
Kenan mengantarkan kekasihnya sampai gerbang sekolah. Rencananya dia mau mengantarkan sampai ke kelas. Tapi kekasihnya menolak.
" Aku masuk dulu ya, Oppa"
" Iya sayang. Belajar yang rajin ya"
" Hhmmm"
Alexa segera keluar dari mobil. Ia tidak perlu melihat situasi lagi. Karena teman-temannya tidak akan melihat dia diantarkan sama siapa.
Kenan belum melajukan mobilnya. Ia harus memastikan kekasihnya masuk dengan selamat kedalam sekolah. Setelah itu barulah ia melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Alexa.
Mobil mewah itu terus melaju membelah jalan ibu kota. Beruntung pagi ini dia tidak terkena macet. Jadi dia bisa cepat sampai di kantor. Kenan memarkirkan mobilnya di tempat parkir.
Setelah memarkirkan mobilnya, Kenan masuk kedalam kantor. Di depan kantor asistennya sudah menunggu.
" Selamat pagi tuan"
" Pagi Ben. Bagaimana dengan dokumen yang saya minta?"
" Beres tuan. Semuanya sudah saya siapkan"
" Bagus. Sekarang kita akan menunggu ayah dan anak itu"
Bos dan asisten itu berjalan memasuki kantor. Pesona bos dan asisten itu memang tidak diragukan lagi. Kemana dam dimana saja, mereka selalu jadi pusat perhatian.
" Pesona CEO sama asistennya memang tiada duanya"
" Benar. Bahkan mereka berdua juga sama-sama jomlo"
" Gue denger CEO kita udah punya kekasih?"
" Dapat gosip darimana?. Kalau emang CEO udah punya kekasih, kenapa dia nggak pernah membawanya ke perusahaan"
" Iya bener. Pergi kemana-mana dia selalu sama asistennya. Jadi mana mungkin dia punya kekasih"
" Gue nggak bohong. Gue denger-denger lagi, pacar CEO bukan orang sembarangan"
" Maksud Lo?"
" Pacarnya CEO dari kalangan orang kaya juga"
" Mungkin Lo salah denger kali"
" Gue nggak salah denger. Mereka juga bilang pacarnya CEO cantik "
" Apa mereka pacaran bisnis?"
" Bisa jadi"
" Jangan-jangan pacar CEO, nona bule yang kemarin ke perusahaan"
" Masa sih?"
" Kayaknya nggak deh. Karena menurut gue, bule yang kemarin itu ketuan untuk CEO"
" Lo bener. Jadi nggak mungkin banget pacar CEO, wanita bule itu"
" Ya itu kan menurut kita yang nggak cocok. Tapi kalau menurut bisnis mah, cocok cocok aja"
" Iya juga sih. Tapi tetap aja gue nggak rela CEO sama wanita itu"
Saat para karyawan itu sedang asik bergosip. Tiba-tiba orang yang mereka bicarakan itu muncul bersama ayahnya.
" Permisi. Apa CEO kalian sudah datang?"
" Eh"
Para karyawan itu kaget mendengar suara Natalie. Wajah mereka berubah menjadi pucat. Apa wanita itu mendengar pembicaraan mereka tadi.
" Yuk Pih kita ke ruangannya aja. Nggak ada gunanya kita bertanya sama mereka"
Natalie dan papih nya berjalan menuju lift. Para karyawan itu tersadar setelah Natalie dan papih nya masuk kedalam lift khusus CEO.
__ADS_1
" Kenapa dia pergi begitu saja?"
" Tau, nggak sopan banget"
" Kamu segera hubungi CEO. Kalau rekan bisnisnya sedang menuju ke sana"
" Kamu benar. Nanti kita yang dimarahi CEO karena membiarkan orang pergi ke ruangannya tanpa seizinnya"
Karyawan resepsionis itu segera menghubungi sekretaris CEO. Kalau klien CEO sedang menuju ke ruangannya.
...***...
" Apa tuan nggak malu numpang sarapan di rumah nona Alexa?"
" Kenapa saya harus malu. Saya kan makan di mansion calon mertua saya. Emang salah?"
" Nggak salah sih tuan. Tapi apa kata orang-orang diluar sana. Masa Sultan numpang makan di tempat calon mertuanya"
" Saya nggak peduli apa kata orang. Selagi apa yang saya lakukan tidak salah. Masa bodoh mah sama mereka"
" Iya juga sih"
" Bilang aja kamu iri sama saya"
" Nggak. Lagian kenapa saya harus iri?"
" Karena kamu nggak bisa sarapan di rumah calon mertua. Oh iya saya lupa, kamu kan jomlo"
" Saya jomlo juga karena tuan?"
" Kok saya?"
" Coba aja tuan nggak ngasih saya kerjaan banyak. Kan saya bisa cari pacar"
" Kamu mau saya kasih kerjaan sedikit?"
" Mau lha"
" Ya udah, berhubung saya baik. Saya tidak akan masih kamu pekerjaan apapun"
" Beneran. Mulai besok kamu nggak usah masuk kantor. Bukan besok aja sih, untuk seterusnya"
" Seterusnya?"
" Hhhmmm "
" Itu mah dipecat namanya?"
" Kan kamu bilang saya ngasih kamu kerjaan banyak. Sekarang kamu saya bebas tugaskan"
" Ya maksud saya nggak dipecat juga?"
" Lagian kamu tu aneh. Bilang saya yang membuat kamu jomlo akut. Lagian ya Ben, kalau kita tampan dan juga mapan. Cewek itu pasti akan mendekat sama kita"
" Maksud tuan?"
" Kamu merasa tampan nggak?"
" Kalau menurut saya sih tampan tuan"
" Kamu mapan nggak?"
" Mapan tuan"
" Ya udah"
" Cuma gitu aja?"
" Hhmmm"
Beni menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud sama tuanya.
Tok.
__ADS_1
Tok.
Tok.
" Masuk!"
" Permisi Pak, diluar ada nona Natalie"
" Persilakan masuk"
Sekretaris Kenan pun menyuruh Natalie dan papih nya masuk.
" Selamat pagi tuan Antonio. Silakan duduk"
" Terima kasih tuan Kenan"
Antonio dan putrinya duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Ben tolong suruh Dita untuk membuatkan kopi "
" Baik tuan"
Beni menghubungi sekretaris tuannya. Setelah itu ia kembali bergabung bersama tuannya.
" Bagaimana dengan proyek kita, tuan Kenan?"
" Semuanya berjalan sesuai rencana tuan Antonio"
" Tapi saya mendengar dari orang saya, kalau pengerjaan proyeknya terkendala?"
" Terkendala gimana maksud tuan?"
" Mereka bilang kalau pekerjaannya terkendala karena bahan-bahan yang anda gunakan tidak layak pakai"
" Benarkah?. Apa buktinya kalau memang saya menggunakan bahan yang tidak layak pakai?"
Antonio mengambil foto yang sudah disiapkannya. Dia memberikan pada Kenan.
" Anda lihat saja sendiri. Semua bukti-bukti sudah ada di sana?"
Kenan tersenyum melihat foto-foto yang diberikan sama Antonio. Apa lelaki tua itu pikir dia orang bodoh.
" Anda yakin ini foto di lokasi proyek?"
" Te..tentu saja"
" Baiklah. Karena anda mempunyai bukti foto. Saya juga punya bukti video. Ben putar videonya"
" Baik tuan"
" Vi..video apa maksud anda tuan?"
" Nanti anda akan tau sendiri tuan Antonio"
Beni memutar video yang ada di laptop tuanya. Ia memakai in fokus supaya tuan Antonio bisa melihat dengan jelas videonya.
" Perhatikan video itu baik-baik tuan Antonio"
Di dalam video itu terlihat para pekerja sedang mengerjakan proyek. Bahkan di sama juga ada Kenan dan asistennya.
Kenan tersenyum melihat ekspresi wajah Antonio. Tapi dia punya kejutan lagi untuk rekan kerjanya itu. Dan dia akan memberikannya nanti.
" Anda bisa lihat sendiri di video itu. Semua orang bekerja, tanpa ada kendala seperti yang anda bilang tadi"
" Jadi maksud anda saya berbohong?"
" Saya nggak bilang begitu. Tapi kalau anda merasa mau gimana lagi"
" Orang saya nggak mungkin berbohong. Apa jangan-jangan anda mau menipu saya?!"
Kenan tertawa mendengar ucapan Antonio. Bagaimana bisa lelaki tua itu mengatakan dirinya mau menipu.
Tapi bagi Antonio dan Natalie, tawa Kenan itu sangat mengerikan. Karena tawanya itu seperti tawa orang kerasukan.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚