
Alexa bersiap untuk pergi ke bandara. Ya mommy-nya meminta dirinya untuk menjemput pamannya. Karena mommy-nya tidak bisa menjemput.
Sedangkan saudara kembarnya masih tidur. Ya Axel kelelahan karena latihan tadi pagi. Dan ini kali pertamanya saudara kembarnya itu tidur sampai sore hari.
Alexa memakai baju kaos berwarna hijau dan rok jeans selutut. Ia menyisir rambutnya. Kali ini ia tidak mengucir rambutnya. Selesai menyisir rambut, Alexa mengambil kunci mobilnya.
" Ok, saatnya menjemput lelaki datar, galak yang sifatnya sebelas dua belas dengan Axel"
Alexa masuk kedalam lift menuju lantai bawah. Karena kalau ia menggunakan tangga, akan memakan waktu yang lama.
" Mommy udah pergi Bik?" tanya Alexa setelah sampai di bawah.
" Sudah nona"
" Ntar kalau Axel bangun, bilang Eca pergi jemput paman ya"
" Baik nona"
Mobil Alexa sudah terparkir di depan mansion. Ini pertama kalinya ia memakai mobil yang dibelikan Omanya. Karena biasanya ia memakai motor.
" Baiklah cantikku, sekarang kita berangkat ke bandara" kata Alexa pada mobil yang diberi nama si cantik itu.
Mobil mewah yang hanya di produksi 5 di dunia itu melaju meninggalkan mansion. Alexa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tapi kalau sudah di jalan raya, ia akan melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi.
Suasana jalan raya sore itu lumayan rame. Niat Alexa ingin ngebut pun tidak bisa terwujud, karena banyaknya kendaraan yang hilir mudik. Tapi tidak masalah yang penting dia tidak terlambat sampai di bandara.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, Alexa sampai di bandara. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan oleh pihak bandara.
Alexa masuk kedalam bandara. Ia duduk di kursi yang ada di sana. Sambil menunggu pamannya, ia memainkan game yang ada di ponselnya.
Detik demi detik, menit demi menit pun berlalu. Akhirnya Alexa mendengar pesawat yang di tumpangi pamannya sudah mendarat dengan selamat di bandar udara internasional Soekarno-Hatta.
Alexa menyimpan ponselnya. Ia menunggu pamannya di dekat pintu keberangkatan. Karena banyak orang-orang juga di sana. Mungkin mereka menunggu sanak familinya.
Tak berselang lama Alexa melihat lelaki tampan memakai baju kaos berwarna putih keluar. Seperti biasa, semua mata wanita tertuju pada lelaki tampan itu.
" Paman!"
Mendengar namanya di panggil, Nando pun menoleh ke arah suara. Ia tersenyum kala melihat gadis cantik memakai baju berwarna hijau sedang melambaikan tangan padanya. Ia segera menghampiri gadis cantik itu.
" Eca sendirian?"
" Hhmm"
" Emang Axel kemana?"
" Tidur"
Nando melihat mata para lelaki menatap penuh damba ke arah Alexa. Ia pun melirik pakaian yang di kenakan gadis cantik itu.
" Lain kali jangan pake rok kek gini" kata Nando sambil mengikatkan jaketnya ke pinggang Alexa.
" Emang kenapa?"
" Kamu mau di mangsa sama para lelaki itu"
Alexa melihat sekelilingnya. Benar saja, para lelaki mulai dari yang muda sampai yang tua menatap kearahnya.
Nando menggandeng tangan Alexa, kemudian membawa pergi gadis cantik itu dari sana. Kalau tidak gadis itu akan terus jadi pusat perhatian para lelaki hidung belang itu.
Alexa hanya bisa mengikuti pamannya.
" Paman?"
" Hhmm"
" Teman paman gimana?"
__ADS_1
" Ntar ada yang jemput. Kenapa?"
" Nggak, cuma nanya aja"
" Eca kesini sama apa?"
" Sama mobil"
" Syukurlah"
" Kenapa?"
" Karena Eca pake rok pendek. Jadi kalau pake motor, bisa menyilaukan mata para lelaki kek tadi"
" Iya sih"
" Mana kunci mobilnya, biar paman yang bawa mobilnya"
Alexa menyerahkan kunci mobilnya pada pamannya.
" Tunggu disini, paman mau ambil mobilnya dulu"
" Hhhmm"
Nando pergi ke parkiran untuk mengambil mobil keponakannya. Sedangkan Alexa menunggu di pintu masuk bandara.
Alexa tersenyum melihat jaket pamannya melingkar cantik di pinggangnya. Ia semakin mengagumi lelaki tampan itu. Walaupun dia datar dan dingin kek kulkas dua puluh delapan pintu.
Tak berselang lama sebuah mobil mewah berhenti di depannya. Kemudian keluarlah seorang lelaki tampan. Siapa lagi kalau bukan pamannya.
" Kenapa bengong. Yuk masuk!"
" Koper paman gimana?"
" Tolong masukan ke bagasi "
Alexa kaget mendengar ucapan pamannya. Bagaimana bisa pamannya menyuruh dirinya memasukkan koper yang berat itu masuk kedalam bagasi.
Nyesel banget gue kagum sama es balok kek dia.
Mau nggak mau akhirnya Alexa pun memasukkan koper yang berat itu ke bagasi mobil. Ia heran kenapa koper pamannya bisa seberat itu. Setelah itu ia segera masuk kedalam mobil.
" Kok belum jalan paman?"
" Pindah ke depan"
" Nggak, Eca disini aja"
" Paman bukan sopir taksi. Cepat pindah ke depan"
Alexa bingung sama pamannya itu. Baru pulang dari Sumatera, sikap pamannya bertambah nyebelin. Walaupun begitu, Alexa tetap pindah ke depan.
Setelah keponakannya duduk dengan baik, barulah Nando melajukan mobilnya meninggalkan bandara.
Alexa teringat wanita yang ada di dalam ruangan pamannya. Ia akan menanyakan langsung pada pamannya siapa wanita itu.
" Paman"
" Hhmm"
" Paman?"
" Iya Eca"
" Wanita cantik yang di ruangan paman kemarin siapa?"
" Nanti Eca juga akan tau"
__ADS_1
" Calon Tante ya?"
" Maybe"
" Berarti benar ya. Kenapa paman nggak bawa dia kesini?"
" Dia lagi ngurus pekerjaan yang ada di sana. Nanti paman akan bawa dia kesini, untuk bertemu Eca dan juga yang lain"
Alexa tidak menayangkan kalau calon Tante nya bukan Jihan. Melainkan wanita yang di temui pamannya di Sumatera. Ia semakin penasaran, seperti apa wanita yang bisa menaklukkan hati es balok ini.
" Gimana latihannya?" tanya Nando.
" Seru"
" Udah ada kemajuan dalam latihannya?"
" Kalau menurut Eca ada. Tapi nggak tau kalau menurut Suhu yang galak ini"
" Kalau menurut paman ada, sedikit"
Apa! sedikit dia bilang. Gue berhasil mengalahkan Daddy, terus dia bilang hanya sedikit?. Wah, sungguh lelaki kejam.
Nando tau kalau keponakannya itu pasti kesal karena ia bilang kemajuannya sedikit. Ia tau kalau keponakannya itu berhasil mengalahkan bodyguard tingkat S. Berita itu ia dapat dari Abangnya sendiri.
" Paman bangga sama Eca " kata Nando sambil membelai rambut gadis cantik itu.
Alexa tersenyum mendengar ucapan pamannya. Jarang-jarang pamannya bilang begitu.
" Apa paman tau kalau Eca berhasil mengalahkan bodyguard tingkat S?"
" Tau"
" Pasti mommy yang kasih tau"
" Bukan"
" Terus?"
" Daddy"
" Daddy?"
" Hhmm"
" Apa Daddy juga bilang kalau Eca berhasil mengalahkan Daddy?"
" Ya Daddy bilang"
" Walaupun Eca sama Axel menang melawan daddy. Tapi entah kenapa Eca merasa, Daddy sengaja melakukan itu"
Nando tersenyum mendengar ucapan keponakannya itu. Karena apa yang dikatakan Alexa itu benar. Abangnya mengalah kemarin.
" Kenapa Eca merasa seperti itu?"
" Karena Eca tau gimana kemampuan dan kuatnya daddy"
" Apa Axel juga merasa seperti itu?"
" Hhmm"
" Itu cuma perasaan Eca aja. Karena para bodyguard tingkat S juga mengakui kehebatan Eca sama Axel"
" Benarkah?"
" Hhmm"
Nando tau kenapa abangnya mengalah kemarin. Dia tau kalau Alexa dan Axel sudah sangat kelelahan karena melawan bodyguard tingkat S. Kalau abangnya mengeluarkan semua kekuatannya, pada Axel dan juga Alexa pasti mereka berdua akan terluka.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚