
Clara kembali dengan membawa kotak p3k. Alexa segera merebut kotak p3k itu dari tangan Clara.
" Heh!, mau Lo bawa kemana tu kotak p3k nya?"
Alexa tidak mendengarkan Clara. Ia harus segera mengobati luka harimau putih itu. Gadis cantik itu segera mengambil obat luka dari dalam kotak p3k itu.
" Sabar ya, ini cuma sakit sebentar " kata Alexa sambil mengoleskan alkohol ke luka Jakson.
Gadis cantik itu tidak tau apakah cara mengobati Jakson sama dengan manusia. Tapi iya berharap bisa menghentikan darah yang keluar.
" Sini saya kasih perban" kata Kenan.
Alexa membiarkan Kenan melakukannya. Karena iya kurang bisa dalam hal perban. Alexa berharap pendarahan Jakson segera berhenti.
Harimau putih itu hanya diam saat Kenan membalut lukanya dengan perban. Dia tau kalau Kenan hanya untuk membantunya.
" Sekarang kita balas orang yang sudah menyakiti kamu, Jakson" kata Alexa.
Aaaauuuuum...
Harimau itu berdiri dengan gagahnya di samping Alexa. Walaupun Jakson terluka, tapi tidak menyurutkan semangatnya untuk balas dendam.
" Kamu siap kucing besar?"
Aaaauuuuum..
Kenan tersenyum melihat interaksi antara Alexa dengan kucing besar itu. Padahal harimau itu baru bertemu dengan Alexa. Tapi kucing besar itu lebih patuh pada Alexa dibandingkan tuannya sendiri. Mungkin Jakson tau siapa yang tulus padanya.
" Om duduk manis saja di sana?"
" Nggak!. Saya akan bertarung di samping kamu dan juga Jakson" kata Kenan sambil menggenggam tangan Alexa.
Hangat.
Itulah yang Alexa rasakan saat ini. Rasa hangat itu menjalar kedalam relung hatinya. Dan saat itu pula jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
" Kalian tidak akan bisa menyentuh ku!" kata Bara.
" Kita lihat saja nanti"
Bara meminta anak buahnya untuk membuka sel yang satunya. Sudah saatnya ia mengeluarkan penelitiannya. Sekalian mencoba kemampuan mereka.
Anak buah Bara memencet tombol yang ada di dinding. Salah satu dari ruangan itu kembali terbuka. Dan seketika aroma tak sedap pun keluar dari sana.
Alexa dan Kenan sontak menutup hidung mereka. Aroma yang keluar dari ruangan itu sangat tidak enak. Perut mereka seakan diaduk-aduk.
Langkah kaki terdengar dari ruangan itu. Didalam ruangan itu mungkin ada beberapa orang. Karena langkah kakinya terdengar seperti segerombolan. Satu persatu orang yang ada di ruangan itu pun keluar.
Mata Alexa dan Kenan membesar kala melihat orang yang baru keluar dari ruangan itu. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang.
Zombie.
Alexa dan Kenan tidak menyangka akan melihat zombie secara langsung. Biasanya mereka melihat di televisi dan juga di game yang ada di ponsel.
" Kalian pasti kaget melihat orang-orang ini. Mereka adalah zombie yang aku ciptakan"
" Apa yang kamu lakukan pada mereka?!" tanya Kenan.
" Tidak ada. Aku hanya sedang mencoba sebuah eksperimen. Dan sekarang aku akan melihat kemampuan zombie ciptaan ku ini"
Bara meminta anak buahnya untuk mengambil suntik di dalam laci mejanya. Anak buah Bara segera mengambil suntik yang ada di laci meja bosnya.
" Suntikan pada mereka"
Anak buah Bara mulai menyuntikkan cairan yang ada di dalam suntikan itu. Mereka menyuntikkan semua cairan itu ke dalam tubuh orang dewasa itu.
Kenan dan Alexa tidak tau cairan apa yang di suntikan ke orang-orang itu. Tak berselang lama terlihat perubahan dari para lelaki bertubuh kekar itu.
Setelah di suntik, mata zombie itu berubah menjadi merah. Dan sekarang penampilan mereka persis seperti zombie yang ingin mencari mangsa.
Zombie itu mulai menggila. Mereka berusaha melepaskan rantai yang membelenggu mereka.
" Apa yang kau berikan pada mereka?!" tanya Kenan.
" Kau tidak perlu tau, sekarang bersiap lha menghadapi amukan para zombie " kata Bara sambil tertawa.
Bara menekan tombol yang ada di bawah kakinya. Sebuah jeruji besi muncul dan membentuk seperti sel. Sekarang Bara dan Clara sudah berada dalam sel itu.
" Saatnya pertunjukan akan segera dimulai. Buka rantai mereka"
__ADS_1
Klik.
Rantai itu pun terbuka. Anak buah Bara segera menjauh dari sana. Namun naas belum sempat pergi, zombie itu sudah lebih dulu menangkap mereka.
Aaaaaaaaa...
Suara jeritan menggema di ruangan itu. Tubuh anak buah Bara sudah tidak berbentuk lagi. Karena zombie itu memakan tubuh mereka dengan sangat rakus.
" Biadab kau, Bara!" teriak Kenan.
Hahahaha.
" Terserah kau mau bicara apa. Dan bersiap lha untuk jadi santapan mereka "
Alexa merasa mual sekaligus jijik melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Kejadian itu persis seperti film-film yang pernah ia tonton.
" Kau akan membayar mahal untuk apa yang sudah kau lakukan pada orang itu" kata Alexa.
" Gadis kecil, memohon lha pada ku. Maka aku akan menyelamatkan mu"
" Najis!. Tak Sudi aku memohon pada manusia seperti mu"
" Oh berarti kamu lebih memilih menjadi santapan para zombie itu. Ya sudah kalau begitu, selamat tinggal"
Zombie-zombie itu mulai mendekat kearah Alexa dan Kenan. Mulut dan wajah mereka penuh dengan darah.
" Kamu siap sayang"
" Siap Om"
" Tetap berhati-hati"
" Ok Om"
Zombie-zombie itu mulai menyerang Alexa dan juga Kenan. Kuku mereka yang panjang siap untuk merobek tubuh dua anak manusia itu.
Jakson tidak tinggal diam. Dia juga ikut melawan para zombie itu. Harimau putih itu menggigit kaki salah satu zombie hingga putus.
" Bagus Jakson!"
Aaaauuuuum.
Di selah pertarungannya, Alexa memikirkan bagaimana cara menyelamatkan para zombie itu. Apakah mereka masih bisa diselamatkan atau tidak.
" Maaf Om"
" Kita tidak akan bisa menyelamatkan mereka. Karena mereka tidak bisa mengenali diri mereka sendiri"
Mendengar ucapan Kenan, Alexa tidak segan lagi untuk menyerang zombie itu. Tadi dia hanya menghindari setiap serangan zombie itu.
" Maafkan aku karena sudah menyakiti kalian" kata Alexa.
Gadis cantik itu segera membalas serangan para zombie. Dia ingin segera menyelesaikan pertarungan ini. Dan segera memberi hukuman pada bos black cobra.
Teriakkan zombie menggema di aula itu. Beberapa dari mereka sudah tumbang. Bahkan sebagian anggota tubuh mereka sudah terpisah dari badan, karena serangan Jakson.
Salah satu dari zombie mundur kebelakang karena melihat mata Alexa. Bola mata itu sangat menyeramkan. Dan seketika zombie itu berteriak.
Alexa tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia segera melumpuhkan zombie itu. Hanya dengan satu kali tendangan, zombie itu langsung terkapar.
Bara dan Clara menyaksikan pertarungan Kenan dan Alexa. Sungguh pertunjukan yang sangat menyenangkan.
" Sayang, separuh dari zombie itu sudah kalah?" kata Clara.
" Tidak apa-apa. Setelah ini mereka pasti sudah tidak bertenaga lagi. Dan saat itulah kita akan melumpuhkan mereka"
" Kamu emang pintar dan juga licik sayang"
Bara hanya tersenyum. Sebentar lagi, dia bisa memenggal kepala bos king lion. Dan kepala Kenan akan ia pajang di ruangannya.
Para zombie sudah tumbang semua. Tapi Alexa dan Kenan tidak terlihat kelelahan. Mereka masih terlihat biasa-biasa saja. Bahkan gadis cantik itu masih sempat bercanda dengan Jakson.
" Sayang bagaimana ini. Semua zombie itu sudah kalah"
" Diam!, kau membuat kepala ku pusing!"
Kenan berjalan menghampiri sel tempat dimana Bara dan Clara berada.
" Sekarang giliran kalian!"
__ADS_1
Kenan menendang pintu sel itu.
Brak.
Pintu sel itu terlepas dari tempatnya.
" Ka..kamu mau apa?" tanya Clara.
" Masih nanya, tentu saja membinasakan kalian"
Bara menyerang Kenan. Pertarungan antara bos black cobra dan king lion itu tidak terelakkan lagi.
Clara mengambil kesempatan bagus itu untuk kabur. Tapi tentu saja tidak akan semudah itu untuk dia kabur. Karena Alexa dan Jakson menghadangnya.
" Mau kabur kemana?"
" Ka..kau mau apa?"
" Kamu masih nanya saya mau saya apa?"
Clara mundur kebelakang. Ia tidak ingin menjadi santapan harimau putih itu. Sungguh tidak elegan mati di tangan harimau.
" Jakson, kamu tidak boleh memakan saya. Karena saya ini adalah tuan kamu"
Aaaaauumm.
Buk.
Clara terjatuh. Tak berselang lama ada cairan keluar dari tubuh wanita itu.
" Bau apa nih?" kata Alexa.
Alexa melihat celana Clara basah.
" Anda ngompol" kata Alexa sambil tertawa.
" Diam kau bocah!"
" Lihat Jakson, baru begitu saja dia sudah ngompol"
Clara mencoba berdiri. Sungguh kejadian ini membuatnya sangat malu. Apa kata penggemarnya kalau melihat kondisinya seperti ini.
Bugh.
Alexa memukul tekuk Clara. Wanita itu langsung tidak sadarkan diri. Alexa memang tidak membunuhnya. Mati hukuman yang ringan untuk wanita itu. Ia akan memberikan hukuman yang menarik untuk wanita itu.
" Sekarang kita akan memberi hukuman untuk mantan tuan kamu, Jakson"
Bara tidak bisa mengimbangi kecepatan Kenan. Ya lelaki itu memang bos mafia yang ditakuti di Eropa.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Tiga pukulan Kenan berikan diperut Bara. Darah segar pun keluar dari mulut lelaki itu.
" Itu balasan untuk orang-orang yang kau jadikan eksperimen mu"
Bugh.
" Ini balasan untuk anak buah yang kau jadikan tumbal untuk zombie tadi"
Tubuh Bara tersungkur ke lantai. Tendangan yang diberikan Kenan tadi tepat mengenai ulu hatinya.
" Jakson, sekarang giliran kamu" kata Kenan.
Harimau putih itu segera menghampiri mantan tuannya.
Aaaaaaaaa..
Bara berteriak saat tangannya putus karena di gigit Jakson. Darah segar mengalir dari tubuh Bara.
" Itu balasan karena kau sudah menyakiti Jakson" kata Kenan.
" Dasar hewan tidak tau di untung!"
" Itu baru hukuman kecil. Gue masih punya hadiah menarik untuk Lo"
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚