Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Sesuai permintaan tuanya, Beni menghampiri kerumunan orang-orang itu. Alangkah kagetnya ia melihat adegan yang ada di hadapannya itu.


Ia melihat anak buah tuannya sedang melawan seorang gadis. Yang membuatnya terkejut itu bukan anak buah sang tuan. Tapi gadis yang sedang bertarung itu.


Gawat nih!, bisa-bisa lecet nih gadis kesayangan tuan. Gue harus segera menghentikan anak buah tuan. Ini pasti kerjaan nona besar. Gue harus bagaimana?.


Gue harus segera melaporkan pada tuan nih. Sebelum gadis kesayangan jadi per-gedel sama anak buahnya itu. Beni segera berlari menemui tuannya.


" Tuan! gawat tuan!"


" Ada apa? kenapa kamu berteriak seperti itu?"


" Itu tuan, gadis kesayangan tuan"


Kenan mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan sama asistennya itu. Dan ia hanya mendengar gadis kesayangan.


" Gadis kesayangan? siapa maksud kamu?"


" Itu, gadis yang selalu berantem dengan tuan"


" Gadis yang selalu berantem dengan saya? siapa? jangan berbelit-belit seperti itu?"


" Putri tuan Darren!"


" Gadis tipis?"


" Iya tuan"


" Kenapa dengan gadis tipis?"


" Dia berantem sama anak buah tuan"


" Anak buah sa--"


Kenan tidak melanjutkan ucapannya, ia segera berlari menerobos kerumunan orang-orang yang ada di sana. Ia tidak ingin gadis tipisnya kenapa-napa.


Mata Kenan membulat sempurna melihat gadis cantik yang ada di depan matanya. Gadis yang ia khawatirkan itu berhasil mengalahkan anak buahnya yang tingkat S.


Seulas senyum tipis menghiasi bibir lelaki tampan itu. Ia tidak menyangka kalau gadis tipisnya bisa seni beladiri. Ia pun semakin penasaran dengan gadis cantik itu.


" Bagus Eca! hajar terus" sorak Adele.


" Sayang, berisik" kata Farel.


" Tutup kupingnya kalau berisik"


" Nggak mau lha"


" Kalau nggak mau ya udah. Jangan bilang berisik lagi"


" Iya Yank"


Dua orang teman perampok itu segera membantu temannya. Mereka berdua langsung menyerang Alexa.


Kenan fokus melihat pertunjukan yang ada di depan matanya. Gadis cantik itu ternyata tidak selemah yang ia pikirkan.


Kejutan apalagi yang akan kau berikan padaku.


Pertandingan dua lawan satu itu semakin menarik untuk disaksikan. Di tambah teriakkan para pengunjung. Membuat suasana semakin tegang.


Suara histeris para pengunjung tidak membuyarkan konsentrasi Alexa. Gadis cantik itu masih terlihat santai. Walaupun lawan yang ia hadapi tidaklah muda.


Darren dan Kiran juga tersenyum melihat putri kesayangan mereka. Ilmu beladiri diri yang dipelajari putrinya sudah berkembang dengan baik.


" By, kamu liat Eca?"


" Liat sayang"


" Ilmu beladiri nya berkembang dengan pesat"


" Iya, bahkan dia tidak terprovokasi oleh lawannya"


" Tapi aku ingin tau, siapa perampok ini sebenarnya. Karena ilmu beladiri nya juga bagus. Tidak seperti pencopet di pasar" kata Kiran.

__ADS_1


" Kamu benar sayang. Seperti mereka sudah sangat terlatih"


" Apa tujuan orang ini sebenarnya?"


" Aku juga nggak tau sayang. Nanti kita interogasi mereka"


" Iya By"


Saat pertandingan Alexa dan penjahat itu berlangsung, pihak keamanan pun datang. Mereka mulai menertibkan satu persatu pengunjung.


Setelah itu, pihak keamanan itu membawa penjahat yang tadi sudah dikalahkan Alexa. Sekarang tinggal dua orang yang sedang bertarung dengan gadis cantik itu.


Bug.


Bug.


Dua kali tendangan di perut perampok itu. Barulah akhirnya mereka tumbang. Kesempatan itu langsung di ambil oleh pihak keamanan untuk membawa dua orang perampok itu.


" Hei! mau kalian bawa kemana mereka?" tanya Kiran.


" Maaf nyonya, kami harus membawa mereka ke pos"


" Sudahlah sayang, biarkan mereka dibawa pihak keamanan"


" Tapi By, kita belum mengintrogasi mereka"


" Biarkan saja mereka di bawa pihak keamanan. Karena ini bukan ruang lingkup kita"


" Baiklah"


Darren bisa saja memakai kekuasaannya untuk membawa para perampok itu. Tapi ia tidak mau melakukannya. Karena ia tidak ingin memanfaatkan kekuasaannya.


Pihak keamanan segera membawa para perampok itu ke pos. Karena kalau tidak orang yang berkuasa di Asia dan Eropa itu akan melakukan sesuatu pada mereka.


" Kesayangan mommy" kata Kiran sambil memeluk putri kesayangannya.


Dengan senang hati Alexa membalas pelukan sang mommy.


" Makasih mommy"


Darren pun ikut bergabung dengan kedua wanita cantik yang berarti dalam hidupnya itu. Dua wanita tangguh yang ia miliki.


Ehem..!


" Kalau mau pelukan ajak-ajak donk?" kata Axel.


" Sini tampannya mommy" kata Kiran.


Axel langsung memeluk wanita cantik yang sudah melahirkannya ke dunia ini. Wanita tangguh yang selalu menjadi inspirasidalam hidupnya.


Kenan tersenyum melihat keharmonisan keluarga kecil rekan bisnisnya. Suatu hari nanti ia ingin memiliki keluarga seperti itu.


Ehem!.


Darren menoleh kearah suara. Ia melihat seorang wanita paruh baya. Tapi dia masih kelihatan cantik walaupun di usia yang sudah tidak muda lagi.


" Ada apa nyonya?"


" Saya ingin berterima kasih pada gadis cantik yang sudah menolong saya mendapatkan tas saya kembali"


Darren melepaskan pelukannya dari sang putri. Begitu juga dengan Kiran dan Axel. Mereka mundur, supaya si ibu itu bisa berbicara dengan Alexa.


" Siapa namanya cantik?"


" Alexa, Tante"


" Nama yang cantik seperti orangnya"


" Makasih, tante juga cantik"


" Perkenalkan nama Tante, Helena"


" Salam kenal Tante Helena"

__ADS_1


" Iya cantik. Tante mau berterima kasih karena kamu sudah membantu Tante mendapatkan tas Tante kembali"


" Sama-sama Tante. Itu sudah kewajiban saya untuk membantu "


Helena tersenyum mendengar ucapan gadis cantik yang ada hadapannya itu. Sikap dan sifat gadis itu sangat baik. Pasti dia di didik dengan sangat baik oleh orang tuanya.


" Baiklah karena Tante ada urusan penting, jadi obrolannya kita cukupkan sampai disini dulu ya cantik"


" Iya Tante"


" Senang berkenalan dengan gadis cantik seperti kamu. Sekali lagi terima kasih, ya?"


" Sama-sama Tante "


" Baiklah saya permisi dulu. Semoga kita bertemu lagi"


" Iya Tante"


Ternyata kamu putri orang berkuasa di Asia dan Eropa. Dan saya berharap kamu berjodoh dengan putra saya.


Helena pun berpamitan dengan kedua orang tua Alexa. Ia juga berterima kasih karena sudah melahirkan putri yang cantik dan juga baik hati. Setelah berpamitan, Helena pun pergi dari sana.


" Selamat datang di Indonesia nyonya Helena"


Wanita paruh baya itu tersenyum melihat lelaki tampan yang berdiri di hadapannya. Lelaki yang sudah lama ia rindukan. Tapi senyumnya langsung menghilang karena ia teringat kalau lelaki tampan itu sudah telat menjemputnya.


" Mama marah sama kamu"


" Sorry Ma. Aku telat jemput mama karena Ben"


Kok jadi gue yang di salahkan.


" Jangan jadikan Ben kambing hitam"


Nyonya besar memang paling mengerti aku.


" Benar Ma, dia sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah"


" Mama nggak percaya"


" Beneran Ma. Lagian mama untung juga karena aku telat jemput"


" Untung apa?!"


" Mama bisa bermain-main sebentar"


" Iya. Tapi sayang kamu nggak melihat gadis yang melawan anak buah kamu"


" Emang siapa yang berani melawan anak buah aku?"


" Gadis cantik. Mama rasa kamu cocok sama dia"


" Cocok gimana?"


" Sama-sama kuat. Oh astaga"


" Kenapa?"


" Mama harus menemui petugas keamanan"


" Ngapain menemui pihak keamanan?"


" Anak buah kamu kan di bawa ke pos keamanan"


Kenan pun mengikuti mamanya ke pos keamanan untuk menjemput anak buahnya. Mamanya memang jail, dan sasarannya selalu anak buahnya.


To be continue.


Maaf baru bisa up lagi ya teman-teman. Karena beberapa hari yang lalu Feby lagi dalam suasana berduka. Jadi nggak bisa up. Iformasi itu sudah di kasih tau juga sama admin di GC.


Gomawo karena kalian sudah mau menunggu kelanjutan ceritanya 🤗🤗


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2