
Alexa memukul sang kekasih dengan tissue yang diberikan kekasihnya tadi. Pantes aja ia seperti mengenal postur tubuh lelaki tampan tadi, ternyata beneran kekasihnya.
Aaawwww..
" Sakit yank" kata Kenan pura-pura kesakitan. Padahal tidak akan berasa sakit kalau dipukul pake tissue. Ia sengaja bicara seperti itu agar sang kekasih menghentikan aksi pukul.
Sontak aksi sepasang kekasih itu menjadi pusat perhatian para pelari di sana. Begitu juga dengan saudara dan sahabat Alexa.
" Sayang kita jadi tontonan orang-orang nih?"
Alexa sontak menghentikan aksinya. Ia melihat sekelilingnya. Benar saja, semua mata tertuju padanya dan juga sang kekasih. Alexa pun menghentikan aksinya.
Kenan menarik tangan sang kekasih ke tempat duduk yang ada dibawah pohon yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. Ia tau kalau kekasihnya malu karena diliatin orang banyak.
" Ini gara-gara Oppa"
" Kok kakak?"
" Iya, coba aja tadi Oppa nyamperin nya tidak dengan cara ngumpet-ngumpet seperti tadi. Pasti aku nggak akan diliatin banyak orang"
" Iya sayang, kakak minta maaf karena udah bikin ayank jadi pusat perhatian"
" Ini lagi. Kenapa harus tampan kek gini pergi joging nya?. Mau tebar pesona, ya?"
Kenan tersenyum mendengar ucapan sang kekasih. Secara tidak langsung kekasihnya mengakui kalau dirinya tampan.
" Nggak sayang. Kalau menurut ayank, kakak tampan, dan ketampanan itupun hanya untuk ayank seorang. Bukan untuk wanita lain"
" Ck, boong. Buktinya sekarang tebar pesona. Ngapain coba tadi pake acara pemanasan segala. Mau pamer otot-otot kekarnya?"
" Nggak sayang. Kakak nggak tau kalau orang-orang tadi memperhatikan kakak. Lagipula kakak nggak ada respon mereka. Kakak malah milih joging sama ayank"
" Emang Oppa tau darimana kalau aku joging?"
" Mommy sama Daddy. Kakak sengaja nggak kasih tau. Biar jadi surprise"
Alexa tidak menyangka kalau orang tuanya sekongkol dengan sang kekasih. Tapi ia senang karena kekasihnya bisa joging bareng sama dirinya.
" Daebak!, tampan banget tuh cowok"
" Iya. Apa dia artis?"
" Sepertinya begitu"
" Coba lihat ototnya yang kekar itu. Pasti sangat kuat"
" Kok aku jadi pengen di gendong ala bridal style sama tuh cowok"
Alexa mendengar obrolan beberapa wanita itu hanya bisa menghela nafasnya. Itu salah satu resiko punya kekasih yang berwajah tampan.
" Pake lagi topi sama maskernya. Atau mau diliatin sama mbak-mbak itu!"
" Nggak sayang. Kakak maunya dilihat sama ayank aja"
" Ya udah pake tuh topi sama masker. Lain kali jangan tampan-tampan pergi joging nya"
" Iya sayang. Besok kakak mau pake baju compang-camping aja joging nya"
" Itu lebih bagus" kata Alexa sambil meninggalkan sang kekasih. Entah kenapa ia tidak suka sama mbak-mbak tadi.
" Sayang tunggu"
Kenan tau sang kekasih lagi merajuk. Tapi dia juga senang melihat tingkah sang kekasih cemburu seperti itu. Kekasihnya terlihat sangat sweet kalau mode cemburu.
" Udah selesai mojok nya?"
" Siapa yang mojok sih, Del?"
" Ya elo lha, masa gue"
__ADS_1
" Gue nggak mojok"
" Terus apa dong namanya itu yang duduk berduaan"
" Gue cuma ngobrol"
" Ya sama aja. Terus mana kak Kenan"
" Gue tinggal"
" Wah parah Lo "
" Gue bete aja sama dia"
" Bete kenapa?. Bukankah seharusnya Lo senang di samperin sama pacar?"
" Senang. Tapi gue nggak suka aja dia jadi pusat perhatian orang-orang. Terutama para wanita-wanita itu"
Adele tertawa mendengar ucapan sahabatnya. Dari ucapan itu terlihat jelas kalau sahabatnya cemburu.
" Lo jealous ?"
" Nggak!"
" Bohong!. Dari ucapan Lo aja udah jelas kalau Lo itu jealous"
" Gue nggak jealous Adele. Gue itu cuma tidak suka aja cara mereka menatap pacar gue"
" Itu jealous namanya Marpuah"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
Adele geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya. Apa salahnya ngaku kalau dirinya jealous dengan kekasihnya.
" Tapi gue kadang iri sama keromantisan kalian berdua"
" Ya cara kak Ken memperlakukan elo "
" Farel kan juga memperlakukan Lo seperti ratu. Ya walaupun cara dia menunjukkannya terbilang sangat unik. Tapi menurut gue itu jauh lebih ' wah ' dari gue"
" Iya sih"
" Cara pasangan itu tidak semuanya sama Del. Dan Lo seharusnya senang dan juga bangga sama pacar Lo "
" Hhmmm"
" Jadi Lo nggak boleh ngomong gitu lagi. Kalau dia sampai dengar pasti hatinya sangat terluka"
" Iya Cha. Gue nggak akan merasa iri sama pasangan dimana pun. Karena gue mempunyai cowok yang sangat unik"
Adele menatap lelaki tampan yang sedang berlari di belakangnya. Lelaki yang selalu ada di sampingnya di saat suka maupun duka.
" Sayang"
Adele tersenyum pada sang kekasih. Ya begitulah salah satu cara dia menunjukkan pada semua orang kalau dirinya adalah milik sang kekasih.
" Tuh, cara dia manggil Lo aja seakan mengatakan pada dunia kalau Lo itu miliknya"
" Hhhmmm"
Kenan mempercepat larinya. Ia ingin menyapa calon mertuanya. Soalnya dari tadi dia belum ada menyapa sang camer.
" Daddy"
" Eh Kenan. Kapan nyampenya?"
" Baru nyampe, Dad"
__ADS_1
" Udah ketemu sama Eca?"
" Udah barusan Dad"
" Gimana reaksi Eca?"
" Ngamuk Dad. Tapi Ken senang melihat dia ngamuk kek tadi"
" Oh iya?. Emang ngamuk seperti apa?"
" Biasa Dad, ngamuk orang jealous "
" Hati-hati sama cewek yang lagi jealous "
" Emang kenapa Dad?"
" Cewek kalau ngamuk karena jealous itu sangat bahaya"
" Bahayanya gimana Dad?"
" Bahayanya, dia bisa nggak negur kita lama banget dan kalau bagi yang udah nikah, bisa-bisa disuruh tidur di luar"
" Wah gawat juga ya, Dad"
" Hhmmm"
Kenan teringat sama papanya. Dimana dia pernah melihat papanya tidur dikamar tamu. Itu berarti papanya sedang dihukum sama mamanya.
Apa nanti Alexa seperti itu juga kalau marah. Dia bakal nyuruh suaminya tidur diluar?.
" Lagi mikirin apa Ken?"
" Ah, nggak ada Dad "
" Jangan dipikirkan. Wanita itu memang unik dan juga istimewa. Marahnya juga nggak akan lama-lama. Karena mereka pun tidak kuat berjauhan sama kita"
" Iya Dad"
" Kalau kamu sudah menikah nanti, kamu harus banyak-banyak sabar menghadapi sikapnya Eca"
" Insya Allah Dad, rasa sabar Ken untuk Alexa sangat banyak"
Darren tersenyum mendengar jawaban Kenan. Ia berharap Kenan bisa membimbing putrinya. Ia tau kalau di usia muda seperti itu emosi putrinya masih menggebu-gebu.
" Abang Ken"
" Eh, Axel"
" Sejak kapan Abang disini?"
" Baru nyampe"
" Pantes aja Eca semangat joging. Rupanya ada Abang"
Ya Axel sudah mengganti panggilan sama Kenan. Karena sebentar lagi Kenan akan menikah dengan kakaknya. Otomatis dia akan menjadi kakak iparnya.
Setelah selesai mengelilingi taman tiga kali putaran, mereka semua pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di kursi yang ada di taman.
" Mau sarapan bubur, atau sarapan di mansion?"
" Sarapan di mansion aja Dad" jawab Alexa.
" Ya udah, Daddy pulang duluan ya"
" Bareng aja pulangnya Dad. Lagipula kita juga nggak mau berlama-lama di taman. Mau mandi juga. Soalnya badan udah lengket karena keringat" kata Axel.
Mereka semua pun memutuskan pulang ke mansion. Begitu juga dengan Kenan. Dia sudah menyiapkan pakaian ganti di dalam mobilnya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚