Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Misi penyelamatan Anya


__ADS_3

Beni dan anak buahnya sudah siap untuk menyerang musuh. Ia akan menyelamatkan wanitanya. Dan ia berharap kekasihnya baik-baik aja sampai dirinya nyampe di sana.


" Apa bom di sekitar Anya sudah kalian jinakkan?"


" Sudah bos. Semuanya sudah berhasil saya jinakkan"


" Periksa lagi, saya tidak ingin ada kesalahan yang nantinya akan membuat Anya dalam bahaya"


" Baik bos"


Anak buah Beni memeriksa kembali bom dan juga jebakan yang lain. Ia memastikan betul kalau bos sama jebakan itu sudah tidak ada. Jadi misi penyelamatan tidak akan gagal.


" Sudah bos, anda bisa cek sendiri"


" Tidak perlu, saya percaya sama kamu. Ayo berangkat"


Mobil mewah yang di rancang khusus itupun melaju meninggalkan markas lion king. Mobil itu menuju lokasi Anya sergap.


" Ambil jalan tikus aja biar cepet"


" Siap bos"


Beni tidak ingin membuang waktunya di perjalanan. Karena nyawa wanitanya sedang dalam bahaya. Jadi ia harus bergerak cepat.


Anak buah Beni pun menambah laju kecepatannya. Anggota yang lain membukakan jalan supaya mobil sang bos bisa melaju dengan cepat.


" Sejak kapan ada jalan terowongan kayak gini?"


" Sudah lama bos"


Beni baru tau ada terowongan disini. Berarti anak buahnya terus melakukan terobosan terbaru. Ia bangga karena anak buahnya terus berkembang. Dan yang paling canggih, mereka bisa menjinakkan bom dari jarak jauh.


Apa tuan muda sudah tau soal ini.


Semua anak buah Beni memang di dapat dari jalan. Ada juga yang dibuang sama keluarga mereka. Bisa dibilang merupakan semua anak yang kurang beruntung. Tapi ditangan tuan mudanya, mereka semua jadi anak yang pinter dan juga sukses.


Bahkan tuan mudanya tak segan-segan mengeluarkan uang banyak untuk menyekolahkan semua anak buahnya. Dan terbukti, semua anak buahnya lulus dengan nilai terbaik di semua jurusan.


" Bos besar masih sibuk ya bos?"


" Iya. Dia lagi sibuk mempersiapkan acara pernikahannya"


" Bos besar mau menikah, bos?"


" Hhhmmm"


" Wah itu berarti kita-kita akan punya buk bos"


" Bagaimana calon buk bos kami yang sekarang bos?"


" Calon buk bos kalian yang sekarang sangat cantik dan juga tangguh "


" Benarkah bos?"

__ADS_1


" Ya. Bahkan dia ikut tuan muda menghancurkan markas black cobra"


" Black cobra?. Bukankah itu kelompok mafia yang sudah lama bermusuhan dengan bos besar?"


" Benar banget"


" Itukan kelompok mafia yang selalu cari masalah sama keluarga bos besar"


" Ya. Dan sekarang kelompok mafia itu sudah tidak ada lagi"


" Bagaimana dengan wanita jadi-jadian itu bos?"


" Dia sudah di kirim ke bos kasino. Dan mungkin sekarang dia sudah jadi wanita penghibur kelas kakap"


Anak buah Beni pun kaget mendengar ucapan bosnya. Mereka tidak menyangka kalau nasib wanita ular itu akan berakhir tragis seperti itu. Mereka sangat tau bagaimana sikap bos kasino itu.


...***...


Mereka pun sampai di lokasi Anya di sergap. Anak buah Beni pun berpencar sesuai arahan dari bos mereka. Tanpa menunggu lama mereka melakukan tugas mereka masing-masing.


" Ada penyusup!"


" Serang!"


Suara tembakan terdengar dimana-mana. Tapi lelaki tampan itu tetap berjalan dengan santainya. Beni sudah biasa mendengar suara seperti itu. Bahkan bunyi tembakan itu seperti irama lagu di kupingnya.


Brak.


" Wah.. ternyata kita kedatangan tamu istimewa"


" Ya sekaligus tamu yang akan mencabut nyawa kalian semua"


Suara tawa seketika memenuhi ruangan itu. Omongan Beni terdengar lucu ditelinga mereka.


" Lama tidak bertemu ternyata nyali mu sudah bertambah saja, Ben"


" Lo kenal lelaki sok jago ini Fer?"


" Ya. Dia teman lama gue"


Cuih...!


" Nggak Sudi gue berteman sama manusia kayak, Lo!"


" Ternyata Lo masih dendam sama gue?. Lagipula Anya sendiri yang memilih gue. Jadi itu bukan salah gue"


" Gue kesini bukan mau reunian"


" Duduk dulu, kita minum-minum dulu"


" Udah nggak usah basa-basi!. Dimana Anya?"


" Oh, jadi Lo datang kesini untuk Anya?. Bukan untuk bertemu dengan teman lama Lo?"

__ADS_1


" Gue tanya sekali lagi, dimana Anya?!"


" Lo cari aja sendiri. Dan gue pastikan, Lo nggak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini"


" Ck, ternyata otak Lo masih saja bodoh seperti dulu. Lo liat aja nanti, apa gue bisa keluar hidup-hidup dari sini atau tidak!"


Ferdi segera memanggil anak buahnya. Tapi tidak ada satu orangpun yang muncul ke sana. Bahkan dia juga sudah memencet tombol yang ada di sebelahnya. Namun lagi-lagi tidak ada seorang pun yang datang.


" Dasar manusia bodoh!. Pada kemana mereka!"


Sekarang giliran Beni yang tertawa.


" Orang-orang yang Lo bayar, semuanya sudah di bunuh sama anggota gue. Mungkin yang tersisa sekarang ini cuma kalian berdua"


" Nggak mungkin!. Anak buah gue terlatih semua!" kata bos penjahat itu.


" Itu menurut Lo!. Tapi di mata anggota gue, anak buah Lo itu cuma remahan rengginang"


" Lo gimana sih?!. Gue udah bayar Lo mahal-mahal tapi mengalahkan anak buah Beni saja nggak bisa!"


" Lo tenang dulu. Anak buah gue itu terlatih, dan mereka itu juga banyak. Ntar gue hubungi team dua. Mereka lebih tangguh lagi"


" Cepetan!. Gue nggak mau Beni membawa Anya pergi dari sini!"


Bos penjahat itu segera menghubungi anak buahnya yang lain. Dan anak buahnya yang sekarang jauh lebih tangguh dari yang team satu.


" Bawa semua anak buah Lo kesini, biar gue habisi semua"


" Lo jangan sombong dulu!. Lo nggak tau kekuatan anak buah Markus"


" Lo juga nggak tau bagaimana kekuatan anggota gue. Ya sudah, gue mau cari Anya dulu, setelah itu baru gue habisi Lo berdua!"


" Emang Lo tau dia ada dimana?!"


Beni tidak mendengarkan ucapan Ferdi. Ia segera pergi menuju ruangan yang sudah di kasih tau sama anak buahnya tadi. Setelah itu barulah ia akan menghajar dua lelaki tidak berguna tadi.


" Kenapa Lo diam aja!. Cepat kejar Beni!"


" Baik!"


Bos penjahat itu segera mengejar Beni. Kalau tidak kliennya akan marah dan tidak mau membayar sisa uang yang dijanjikannya.


Ferdi tidak akan membiarkan Anya bertemu dengan Beni. Karena ia tau kalau Anya mencintai Beni. Dan ia tidak akan membiarkan mereka berdua bersatu.


Sebenarnya dulu Anya menolak Ferdi. Tapi Beni hanya mendengar saat dia mengatakan cinta. Dan dia langsung pergi, tanpa mendengar kelanjutan dari omongan Anya.


Jadi karena itulah Ferdi selalu membuntuti kemanapun Anya pergi. Bahkan ia pernah membuat alasan kalau mamanya masuk rumah sakit saat Anya mau pergi mencari Beni.


Akhirnya ia bisa menjauhkan Beni dari Anya. Ia berharap dengan kepergian Beni, Anya bisa menerima cintanya. Tapi dugaannya salah, sampai saat ini Anya tidak pernah mencintainya. Jadi kalau dia tidak bisa memiliki Anya, maka Beni pun tidak bisa.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2