
Farel kaget melihat kedua orang tuanya ada di lapangan tempat ia latihan. Ini kali pertamanya kedua orang tuanya itu datang untuk melihat acara latihannya.
" Mama, papa" panggil Farel.
" Hai sayang" balas sang mama.
" Mama sama papa kok ada disini?"
" Mama sama papa ingin memberikan semangat untuk kamu. Sekaligus ingin melihat perkembangan seni beladiri kamu"
" Seni beladiri aku masih jauh dibawah Axel sama Alexa"
" Tidak apa-apa, setidaknya kamu sudah latihan dengan baik. Dan bisa memakai ilmu itu untuk melindungi diri kamu sendiri" kata Romy.
" Papa nggak marah?"
" Kenapa harus marah. Melihat perkembangan seni beladiri kamu yang sudah jauh berkembang dari sebelumnya papa merasa senang dan bangga"
Farel terharu mendengarkan ucapan papanya. Ia memeluk papanya. " Makasih Pa"
" Sama-sama"
Tidak hanya Farel. Axel dan Alexa juga kaget melihat mommy sama Daddy-nya ada di sana. Biasanya Daddy-nya akan menghabiskan waktu berduaan dengan mommy-nya. Tapi sekarang Daddy-nya disini untuk melihat latihannya.
Doni membunyikan peluitnya. Empat sekawan pun segera berbaris di lapangan. Ini kali pertamanya bagi Axel, Alexa dan juga Farel latihan bersama papanya Adele.
" Pagi anak-anak"
" Pagi Om"
" Kalian siap untuk latihan hari ini?"
" Siap Om"
" Good. Untuk pemanasan, silakan lari satu kali keliling lapangan. Apa kalian bisa?!"
" Bisa Om"
" Ambil posisi masing-masing di garis start "
Empat sekawan pun mengambil posisi mereka. Doni pun menghitung mundur.
Tiga.
Dua.
Satu.
Dihitung ke satu empat sekawan mulai berlari. Para orang tua memberikan semangat pada anak-anak mereka.
" Sepertinya Axel akan jadi pemenang lagi?" kata Darren.
" Belum tentu. Coba liat Eca, dia hampir menyusul Axel"
" Sepertinya putri kita banyak kemajuan dalam hal berlari"
" Sepertinya begitu"
" Sepertinya putri gue jadi orang yang terakhir sampai di finish" kata Serly.
" Setidaknya dia sudah berusaha" kata Kiran.
" Ya, cara berlarinya juga sudah ada kemajuan"
" Sepertinya kemajuan anak-anak kita cukup pesat"
__ADS_1
" Iya. Mungkin karena Nando yang melatih mereka" kata Nadia.
" Ya mereka sangat takut dengan lelaki jomlo itu. Bukankah dia akan kembali hari ini?" tanya Serly.
" Rencananya sih gitu, tapi nggak tau apakah nanti akan berubah " kata Kiran.
" Apa dia sudah menemukan calon di sana?" tanya Nadia.
" Belum"
" Bagaimana kita carikan calon istri untuk Nando?" usul Serly.
" Setuju, kan di kantor kita banyak karyawati yang cantik-cantik" kata Nadia.
" Jangan coba-coba menjodohkan adik gue. Biarkan dia yang mencari sendiri calon istrinya. Karena cocok menurut kita, belum tentu cocok untuk dia" kata Kiran.
" Lo bener. Kita biarkan saja dia yang mencari" kata Nadia dan Serly.
Ya apa yang dikatakan Kiran memang benar. Karena sahabatnya itu yang sudah pernah merasakan sakitnya tidak dicintai dan di abaikan sama orang yang dicintainya. Tapi sekarang sahabatnya itu sudah bahagia bersama suami dan keluarga kecilnya.
" Don, setelah ini suruh mereka melawan bodyguard tingkat S" kata Darren.
Doni kaget mendengar ucapan tuan mudanya. Bagaimana bisa tuan mudanya menyuruh anak-anak itu untuk melawan bodyguard tingkat S. Bodyguard S adalah bodyguard yang paling kuat di antara para bodyguard milik tuan mudanya itu.
" Tuan muda yakin?"
" Yakin"
" Tapi bodyguard tingkat S itu sangat kuat tuan?"
" Kamu meragukan kemampuan empat sekawan"
" Bukan begitu, tapi bodyguard tingkat S sudah sangat terlatih "
" Sudah ikuti saja saran saya. Setelah itu kita baru tau hasilnya"
Walaupun ragu Doni tetep mengikuti saran tuan mudanya itu. Ia meminta beberapa orang bodyguard tingkat S untuk kelapangan.
Empat sekawan sudah selesai melakukan pemanasan. Dan hasilnya seperti biasa. Axel berada diurutan pertama.
" Sepertinya belum ada yang bisa menggantikan posisi Axel " kata Doni.
" Sepertinya begitu" kata Darren sambil tersenyum.
" Baiklah saya akan melaksanakan tugas yang tuan muda berikan "
" Suruh mereka jangan menahan kemampuan mereka saat melawan empat sekawan. Terutama Alexa"
" Baik tuan muda"
Ya Darren sengaja melakukan itu. Karena ia ingin melihat langsung kemampuan empat sekawan itu, terutama Alexa. Karena cerita yang ia dengar dari Nando. Kemampuan Alexa di atas Axel. Sekarang ia akan menyaksikan sendiri kemampuan putrinya itu.
Beberapa bodyguard tingkat S sudah berada di lapangan. Mereka tidak tau kenapa mereka di panggil ke lapangan oleh ketua dan juga tuan mudanya.
" Apa kalian kenal dengan bodyguard yang ada di depan?" tanya Doni.
" Kenal"
" Siapa?"
" Bodyguard tingkat S"
Apa Om Doni akan meminta kami untuk melawan bodyguard tingkat S. Gumam Alexa dalam hati.
" Bagus. Dan latihan kalian kali ini, kalian akan melawan bodyguard tingkat S"
__ADS_1
Empat sekawan kaget mendengar ucapan Papa Adele itu. Begitu juga dengan ketiga istri cantik yang ada di sana.
" By, apa maksudnya ini? kenapa Doni meminta empat sekawan untuk melawan bodyguard tingkat S?"
" Aku yang suruh Doni melakukannya Sayang"
" Apa! kamu mau membunuh mereka?"
" Tidak"
" Lalu?"
" Aku ingin menguji kemampuan mereka"
" Kalau mau menguji bisa dengan bodyguard yang lain. Nggak harus dengan bodyguard tingkat S"
" Apa kamu meragukan kemampuan mereka berempat?"
" Tentu saja tidak"
" Kalau begitu nggak ada masalah kalau mereka berempat melawan bodyguard tingkat S"
Kiran memikirkan apa yang dikatakan suaminya itu. Ia tau kemampuan empat sekawan itu. Tapi kalau untuk melawan bodyguard tingkat S, rasanya mereka belum cukup mampu.
" Bagaimana kalau mereka terluka?"
" Kamu boleh menghukum ku, jika mereka terluka"
Kalau suaminya bicara seperti itu. Berarti suaminya yakin kalau empat sekawan itu akan berhasil melawan bodyguard tingkat S.
" Baiklah, aku percaya sama kamu"
Para bodyguard tingkat S mengambil posisi mereka. Sedangkan empat sekawan masih berdiri di tempat.
" Apa kita mampu melawan mereka?" tanya Adele.
" Iya, secara seni beladiri mereka sudah sangat hebat" kata Farel.
" Maka dari itu kita harus mencobanya"
" Eca benar. Kalau kita tidak mencoba, bagaimana kita tau hasilnya" kata Axel.
" Baiklah kami siap " kata Farel dan Adele.
" Kita akan tunjukkan kekuatan kita yang sesungguhnya pada bodyguard tingkat S. Kalian siap?" kata Alexa.
" Siap!"
" Baiklah, sepertinya kalian berempat tidak sabar lagi ingin melawan bodyguard yang ada di depan. Disini bodyguard tingkat S tidak akan menahan kekuatannya. Jadi kalian harus hati-hati. Baiklah, mari kita mulai pertandingannya"
Empat sekawan mengambil posisi mereka masing-masing. Mereka tidak akan kalah dari para bodyguard itu.
" Mulai!"
Para bodyguard memisahkan empat sekawan itu. Karena dengan begitu mereka bisa tau kemampuan masing-masing dari empat sekawan itu.
Masing-masing dari mereka melawan sepuluh bodyguard. Walaupun mereka cuma sepuluh, tapi kemampuan mereka sangat hebat. Makanya mereka disebut bodyguard tingkat S.
" Maaf nona kecil ini perintah dari ketua, kalau kami tidak akan menahan kekuatan dan kemampuan kami " kata salah satu bodyguard tingkat S.
" Silakan"
Bodyguard itu mulai menyerang Alexa. Mereka sudah lama ingin menguji kemampuan putri dari tuan mudanya. Karena menurut teman-teman mereka, diantara empat sekawan kemampuan Alexa yang paling menonjol.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚