
" Ke.. Kenan"
" Menjijikkan! Ben!"
" Baik tuan"
Beni memerintahkan satu orang anak buahnya untuk menghajar pasangan bercinta kekasih tuanya itu.
" Ka.. kamu mau apa?"
Lelaki berbadan besar dan juga kekar itu tidak menghiraukan ucapan lelaki itu. Dia terus maju ke depan.
" Ja.. jangan berani maju. Apa kamu tidak tau siapa saya?"
Lelaki itu lagi-lagi tidak menghiraukan teman kencan Clara. Karena yang dia dengarkan hanya perintah dari bosnya.
" Berani kamu mendekat lagi, saya pastikan besok kamu ada di berita"
Bugh.
Teman kencan Clara mengadu kesakitan. Karena pukulan yang diberikan oleh anak buah Kenan.
" Jangan buang-buang waktu" kata Kenan.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Aaaaaaa...
Clara berteriak saat melihat teman kencannya tersungkur ke lantai karena pukulan anak buah kekasihnya.
" Sa.. sayang"
" Stop! jangan coba-coba maju. Karena aku tidak suka di dekati oleh orang yang sudah kotor"
Kenan segera keluar dari kamar. Membiarkan Beni mengurus sisanya. Ia akan menunggu kekasih j*l*ng memakai pakaian. Karena ia jijik melihat tubuh kekasihnya yang penuh tanda percintaan.
Anak buah Beni terus menghajar teman kencan Clara. Ia tidak akan berhenti sebelum Beni menyuruhnya untuk berhenti.
" Beni hentikan anak buah kamu? kasihan dia"
" Anda tidak perlu mengurusi urusan saya. Lebih baik anda cepat memakai pakaian dan temui segera tuan saya"
Clara segera mencari pakaiannya yang sudah berceceran di lantai. Ia segera memakai pakaiannya. Kemudian segera menghampiri kekasihnya.
" Sayang"
Kenan menatap wanita yang ada di hadapannya. Wanita yang ia cintai selama tiga tahun. Sekarang penampilannya terlihat sangat menjijikan.
" Sayang maafkan aku" kata Clara sambil berlutut di depan kekasihnya.
Kenan tidak bergeming, ia hanya diam mendengarkan ucapan kekasihnya itu.
" Aku melakukan itu karena terpaksa?"
__ADS_1
" Terpaksa?"
Clara menganggukkan kepalanya.
" Apa kau tau bagaimana suara yang keluar dari mulut mu, saat lelaki itu mencumbu mu? di sana tidak terdengar seperti orang yang terpaksa melakukannya. Bahkan kamu terlihat sangat menikmati permainannya"
" Itu nggak benar sayang. Aku hanya akan senang jika kamu yang menyentuh ku"
" Kau pikir aku bodoh. Dengar ya Clara" kata Kenan sambil mencengkram kuat pipi kekasihnya. " Aku tau semua yang kau lakukan dibelakang ku"
" A.. aku melakukan apa?"
" Jangan pura-pura bodoh. Aku tau teman kencan mu tidak hanya manajer mu saja"
Deg.
Clara kaget mendengar ucapan kekasihnya itu. Bagaimana lelaki itu tau kalau teman kencannya tidak hanya satu. Apa lelaki itu sudah menyelidikinya?.
" Kau tidak perlu kaget mendengar ucapan ku tadi. Karena cukup mudah untuk ku mencari tau kegiatan dan juga kelakuan mu di luar sana"
Aawwww..
" Sa.. sakit Ken?"
" Rasa sakit ini belum seberapa dengan apa yang aku rasakan sekarang ini"
Clara takut melihat tatapan mata kekasihnya itu. Dan ini kali pertamanya ia melihat tatapan membunuh seperti itu.
" Kau tau kenapa aku melakukan itu? karena kau tidak pernah mau menyentuh ku!" kata Clara sambil melepaskan cengkraman tangan Kenan di pipinya.
" Jangankan menyentuh setiap tubuhku, mencium bibir ku saja kamu nggak pernah!"
Clara terdiam. Ia memang tidak pernah bertanya kenapa Kenan tidak mau menyentuhnya.
" Kamu mau tau jawaban ku?"
" Hhmmm"
" Aku menghormati mu sebagai wanita dan juga kekasihku. Aku akui aku sangat tergoda melihat bentuk tubuh mu yang indah itu. Tapi aku menahan hasrat ku itu. Karena aku tidak ingin merusak kesuciannya, sebelum menikah"
Deg.
Bagai di sambar petir di siang bolong Clara saat mendengar ucapan kekasihnya itu. Ia tidak menyangka kalau ucapan Kenan yang kemarin mengajaknya menikah tidak bercanda.
" Kamu bahkan selalu menolak setiap aku ajak menikah. Tanpa aku tau kenapa kamu menolak lamaran aku. Dan sekarang aku tau kenapa kamu menolak lamaran ku itu. Karena kamu ingin mencari kepuasan dari lelaki lain"
" Nggak! itu nggak bener"
" Nggak bener?"
" Ya. Karena aku pikir kamu cuma bercanda mau menikahi aku"
" Kami tau aku. Aku tidak pernah bercanda kalau menyangkut kamu. Dan aku rasa kamu juga tau bagaimana aku sangat mencintai kamu"
Clara tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu.
" Tapi itu dulu. Sekarang rasa cinta itu sudah hilang karena ulah mu sendiri "
__ADS_1
Senyuman Clara langsung hilang saat mendengar ucapan lelaki tampan yang ada dihadapannya.
" Aku sudah lama tau hubungan terlarang mu dengan semua teman kencan mu. Bahkan waktu kamu pemotretan di Italia, kamu juga tidur dengan Presdir perusahaan itu"
Lagi dan lagi, Clara dibuat kaget oleh kekasihnya itu. Ia tidak menyangka kalau Kenan juga mengetahui hubungannya dengan Presdir itu.
" Aku berusaha menutup mataku dari semua itu. Karena aku berharap kamu akan berubah. Dan mengingat kalau kamu adalah wanita ku. Tapi semua itu sia-sia. Kamu malah semakin jatuh kedalam jurang. Bahkan sekarang ini penampilan kamu tidak ubah seperti j*l*ng yang ada di luar sana"
" Kenan!"
Clara tidak terima kalau kekasihnya itu menyamakan dirinya dengan wanita penghibur di luar sana.
" Jangan pernah berteriak kepada ku Clara. Kamu tidak perlu marah dengan ucapan ku itu. Karena itu memang kenyataannya. Kamu memuaskan nafsu para lelaki, kemudian mereka membelikan semua keinginan mu. Padahal black card yang aku berikan pada mu itu sudah jauh dari cukup "
" Aku tidak hanya butuh uang. Aku juga butuh kehangatan Ken. Dan kamu tidak pernah memberikan kehangatan itu untuk aku!"
" Bukan aku yang tidak mau, tapi kamu. Apa kamu lupa berapa kali aku mengajak kamu menikah? aku rasa kamu belum lupa"
" Maafkan aku. Aku tau aku salah, jadi mari kita mulai dari awal lagi, ya?"
" Tidak! aku tidak suka memakai barang bekas. Begitu juga dengan wanita. Kamu harus bersyukur karena aku tidak memukul ataupun membunuh mu"
Ya walaupun Kenan ketua mafia. Tapi pantang baginya memukul seorang wanita. Karena ia juga memiliki seorang ibu dan juga kakak perempuan.
" Aku akan berubah sayang. Jadi aku mohon maafkan aku"
" Aku memaafkan mu. Tapi untuk menjalin hubungan kembali itu tidak akan mungkin. Dan mungkin ini terakhir kalinya kita berdua bertemu. Setelah ini jangan pernah muncul di hadapan ku!"
Beni dan anak buahnya keluar dari kamar. Ia melihat Clara berlutut di depan tuannya. Ia segera menghampiri tuannya, karena kalau tidak tuannya itu akan luluh lagi oleh ular sawah itu.
Gue harus segera ke sana. Karena kalau tidak, tuanku yang bodoh itu akan luluh lagi karena ular sawah itu.
" Tuan"
" Apa sudah selesai?"
" Sudah tuan, saya jamin dia tidak bisa berjalan lagi"
" Good job. Sekarang kita tinggalkan tempat ini. Dan jangan lupa, minta anak buah kamu untuk mengganti semua barang-barang yang ada di apartemen ini. Karena semua barang-barang ini sudah kotor"
" Baik tuan. Terus bagaimana dengan lelaki itu, tuan?"
" Bawa dia ke rumah sakit"
" Siap tuan"
Kenan segera beranjak dari tempat duduknya. Ia tidak ingin berlama-lama lagi di sana. Sedangkan Beni meminta anak buahnya untuk membawa lelaki yang sudah sekarat itu ke rumah sakit.
Clara berusaha mengejar kekasihnya, tapi segera di tahan oleh Beni.
" Lepaskan saya, Beni!"
" Jangan pernah berharap untuk mendekati tuan saya lagi. Kalau tidak anda akan tau sendiri akibatnya!"
Setelah mengatakan itu, Beni segera keluar dari apartemen itu. Ia akan melakukan tugasnya yang terakhir, ya itu menyebarkan video perselingkuhan Clara dengan beberapa lelaki. Dengan begitu, wanita itu tidak akan pernah muncul lagi di depan tuannya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚