
Malam hari.
Semua keluarga Kiran berkumpul di ruang keluarga. Seperti biasa selesai makan malam, mereka ngobrol bersama sebelum beristirahat.
" Gimana sekolah Eca sama Axel?" tanya Darren.
" Lancar Daddy" jawab Twins.
" Bukankah sebentar lagi Eca sama Axel ujian?"
" Iya. Makanya Eca butuh liburan, sebelum ujian datang"
" Yang ada di kepala kamu cuma liburan aja, ya?" kata Axel.
" Alah! kek kamu nggak aja"
" Emang nggak. Kapan aku minta liburan sama daddy atau pun mommy?"
" Walaupun nggak minta. Tapi kalau daddy ngajak aku liburan, pasti kamu ikut"
" Tentu saja aku ikut. Siapa yang bisa nolak kalau di ajak liburan"
" Tuh kan, mau liburan juga"
" Selesai ujian, Daddy akan ajak Eca sama Axel jalan-jalan"
" Beneran ya, Dad?"
" Hhmmm"
" Jangan janji kalau nanti kamu nggak bisa tepati, By" kata Kiran.
" Aku akan kosongkan semua jadwal aku saat liburan twins sayang. Jadi kamu tenang aja"
" Baguslah kalau begitu. Jadi kemana kita akan liburan?" tanya Kiran.
" Ntar Eca cari tempat yang bagus untuk liburan"
" Ok, mommy akan tunggu kabarnya"
Kok jadi istri gue yang bersemangat untuk liburan. Apa keluarga gue emang butuh liburan?.
" Kalian berdua, apa sudah memikirkan tema untuk acara resepsinya?" tanya Kiran pada Nando.
" Sudah Kak" jawab Nando.
" Jadi mau tema apa?"
" Karena pestanya akan diadakan di outdoor, maka kita berdua memilih tema garden. Soalnya Nia sangat suka dengan bunga"
" Tema yang bagus. Karena belum ada diantara keluarga kita yang memakai tema garden"
" Kenapa nggak tema horor aja " kata Darren.
" Jangan ngaco kamu, By"
" Udah lama aku nggak pake kostum drakula, sayang"
" Ingat umur, kalau kamu mau pake kostum drakula pake saja saat Helloween"
" Disini mana ada tradisi kek gitu sayang"
" Nah itu tau"
" Besok kalau Eca atau Axel sudah menikah, aku suruh mereka pake tema horor"
" Nggak mau!" tolang Eca dan Axel.
" Kenapa? kan seru?"
" Kita mau pake tema sesuai keinginan kita. Dan lagi umur Eca sama Axel masih kecil, jadi belum sempat memikirkan pernikahan" kata Alexa.
" Kayaknya kamu udah ketularan penyakit Serly deh, By"
" Ngaco kamu, sayang"
" Yang punya ide aneh-aneh kek gitu biasanya kan Serly"
" Dan sekarang menular ke kamu"
" Aku cuma sayang sama kostum drakula-nya. Masa cuma satu kali aja di pakainya"
" Kamu bikin aja acara di kantor kamu. Suruh semua pegawai memakai kostum horor"
" Nggak seru. Gimana kalau kita berdua pakai kostum horor?"
" Nggak! jangan macem-macem. Eca sama Axel tidur gih, besok kalian berdua sekolah?"
__ADS_1
" Siap Mom. Eca ke kamar dulu"
" Axel juga"
Twins pun segera ke kamarnya. Karena mereka berdua juga sudah mengantuk. Dan besok mereka juga harus bangun pagi.
" Kita berdua juga mau istirahat dulu Kak" pamit Nando.
" Hhhmm"
Nando tidak ingin berlama-lama di sana. Bisa-bisa nanti abangnya meminta ia dan Rania merubah tema pernikahannya.
" Kita juga tidur yuk, By" ajak Kiran pada suaminya.
" Kamu duluan sayang, aku lagi nunggu Roni"
" Roni?"
" Hhmmm"
" Tuan muda"
" Ada bisnis apa kamu sama Roni?"
" Nggak ada bisnis apa-apa sayang"
" Apa kamu meminta Roni untuk mengikuti Eca?"
" Hhmmm"
" Terus gimana? apa ada informasi yang penting?"
" Aku juga nggak tau. Tapi aku harap Roni membawa kabar bagus hari ini. Bukankah kamu juga meminta salah satu bodyguard bayangan untuk mengikuti Eca?"
" Ng-nggak!"
Darren tersenyum mendengar jawaban istrinya. Istrinya sudah ketahuan bohong, tapi dia masih saja tidak mau jujur.
" Jangan bohong? aku tau kamu lagi menyelidiki lelaki yang dekat sama Eca?"
Kiran menghela nafasnya. Ia memang tidak bisa berbohong pada suaminya.
" Apa bodyguard kamu yang memberi tau kamu?"
" Tidak. Misi Roni sama dengan bodyguard bayangan yang kamu suruh"
" Maksud hubby"
" Ck, kenapa kamu nggak bilang dari tadi"
" Kan kamu nggak nanya"
Tak berselang lama, orang yang di tunggu datang juga. Berbeda dengan bodyguard yang menjaga mansion, pakaian dinas Roni adalah baju kaos berwarna hitam. Namun dia juga memakai rompi anti peluru.
" Malam tuan muda"
" Bagaimana?"
" Lusa nona kecil akan pergi ke acara ulang tahun pemuda itu"
" Lusa?"
" Iya. Dan pestanya akan di adakan di hotel milik keluarga nona muda"
" Benarkah?"
" Iya tuan muda. Bahkan saya juga sudah datang ke hotel untuk menanyakan informasi itu"
" Bagus. Apa ada lagi?"
" Kabarnya keluarga itu juga akan mengadakan pertunangan?"
" Pertunangan?"
" Iya tuan. Tapi anaknya tidak tau kalau orang tuannya akan mengumumkan pertunangan mereka?"
" Menarik! apakah nanti akan ada pertunjukan yang menarik?"
" Sepertinya begitu tuan"
" Apa kita akan ke sana sayang?" tanya Darren pada istrinya.
" Tentu saja. Bagaimana bisa kita melewatkan sesuatu yang menarik"
" Baiklah sekarang kamu boleh pergi"
Roni pun segera undur diri. Ia akan tidur, karena sudah dua hari dia tidak tidur. Sekarang hanya tinggal Darren dan Kiran di sana.
__ADS_1
" By"
" Hhmmm"
" Apa kejadian aku dulu akan terjadi lagi sama Eca?"
" Tentu saja tidak. Karena aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putriku. Dan lagi cerita kamu sama Eca itu berbeda sayang"
" Berbeda?"
" Hhmmm"
" Apa yang berbeda"
" Bedanya sangat banyak. Pertama, kamu yang mencintai lelaki bodoh itu. Sedangkan Eca belum mencintai lelaki itu. Yang kedua, kamu terlalu tergila-gila dengan laki-laki bodoh itu. Sedangkan putri kita tidak. Dan lagi--"
" Stop! jangan dilanjutkan lagi"
" Kenapa?"
" Aku nggak mau denger"
Apa kata suaminya memang benar, kalau dulu dirinya terlalu bodoh. Karena ia mau mengorbankan segalanya demi lelaki yang dibilang bodoh oleh suaminya itu.
Tapi ia beruntung karena di pertemukan dengan tuan muda yang aneh dan juga gila.
" Udah malam, yuk kita tidur"
" Hhmmm"
Darren menggendong istrinya ke kamar. Walaupun ia sudah tidak muda lagi. Bukan berarti ia akan berhenti memanjakan istrinya. Ia akan berhenti memanjakan istrinya saat jantungnya sudah tidak berdetak lagi.
...***...
Kevin memasukkan paper bag yang berisi dress yang ia beli tadi. Ia akan memberikan dress itu besok pada Alexa. Ia ingin gadis cantik itu memakai dress itu ke acara ulang tahunnya besok malam.
Setelah memasukan paper bag, Kevin menghubungi Alexa. Kegiatan yang sering mereka berdua lakukan sebelum tidur. Tak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Hallo assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Udah tidur?"
" Belum. Kalau udah tidur mana bisa jawab telpon dari kakak "
" Iya juga sih. Terus sekarang lagi apa?"
" Lagi baring aja"
" Besok berangkat sekolah bareng ya?"
" Boleh"
" Besok kakak jemput ya?"
" Iya, jemput di rumah Alisha aja. Soalnya aku tidur di rumah Alisha"
" Alamatnya?"
" Jalan Cempaka nomor 128"
" Ok, besok kakak jemput. Sekalian ada yang mau kakak bicarakan sama kamu"
" Emang nggak bisa bicara sekarang?"
" Kakak maunya ngomong langsung sama kamu"
" Baiklah"
" Besok kamu juga kerjakan?"
" Hhmmm"
" Kakak yang nganterin. Sekalian kakak mau liat, kamu kasih hukuman apa orang-orang yang sudah mengusik kamu"
" Kakak cukup jadi penonton aja nanti"
" Baiklah, sekarang kita tidur, besok sekolah"
" Ok Kak"
" Sampai bertemu besok, good night "
Panggilan pun berakhir. Kevin menyimpan ponselnya di atas nakas. Ia mematikan lampu kamarnya. Dan siap untuk pergi ke alam mimpi.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚
Panggilan pun berakhir.