Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tiada hari tanpa gelud


__ADS_3

Obrolan antara kedua orang tua Alexa masih berlanjut. Bahkan obrolan mereka sudah merambah kemana-mana. Sekarang mereka sedang membicarakan bisnis.


" Mom, Eca ke kamar dulu ya?"


" Nggak boleh. Lagian disini masih ada tamu "


" Tinggal usir aja Mom tamunya"


" Nggak boleh gitu. Masa tamu tampan kek gini diusir"


Ehem!.


Darren berdehem saat mendengar sang istri memuji lelaki lain. Ia tidak suka istrinya memuji lelaki lain didepannya.


" Mommy sama Daddy aja yang ngobrol sama Om gunung es. Eca mau mandi dulu"


" Ntar aja mandinya. Bentar lagi saya juga mau pamit" kata Kenan.


" Kalau mau pamit ya pamit aja Om, lebih cepat lebih baik"


" Jangan jutek kek gitu sama calon pacar"


Alexa kaget mendengar ucapan gunung es itu. " Siapa juga yang mau pacaran sama Om"


" Beneran nggak mau jadi pacar saya?"


" Bener lha"


Kiran dan Darren saling lirik. Setelah itu pasutri itu pun tertawa. mereka berdua teringat akan kisah cintanya. Setiap kali bertemu pasti gelud.


" Sepertinya ada yang senasib sama kamu, By"


" Iya sayang. Kisah cinta kita yang dulu akan terulang kembali"


" Bener By. Tapi sepertinya yang cowok akan susah menaklukkan hati sang cewek deh"


" Kan sama seperti kamu dulu sayang. Aku juga nggak mudah menaklukkan hati kamu"


" Sekarang udah bisa menaklukkannya, kan?"


" Udah dong. Sayang sepertinya kita harus menyudahi perdebatan Eca sama Kenan".


" Iya By"


Ehem!..


Darren berdehem agak keras agar Alexa dan Kenan mendengar dan menghentikan perdebatan mereka.


Benar saja, tak lama setelah itu Alexa dan Kenan langsung menghentikan perdebatan mereka.


" Maaf Om"


" Maaf Daddy. Tadi Om gunung es duluan yang mulai".


" Kok saya"


" Iya dong, siapa lagi"


" Sudah-sudah, baru saja berhenti udah mau gelud lagi" kata Kiran.


Alexa dan Kenan pun diam sebab Ibunda ratu sudah bicara. Kalau mereka berdua masih gelud, bisa-bisa dikutuk jadi wajan penggorengan.


" Ya udah Om, Tante. Saya pamit dulu"


" Kok cepat amat pulangnya" kata Kiran.


" Biarkan aja Mom "


" Tante denger sendiri kan. Saya udah di usir daritadi"

__ADS_1


" Udah tau diusir, tapi masih aja belum pergi "


" Iya, ini juga udah mau pergi"


Kiran dan Darren geleng-geleng kepala. Sepertinya akan butuh waktu lama bagi mereka untuk bisa dekat. Seperti dia dan suaminya dulu.


" Bilangnya mau pamit, tapi kok masih duduk?" tanya Kiran.


Kenan menghela nafasnya. Andai saja sekarang tidak di depan calon mertuanya, sudah ia cium gadis cantik itu.


" Baiklah Om, Tante, saya pamit dulu"


" Ah iya, hati-hati dijalan"


" Makasih Tante"


Setelah berpamitan, Kenan bangkit dari tempat duduknya.


" Kamu nggak mau nganterin saya sampe depan?"


" Nggak!"


" Ya udah, saya pamit dulu. Mandi yang bersih"


" Hhmmm"


Darren mengantarkan tamunya ke depan pintu mansion. Sedangkan Alexa segera pergi ke kamarnya, karena kalau ia masih di sana mommy-nya pasti akan mengomelinya.


" Maafkan sikap putri saya tadi ya, Kenan"


" Nggak apa-apa Om, saya sudah biasa di jutekin sama putri Om"


" Sifat Eca sama persis sama mommy-nya. Nggak gampang didekati"


" Iya Om"


" Dulu saya juga butuh perjuangan untuk mendapatkan cintanya mommy-nya. Mungkin lebih galak istri saya dulu"


" Benarkah?"


" Maaf sebelumnya, apa Om dulu tidak direstui sama keluarga Tante?"


" Tidak. Justru saya mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Cuma menaklukkan hati mommy-nya yang sangat susah. Apalagi dia pernah disakiti sama orang yang dia cintai sedari dia kecil"


Kenan kaget mendengar ucapan calon mertuanya itu. Ia tidak menyangka kalau kisah cinta lelaki itu juga tidak mulus.


" Itu berarti Om yang pertama kali jatuh cinta sama istri Om?"


" Iya. Saya pertama kali jatuh cinta saat dia berumur 9 tahun. Kamu tau yang membuat saya jatuh cinta pada istri saya?"


" Nggak Om"


" Sifat galaknya"


" Emang Tante galak Om?"


" Banget. Bahkan lebih galak dari Eca. Sampe sekarang pun istri saya masih galak. Kalau istri saya udah dalam mode galak, saya dan anak-anak hanya bisa diam dan mendengarkan sang ratu mansion"


Kenan membayangkan seorang pengusaha sukses dan terkenal itu diam saat istrinya sedang mengomelinya.


" Nggak usah dibayangkan bagaimana istri saya sedang dalam mode galak"


" Eh! maaf Om"


Selain pintar dan juga jago beladiri. Ternyata calon mertuanya itu juga bisa membaca pikiran seseorang.


" Oh iya, apakah kamu masih berada di dunia mafia?"


Kenan kaget mendengar ucapan Darren. Kenapa calon mertuanya bisa tau kalau dirinya seorang mafia. Ah iya hampir dia lupa, kan calon mertuanya itu juga ketua mafia yang banyak ditakuti musuhnya.

__ADS_1


" Masih Om"


Darren sudah mencari tau siapa Kenan. Kenan seorang mafia yang cukup ditakuti sama musuhnya. Walaupun dia seorang mafia, dia tidak pernah melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hukum. Dia akan bertindak jika di usik.


" Kalau Om masih berada di dunia mafia?"


" Saya udah pensiun"


" Pensiun? terus markas Om bagaimana?"


" Masih ada. Sekarang markas itu ditempati sama anak buah saya"


" Apa putra Om yang akan melanjutkannya?"


" Nggak juga. Saya tidak pernah memaksa putra saya untuk terjun ke dunia mafia. Tapi kalau dia ingin, saya tidak akan melarangnya"


" Saya denger putri Om mempunyai mata yang spesial?"


Darren kaget mendengar perkataan Kenan. Darimana lelaki itu tau kalau putrinya memiliki mata spesial.


" Darimana kamu tau?"


" Saya pernah melihatnya Om. Dan bola matanya itu sangat bagus ketika berubah warna"


" Tapi dampaknya juga bahaya. Dia bisa menjadi tidak terkendali saat matanya sudah berubah warna"


" Benarkah?"


" Iya. Dan yang bisa menenangkan dia saat seperti itu hanya orang-orang terdekatnya. Bahkan dalam mode seperti itu aura membunuhnya sangat kuat"


" Apa sekarang dia masih belum bisa mengontrolnya, Om?"


" Sudah. Adik saya yang mengajari caranya. Bahkan dia harus di rawat di rumah sakit karena menahan serangan dari putri saya"


" Apa separah itu Om?"


" Iya. Warna bola mata putri saya itu sama seperti istri saya. Tapi punya Alexa jauh lebih kuat di antara kami berempat"


Kenan penasaran seperti apa kekuatan gadis tipis itu kalau sudah dalam mode iblis seperti itu. Karena setau dirinya, adik calon mertuanya itu sangat hebat juga dalam seni bela diri.


" Bagaimana cara memancing sisi iblis nya itu Om?"


" Apa kamu ingin mencobanya?"


" Saya hanya penasaran saja. Karena setau saya, adik Om itu juga sangat hebat dalam seni bela diri. Dan dia bisa terluka karena menahan serangan dari putri Om"


" Silakan kalau kamu ingin mencobanya"


" Caranya Om?"


" Gampang kok. Kamu sakiti aja salah satu orang terdekatnya. Maka sisi iblis nya akan on "


" Semudah itu?"


" Ya. Karena putri saya itu tidak akan membiarkan orang lain menyakiti orang-orang terdekatnya. Coba saja"


" Nanti saya pikirkan lagi deh Om"


" Ok. Kalau sudah dipikirkan, jangan lupa kasih tau saya"


" Siap Om. Kalau begitu saya permisi dulu"


" Baiklah, hati-hati di jalan"


" Makasih Om"


Setelah berpamitan pada calon mertuanya, Kenan pun masuk kedalam mobilnya. Mobil mewah itu pun melaju meninggalkan mansion milik Darren.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2