
Sam semakin mengagumi bosnya. Walaupun sang bos terkenal sangat kejam dunia mafia, tapi dia juga sosok yang pemaaf. Bosnya memang tidak tega kalau sudah berbicara soal keluarga. Apalagi istri dari Baskoro sedang sakit. Membuat tuannya semakin tidak tega.
" Berterima kasihlah pada istri Anda. Karena dia nyawa anda bisa selamat. Kalau tidak, bos saya mungkin sudah menjadikan anda santapan lion"
" I..iya tuan"
" Anda bisa lihat bagaimana jinak nya singa itu sama bos saya. Itu bukan karena tuan saya mempunyai ilmu penjinak binatang. Tapi hewan itu sudah dipelihara semenjak dia bayi. Dan diperlakukan dengan baik sama bos saya"
Baskoro menatap singa jantan yang masih asik bermanja-manja dengan Darren. Singa itu terlihat sangat menyayangi Darren. Begitu juga sebaliknya.
" Saya menyesal sudah menyinggung tuan Darren"
Sam tersenyum mendengar ucapan Baskoro. Kalau dia jadi Baskoro, mungkin dia akan berpikir seribu kali untuk menyinggung orang berkuasa di Eropa itu.
" Lain kali sebelum bertindak, anda harus cari tau siapa lawan anda. Asal anda tau, pembunuh bayaran yang anda kirim itu tidak ada apa-apanya bagi tuan muda kecil kami"
" Maksud anda Axel?"
" Ya. Axel itu sangat pintar dan juga cerdas. Ilmu beladiri nya juga dia atas saya. Bahkan dia dan saudara kembarnya pernah mengalahkan black cobra"
Baskoro kaget mendengar ucapan anak buah Darren. " Bukankah black cobra itu salah satu kelompok mafia yang ditakuti para pebisnis?"
" Mungkin. Tapi bagi tuan dan nona muda kami mereka tidak ada apa-apanya"
Baskoro memang sudah salah memilih lawan. Ia tidak menyangka kalau Axel dan saudaranya pernah mengalahkan kelompok mafia black cobra. Mungkin dia memang harus berterima kasih pada istrinya. Karena dia nyawanya bisa terselamatkan.
" Sam"
" Iya bos"
" Bawa tuan Baskoro keluar dari markas. Kalau dia masih disini, nanti jiwa membunuh saya bangkit lagi"
Baskoro menelan ludahnya. Ia tidak menyangka kalau Darren belum sepenuhnya memaafkannya.
" Ayo tuan Baskoro"
" Sekali lagi terima kasih tuan Darren. Saya janji tidak akan pernah mengusik anda dan keluarga anda lagi"
Sam segera membawa Baskoro keluar dari markas. Ia meminta anak buahnya untuk mengantarkan Baskoro ke rumahnya.
" Apa orang itu sudah pergi?"
" Sudah bos"
" Bersihkan ruangan ini. Saya tidak ingin aura jahat Baskoro mengotori markas saya"
" Nanti kami akan membersihkan ruangan ini"
" Ya sudah, saya sama Axel pergi dulu. Tolong jaga markas dan juga lion dengan baik"
" Siap bos. Kami akan melaksanakan tugas dengan baik"
Darren berpamitan dengan hewan kesayangannya. Sekarang lion sudah besar. Rasanya baru kemarin dia menyelamatkan hewan imut dari pemburu. Tapi sekarang lion sudah tumbuh besar.
" Kapan-kapan saya ajak kamu main ke mansion"
Lion pun mengaum. Sepertinya lion sangat senang mendengar ucapan Darren. Singa jantan itu memang sudah lama tidak dibawa main ke mansion.
Jarak markas Darren dari mansion tidak terlalu jauh. Markasnya masih di lingkungan mansion mewahnya. Lebih tepatnya dibelakang rumah Serly.
__ADS_1
" Baik-baik sama Sam ya, jangan nakal"
Axel juga mengelus singa jantan itu. Sama seperti Daddy-nya, ia juga menyayangi lion. Axel juga ikut merawat lion sedari kecil. Lion memang hewan kesayangan keluarganya. Sekarang ditambah dengan Jakson.
" Oh iya sekali lagi selamat ya bos kecil. Karena sudah memenangkan tendernya"
" Makasih om Sam"
" Sama-sama bos kecil"
Darren dan putranya pun pergi meninggalkan markas. Mereka akan pergi ke toko kue Alexa. Tapi sebelum itu mereka mampir di warung bakso langganan keluarganya.
...***...
Romy sedang memesan bakso untuk anak panti asuhan dan juga anak-anak yang ada di rumah singgah. Tak lupa juga ia memesan untuk anak dan istrinya.
" Tumben sendirian Den Romy"
" Iya Mang. Sebentar lagi Darren nyusul. Tadi dia ada urusan sebentar"
" Mau ngadain acara ya, Den?"
" Nggak Mang. Ini Axel sedikit berbagi karena memenangkan tender"
" Wah hebat ya Den Axel. Masih kecil tapi sudah mengerti soal bisnis"
" Iya Mang. Mungkin udah turunan dari keluarga besarnya"
" Mungkin Den"
Tak berselang lama Darren dan Axel pun sampai di warung bakso langganan keluarganya.
" Benarkah?"
" Hhhmmm"
" Gimana kabarnya, Mang?"
" Alhamdulillah sehat Den. Aden sendiri gimana kabarnya?"
" Alhamdulillah saya juga sehat, Mang"
" Den Axel sudah besar, ya?"
" Iya Mang"
Para pengunjung lain heran melihat keakraban penjual bakso dengan orang berpengaruh di kota J. Padahal mereka orang kaya dan juga sukses. Tapi mereka mau berteman dengan orang kecil.
" Neng Alexa nggak ikut, Den?"
" Nggak Mang. Dia lagi sibuk sama tokonya"
" Neng Alexa punya toko?"
" Iya Mang, toko kue dan juga cafe"
" Wah hebat ya. Masih kecil sudah pintar cari duit"
" Tokonya sama cafenya bukan cuma punya Alexa Mang. Dia kongsi bertiga, sama anak Romy dan juga Alisha pacarnya Axel"
__ADS_1
" Den Axel udah punya pacar?"
" Udah Mang" jawab Axel sambil tersenyum.
Senyuman Axel membuat hati cewek-cewek yang ada di sana meleleh. Nggak senyum aja sudah tampan, apalagi senyum. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
" Masya Allah tampannya"
" Iya, apalagi senyumannya. Sungguh membuat hati gue meleleh"
" Sayangnya dia udah punya pacar"
" Lo bener juga. Kenapa stok cowok tampan selalu sold out"
" Lo pikir mereka jualan pake sold out segala"
" Cowok tampan itu memang ibarat barang yang laris manis dipasaran"
Ketiga cewek itu berdebat membicarakan masalah cowok tampan. Sedangkan orang yang dibicarakan sedang asik berbincang dengan penjual bakso.
Akhirnya semua bakso pesanan Axel selesai di bungkus. Bakso itu di masukkan kedalam kantong plastik supaya mudah membawanya.
" Semuanya 500 bungkus Den"
" Tolong masukkan kedalam mobil, Mang"
" Baik Den"
Mamang di bantu sama dua orang karyawannya, memasukkan semua bakso kedalam mobil.
Axel membayar semua bakso yang sudah ia pesan tadi. Ia meminta mamang membungkus beberapa lagi untuk Alexa dan juga karyawan kakaknya.
" Pelayan sama bodyguard di rumah nggak sekalian dibelikan?"
" Iya Daddy. Mang tambah 100 Bungkus lagi ya?"
" Siap Den"
Axel juga mentraktir pembeli yang ada di sana. Jarang-jarang kan dirinya mentraktir para pembeli yang makan bakso di sana.
" Beneran nih bakso kita dibayarin?" tanya salah satu ibuk-ibuk.
" Bener, Buk
" Makasih ya. Semoga rezeki kamu tambah banyak. Dan juga berkah"
" Aamiin, makasih doanya Buk"
Ya seperti itulah keluarga Darren. Mereka memang suka berbagi dengan sesama. Mungkin karena rajin bersedekah, jadi hartanya tidak pernah habis.
Setelah membayar semuanya. Axel, Daddy dan Romy pamit undur diri. Mereka akan mengantarkan semua bakso ke panti dan juga ke rumah singgah.
Darren meminta anak buahnya untuk membawa seratus bakso ke mansion-nya. Ia meminta anak buahnya untuk membagikan ke bodyguard dan juga pelayan yang ada di mansion.
Mobil mewah itu pun pergi meninggalkan warung bakso.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1