
Axel mendengarkan dengan baik persentase yang disampaikan beberapa perwakilan perusahaan besar itu. Dan sekarang tibalah perwakilan dari perusahaan Daddy-nya.
" Jangan gugup. Daddy percaya dengan kemampuan Axel"
" Makasih Daddy"
Axel bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju podium. Ia berjalan dengan penuh wibawa. Beberapa petinggi perusahaan pun mulai berbisik-bisik. Mereka memandang Axel dengan tatapan meremehkan.
" Apa tuan Darren sudah tidak punya orang-orang yang bisa diandalkan lagi, sehingga dia menyuruh anak kecil untuk melakukan persentase nya?" kata salah satu petinggi perusahaan.
" Anda benar. Apa yang bisa dilakukan anak kecil seperti dia?. Mending belajar di rumah daripada disini"
" Apa dia tidak ingin memenangkan tender ini?"
" Sepertinya dia tidak ingin mendapatkan tendernya"
" Bikin malu aja"
Darren tersenyum mendengar ucapan beberapa petinggi perusahaan itu. Dia tidak perlu menjawab semua pertanyaan mereka. Ia cukup menjawab dengan keberhasilan putranya.
" Lo dengar nggak, Ren?" tanya Romy.
" Biarkan saja mereka berkoar-koar seperti itu. Kita cukup bungkam omongan mereka dengan memenangkan tender ini"
" Lo bener. Mereka tidak tau yang dianggap anak kecil itu adalah lawan terberat mereka"
Kharisma Axel membuat beberapa petinggi perusahaan kagum. Bahkan aura yang dipancarkan oleh pemuda tampan itu sama seperti Daddy-nya.
Sebelum melangkahkan kakinya menuju ke atas podium, Axel berdoa dulu. Setelah itu barulah ia naik ke atas podium. Sampai di atas podium rasa gugupnya pun hilang.
Axel mulai memperkenalkan dirinya. Setelah itu dia pun mulai mepersentase kan. Ia menjabarkan semua ide yang sudah dia dapatkan beberapa hari yang lalu.
Dengan tenang Axel menyampaikan ide dari perusahaan Daddy-nya. Ia sangat tenang dan juga luwes menyampaikan ide-ide itu. Auranya pun semakin bertambah.
Semua orang yang ada di sana mendengarkan dengan seksama. Beberapa petinggi perusahaan memuji bagaimana santainya Axel menjabarkan ide-idenya.
Suara tepuk tangan pun terdengar di ruang itu setelah Axel selesai melakukan persentasenya. Mereka semua sangat suka dengan ide Axel.
Wiliam tersenyum. Sepertinya dia sudah tau kepada perusahaan manakah tender ini akan dia berikan. Menurutnya ide Axel sangat bagus. Ia yakin proyek ini akan berhasil jika diberikan pada pemuda tampan itu.
" Apa bagusnya ide seperti itu?" kata salah satu petinggi perusahaan yang kebetulan juga saingan Darren.
" Hanya orang-orang yang cerdas lha yang bisa seberapa bagusnya ide yang diberikan perusahaan kami" kata Darren.
Lelaki itu mengepalkan tangannya menahan emosi. Perusahaannya tidak boleh kalah dari perusahaan Narendra group. Ia yakin kalau pak Wiliam tidak tertarik dengan ide anak kecil itu.
__ADS_1
" Ide kamu sangat menarik anak muda" puji Wiliam.
" Terima kasih Om"
Axel kembali ke tempat duduknya. Persentasinya memang lebih singkat dari perusahaan lain. Tapi yang dinilai sama perusahaan bukan panjangnya persentasi. Tapi isi dari persentasi itu.
" Sudah lega?"
" Sudah Daddy. Tapi Axel nggak yakin ide itu bisa menarik perhatian pak Wiliam"
" Daddy yakin dia akan memilih ide kamu"
" Kenapa Daddy begitu yakin kalau pak Wiliam akan memilih ide Axel?"
" Pemimpin perusahaan yang jeli dan juga cerdas pasti akan memilih ide kamu"
" Apa yang dikatakan Daddy kamu bener. Om aja kagum dengan kamu. Diusia kamu yang masih muda, kamu sudah bisa memikirkan ide sebagus itu"
" Nggak juga Om. Axel hanya melihat riset di lapangan. Dan menurut Axel itulah yang diperlukan oleh anak-anak muda seperti kami"
" Kamu benar. Tidak semua orang suka dengan club malam. Salah satu contohnya Om dan Daddy kamu. Kami lebih suka liburan ke alam terbuka. Seperti hiking "
" Intinya tidak semua orang bisa pergi ke club malam. Sedangkan tema tendernya membuat tempat hiburan yang menarik. Kalau club malam hanya bisa dimasuki sama orang yang sudah cukup umur. Tidak untuk semua keluarga "
Ya Axel memang memberikan ide dengan konsep yang sangat bagus. Dia memikirkan di tempat hiburan itu tidak cuma untuk liburan saja. Tapi juga ada edukasinya. Itulah yang membuat idenya sangat menarik.
" Iya Daddy"
Tinggal tiga perusahaan lagi yang akan menyampaikan ide dari perusahaan mereka. Setelah itu barulah akan diumumkan perusahaan mana yang layak memenangkan tender ini.
Akhirnya semua wakil perusahaan sudah menyampaikan ide-ide mereka. Sekarang mereka tinggal menunggu keputusan dari pak Wiliam. Dia akan memberikan tendernya pada perusahaan siapa.
" Baiklah teman-teman semuanya. Saya sangat suka dengan ide yang kalian punya. Tapi yang akan memenangkan tender ini hanya satu perusahaan. Dan saya sudah menyampaikan di awal poin penilaian saya. Jadi perusahaan mana yang jadi pemenangnya nanti, itulah perusahaan yang idenya sangat menarik untuk perusahaan saya"
Para petinggi perusahaan mulai deg-degan apakah perusahaan mereka yang akan terpilih. Karena ide-ide semua perusahaan bagus-bagus.
" Hasil keputusan saya tidak bisa diganggu gugat. Baiklah tender ini akan saya berikan pada perusahaan Narendra group"
Darren tersenyum mendengar ucapan pak Wiliam. Ia tidak terlalu kaget, karena iya yakin dari awal dengan kemampuan putranya. Hanya orang yang cerdas dan juga jeli yang bisa melihat seberapa bagusnya ide dari putranya.
" Saya tidak terima!. Kenapa bisa perusahaan Narendra yang menang?. Padahal ide perusahaan kami jauh lebih bagus dari perusahaan mereka!" kata salah satu petinggi perusahaan.
" Maaf tuan Baskoro keputusan saya sudah mutlak jadi tidak bisa di ganggu gugat"
" Alasannya anda memilih ide anak kecil itu apa?. Bukankah idenya biasa saja?!"
__ADS_1
" Sudah saya katakan, hanya orang yang cerdas yang bisa melihat betapa bagusnya ide dari anak saya"
Semua orang di sana kaget mendengar ucapan Darren. Ternyata pemuda tampan itu putra dari penguasa Eropa itu. Pantas saja dia secerdas itu.
" Apa yang dikatakan tuan Darren benar. Saya juga melihat ide dari anak muda ini sangat keren"
" Saya juga. Bahkan saya ingin membuat kontrak kerjasama dengan pemuda ini"
" Benar, ide yang diberikan Axel sangat bagus. Di sana keluarga kita tidak hanya bisa bermain. Tapi mereka juga bisa belajar. Jadi satu konsep itu bisa mencangkup semuanya"
" Bagaimana tuan Baskoro?. Apa anda masih meragukan kemampuan anak kecil?" tanya Darren.
" Anda sudah dengar sendiri dari rekan-rekan yang lain. Jadi saya tidak perlu menjelaskan kenapa saya memilih perusahaan Narendra group" kata Wiliam.
" Lain kali jangan pernah meremehkan seorang anak kecil. Walaupun umurnya masih muda, tapi kemampuannya belum tentu semuda umurnya. Jadi jangan hanya melihat kemampuan orang dari muda ataupun tuanya usia orang itu. Bahkan dari bayi pun kita bisa belajar" kata Darren.
Baskoro dan tiga orang temannya segera meninggalkan aula itu. Mereka tidak bisa menerima keputusan dari Wiliam. Karena menurut mereka ide Axel biasa saja.
" Selamat ya anak muda" kata Wiliam.
" Terima kasih Om"
Beberapa petinggi perusahaan juga memberikan selamat untuk Axel. Mereka bangga dengan Axel. Karena diusia muda, dia sudah bisa memikirkan ide sebagus itu.
" Anda sangat beruntung memiliki putra seperti Axel" kata salah satu rekan bisnis Darren.
" Tentu saja tuan. Dia salah satu permata berharga bagi keluarga saya"
" Wah berarti ada permata lainnya?"
" Tentu saja. Istri dan juga putri saya"
" Apa anda lupa. Tuan Darren kan punya anak kembar"
" Oh astaga, saya lupa. Sekali lagi selamat, ya?"
" Makasih Om"
" Kalau saya ada proyek baru, saya akan mengajak kamu untuk kerjasama"
" Makasih Om"
Darren tersenyum. Putranya sudah bisa membuktikan pada orang-orang kalau dia layak dan mampu untuk bersaing dengan perusahaan lain. Walaupun usianya masih muda.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚