
Kenan tidak mengantarkan gadis tipisnya pulang. Karena Alexa menolak pulang bersama, dengan alasan adiknya pulang sendirian.
" Yakin nih nggak mau saya antar pulang?" tanya Kenan lagi sebelum masuk kedalam mobil.
" Yakin Om"
Kenan pun masuk kedalam mobilnya. Dia tidak ingin memaksa gadis cantik itu masuk kedalam mobilnya.
" Kasih kabar saya kalau sudah sampai di mansion"
" Ok Om"
Kenan melajukan mobilnya meninggalkan kompleks perumahan itu. Setelah mobil Kenan sudah menghilang, barulah Alexa berpamitan sama sahabatnya.
" Gue pulang dulu ya, Sha"
" Iya, hati-hati dijalan. Tetap waspada, takutnya musuh tadi manggil teman-temannya"
" Ok"
Alexa masuk kedalam mobil saudara kembarnya.
" Yank, aku pulang dulu ya?"
" Iya yank. Hati-hati bawa mobilnya, jangan ngebut"
" Siap sayang"
Setelah berpamitan dengan sang kekasih, Axel segera masuk kedalam mobilnya. Kalau sampai telat, saudara kembarnya akan ngamuk.
Mobil Axel melaju meninggalkan rumah sang kekasih. Alisha masuk kedalam rumah setelah mobil kekasihnya sudah hilang dari pandangannya.
" Orang-orang tadi itu musuh Daddy?" tanya Alexa.
" Bukan"
" Terus kenapa mereka mengawasi kita?"
" Mereka itu musuh pacar kamu"
" Pacar aku? siapa?"
" Om Kenan"
" Sejak kapan aku pacaran sama dia?"
" Udah nggak usah bohong. Aku ikut senang karena sekarang kakak aku sudah laku"
Pletak.
Aawwwww.
" Fokus ke jalan, gue belum mau mati"
" Ini juga fokus"
" Gue mau tidur dulu. Kalau udah nyampe di mansion bangunin gue"
" Hhmmm"
Alexa memejamkan matanya. Hari ini dia cukup lelah. Apalagi hari ini ada kejadian yang membuat sisi iblis nya bangun. Ia bersyukur karena sudah bisa mengontrol kekuatannya, kalau tidak, mungkin karyawan resepsionis itu sudah tinggal nama.
Saat melewati jalan merak, Axel menepikan mobilnya. Ia mau beli bakso langganan keluarga besarnya. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.
" Eh, Den Axel. Buk, ada Den Axel nih"
" Hallo Mang"
" Udah lama nggak kesini. Non Alexa mana?"
" Tidur di mobil"
" Sudah lama Mamang nggak denger ocehannya. Aden mau pesan bakso?"
" Iya Mang. Sekarang Eca makin cerewet"
Si Mamang tersenyum mendengar ucapan Axel. Si kembar itu memang suka gelud.
__ADS_1
" Oh iya, berapa bungkus baksonya?"
" Seratus, Mang"
" Duduk dulu, Mamang bungkus kan"
Axel duduk di kursi kayu yang ada di luar. Karena di dalam sudah penuh sama pembeli. Ya bakso langganan keluarga besarnya ini memang terkenal enak.
Bakso ini juga sudah masuk generasi ke dua. Karena orang tua Mamang sudah tua, jadi sekarang anaknya lha yang melanjutkan usaha bakso itu.
Sambil menunggu pesanannya Axel main game di ponselnya.
" Minum dulu Den"
" Eh, mba. Makasih udah repot-repot membuat minum"
" Nggak repot kok Den. Gimana kabar orang tua Aden?"
" Alhamdulillah sehat mbak"
" Sudah lama mbak nggak ketemu sama orang tua kamu"
" Mommy sama Daddy lagi sibuk mbak"
" Iya Den "
Istri Mamang itu heran dengan orang kaya seperti keluarga Axel. Bagaimana tidak, uang mereka sudah banyak, bahkan tidak akan habis tujuh turunan dan tujuh tanjakan. Tapi mereka tetap saja bekerja.
" Aden sudah kelas berapa sekarang?"
" Kelas satu SMA, mbak"
" Sama dengan anak mbak yang nomor dua. Aden sudah ujian"
" Minggu depan mbak ujiannya"
" Ujian naik kelas ya"
" Hhmmm"
Axel hanya membalas dengan senyuman.
" Mbak lanjut kerja dulu ya, Den"
" Iya mbak"
Istri Mamang bakso pun melanjutkan pekerjaannya. Ia ikut membantu karyawannya melayani pembeli.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pesanan Axel pun selesai. Axel pun membayar bakso pesanannya.
" Kenapa dikembalikan lagi Mang?"
" Nggak apa-apa, ini semua gratis "
" Jangan Mang. Nanti Mamang rugi"
" Nggak akan Den. Lagian Mamang ngasihnya nggak tiap hari"
Axel benar-benar nggak enak. Kalau satu atau dua bungkus nggak apa-apa. Ini seratus bungkus.
" Bawa aja Den"
" Kali ini biar Axel bayar aja ya Mang. Lain waktu baru Mamang traktir "
Axel meninggalkan lima lembar uang berwarna merah. Setelah itu berpamitan pada Mamang bakso dan istrinya.
" Titip salam sama orang tua, Aden"
" Siap Mbak, nanti Axel sampaikan"
Salah satu karyawan Mamang membantu Axel membawakan bakso itu ke mobil.
" Makasih " ucap Axel.
" Sama-sama"
Axel melajukan mobilnya menuju mansion. Untung saudara kembarnya nggak bangun. Kalau bangun, pasti dia akan merepet karena belum juga sampai-sampai di mansion.
__ADS_1
...***...
Seorang lelaki bertubuh kekar membanting gelas yang berisi wine. Gelas itu hancur berderai, pecahannya berserakan dilantai.
" Kenan! berani sekali kau menyentuh orang ku!" teriak lelaki itu.
Ya lelaki itu adalah bos black cobra. Ia baru mendapatkan foto dari salah satu anak buahnya.
" Sayang, kamu kenapa?" tanya seorang wanita cantik yang baru datang.
" Mantan kekasih kamu sudah mulai bergerak"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
" Kenapa kamu nggak menyerang markasnya saja?"
" Sekarang aku belum bisa menyerang markasnya. Kamu kan tau senjata pesanan aku belum datang"
" Terus kapan kamu akan menyerang markas King lion"
" Sabar sayang, kita atur strategi dulu. Kamu kan tau siapa lawan aku"
" Jangan lama-lama. Aku udah nggak sabar ingin melihat kematian lelaki itu"
" Tenang saja, sebentar lagi keinginan kamu itu akan terkabul"
" Kenapa kamu nggak coba culik keponakan kesayangannya"
" Aku sudah suruh beberapa anak buah aku untuk memantau keadaan sekolah anak kecil itu. Sialnya anak itu dijaga dengan begitu ketat"
" Berarti kamu nggak bisa menculik anak kecil itu?"
" Bisa, kamu sabar dulu. Setelah senjata aku datang, kita akan langsung menyerang markas King lion"
" Iya, tapi kapan. Kamu janji-janji terus"
Bos black cobra itu memeluk wanitanya. Ia tau kalau wanitanya itu sedang ngambek.
" Bersabarlah. Setelah semuanya siap, maka aku akan membalaskan dendam kita"
" Benar ya"
" Iya sayang. Dan kamu tinggal pilih hukuman apa yang akan kamu berikan pada mantan kekasih mu itu"
" Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan. Berani sekali dia memasukkan aku kedalam rumah sakit jiwa"
" Kalau memasukkan dia ke rumah sakit jiwa tidak seru"
" Lalu?"
" Kita akan menyayat kulitnya, setelah itu kita potong menjadi beberapa bagian. Setelah itu kita berikan pada buaya yang ada di belakang markas"
Clara bergidik ngeri mendengar ucapan lelaki yang ada di hadapannya. Walaupun ia tau kalau lelaki itu ketua mafia, tapi ia tidak menyangka kalau lelaki itu akan memotong-motong tubuh mantan kekasihnya.
" Kenapa? apa kamu tidak tega memotong-motong tubuh mantan kekasih mu itu?. Atau kamu masih mencintainya?!"
" Tidak! aku tidak mencintainya"
" Terus kenapa ekspresi kamu seperti itu?"
" Aku belum pernah melakukan hal seperti itu"
" Justru karena belum pernah. Jadi kamu harus mencobanya"
" A..aku akan mencobanya"
" Itu baru wanita ku. Baiklah, kamu tunggu disini, aku mau pergi ke gudang senjata dulu"
" Hhmmm"
Lelaki itu memberikan ciuman pada wanitanya. Setelah itu dia pergi ke gudang senjata. Ia akan melihat apa saja senjata yang kurang. Setelah itu dia akan menyerang markas King lion.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1