
Axel dan Farel baru selesai mengerjakan pekerjaan mereka. Hari ini sangat melelahkan bagi kedua lelaki tampan itu. Karena mobil dan motor yang masuk.
" Axel "
" Ya Bang"
" Udah mau pulang?"
" Iya Bang"
" Ini dari istri saya"
" Apa ini Bang?"
" Ini singkong, kebetulan kemarin istri saya panen singkong milik juragan tempat dia bekerja. Juragan itu memberikan banyak singkong untuk istri saya. Dan istri saya meminta memberikan sedikit untuk kamu"
" Makasih Bang"
" Sama-sama "
Axel tidak tau singkong itu bisa dibuat makan apa. Karena ia belum pernah makan makanan yang terbuat dari singkong. Yang penting sekarang ia bawa pulang dulu, nanti ia akan menanyakan pada mommy-nya.
Axel mengambil ponselnya. Ia menghubungi nomor kekasihnya. Ia ingin tau apa kekasihnya sudah pulang atau masih di mall. Tak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Assalamualaikum, Yank"
" Wa'alaikum salam "
" Berisik banget. masih di mall ya?"
" Iya Yank, ini lagi di Timezone"
" Timezone?"
" Hhmmm"
" Mau pulang jam berapa? ntar keburu magrib lho?"
" Bentar lagi kita pulang. Kamu udah pulang kerja?"
" Udah. Mau aku jemput?"
" Nggak usah, kamu pasti capek. Aku pulang sama taksi aja"
" Jangan! aku jemput, tunggu di sana"
" Apa nggak merepotkan kamu?"
" Nggak sayang. Ya udah, aku jalan dulu. Tunggu aku, ya?"
" Ok Yank"
Panggilan pun berakhir. Axel menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Rel, Lo mau jemput Adele, nggak?"
" Emang mereka masih di mall?"
" Masih, lagi di Timezone"
" Timezone?"
" Hhmmm"
" Wah parah mereka. Main nggak ngajak-ngajak kita. Yuk berangkat"
" Lo nggak mau mandi dulu?"
" Mau mandi dimana?" tanya Farel.
" Disini lha, emang dimana lagi"
" Gue nggak bawa sabun mandi"
" Tenang, gue bawa"
" Lo sering mandi disini?"
" Kagak"
" Terus kenapa Lo bawa sabun mandi?"
" Gue memang selalu bawa sabun mandi. Bukan itu aja, sikat gigi sama keperluan mandi lainnya juga ada di mobil gue"
" Besok gue juga mau bawa lha, mana tau ada keperluan mendesak seperti sekarang ini "
" Ya udah, yuk mandi"
" Ok"
__ADS_1
Kedua lelaki tampan itu masuk kedalam kamar mandi. Kali ini mereka akan memakai kamar mandi berdua. Lagi pula mereka mandi pake celana pendek.
Kamar mandi di tempat mereka bekerja sangat bersih. Karena setiap hari ada orang yang membersihkannya. Airnya juga bersih dam jernih.
Karena di sana tidak ada shower. Jadi mereka menggunakan gayung untuk mandi. Ini kali pertamanya Axel dan Farel mengunakan gayung.
" Gayungnya cuma ada satu" kata Farel.
" Ya udah kita gantian makainya"
" Gue duluan ya"
" Hhmmm"
Seperti inilah mandi di kamar mandi umum. Walaupun tidak semua orang yang mandi ke sana. tapi setidaknya semua pekerja yang ada di sana menggunakan kamar mandi itu.
" Gila! airnya dingin banget"
" Udah buruan!"
Farel secepat kilat menyiram tubuhnya. Karena air di dalam baknya lumayan dingin. Beberapa menit aja mandi, kita udah menggigil karena dingin.
Saat Farel memakai sabun dan shampo, barulah Axel mulai mandi. Benar apa yang dikatakan Farel, air di bak mandi itu cukup dingin.
Axel dan Farel tidak kuat mandi lama-lama, karena sekarang ini tubuh mereka udah menggigil karena dingin. Tangan mereka juga sudah keriput karena dingin.
Kedua lelaki tampan itu memakai baju mereka yang tadi. Nanti mereka akan membeli baju kaos yang baru. Karena kalau mereka pulang, akan memakan waktu yang lama.
Selesai memakai pakaiannya. Axel dam Farel segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat kerja. Mereka berdua pergi ke mall untuk menjemput kekasihnya.
...***...
Alisha memberi tahu Alexa dan Adele kalau Axel dan Farel akan nyusul ke mall. Ketiga cewek cantik itu pun menyudahi acara bermainnya.
" Kenapa mereka berdua harus nyusul ke sini sih?" kata Adele.
" Alah! padahal Lo seneng kalau Farel kesini" kata Alexa.
" Kalau sekarang nggak? karena mereka ganggu kita bermain"
" Udah lain kali bisa main lagi"
" Oh iya, Aiden mana?" tanya Alisha.
" Udah pergi sama Om nya"
" Beberapa menit yang lalu"
" Yeah? padahal gue pengin liat Om nya Aiden"
" Mending nggak usah. Dia itu dingin melebihi kulkas dua puluh delapan pintu"
" Kulkas dua puluh delapan pintu? siapa?"
" Axel" jawab Adele.
" Kenapa Axel dibilang kulkas dua puluh delapan pintu?"
" Karena dia dingin dan juga datar. Beda sama pacar gue" kata Adele.
" Ya beda, pacar Lo kan lebay" kata Alexa.
" Bukan lebay, tapi dia itu terlalu sayang sama gue"
" Makan tuh sayang"
" Eca mah iri. Makanya buruan resmikan hubungannya sama kak Kevin. Biar nggak darah tinggi terus liat kita mesra-mesraan"
" Yuk cabut. Gue udah lapar"
" Pinter banget ngalahin pembicaraan"
Ketiga gadis cantik itu pergi meninggalkan Timezone. Mereka akan pergi makan, dan menunggu Axel dan Farel di sana.
Ponsel milik Adele berdering. Ia segera melihat siapa orang yang menghubunginya. Ia tersenyum kala melihat nama sang kekasih tertera di sana.
" Hallo sayang, aku udah nyampe di mall nih. Kamu di mana?"
" Kita lagi OTW ke restoran Jepang. Kita ketemu di sana aja"
" Ok sayang"
Panggilan pun berakhir. Adele menyimpan kembali ponselnya.
" Mereka udah nyampe di mall" kata Adele.
" Suruh aja mereka langsung ke restoran Jepang"
" Gue bilang. Mungkin sekarang mereka udah nyampe di sana"
__ADS_1
" Bagus deh, jadi kita nggak repot-repot cari kursi lagi" kata Alexa.
Ketiga gadis cantik itu mempercepat langkah mereka. Karena cacing di perut mereka sudah berdemo minta diisi.
" Yank" panggil Farel saat melihat kekasihnya.
Adele tersenyum melihat kekasihnya sedang melambaikan tangan padanya. Ia dan kedua sahabatnya langsung menghampiri Farel dan juga Axel.
" Udah pesan makanan?" tanya Adele.
" Belum. Kan nunggu kalian "
" Kenapa nggak pesan aja dulu. Jadi pas kita nyampe tinggal makan"
" Ya kan kita nggak tau kalian mau makan apa?"
" Betul itu. Kalau kita pesan, ntar nggak sesuai selera kalian. Kalian ngamuk lagi" kata Axel.
" Jadi mau makan apa?"
" Kita bertiga pesan ramen" kata Adele.
" Terus minumannya?"
" Matcha"
" Ada lagi?"
" Sushi Tei "
" Ada lagi?"
" Udah cukup"
Farel memanggilnya melambaikan tangannya ke Waitress. Waitress itu segera menghampiri meja Farel.
" Mau pesan apa?"
Farel menyebutkan makanan yang akan mereka pesan. Waitress itu mencatat pesanan Farel di buku kecil yang ada di tangannya.
" Ada lagi?"
" Nggak mbak"
" Tunggu pesanannya datang"
" Makasih mbak"
Waitress itu pun pergi dari sana. Ia meletakkan catatan pesanan Farel di daftar pesanan.
" Kalian belanja apa aja tadi?" tanya Axel.
" Cuma beli kado untuk kak Kevin aja" jawab Alisha.
" Kalian cuma beli kado untuk kak Kevin aja?" kata Farel.
" Iya, terus mau beli apa lagi?. Lagian kita kesini kan emang cuma mau beliin kado untuk kak Kevin" kata Adele.
" Masa kamu nggak ada beliin apapun untuk aku?"
" Kan kamu nggak lagi ulang tahun"
" Kasih hadiah itu bukan saat ulang tahun aja, Yank"
" Besok deh pas gajian aku beliin kamu baju. Kita beli baju couple. Gimana?"
" Ok sayang"
" Kamu juga nggak ada beliin aku sayang?" tanya Axel pada kekasihnya.
" Nggak. Seperti yang dibilang Adele tadi, kita hanya beli kado untuk kak Kevin"
" Tega banget sih?"
" Mau gimana lagi Yank. Ntar deh pas udah gajian aku kasih kamu hadiah"
" Bener ya"
" Hhhmm"
Alexa menghela nafasnya. Bisa-bisanya saudara dan sahabatnya manggil dengan sebutan sayang kek begitu. Apa mereka tidak tau kalau dirinya jomlo.
To be continue.
Maaf ya telat up nya, sinyal di tempat Feby lagi error. Mudah-mudahan hari ini bisa up dua ya🤗🤗
Gomawo.. Karena masih mau menunggu kelanjutan kisah twins A. 😘😘
Happy reading 😚😚
__ADS_1