Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tertidur


__ADS_3

Kenan tidak mendengar suara game Alexa. Ia melirik lewat ekor matanya, ternyata gadis cantik itu sudah tertidur di sofa dengan ponsel masih di tangannya.


Lelaki tampan itu bangkit dari duduknya. Ia membenarkan tidurnya Alexa supaya gadis itu merasa nyaman. Tak lupa ia menyelimuti tubuh Alexa dengan jasnya.


Cekrek.


Kenan mengambil foto Alexa yang lagi tidur. Gadis cantik itu sangat menggemaskan kalau tidur seperti itu. Lelaki tampan itu menjadikan foto itu sebagai wallpaper ponselnya.


" Tidur yang nyenyak gadis galak ku"


Cup.


Satu kecupan mendarat di kening Alexa. Ya itu kecupan selamat tidur dari Kenan. Lelaki tampan itu tersenyum setelah mencium kening Alexa.


" Kamu kalau tidur kek gini menggemaskan banget. Tapi kalau udah bangun kek singa yang kelaparan. Ngajak gelud mulu"


Setelah selesai membenarkan tidur Alexa, Kenan kembali ke meja kerjanya. Dia akan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.


" Tuan!"


Beni menerobos masuk kedalam ruangan tuannya.


" Sssssttt"


Kenan menunjuk kearah sofa tempat dimana Alexa sedang tertidur pulas.


" Maaf tuan"


" Ada apa kamu kesini?"


" Saya baru mendapatkan laporan dari salah satu anak buah bayangan kita. Mereka bilang kalau black cobra sudah mulai bergerak"


" Bagus. Emang itu yang kita tunggu. Lanjutkan"


" Seperti yang tuan bilang, kalau mereka mengincar Aiden"


" Karena wanita gila itu sudah membocorkan kelemahan saya"


" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?"


" Terus pantau mereka, dan penjagaan untuk Aiden harus diperketat lagi. Kita akan liat seberapa beraninya mereka menyentuh keluarga saya"


Beni menyayangkan tindakan black cobra itu. Karena dia tau bagaimana tuannya kalau sudah marah. Bahkan bosnya itu pernah menguliti musuhnya hidup-hidup.


" Ben"


" I.. iya tuan"


" Kamu melamun!"


" Ti.. tidak tuan"


" Lalu kenapa kamu nggak nyaut saat saya panggil"


" Saya lagi membayangkan bagaimana nasib black cobra nanti tuan"


" Nggak usah kamu bayangkan. Jangan lupa bilang sama anak buah kamu jangan pernah lengah. Saya tidak ingin ada kesalahan"


" Siap tuan"


" Dimana mereka beraksi?"


" Tadi siang di sekolah Aiden, tuan"


" Berani sekali mereka menunjukkan diri di tempat keramaian"


" Mereka hanya memantau dari kejauhan tuan"


" Mungkin mereka sedang melihat situasi di sekolah Aiden. Setelah tau kondisi dan situasi di sana, barulah mereka bergerak"


" Sepertinya begitu tuan. Mereka pikir, kita tidak akan tau rencana mereka"


" Biarkan saja mereka berpikir seperti itu. Yang penting jangan lengah dan tetap waspada. Karena lawan kita juga bukan orang yang bodoh"


" Baik tuan. Nanti saya akan beritahu anggota yang ada di lapangan"

__ADS_1


" Good. Kalau tidak ada hal lain lagi, kamu boleh pergi"


" Baik tuan, saya permisi dulu"


" Hhmmm"


Baru sampai di depan pintu, Beni menghentikan langkahnya. " Tuan, anggota tingkat S akan segera kembali. Mereka bilang misi mereka berhasil dilaksanakan"


" Suruh mereka cepat kembali. Saya sudah tidak sabar ingin mengunjungi musuh lama saya"


" Baik tuan"


" Oh iya Ben, jangan lupa kasih mereka bonus karena sudah berhasil menjalankan misi"


" Ok tuan. Apa saya dapat bonus juga tuan?"


" Nggak! kamu belum ada menyelesaikan misi"


" Setiap hari saya menjalankan misi tuan"


" Misi apa yang kamu lakukan?"


" Mengerjakan pekerjaan kantor"


" Itu bukan misi, Beni!"


" Misi juga tuan. Kan otak dan juga otot saya bekerja"


" Nanti saya akan berikan bonus sepuluh persen untuk kamu"


" Beneran tuan?"


" Hhmmm"


Tumben bos gue baik. Biasanya suka potong gaji gue seenak jidatnya.


" Kalau begitu saya pamit dulu tuan"


" Perasaan daritadi kamu mau pamit, tapi nggak jadi-jadi"


" Ini mau jalan tuan"


Kenan melihat gadis cantik yang masih tertidur pulas di sofa. Ia tidak menyangka Alexa tidak terbangun karena mendengar suaranya dan Beni tadi. Lelaki tampan itu melanjutkan kembali pekerjaannya.


Satu jam telah berlalu. Akhirnya pekerjaan Kenan selesai juga. Dan ia pun bersiap untuk pulang. Tapi sebelum itu ia akan mengantarkan Alexa ke mansion-nya.


Kenan memakai jasnya. Ia sudah menyimpan semua berkas penting kedalam brangkas pribadinya. Setelah itu ia menghampiri putri tidur yang masih berada di dunia mimpinya.


" Tipis, bangun" kata Kenan sambil mentoel pipi Alexa.


Walaupun sudah ditoel-toel sama Kenan. Tapi Alexa tetap tidak bangun. Gadis cantik itu malah memiringkan tubuhnya kearah Kenan. Sekarang wajah Alexa tepat berada di depan wajah Kenan. Kenan bisa merasakan hembusan nafas Alexa.


Tangan Kenan refleks mengelus pipi Alexa. Kulit gadis cantik itu begitu mulus, bak kulit bayi yang baru lahir. Mata Kenan tertuju pada bibir Alexa yang merah bak Cherry.


Sadar Kenan. Lo nggak boleh mencuri ciumannya di saat dia sedang tertidur.


Kenan mencoba membangunkan Alexa kembali. Tapi gadis cantik itu tetap tidak bangun juga. Padahal Kenan sudah membangunkannya dengan berbagai cara.


Karena Alexa tidak kunjung bangun. Akhirnya Kenan memutuskan untuk menggendong gadis cantik itu.


Sebelum menggendong Alexa, Kenan mengambil kunci mobilnya. Setelah itu barulah ia menggendong Alexa ke luar dari ruangannya.


" Tuan, nona Alexa kenapa?" tanya Beni saat melihat tuannya berjalan menuju lift.


" Nggak kenapa-kenapa"


" Terus kenapa tuan menggendong nona Alexa?. Tuan nggak membunuhnya, kan?"


" Ngaco kamu! mana mungkin saya membunuhnya"


" Siapa tau karena tuan kesambet setan penghuni toilet"


" Jangan ngadi-ngadi kamu. Cepat bantu saya pencet tombol lift-nya"


" Siap tuan"

__ADS_1


Kenan dan Beni masuk kedalam lift.


" Kok bisa ya nona Alexa nggak bangun ya tuan?"


" Tidurnya kek kebo. Jadi mau keadaan seperti apapun dia tidak akan bangun"


" Gimana kalau gempa ya tuan. Apa nona Alexa nggak akan bangun juga?"


" Mungkin"


Ting.


Pintu lift terbuka. Kenan segera keluar dari lift, diikuti sama Beni. Para karyawan kantor kaget melihat bos mereka menggendong seorang gadis.


" Bos gendong siapa tuh?"


" Apa jangan-jangan itu kekasihnya si bos?"


" Kalau bener itu kekasih bos, berarti kita-kita nggak punya kesempatan lagi untuk dekat dengan bos"


Begitulah obrolan para karyawan wanita itu. Mereka dengan percaya dirinya mengatakan kalau mereka bisa dekat dengan Kenan. Padahal Kenan tidak pernah melirik mereka sekalipun.


Kenan tidak menghiraukan ekspresi kaget karyawannya. Dia terus berjalan menuju parkiran.


" Ben buka pintu mobilnya"


" Siap tuan"


Kenan membaringkan tubuh Alexa di kursi depan sebelah kursi sopir. Sebelum itu Kenan sudah menyetel tempat duduk Alexa. Supaya gadis cantik itu merasa nyaman.


" Bos mau saya anterin pulang?"


" Tidak perlu. Hari ini saya yang akan membawa mobil sendiri"


" Baik tuan"


Beni pun meninggalkan mobil tuannya. Tumben tuannya itu tidak mau diantarkan pulang. Mungkin karena ada nona Alexa.


Kenan melajukan mobilnya meninggalkan parkiran perusahaan. Diikuti sama mobil Beni dibelakang.


Mmmmm..


Alexa kaget karena dirinya sudah berada dalam mobil. Bukankah tadi dia tidur di kantor Om gunung es.


" Udah bangun putri tidur?"


" Ko aku bisa ada didalam mobil, Om?"


" Tadi saya yang gendong kamu ke mobil"


Alexa melihat tubuhnya. Ia lega karena pakaiannya masih lengkap dan masih sama dengan pakaian yang ia pakai dari rumah tadi.


" Kamu pikir saya akan mengambil kesempatan di saat kamu lagi tidur?"


" Siapa tau. Kan Om itu suka nyosor"


" Tenang saja saya tidak akan melakukan itu di saat kamu lagi tertidur"


" Dasar tukang sosor"


" Jangan tidur seperti tadi di tempat orang lain"


" Kenapa?"


" Kamu tidur kek orang mati, bahaya"


" Bahaya?"


" Hhmmm"


" Bahaya gimana?"


" Nanti kamu di apa-apain sama orang. Karena tidur kamu kek orang mati gitu. Dan untungnya tadi saya yang di sana"


Justru karena itu Om, aku takut.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2