
Richard dan keluarganya sudah siap untuk pergi ke rumah calon besan mereka. Ia, putra dan mantunya kompak pake jas berwarna hitam. Sedangkan istri dan putrinya memakai dress.
" Ken, sini mama betulkan dasi kamu"
" Tumben mama mau betulkan dasi, Ken"
" Udah jangan protes, mumpung mama lagi baik nih sama kamu"
Kenan pun diam saat sang mama membetulkan dasinya n Walaupun ia sang sang mama sering gelud, namun begitu mamanya sangat menyayanginya.
" Selesai"
" Makasih Ma"
" Sama-sama"
" Udah siap semua?"
" Sudah Pa"
" Yuk kita berangkat, udah jam 7 malam"
" Iya Pa"
Para bodyguard yang melihat bos mereka keluar dari mansion pun segera membukakan pintu mobil. Kenan satu mobil dengan kakaknya. Ia duduk di belakang bersama keponakannya.
Mobil mewah itupun melaju meninggalkan mansion mewah itu. Beberapa mobil mengiringi mobil Richard. Ya beberapa bodyguard memang ikut mengawal sang bos.
Iring-iringan mobil mewah itupun menjadi pusat perhatian para pengendara lain. Para pengendara itu pun bertanya, mobil mewah milik siapakah yang sedang melaju di jalan ibu kota pada malam hari.
" Kamu nggak bawa apa-apa untuk Alexa, Ken?"
" Ada Kak"
" Nanti bawa bunga juga untuk dia"
" Iya Kak, aku udah suruh Beni untuk pesankan satu buket bunga mawar"
" Kenapa nggak kamu aja yang beli?"
" Nggak sempat Kak. Lagian Beni pesannya sesuai permintaan Ken"
" Coklat jangan lupa. Karena cewek suka dengan coklat"
" Udah kok kak. Permen, sama coklat kesukaan Alexa sudah Ken persiapkan dua hari yang lalu"
" Coklat luar kah?"
" Iya, dia suka coklat negara P"
" Bagus. Kamu emang harus tau apa makanan atau benda lain yang dia suka. Walaupun dia nggak minta, tapi kamu yang harus peka. Belajar dari Abang kamu"
" Iya Kak"
Kenan tau bagaimana Abang iparnya memperlakukan sang kakak. Abangnya sangat perhatian pada keluarga kecilnya. Setiap pulang dari kantor ada saja yang ia bawa pulang.
" Dimana bunganya?"
" Sama Beni"
" Beni nya dimana?"
" Udah jalan duluan, mungkin udah nyampe di mansion Alexa"
" Kenapa kamu suruh dia jalan duluan?"
" Ken nggak ada suruh dia jalan duluan. Dia kan mau ambil buketnya, jadi dia jalan duluan lha ke mansion"
" Suruh dia nunggu kita di depan gerbang"
" Iya Kak"
Mobil mewah itu terus melaju membelah jalanan ibukota.
" Ai ngantuk?"
" Nggak Om"
" Kalau ngantuk bilang ya?"
__ADS_1
" Iya Om. Ai mau ketemu kakak cantik, jadi nggak mungkin ngantuk"
" Ai senang mau bertemu dengan kakak cantik?"
" Senang banget"
Kenan tersenyum melihat ekspresi keponakannya. Ia tidak tau kenapa bocah cilik itu sangat menyukai calon istrinya. Apa karena kebaikan dan kelembutannya.
" Ai mau ajak kakak cantik ke mansion kita"
" Kenapa Ai pengen ngajak kakak cantik ke mansion kita?"
" Ai pengen main sama mau makan nasi goreng buatan kakak cantik"
" Emang Ai suka nasi goreng buatan kakak cantik?"
" Suka, makanya Ai pengen dibuatin lagi sama kakak cantik"
Kenan sangat bahagia karena pilihannya sekarang disukai sama keluarganya. Nggak salah hatinya memilih Alexa sebagai pendamping hidupnya.
...***...
Mereka pun sampai di mansion mewah milik Darren. Di depan pintu gerbang Beni sudah menunggu tuannya.
" Selamat malam tuan besar?"
" Malam juga Ben. Kamu sudah lama disini?"
" Nggak tuan, saya juga baru nyampe"
" Ya sudah, ayo kita masuk"
" Baik tuan"
Mobil mereka pun di sensor. Setelah itu barulah pintu gerbang terbuka. Richard melajukan mobilnya, diikuti sama menantu dan juga mobil bodyguard-nya.
Richard memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di mansion mewah itu. Kedatangan mereka pun langsung di sambut sama sang pemilik mansion.
" Selamat datang kembali di mansion kami calon besan" ucap Darren.
" Terima kasih. Kami sangat senang diundang lagi kesini"
Darren membawa tamunya ke taman. Di sana sudah berkumpul semua keluarga besarnya. Mereka semua sudah menunggu kedatangan keluarga Richard.
Anggun bangkit dari duduknya saat melihat mantunya datang dengan membawa tamu yang mereka tunggu-tunggu dari tadi.
" Selamat datang tuan Richard"
" Terima kasih nyonya"
" Mari silakan duduk"
Richard dan keluarganya duduk di sofa yang ada di sana. Setelah itu satu persatu Kiran memperkenalkan keluarga besarnya. Mulai dari orang tua dan juga Oma-Opanya.
" Mana calon cucu mantu kami?" tanya Diana Nenek buyutnya Alexa.
Dengan gagahnya Kenan memperkenalkan dirinya. Ia mencium tangan wanita yang sudah lanjut usia itu.
" Kenan"
Clarisa dan Jonathan yang baru pertama kali berkenalan dengan Kenan pun tersenyum. Ternyata cucu mereka sangat pintar memilih pasangan.
" Ternyata kamu tampan juga "
" Terima kasih. Grandma juga sangat cantik"
Kenan menyalami tangan seluruh keluarga besar Alexa. Mulai dari yang tua sampai dengan yang muda.
" Jangan pernah kamu menyakiti hati Alexa" kata Clarisa.
" Ken janji nggak akan pernah menyakiti hati Alexa. Ken sangat mencintai dan juga menyayangi Alexa "
" Bagus, kalau sampai kamu menyakitinya, maka kamu akan berhadapan dengan keluarga besarnya. Terutama grandma dan juga grandpa nya"
" Iya grandma, Ken nggak akan menyakiti hati Alexa"
" Alexa dan Axel adalah cucu kesayangan keluarga kami" kata Jonathan Daddy-nya Darren.
" Kamu pandangi wajah mereka semua, jadi kalau kamu mau berniat menyakiti Alexa, maka mereka semua akan menghajar kamu"
__ADS_1
" Iya Ma, Ken tau. Ken nggak ada niat sedikit pun untuk menyakiti Alexa"
Kenan sudah berjanji pada dirinya kalau ia tidak akan menyakiti hati dan juga perasaan Alexa. Karena ia sangat menyayangi dan mencintai Alexa.
" Ayo kita makan dulu, nanti lanjutkan lagi ngobrolnya" kata Kiran.
Mereka semua pun menuju meja makan yang sudah di siapkan oleh Kiran dan keluarganya. Meja panjang yang bisa menampung banyak orang.
Orang dewasa duduk di bagian depan. Sedangkan anak-anak mereka duduk di bagian belakang. Karena anak-anak jarang mau makan dengan orang-orang dewasa. Apalagi mereka nanti mereka akan ngobrol juga.
Para pelayan pun menghidangkan makanan Appetizer. Malam ini makanan Appetizer yang dihidangkan keluarga Kiran adalah salad buah.
Kiran pernah mendengar cerita dari putrinya, saat ia menginap di mansion keluarga Richard. Calon besannya itu sering makan salad buah. Mereka sangat suka buah dan juga sayur. Hampir sama dengan keluarganya.
Setelah itu barulah para pelayan menghidangkan makanan utama. Kali ini keluarga Kiran menyiapkan beberapa makanan utama khas Indonesia dan juga luar negeri.
" Silakan dicoba besan"
" Terima kasih besan"
Mereka semua pun mulai menyantap makanan utama yang sudah disiapkan oleh Kiran dan keluarganya.
" Ai mau steak?" tanya Alexa.
" Ai mau sate kakak cantik"
Alexa pun mengambil beberapa tusuk sate untuk Aiden. Tak lupa dia kasih sedikit ketupat supaya Aiden makannya kenyang.
" Kakak juga mau dong sayang"
" Oppa mau apa?"
" Kakak mau makanan yang di piring sayang"
" Di piring aku?"
" Iya sayang. Nggak boleh kah?"
" Boleh Oppa"
" Suapin dong sayang"
" Oppa yakin mau ayam penyet?"
" Yakin"
" Tapi ini pedas lho?"
" Kasih kecap dikit dong yank. Kakak nggak kuat kalau terlalu pedas"
Alexa memberi sedikit kecap manis pada ayam penyetnya.
" Segini cukup?"
" Cukup sayang"
Alexa pun menyuapi Kenan dengan tangannya. Dengan senang hati Kenan menerima suapan yang diberikan sama kekasih. Apalagi suapan itu pake kasih sayang.
" Gimana?, enak nggak?"
" Enak yank"
Farel pun tidak mau ketinggalan. Ia pun meminta Adele untuk menyuapinya. Begitu juga dengan Axel. Ia meminta sang kekasih untuk menyuapinya.
" Kenapa kalian berdua ikut-ikutan sih?" kata Adele.
" Udah yank, suapin aja. Jadikan kita terlihat romantis juga sama mama dan papa"
" Ck, itu mah maunya kamu"
" Emang maunya kita. Ya kan Xel"
" Hhmmm"
" Suap sendiri" kata Adele dan Alisha serentak.
Kenan dan Alexa tersenyum melihat ekspresi Axel dan juga Farel.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚