
Alexa tersenyum melihat ekspresi ibu-ibu yang tadi membicarakannya. Mata ibu-ibu seakan mau keluar dari tempatnya saat melihat kartu sakti yang ada ditangannya.
Seperti itulah cara membungkam mulut orang-orang yang selalu menilai orang dari sampulnya saja. Jadi kita tidak perlu menjawab, cukup lakukan dengan tindakan saja.
Semua barang belanjaan milik Alexa pun dimasukkan kedalam bag khusus. Bahkan dia dapat kartu VIP dari pemilik toko. Karena bukan orang sembarangan yang bisa memiliki black card.
" Belanjaan nanti kami kirim ke alamat tempat nona menginap"
" Baik, makasih mbak"
" Sama-sama nona"
" Oh iya mbak, sekalian saya mau bayarin belanjaan ketiga ibu-ibu itu" kata Alexa pada petugas kasir.
" Baik nona, saya akan total semua belanjaannya dulu"
Petugas kasir itu langsung menghitung semua belanjaan ibu-ibu yang ada di belakang Alexa.
Setelah menjumlahkan semua barang belanjaan ibu-ibu itu. Petugas kasir itu kembali menggesek kartu sakti milik Alexa.
" Ini nona card-nya "
Alexa mengambil kembali card-nya. " Maaf ya ibu-ibu, saya duluan" kata Alexa sambil tersenyum.
" I..iya nona"
Ibu-ibu itu merasa malu. Gadis cantik yang mereka anggap orang biasa itu, ternyata orang yang sangat kaya.
" Nona pintar " puji Beni.
" Menghadapi orang-orang seperti itu tidak harus dengan kekerasan Om. Cukup dengan melakukan hal seperti tadi. Nanti mereka akan malu sendiri"
" Iya nona"
Kenan menatap tajam asistennya. Bisa-bisanya sang asisten terlihat akrab dengan gadis tipisnya. Sedangkan dia cuekin dari tadi sama gadis cantik itu.
Salah apa lagi gue ya Allah.
" Ini Om, aku kembaliin lagi kartu saktinya"
" Nggak jadi di abisin isinya?"
" Nggak"
" Kenapa nggak?"
" Ya nggak apa-apa. Yuk kita ketempat yang lain"
" Hhmmm"
Alexa keluar dari toko mainan itu. Diikuti sama Kenan dan juga Beni. Mereka akan mencari oleh-oleh yang lain.
Drrrrttt..
Ponsel Alexa bergetar. Gadis cantik itupun segera mengambil ponselnya. Ia tersenyum kala melihat nama yang tertera di layar ponsel itu.
" Kenapa berhenti?" tanya Kenan.
" Sebentar Om, aku mau jawab telpon dari Daddy aku dulu"
" Oh iya silakan"
Alexa pun menggeser tombol berwarna hijau yang ada di sana.
" Assalamualaikum Dad"
" Wa'alaikum salam. Eca lagi di mana?"
" Di mall Dad, kenapa?"
" Nggak apa-apa. Apa jadi besok pulangnya?"
" Jadi, Daddy mau dibawakan oleh-oleh apa?"
" Apa aja, yang penting bagi Daddy, Eca dan yang lainnya selamat sampe di mansion"
" Aamiin. Daddy lagi apa?"
" Nih mau jemput mommy, mau makan siang bareng"
__ADS_1
" Pasti mommy senang banget Daddy ajak makan siang bareng"
" Pasti dong. Ya udah telponnya Daddy tutup dulu, Om Romy udah datang"
" Iya Daddy, titip salam kangen Eca buat mommy. Dan selamat makan siang"
" Makasih sayang, nanti Daddy sampai kan sama mommy. Ingat selalu waspada"
" Ok Daddy"
Alexa menyimpan kembali ponselnya. Ia senang mendapatkan telpon dari Daddy-nya. Walaupun beberapa hari nggak bertemu ortunya, ia sudah kangen.
" Calon mertua ya, yang telpon?"
" Sejak kapan Daddy aku jadi calon mertua Om?"
" Sejak dua hari yang lalu"
" Ngaco! dan lagi siapa juga yang mau menikah sama Om"
" Emang kamu nggak mau menikah sama saya?"
" Nggak! Om itu terlalu tua"
" Tu..tua? kamu bilang saya tua?"
Beni memalingkan wajahnya, ia tidak ingin ketahuan menertawakan tuannya itu. Sungguh gadis kecil yang sangat pemberani. Dan cuma Alexa lha yang berani bicara seperti itu pada tuannya.
" Emang Om udah tua kan?"
" Kamu ada melihat uban tumbuh di kepala saya. Dan lagi umur boleh tua, tapi wajah saya masih terlihat muda"
" Muda darimana?"
" Coba kamu liat, apa wajah saya ada keriputnya?" kata Kenan sambil mendekatkan wajahnya ke Alexa.
Jantung Alexa berdebar saat melihat wajah Kenan dari dekat. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna. Wajah yang mulus tanpa ada cela.
" Wajahnya jangan terlalu dekat Om" kata Alexa sambil mendorong tubuh Kenan.
" Gimana? apa kamu melihat ada kerutan?"
" Nggak"
" Emang siapa juga yang mau ngajak Om malam mingguan?"
" Ya siapa tau kamu mau nyewa saya sebagai pacar kamu. Kan diantara teman dan saudara kamu, cuma kamu yang jomlo"
" Mending aku di rumah nonton Drakor, ketimbang jalan sama Om"
" Kamu nggak akan rugi kalau jalan sama aku"
" Nggak mau! ajak aja pacar Om"
" Saya sama seperti kamu, jomlo"
" Emang pacar Om yang kemarin mana?"
" Udah saya buang ke laut. Udah jangan ngomongin wanita itu lagi"
Alexa menatap lelaki tampan yang ada disampingnya. Ia melihat ada amarah yang terpendam di mata lelaki itu. Apa sebenarnya yang sudah terjadi pada lelaki gunung es itu.
" Tuan"
" Hhmmm"
" Ada telpon"
" Bilang saja saya lagi sibuk, nggak mau di ganggu"
" Saya nggak berani tuan?"
Kenan menatap asistennya. Sejak kapan asistennya itu menjadi penakut seperti itu. Ia pun merebut ponsel yang ada di tangan asistennya itu.
" Maaf saya sedang sibuk, jadi nanti hubungi kembali"
" Dasar anak nggak ada ukhluk!"
Kenan sontak menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia melihat nama si penelpon. Alangkah kagetnya ia saat melihat nama yang tertera di layar ponsel asistennya itu. Pantas saja asistennya nggak berani.
__ADS_1
" Mama!"
" Iya mama, kenapa?"
" Aku pikir klien yang telpon"
" Sama siapa kamu ke mall?"
" Ke mall?"
" Iya! sama siapa?"
" Sama Beni lha, Ma"
" Jangan bohong?!"
" Aku nggak boong Ma"
" Terus tangan siapa yang kamu gandeng tadi? nggak mungkin tangan Beni, kan?"
" Ya nggak lha Ma! emang mama pikir aku cowok apaan"
" Terus tangan siapa?!"
" Tangan calon mantu mama"
" Siapa? Anggita?"
" No!"
" No? terus tangan siapa?"
" Pacar aku lha!"
" Iya siapa, Kenan Kaliandra Richard?"
" Aku belum bisa kasih tau mama sekarang. Yang jelas itu calon mantu mama. Dan mulai sekarang berhenti menjodohkan aku dengan anak sahabat mama. Nanti pacar aku bisa sedih kalau tau aku di jodohkan"
" Baiklah kalau emang kamu udah punya pasangan. Secepatnya kenalkan sama mama dan papa"
" Siap nyonya. Sekarang telponnya aku tutup ya. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam "
Kenan memberikan kembali ponsel asistennya. " Kamu kirim foto saya ke mama?"
" I..iya tuan"
" Good. Tapi lain kali bilang, biar saya bisa kasih pose yang romantis"
Itu maunya tuan, nona Alexa belum tentu mau.
" Denger nggak kamu, Ben!"
" Denger tuan"
" Saya bilang apa kalau emang kamu denger?"
" Kalau saya mau ngambil foto tuan harus bilang, biar tuan bisa berpose romantis"
" Bener, karena kamu udah mengirim foto saya sama Mama.."
" Jangan potong gaji saya tuan!"
Kenan kaget mendengar ucapan asistennya itu. " Siapa yang mau potong gaji kamu, justru saya mau kasih kamu bonus"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
Mimpi apa tuan ngasih saya bonus. Tapi Alhamdulillah deh, buat nambah modal nikah.
" Makasih tuan"
Kenan membalas dengan menganggukan kepalanya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1