihat mayat yang ada di sebelah sana?"
Axel dan yang lainnya melihat ke arah yang ditunjuk Alexa.
" Mereka manusia yang dirubah menjadi manusia zombie oleh bos black cobra"
" Kejam sekali"
" Tidak hanya itu, dia juga menyiksa para manusia zombie itu"
" Dia memang pantas mendapatkan hukuman seperti itu"
" Iya, sungguh manusia yang tidak punya hati" kata Alisha.
" Terus Om Kenan nya kemana?" tanya Axel.
" Dia sama Om Ben lagi memindahkan emas-emas yang ada di ruangan itu"
" Emas?" tanya Farel.
" Iya emas"
" Wah nggak nyangka kita nemu harta Karun juga di markas ini"
" Terus emasnya mau dibawa kemana?" tanya Axel.
" Rencananya mau di sumbangkan ke seluruh panti asuhan dan juga panti jompo di kota J"
" Oh iya, bisa bantu buatkan rumah singgah juga nggak untuk adik-adiknya Kak Indah" kata Alisha.
" Kak Indah yang kerja di toko kita?"
" Iya Cha. Tadi aku sama Axel nggak sengaja bertemu dengan dia disini"
" Ngapain kak Indah disini?"
" Dia sedang mencari adik-adiknya yang diculik oleh anak buah black cobra"
" Kenapa mereka menculik anak-anak kecil?"
" Sepertinya mereka ingin mengambil organ tubuhnya"
" Sungguh kejam perbuatan mereka"
Alexa teringat akan kejadian waktu mereka pergi hiking. Dimana mobil bus mereka di bajak sama perampok. Dan bos mereka juga menculik anak-anak untuk di ambil ginjalnya.
Apa bos black cobra ada hubungannya dengan penjahat waktu itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚