
*Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Malam hari.
Suasana di mansion Kiran sangat rame, karena kedatangan sahabat dan juga mertuanya. Ia memang mengundang kedua sahabatnya untuk makan malam bersama.
Alexa terlihat cantik dengan memakai t-shirt berwarna hitam dan celana jeans panjang berwarna biru tua. Tak lupa juga topi berwarna hitam. Begitu juga dengan Axel, ia memakai baju senada dengan saudara kembarnya.
" Wow, kalian berdua keren banget!" puji Farel.
" Kita berdua kan emang selalu keren" kata Axel.
" Ck, nyesel banget gue muji Lo "
Serly dan Nadia juga mengakui kalau twins memang tampan dan juga cantik. Karena pabrik pencetaknya juga tampan dan juga cantik.
" Kalian berempat perginya sama apa?" tanya Clarissa.
" Sama motor Grandma"
" Hati-hati bawa motornya. Jangan ngebut-ngebut" pesan Clarissa.
" Ok Grandma"
" Kalian punya uang untuk jajan?" tanya Jhonatan.
" Punya Grandpa" jawab Alexa.
" Simpan uangnya, malam ini biar Grandpa yang kasih uang untuk jajannya" kata Jhonatan sambil mengeluarkan dompetnya.
Jhonatan tersenyum kikuk saat melihat isi dompetnya yang tidak ada uang tunai. Ya didalam dompetnya hanya ada card dengan dua warna.
" Mom, Daddy pinjam duitnya dulu dong. Soalnya dalam dompet Daddy nggak ada uang tunai"
" Katanya sultan, tapi kok isi dompetnya kosong" kata Clarissa.
" Uang Daddy dalam card semua. Jadi pinjam uang tunai mommy dulu ya?"
" Ntar ganti ya"
" Pasti diganti. Kalau nggak percaya pegang card Daddy"
" Mau pinjam berapa?"
" Sepuluh juta aja"
Clarissa mengambil uang di dalam tasnya. Ia memang selalu menyediakan uang tunai di dalam tasnya. Karena tidak semua toko ataupun tempat berbelanja yang dia datangi bisa menerima pembayaran dengan card .
" Ini Dad uangnya"
" Makasih Mom"
" Nanti bayarnya sekalian sama bunganya ya"
" Mommy mau jadi rentenir?"
" Kapan lagi bisa meras Daddy"
" Ntar Daddy bayar sekalian sama bunga bank"
Jhonatan memberikan uang tadi pada empat sekawan itu. Masing-masing mendapatkan dua juta rupiah.
__ADS_1
" Ini nggak kebanyakan Grandpa" kata Axel.
" Udah terima aja. Rejeki kan nggak boleh di tolak. Ya kan Grandpa?" kata Alexa.
" Hhmm"
Kiran menepuk jidatnya. Putrinya itu memang suka sama uang. Entah darimana dia mewarisi sifat seperti itu. Padahal waktu dia kecil dulu nggak terlalu memikirkan uang. Tapi kenapa putrinya itu sangat suka sama uang.
" Putri kita memang pintar. Bisa memanfaatkan sumber daya disekitarnya" kata Darren.
" Ya begitulah"
Darren tidak mempermasalahkan kalau putrinya itu suka sama uang. Karena ia bekerja mencari uang juga demi anak dan juga istrinya. Tapi Alexa seperti itu hanya pada orang tua dan juga mertuanya. Sedangkan padanya dan juga sang istri, putrinya tidak pernah meminta uang lebih.
" Makasih Grandpa" ucap empat sekawan itu.
" Sama-sama"
" Sering-sering kek gini ya Grandpa" kata Alexa.
" Dasar mata duitan" kata Axel.
" Biarin! yuk berangkat, ntar keburu malam" kata Alexa.
" Siap"
" Eca berangkat dulu ya semuanya"
" Hati-hati dijalan"
Empat sekawan itupun keluar dari mansion. Alexa mengeluarkan motor kesayangannya dari garasi. Begitu juga dengan Axel. Ya mereka sama-sama mempunyai satu mobil dan satu motor. Tapi Alexa lebih suka pakai motor ketimbang mobil.
" Pakai helm dulu Adele" kata Alexa sambil menyerahkan helm kesayangan pada Adele.
" Nggak, kamu aja"
Adele segera memakai helm ke kepalanya. Setelah itu ia naik ke atas motor. Begitu juga dengan Farel. Dia naik keatas motor milik Axel. Kedua motor sport itu melaju meninggalkan mansion mewah itu.
Ini kali pertamanya bagi empat sekawan itu pergi ke luar rumah di malam hari. Biasanya mereka keluar rumah dengan orang tua mereka.
Para pengendara lain terpesona melihat kecantikan Alexa. Apalagi gaya Alexa sangat keren saat membawa motor sport. Beberapa pengendara motor mengapit motor Alexa.
Suit..suit..
" Adek cantik ikut Abang yuk? "
Alexa paling tidak suka ada lelaki yang gatal seperti itu. Ia segera mempercepat laju kecepatan motornya. Adele segera berpegangan di pinggang Alexa.
Dua motor yang mengapit motor Alexa tadi pun mengejar motor Alexa. Tapi Axel tidak membiarkan mereka mengganggu saudara kembarnya itu. Ia langsung menyalip motor orang itu. Sekarang motornya berada tepat di belakang motor saudara kembarnya.
" Hei bocah! " teriak salah satu lelaki yang mengikuti Alexa tadi.
Axel tidak menghiraukan panggilan lelaki itu. Ia terus mengawal motor saudara kembarnya. Saat motor lelaki itu mau menyalip motor Axel, dengan sigap Axel menghalangi motor lelaki itu.
Lelaki itu pun emosi karena Axel selalu menghalangi motor mereka untuk mendekat ke motor Alexa. Lelaki itu langsung mencegat motor Axel. Sontak Axel merem mendadak motornya
Ciiiit..
Aawwww..
" Hidung gue patah " kata Farel.
__ADS_1
" Ck, lebay banget sih Lo, Rel"
" Lo kalau mau berhenti bilang-bilang dong"
" Berisik"
Salah satu lelaki itu turun dari motornya. Ia berjalan menghampiri Axel.
" Turun Lo!"
Axel turun dari motornya. Ia berdiri dengan cool nya. Sedangkan lelaki itu sudah emosi tingkat dewa. Lelaki itu memandang Axel dari atas sampai bawah.
" Apa maksud Lo menghalangi motor gue?!"
" Motor anda menghalangi jalan saya"
" Emang Lo nggak bisa jalan disisi lain"
" Nggak! dan lagi jalan ini bukan punya janda"
" Udah hajar aja tuh bocah" kata teman lelaki itu.
" Jangan, nanti dia nangis "
" Saya bukan anak cengeng. Kalau anda mau pukul saya, ya pukul aja"
" Wah sombong juga nih bocah"
" Terserah anda mau bicara apa"
" Udah cepat hajar bocah itu. Lagian kita mau mengejar gadis cantik tadi"
Lelaki itu pun menyerang Axel. Axel segera menghindar. Kalau tidak ia sudah kena pukulan lelaki itu.
Karena Axel berhasil menghindari pukulannya, membuat dirinya semakin kesal. Ia kembali menyerang Axel dengan bertubi-tubi.
Aaaawww...
Lelaki itu meringis kesakitan karena Axel berhasil menendang tulang keringnya. Ya Axel mencari cela untuk bisa menyerang lelaki itu. Dan ia berhasil menendang tulang kering lelaki itu.
" Brengsek kau bocah"
Walaupun sedang kesakitan, tapi lelaki itu tidak mau kalah. Ia kembali menyerang Axel dengan bertubi-tubi.
Axel berhasil membalas setiap serangan yang diberikan lelaki itu. Hingga lelaki itu tersungkur ke aspal karena tendangannya.
" Bangun!" kata Axel.
Lelaki itu mencoba untuk bangkit lagi. Dengan sudah payah, akhirnya ia bisa berdiri lagi. Ia tidak menyangka anak lelaki itu bisa mengalahkannya.
" Masih mau berkelahi lagi?" tanya Axel.
" Saya ngaku kalah" kata lelaki itu sambil mengangkat kedua tangannya.
Axel tersenyum melihat lelaki itu menyerah. Padahal tadi lelaki itu meremehkan dirinya. Tapi sekarang coba liat, lelaki yang berbicara sombong tadi malah menyerah begitu saja.
" Makanya lain kali jangan pernah remehkan lawan kalian. Walaupun kita ini anak kecil, tapi kemampuan kita jauh lebih baik daripada kalian berdua. Yuk Rel cabut, ntar kedua cewek itu mengomel-ngomel"
" Siap bos "
Setelah Farel duduk di kursi belakang, Axel segera melajukan motornya meninggalkan lelaki tadi. Ia sudah ketinggalan jauh oleh saudara kembarnya. Jadi ia harus segera menyusul Alexa dan juga Adele.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚