
Kabar berita tentang Alexa bisa membobol password brankas dari jarak jauh sudah tersebar ke telinga para sahabat Kiran. Mereka semua tau dari Romy.
Tidak hanya sahabat Kiran. Kenan kekasih Alexa pun kaget mendengar berita itu. Ia tidak menyangka kalau kekasihnya bisa membuat alat pembobol password. Ia bangga dengan pencapaian sang kekasih.
Sekarang para sahabat Kiran sudah berkumpul di mansion-nya. Mereka ingin mendengar sendiri dari mulut gadis cantik itu.
" Kapan Eca buat alatnya?" tanya Serly.
" Dua hari yang lalu Tante. Waktu Eca pergi ke ruang kerja Daddy nggak sengaja nemuin bukunya Daddy"
" Jadi yang punya ide itu Lo, Ren?" tanya Nadia.
" Iya, rencananya gue yang mau buat alat itu. Tapi udah keduluan putri gue"
" Jangan sampe orang luar tau soal ini" kata Kiran.
" Bener. Apalagi musuh"
" Oh iya, gue denger dari suami gue, perusahaan Lo sedang ada masalah, Ren?"
" Iya, tapi udah di atasi kok"
" Emang masalah apa By?" tanya Kiran pada suaminya.
" Itu sayang tikus kantor"
" Kok bisa kecolongan, By?"
" Dia suap petugas CCTV sayang. CCTV nya sudah di sabotase, jadi di monitor aku mereka masih kerja dengan baik"
" Terus tau darimana kalau CCTV nya sudah di sabotase?"
" Dari putra kita"
" Axel?"
" Hhmmm"
Kiran menatap putranya yang tampan itu. Ia tersenyum dan memeluk sang putra. Tak lupa ia juga memeluk sang putri.
" Mommy bangga sama kalian berdua"
" Makasih mommy"
Orang tua mana yang tidak bangga mendengar pencapaian anaknya yang sangat luar biasa.
" Mommy harap kalian tetap rendah hati"
" Pasti mommy"
Kenan ikut bangga dan bahagia juga dengan pencapaian kekasih dan juga calon adik iparnya.
" Cha"
" Hhmmm"
" Bisa gue pinjem alat Lo itu nggak?"
" Untuk apa Del"
" Untuk bobol brankas Daddy Lo "
" Emang Lo berani bobol brankas Daddy gue"
" Kalau ada alat canggih itu berani lha"
" Yakin?"
" Nggak yakin Cha"
" Kenapa?"
" Brankas Daddy Lo banyak penjaganya. Bisa-bisa gue balik tinggal nama"
Alexa tertawa mendengar ucapan sahabatnya. " Lagian Lo aneh-aneh aja. Pake acara mau bobol brankas Daddy gue"
" Ya lumayan kan kalau dapat sekarung uang dan emasnya"
" Kenapa nggak brankas papa Lo aja yang dibobol"
__ADS_1
" Brankas papa gue isinya nggak banyak"
" Emang Lo udah pernah liat brankas papa Lo?"
" Belum Cha"
" Terus darimana Lo tau kalau isi brankas papa Lo sedikit"
" Nebak aja"
" Gue yakin isi brankas papa Lo banyak. Secara kan gaji papa Lo gede banget"
" Gue juga nggak tau sih Cha. Tapi gue bersyukur punya papa seperti papa gue. Walaupun uangnya nggak banyak kek Daddy Lo. Tapi dia sangat menyayangi gue"
Alexa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Kadang kebanyakan orang malu karena pekerjaan orang tua mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
" Bisa dong Om pinjam alatnya, Cha?" tanya Romy.
" Boleh, asalkan buat kebaikan"
" Waduh, baru aja Om mau pinjam untuk bobol brankas Daddy kamu"
Semua orang di sana pun tertawa mendengar ucapan Romy. Bisa-bisanya ayah satu anak itu kepikiran untuk membobol brankas milik sahabatnya.
" Bobol aja kalau Lo mampu"
" Serius Ren?"
" Hhmmm"
" Cha, Om udah dapat lampu hijau nih. Jadi bisa dong Om pinjam alatnya?"
" Bisa Om"
" Nggak jadi deh"
" Kenapa?"
" Om tau, pelapis brankas Daddy kamu itu sangat banyak. Jadi Om yakin nggak akan bisa membukanya"
" Belum juga dicoba. Kok Lo udah nyerah aja"
" Itu Lo tau. Ternyata Lo masih pinter seperti biasa"
" Ck. Udah tau pun gue kalau Lo alat itu hanya berlaku untuk brankas orang lain. Bukan untuk brankas si pemilik alat"
" Tentu saja. Nggak mungkin gue merancang alat untuk membobol brankas gue sendiri"
Keamanan brankas Darren memang tidak akan bisa ditembus sama alat itu. Brankas besar miliknya itu memakai alat sensor yang canggih. Jadi tidak bisa di akses sama orang ataupun musuhnya.
" Semuanya, Ken pamit dulu ya?"
" Kok udah pamit aja sih Ken. Baru juga jam sembilan" kata Serly.
" Iya nih Kenan. Padahal kita belum juga ngobrol" kata Nadia.
" Ngapain juga Kenan ngobrol sama emak-emak kayak Lo, Nad"
" Eh jangan salah ya Ser. Walaupun gue udah emak-emak, tapi wajah gue masih kayak ABG"
" Rom liat tuh bini Lo, begatal" kata Serly.
" Biarkan saja. Lagian juga nggak akan dilirik sama Kenan"
Semua orang di sana tertawa mendengar ucapan Romy.
" Apa kamu bilang yank?"
" Ah nggak sayang. Aku salah ngomong tadi"
" Salah ngomong?"
" Iya sayang, salah ngomong"
" Bohong itu Nad. Gue yakin laki Lo sengaja ngomong gitu"
" Lo jangan kompor dong Ser"
" Auto nggak di kasih jatah" kata Doni.
__ADS_1
" Jangan dengerin Serly, yank. Dia kan senang liat aku sengsara" kata Romy.
" Malam ini kamu tidur di kamar tamu"
" Jangan dong yank"
" Masih mending aku suruh tidur di kamar tamu. Daripada aku suruh tidur di gazebo"
" Iya yank, makasih udah bolehin tidur di kamar tamu"
Doni dan Serly tertawa. Sungguh menyenangkan melihat sahabatnya di hukum sama istrinya.
" Puas Lo, Ser. Gue di hukum sama bini gue"
" Lha, itu salah Lo sendiri. Ngapain bilang nggak akan dilirik sama Kenan. Seharusnya Lo puji aja tadi"
" Iya sih. Yank, apa nggak bisa hukumannya di cabut aja?"
" Nggak!"
" Ntar uang jajannya aku tambahin"
" Kan card kamu sama aku"
Romy tidak tau lagi bagaimana cara membujuk istrinya. Padahal ia berharap banget kalau malam ini bisa tidur bareng sama sang istri. Apalagi sekarang musim hujan.
" Semuanya, Ken pamit dulu ya"
" Kenapa nggak nginap aja Ken?"
" Lain waktu deh Dad. Ken ada kerjaan sedikit"
" Ya udah, hati-hati di jalan"
" Makasih Dad"
" Ntar ya Del, gue nganterin Kak Ken ke depan dulu"
" Ok Cha"
Alexa mengantarkan sang kekasih sampai ke mobilnya.
" Sayang, kakak pamit pulang dulu ya?"
" Iya Oppa. Nanti kalau udah nyampe di mansion kabarin"
" Iya sayang. Jalan dulu ya"
" Hati-hati di jalan Oppa"
" Iya sayang"
Alexa melambaikan tangannya, saat mobil sang kekasih melaju meninggalkan mansion. Setelah mobil sang kekasih sudah tidak terlihat lagi, barulah Alexa masuk kembali ke dalam mansion.
" Udah pulang kak Ken nya?"
" Udah"
" Gue nginap disini ya Cha"
" Iya Del"
" Gue pengen denger cerita soal alat yang Lo buat itu. Kok Lo nggak ngasih tau kita sih?"
" Rencananya besok gue mau kasih tau. Dan nggak mungkin juga gue cerita di toko. Takutnya ada yang denger"
" Lo bener juga sih. Ya udah, kita ke kamar Lo aja"
" Ok"
" Ma, Adel nginap di sini ya"
" Iya sayang"
Setelah berpamitan dengan mamanya. Adele dan Alexa pun pergi ke kamar. Begitu juga dengan Axel dan Farel. Kedua cowok tampan itu pun mengekor di belakang.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1
...***...