Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Dinner romantis ala Farel


__ADS_3

Alisha tidak menyangka kalau kekasihnya akan menyusulnya ke restoran. Padahal tadi sang kekasih bilang mau makan malam di mansion.


" Kenapa kaget gitu sayang?"


" Nggak nyangka aja kamu susul"


" Senang nggak aku susul?"


" Senang banget"


Axel tersenyum mendengar jawaban sang kekasih. " Maaf ya, kalau aku kurang peka"


" Nggak apa-apa kok. Sekarang kamu udah ada disini"


Axel sebenarnya bukan nggak peka. Tapi dia tidak ingin mengganggu momen Alisha dengan neneknya. Apalagi kan mereka berdua jarang punya waktu untuk makan diluar seperti ini.


" Maaf telat ya Nek" kata Axel sambil mencium tangan sang nenek.


" Nggak apa-apa, ayo duduk"


" Udah pesan makanannya?"


" Baru mau pesan makanan, eh kamu datang"


" Berarti aku datang diwaktu yang tepat, dong?"


" Hhhmm"


" Kamu sama nenek mau pesan apa?, kali ini aku yang traktir"


Alisha pun memesan makanan untuknya dan juga sang nenek. Tidak lupa juga dia memesan makanan untuk sang kekasih. Alisha tau apa makanan kesukaan kekasihnya.


" Alexa jadi dinner sama Kak Kenan?"


" Jadi yank. Aku mau ikut tadi, tapi nggak dibolehin"


" Tentu saja nggak dibolehin yank. Kamu jadi obat nyamuk aja di sana"


" Nggak lha. Kan rencananya aku mau ngajak kamu sama nenek juga"


" Mungkin kak Kenan cuma mau dinner berdua aja sama Eca"


" Bukannya dinner itu lebih enak rame-rame yank?"


" Kalau rame-rame itu bukan dinner namanya yank. Tapi makan malam keluarga"


" Ya sama aja yank. Intinya sama-sama makan juga, kan?"


" Beda sayang"


" Iya deh yank"


" Aku kirain kamu ngajak Adele sama Farel juga"


" Farel bilang mau makan malam sama Adele di tempat yang berbeda"


" Benarkah?. Dimana?"


" Nggak tau yank. Soalnya dia nggak kasih tau"


" Mungkin mereka berdua juga nggak ingin di ganggu, yank"


" Mungkin yank"


Tak berselang lama pesanan mereka pun datang. Pelayan menata makanan dan minuman. Setelah itu pelayan pamit undur diri.


" Makan yang banyak ya, Nek"


" Iya Axel. Nenek makannya nggak bisa banyak"


" Kenapa Nek?. Apa nenek sakit?"


" Nggak. Nenek nggak terbiasa makan di restoran mahal"


" Rasa makanannya enak kok Nek. Nenek pasti suka"


" Mudah-mudahan deh, makanannya cocok sama lidah nenek"


Mereka pun mulai menyantap makanan yang dipesan tadi. Nenek Alisha terlihat cukup menikmati makanan yang dipesankan cucunya.

__ADS_1


" Gimana Nek?"


" Lumayan enak. Daging ayamnya empuk, jadi nenek nggak terlalu susah mengunyahnya"


Axel tersenyum mendengar jawaban sang nenek. Ia senang kalau nenek suka dengan makanannya. Ya walaupun mungkin bukan selera sang nenek.


" Setelah makan, mau kemana yank?"


" Rencananya mau pergi belanja yank. Aku mau beliin nenek baju"


" Aku temenin, ya?"


" Hhmmm"


Axel kembali menyantap makanannya. Setelah ini ia akan menemani kekasihnya pergi belanja.


...***...


Adele kesal dengan kekasihnya. Ia berpikir sang kekasih beneran akan mengajaknya makan diluar. Dan ia pun sudah membayangkan suasana dinner romantis. Tapi bayangan itu hancur seketika.


" Jangan cemberut terus dong, yank?"


" Aku kecewa sama kamu!"


" Kenapa?, apa aku ada buat salah?"


" Iya"


" Emang salah aku apa, yank?"


" Salah kamu itu udah bohong sama aku"


" Bohong?"


" Hhmmm"


" Bohong soal apa sayang?"


" Kamu bilang mau ngajak aku makan diluar, aku udah dandan cantik-cantik kek gini. Eh taunya makan di depan rumah"


" Ini kita udah makan diluar yank. Dan lagi aku nggak ada bilang mau ngajak kamu makan di restoran. Aku bilang, ' makan diluar yuk, yank '. Nah ini kan kita udah makan di luar. Terus salah aku dimana?"


" Ingat nggak?"


" Hhmmm"


" Terus aku masih salah?"


" Ya iyalah. Kenapa kamu nggak bilang kalau kita makannya diluar rumah. Kalau kamu bilang kan aku nggak akan gagal faham. Mana aku udah dandan kek gini!"


" Maaf sayang karena aku udah buat kamu salah faham sama aku. Kamu mau kan maafin aku?"


" Iya aku maafin "


" Makasih sayang. Yuk kita lanjutkan lagi acara dinner nya"


" Hhmmm"


Walaupun tadi Adele sempat kesal sama kekasihnya. Sekarang ia menikmati dinner di depan rumah. Tidak terlihat mewah, tidak mengurangi keromantisan mereka berdua.


" Enak nggak, yank?"


" Enak yank. Siapa yang masak, mama atau bibik?"


" Aku"


Uhuk..uhuk..


Adele keselek sama makanan yang ada di mulut.


" Hati-hati dong sayang makannya?" kata Farel sambil menyerahkan segelas air putih pada sang kekasih.


Tanpa menunggu lama, Adele segera meneguk air minum yang di berikan sang kekasih.


" Makasih sayang"


" Sama-sama sayang"


" Ini beneran kamu yang buat yank?"

__ADS_1


" Bener sayang. Kalau nggak percaya, tanya aja sama mama nanti"


" Aku baru tau kalau kamu jago masak"


Farel tersipu malu mendengar pujian sang kekasih. " Aku baru belajar sayang "


" Baru belajar, tapi masakannya sudah seenak gini. Apalagi kalau udah bisa, pasti tambah enak"


" Syukur Alhamdulillah kalau sayang suka sama masakan aku"


" Suka, suka banget"


Farel sangat senang karena kekasihnya suka dengan masakannya. Nggak sia-sia dia belajar masak dua hari yang lalu sama sang mama.


" Walaupun cuma dinner di depan rumah, aku tetap senang"


" Makasih sayang. Lain kali aku akan ajak kamu dinner di restoran"


" Begini juga bagus kok. Apalagi kamu sendiri yang masak. Rasanya sangat luar biasa"


" Jadi ini bisa dibilang dinner romantis lha ya sayang"


" Hhhmmm"


Ya Farel memang meletakkan beberapa bunga hias milik sang mama untuk memperindah tempat dinner mereka. Walaupun dinner di depan rumah, tapi tidak mengurangi suasana romantis dinner mereka berdua.


" Kamu tau nggak, yank?"


" Apa?"


" Semua ini kamu yang menyiapkan?"


" Iya sayang"


" Ini bukannya bunga kesayangan mama kamu?"


" Iya sayang. Tadi aku udah pinjam kok sama mama"


" Syukurlah, kalau nggak mama bisa ngamuk"


" Iya sayang"


Pasangan kekasih itu kembali melanjutkan acara dinner mereka. Walaupun di tempat yang tidak mahal, tapi sepasang kekasih itu sangat menikmatinya.


Di kejauhan Nadia tersenyum melihat sepasang kekasih itu. Ia bangga pada putranya. Bagaimana tidak, sang putra rela belajar masak untuk memberikan surprise pada kekasihnya.


" Kamu lagi liatin siapa sih sayang?"


" Astagfirullah, sayang!. Kamu ngagetin aja "


" Iya kamu ngapain sembunyi di bonsai "


" Lagi liat putra kita lho"


Tumben dia bilang putra kita. Biasanya, dia bilang anak aku.


" Mana?"


" Itu lagi dinner sama Adele"


Romy melihat kearah yang ditunjuk sama sang istri. Ia dapat melihat sang putra sedang menyuapi kekasihnya.


" Putra kita romantis juga ya, sayang?"


" Iya dong. Putra ku"


Baru aja tadi bilang putra kita, sekarang udah ngomong putraku.


" Kenapa kening kamu berkerut gitu?. Nggak terima kalau aku bilang putraku?"


" Bukan nggak terima sayang. Tapi kan kmau tau kalau kita buatnya berdua. Jadi putra kita berdua dong"


" Kalau aku bilang putraku, ya putraku"


" Iya deh putra kamu"


Romy terpaksa mengiyakan ucapan sang istri. Karena kalau tidak, ia akan puasa malam ini. Dan ia tidak ingin itu terjadi.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2