
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Alexa menepuk-nepuk pipinya. Ia berasa seperti mimpi. Pemandangan yang indah tadi, masih terbayang-bayang dimatanya. Biasanya ia melihat roti sobek di dalam drama yang ia tonton.
Sekarang ia bisa melihat secara live roti sobek yang menggugah selera. Ingin rasanya ia menyentuh roti sobek itu. Ia menggelengkan kepalanya agar tidak lagi memikirkan hal-hal yang mesum.
" Ketemu!"
" Astagfirullah. Axel! ngagetin aja tau nggak?"
" Salah sendiri, ngapain bengong "
Plak..
Aawwww..
" Sakit Eca"
" Eleh, baru dipukul kek gitu udah ngeluh sakit. Payah kamu!"
" Eca habis dari kamar paman ya?"
" Udah tau nanya"
" Biar nggak tersesat, makanya nanya"
" Minggir! gue mau pergi dulu"
" Mau kemana?"
" Ke kamar" jawab Alexa sambil berlalu pergi meninggalkan saudara kembarnya itu.
" Ikut" kata Axel sambil menyusul saudara kembarnya.
Alexa mempercepat langkahnya. Axel juga mempercepat langkahnya. Kali ini dia tidak ingin di tinggal sama saudara kembarnya itu.
" Axel sama Eca mau kemana?" tanya Kiran saat melihat twins melewatinya.
" Kamar" jawab Twins kompak.
" Ada yang mau bantu mommy nggak?"
" Ada Mom, Axel" jawab Alexa.
" Kok gue"
" Kan kamu adek, jadi kamu harus bantu mommy, ya?"
" Kan elo kakaknya disini. Jadi harusnya kamu dong yang bantu mommy"
" Jadi nggak ada yang mau bantu mommy ke supermarket nih?"
" Cepat bilang mau, ntar Lo dikutuk mommy jadi wajan lho?"
" Axel mau Mom"
" Adek aku emang pinter. Mom, Axel mau bantu mommy. Eca mau keluar bentar, bye bye Axel"
" Eits..! tunggu dulu? kan kamu mau keluar, jadi temenin aku ke supermarket " kata Axel.
" What..!"
" Nggak usah kaget gitu"
" Tapi kan kamu setuju tadi kalau mau bantu mommy. Tapi sekarang kok ngajak aku?"
" Karena kita itu kembar, jadi kemana-mana harus berdua"
" Siapa yang bilang begitu?"
" Aku"
" Walaupun kita kembar, bukan berarti kita bisa selalu barengan. So? jangan ngadi-ngadi"
" Pokoknya kamu harus temenin aku" kata Axel sambil menggenggam tangan saudara kembarnya.
" Mommy tolongin Eca dong?"
" Kali ini mommy setuju sama Axel"
" Makasih Mom"
Axel tersenyum penuh kemenangan. Karena sang mommy berpihak kepadanya. Tentu saja kakaknya itu tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.
" Mommy sudah tulis disini, semua barang yang akan kalian berdua beli. Dan ini juga bagus untuk Eca. Jadi Eca bisa tau nama-nama bumbu masakan "
" Benar apa kata mommy. Secara kan kamu anak perempuan, jadi harus pinter masak kek mommy. Ini nggak, udah gede belum juga tau mana garam, mana gula"
__ADS_1
Pletak..
" Eca! kamu kok suka banget sih mukul aku?"
" Makanya jangan sembarang ngomong"
" Ya kan benar apa yang aku bilang"
" Stop! sekarang cepat pergi ke supermarket" kata Kiran sambil menyerahkan black card-nya pada Alexa.
Setelah mendapatkan black card , Twins segera pergi dari sana. Kalau tidak, mommy singa pasti akan marah.
" Kita pergi sama mobil?" tanya Alexa saat mereka sudah berada di depan mobil Axel.
" Hhmm"
" Nggak! kita pergi sama motor"
" Panas Eca?"
" Ya nggak apa-apa, lagian ini masih jam sepuluh"
" Ingat! panas matahari jam sepuluh keatas tidak baik untuk kesehatan. Terutama untuk kulit" kata Axel.
" Eleh! bilang aja kamu takut hitam"
" Nggak percaya banget sih dibilangin" kata Axel sambil menyerahkan ponselnya pada Alexa.
" Ngapain kamu ngasih ponsel ke aku?"
" Baca "
Alexa menuruti apa kata adiknya itu. Ia membaca artikel yang ada di ponsel Axel.
" Ck, sempat-sempatnya cari artikel " kata Alexa sambil melemparkan ponsel saudara kembarnya.
Untung Axel cepat menangkapnya, kalau tidak ponselnya sudah mencium lantai. Dan tidak bisa di pakai lagi.
" Buruan Axel! ntar mommy marah karena kita belum juga pergi"
" Iya, kalau mommy marah itu karena kamu" kata Axel.
Alexa tidak mendengarkan ucapan Axel. Ia lebih memilih memainkan game yang ada di ponselnya.
...***...
" Axel, kamu bawa trolinya ya?"
" Hhmm"
Twins pun mulai belanja. Mereka mencari item yang pertama. Di kertas itu tertulis lengkuas. Twins segera meluncur ke bagian bumbu masakan.
Alexa bingung mencari mana yang lengkuas. Karena bentuk yang ada di sana semuanya sama.
" Axel, mana nih yang lengkuas?"
" Kan tinggal baca tulisan yang ada di bawah sini Eca" jawab Axel sambil menunjuk tulisan yang ada di sana.
" Benar juga. Kenapa aku bisa lupa kek gini ya"
" Karena udah tua"
Alexa tidak membalas ucapan adiknya itu. Karena ia sadar kalau sekarang mereka sedang berada di supermarket.
Item pertama sudah di dapat. Sekarang mereka mencari item kedua dan seterusnya. Dan sekarang troli mereka sudah mau penuh.
" Sepertinya ini item yang terakhir " kata Alexa sambil mengambil ice cream kesukaannya.
" Emang mommy ada nulis ice cream juga?"
" Nggak!"
" Terus kenapa kamu ngambil ice cream?"
" Karena pengin lha"
" Nanti mommy marah lho?"
" Nggak akan. Karena uang mommy tidak akan habis hanya karena beli satu ice cream"
" Ada aja jawaban kamu"
Axel pun mengambil satu ice cream yang dia suka.
" Kok kamu ngambil dua?"
" Tenang, uang mommy tidak akan habis hanya karena dua ice cream ini"
__ADS_1
" Walaupun uang mommy tidak akan habis, tapi nggak seharusnya kamu ngambil ice cream nya dua"
" Nggak apa-apa, lagian kan cuma sekali-kali makan ice cream "
" Ya udah, yuk ke kasir"
Axel mendorong trolinya menuju tempat kasir. Setelah membayar semua belanjaannya, Twins segera keluar dari supermarket.
" Kamu tunggu di sini, aku mau ngambil mobil dulu"
" Ok"
Alexa menunggu saudara kembarnya di bawah pohon yang tidak jauh dari supermarket. Ia malas menunggu di depan pintu masuk supermarket.
" Alexa"
Mendengar ada yang memanggil namanya, Alexa segera menoleh kearah suara.
" Alisha"
" Lo ngapain duduk disini sendirian? nggak takut kesambet sendirian duduk disini?"
" Nggak lha. Lagian gue cuma sebentar disini. Gue lagi nunggu adik gue"
"Lo punya adik?"
" Hhmm"
" Lalu adik Lo kemana?" tanya Alisha sambil melihat sekelilingnya.
" Lagi diparkiran. Lo mau kerja ya?"
" Iya"
" Semangat ya kerjanya "
" Makasih"
" Oh iya, minta nomor ponsel Lo dong?" kata Alexa sambil memberikan ponselnya pada Alisha.
Alisha mengambil ponsel Alexa, kemudian mengetik nomornya di sana.
" Udah"
" Makasih"
Alexa segera menghubungi nomor Alisha. Beberapa detik kemudian, ponsel Alisha berbunyi.
" Itu nomor gue, save ya"
" Ok. Sekarang gue masuk dulu, ntar kena marah sama manager karena datang terlambat"
" Padahal gue mau ngenalin Lo sama adik gue?"
" Lain waktu kan masih bisa"
" Baiklah"
" Gue masuk dulu ya"
" Hhmm"
Alisha segera masuk kedalam supermarket. Baru beberapa langkah, ia berpapasan dengan mobil Axel. Tapi sang empunya mobil tidak melihatnya. Mobil Axel terus melewati Alisha.
" Kamu lama banget sih, ngambil mobilnya" kata Alexa saat mobil saudara kembarnya berhenti tepat di depannya.
" Macet Eca"
" Eh! diparkiran mana bisa macet. Alasan kamu itu nggak kreatif banget " kata Alexa sambil membanting pintu mobil.
" Eca!"
" Apa!"
" Jangan dibanting gitu pintunya ntar rusak"
" Eleh! mobil jelek kek gini kok"
" Justru karena jelek, kamu harus hati-hati menutup pintunya"
" Buruan jalan"
Axel melajukan mobilnya meninggalkan supermarket itu.
To be continue.
Maaf ya semalam nggak sempat up, soalnya ketiduran...ðŸ¤
__ADS_1
Happy reading 😚😚