
" Axel, Alexa..!
Darren yang mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Ia segera menemui si pemilik suara.
" Mommy"
Clarissa tidak menghiraukan putranya. Ia terus berjalan sambil memanggil nama kedua cucu kesayangannya.
" Mommy kok bisa disini?"
" Tentu saja bisa, kan mommy punya kaki"
Benar juga.
" Kapan mommy nyampe?"
Bukannya menjawab pertanyaan sang putra, Clarissa malah balik bertanya. " Kok sepi? cucu kesayangan mommy kemana?"
" Lagi keluar. Mommy belum jawab pertanyaan aku"
" Nanti aja nanyanya"
" Mommy sendirian aja pulangnya, atau sama Daddy?"
" Tentu saja sama Daddy. Mana mungkin Daddy kamu mau membiarkan mommy pulang sendiri"
" Terus Daddy mana?"
Tak berselang lama, Jhonatan datang dengan Jhon.
" Panjang umur Daddy, baru aja ditanyain sama anak nakal ini" kata Clarissa.
" Daddy maunya di tanya sama twins Mom. Kemana twins, Mom?"
" Darren bilang lagi keluar Dad"
" Ren, bawa koper mommy sama daddy ke kamar" titah Jhonatan.
Darren meminta pelayan untuk membawakan koper kedua orang tuanya ke dalam kamar. Sekalian ia meminta pelayan untuk membersihkan kamar itu.
Setelah memberikan titah pada pelayan. Darren membawa kedua orang tuanya dan juga Jhon ke ruang keluarga.
" Menantu kesayangan mommy kemana?"
" Ke rumah Serly. Mommy pulang kok nggak kasih kabar dulu?"
" Sengaja, karena mommy mau kasih surprise untuk kedua cucu mommy"
" Kami mendengar kalau twins kemarin di culik?" tanya Jhonatan.
" Iya Dad. Tapi nggak nyampe satu hari kok"
" Walaupun nggak sampe satu hari, tetap aja kamu teledor. Apa seperti itu kamu menjaga cucu-cucu Daddy"
" Maaf Dad" ucap Darren.
" Apa Twins terluka?"
" Alhamdulillah nggak Dad"
" Syukurlah. Kalau twins sampai terluka, Daddy gantung kamu di pohon toge"
" Sembarangan aja Daddy kalau ngomong. Nakal-nakal kek gitu, dia tetap putra mommy. Enak aja Daddy main gantung. Emangnya putra mommy jemuran"
Darren senang karena kali ini sang mommy berpihak kepadanya. Dan ini sungguh hal yang sangat luar biasa. Tak berselang lama terdengar suara Kiran dan juga Serly memasuki mansion.
" Mommy, Daddy" sapa Kiran sambil menyalami kedua mertuanya.
Serly pun ikut menyalami kedua mertua sahabatnya itu.
" Kok mommy nggak bilang mau kesini?"
" Ini juga mendadak sayang, pulangnya"
" Gimana kabar mommy?"
__ADS_1
" Alhamdulillah seperti yang kamu lihat. Mommy sehat. Kamu sendiri gimana?"
" Alhamdulillah aku juga sehat Mom"
" Kamu kok agak kurusan sekarang? apa anak nakal itu tidak memberi kamu makan?"
Kiran tersenyum mendengar ucapan mertuanya itu. " Nggak Mom, putra mommy sangat sayang, baik dan juga perhatian sama aku"
" Kalau dia sayang dan perhatian sama kamu, terus kenapa badan kamu kurus kek gini? nggak kayak waktu hamil twins dulu?"
" Ya jelas beda lha Mom. Kemarin itu istri aku gendutnya karena ada twins di dalam perutnya. Sekarang kan dia udah melahirkan. Ya kempes lagi lha perutnya"
" Mommy nggak nanya sama kamu. Kok kamu pula yang menjawab"
" Habis mommy nanyanya bikin aku emosi"
" Kok kamu pula yang emosi. Wong mantu mommy anteng aja kok"
Ternyata sifat Tom and Jerry twins, didapat dari Daddy dan juga Grandma nya.
" Sudah-sudah, kalian berdua ini kalau udah ke ketemu berantem mulu. Kalau udah berjauhan, kangen-kangenan"
" Mommy kangen sama anak nakal ini, nggak lha ya"
" Bohong banget lha, semalam aja mommy nangis karena nggak di telpon sama Darren" kata Jhonatan.
" Yang bener Dad, Mak tiri nangis karena nggak di telpon?"
" Iya Ren. Malahan mommy suruh Daddy hubungi kamu"
" Daddy, mau tidur diluar malam ini?" tanya Clarissa pada suaminya.
" Nggak mau lha Mom"
" Kalau nggak mau, kunci mulutnya"
Jhonatan pun mengunci mulutnya. Ia tidak ingin nanti tidur ditemani sama nyamuk-nyamuk.
Kiran dan Serly tersenyum melihat ekspresi Daddy Jhonatan. Ekspresi suami mereka juga sama saat di suruh tidur di luar. Dan setelah itu pasti manut kalau dibilang apapun.
" Ya udah, mommy sama Daddy mau istirahat dulu ya. Soalnya capek" pamit Clarissa.
" Makasih sayang"
Clarissa dan suaminya segera menuju kamar mereka. Ya pasutri itu sudah punya kamar tetap di mansion itu. Sama seperti Anggun dan Vandy.
" Axel sama Alexa belum pulang juga By?" tanya Kiran.
" Belum sayang"
" Emang twins pergi kemana?" tanya Serly.
" Ke supermarket" jawab Kiran.
" Supermarket kan lumayan deket. Seharusnya mereka udah nyampe" kata Serly.
" Iya. Tapi nggak tau mereka berdua nyangkut dimana"
" Ya udah, biar aku telpon dulu" kata Darren.
Darren segera menghubungi nomor putri kesayangannya. Tak berselang lama telpon pun tersambung.
" Hallo Dad"
" Baca salam dulu sayang"
" Oh iya lupa. Assalamualaikum Daddy"
" Wa'alaikum salam, nah gitu baru bener. Eca sudah siap belanja?"
" Udah Dad"
" Terus kenapa belum pulang?"
" Eca lagi nunggu Axel"
__ADS_1
" Emang Axel kemana?"
" Lagi manjat"
" Manjat?!"
" Hhmm"
" Eca nggak suruh Axel curi mangga tetangga kan?"
" Ya nggak lha daddy. Lagian Axel nggak lagi manjat pohon mangga"
" Lalu?"
" Axel lagi metik buah kersen"
" Buah kersen?"
" Iya, buahnya banyak. Dan nggak ada yang ngambil lagi"
" Kalau gitu ambil yang banyak. Ntar bagi Daddy ya?"
" Ok Dad"
Sambungan telepon pun berakhir. Darren menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Mereka dimana By?"
" Lagi ngambil buah kersen, sayang"
" Dimana?"
" Mereka nggak bilang sih. Mungkin buah kersen yang deket pabrik tekstil"
" Aku nggak nyangka mereka masih ingat sama buah kersen. Padahal mereka makan itu waktu masih kecil"
Ya, Kiran memperkenalkan buah kersen itu kepada twins, saat mereka akan pergi ke pantai. Dan berhenti di bawah pohon kersen. Saat itulah twins bertanya itu pohon apa? buahnya bisa dimakan atau tidak?. Ternyata sampai sekarang twins mengingat nama buah itu.
" Oh iya, denger-denger Nando mau ke Sumatera ya?" tanya Serly.
" Iya. Rencananya besok dia mau berangkat. Lo mau ikut?"
" Mau sih. Siapa tau di sana nemu brondong"
" Sadar. Ingat suami sama anak" kata Kiran.
" Ya ingat lha. Tapi kan nggak ada salahnya cuci mata"
" Tobat Ser, udah punya suami sama anak" kata Darren.
" Ya kan cuma buat cuci mata doang Ren"
" Kan Lo udah cuci mata setiap hari sama bodyguard yang ada di rumah belakang"
" Iya sih. Tapi kan pengen kenalan sama brondong Sumatera"
" Jangan contoh Serly ya Yank" kata Darren.
" Nggak By. Aku cukup Oppa-oppa glowing aja"
" Kalau gitu apa bedanya kamu sama Serly?" kata Darren.
" Ya beda lha. Kalau Serly kan kenceng sama yang brondong, kalau aku sama Oppa-oppa"
" Bagi aku, kalian berdua sama aja" kata Darren sambil berlalu pergi.
" Idih ngambek" ledek Kiran.
" Biarin. Aku sama Doni mau cari Noona-Noona"
" What! awas kalau kamu berani jajan diluar ya By. Aku bikin burung kamu nggak bisa berkicau" ancam Kiran.
Darren tidak mendengarkan ucapan istrinya. Dia terus berjalan keluar mansion. Ia juga ingin melihat istrinya kepanasan. Daripada dia terus yang dibuat kepanasan karena Oppa-oppa glowing itu.
To be continue..
__ADS_1
Udah hari Senin nih, jangan lupa like, komen, Vote dan juga hadiahnya ya..🤗🤗
Happy reading 😚😚