Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kedatangan dua lelaki tampan 2


__ADS_3

Kenan masih memikirkan siapa cowok yang bersama Alexa tadi. Ia seperti pernah melihat lelaki itu. Tapi ia lupa dimana ia pernah melihatnya. Padahal wajah cowok itu sangat familiar.


" Om kenapa?"


" Ai tau siapa cowok yang bersama kakak cantik tadi?"


" Tau"


" Benarkah? siapa?"


" pacarnya kakak cantik"


" Bukan! itu bukan pacarnya kakak cantik"


" Tadi kakak cantik bilang gitu sama Ai"


" Kakak cantik bilang gitu karena ada Om di samping Ai"


" Tapi pacarnya kakak cantik tampan juga ya Om, seperti Ai"


" Lebih tampan Om daripada dia"


" Kata nenek kan Om bujang lapuk"


Astaga, bocah ini sudah kena racun sama neneknya.


" Ai dengerin Om ya? Ai jangan selalu dengerin omongan aneh-aneh yang selalu dibilang nenek. Nanti Ai jadi orang aneh, dan nggak ada yang mau berteman sama Ai"


" Benarkah?"


" Iya. Jadi kalau nenek udah ngomong yang aneh-aneh, Ai tutup kupingnya ya?"


" Siap Om"


" Kamu ngajarin apa sama anak kakak?" tanya Airin yang datang sambil membawa segelas susu untuk Aiden.


" Nggak ngajarin apa-apa"


" Om bilang, ' kalau nenek ngomong yang aneh-aneh, Ai harus tutup kuping. Gitu Ma" kata Aiden.


" Emang nenek ngomong aneh-aneh gimana?"


" Nenek bilang, ' Om bujang lapuk"


Irene tertawa mendengar jawaban putranya. Ia tidak menyangka putranya akan mendengarkan omongan mamanya.


" Kok mama tertawa, Om"


" Mungkin mama Ai salah minum obat"


" Emang mama lagi sakit?"


" Iya lagi sakit. Makanya Ai suruh minum obat gih mamanya"


" Mama lagi sakit?" tanya Aiden pada sang mama.


" Nggak sayang"


" Om bilang mama lagi sakit"


" Mama nggak sakit sayang. Tapi sepertinya Om kamu tuh yang sakit?"


" Ai jangan dengerin mamanya. Sekarang Ai tidur ya? besok kan sekolah" kata Kenan pada keponakannya itu.


" Ok Om. Mama, Ai bobo dulu ya?"


" Iya sayang, jangan lupa cuci kaki, gosok gigi dan baca doa"


" Iya Ma. Ai bobo dulu"


" Iya sayang "

__ADS_1


Aiden segera pergi ke kamarnya. Ya bocah kecil itu tidak lagi tidur ditemani sama kedua orang tuanya.


" Kamu kenapa?"


" Nggak apa-apa"


" Jangan bohong! kakak tau ada yang lagi kamu pikirkan"


" Ada sedikit masalah, tapi aku bisa ngatasinnya kok"


" Kalau kakak boleh tau, masalah apa?"


" Clara kabur dari rumah sakit jiwa"


" What..! jadi selama ini dia kamu masukin ke RSJ"


" Hhmmm"


" Kenapa nggak kamu kasih ke macan aja"


" Aku pengen menyiksa dia secara perlahan Kak"


" Terus udah ketemu belum wanita ular itu?"


" Belum Kak, tapi aku udah tau posisinya"


" Kalau udah tau posisinya kenapa belum di tangkap?!"


" Dia bersembunyi di markas black cobra"


" Black cobra? bukankah itu musuh bebuyutan kamu?"


" Hhmmm"


" Ya udah, langsung serang aja "


" Aku nggak bisa langsung serang aja Kak. Aku harus susun strategi dulu. Anak buah aku separuh juga belum pulang dari melakukan misi"


" Ngapain nunggu mereka, kamu aja yang serang sendiri juga bisa!"


" Kamu secepatnya menangkap wanita itu. Karena kakak yakin dia akan berbuat hal yang lebih berbahaya. Apalagi sekarang dia mendapatkan perlindungan dari musuh kamu"


" Iya Kak, makanya sekarang aku memperketat penjagaan di mansion dan juga Aiden. Aku takut dia menyakiti Aiden"


" Kalau masalah Aiden, kamu tenang saja. Abang kamu juga sudah mengajarkan dia sedikit seni bela diri"


Kenan kaget mendengar ucapan kakaknya. Ia tidak menyangka kalau abangnya akan mengajarkan seni bela diri pada Aiden.


" Sejak kapan Ai belajar seni bela diri?"


" Baru satu Minggu yang lalu"


" Ternyata Abang ku itu cepat juga"


" Iya, dia bilang untuk jaga-jaga aja. Karena ia tau musuh kamu cepat atau lambat pasti akan bertindak"


" Iya Kak. Aku juga tidak akan membiarkan mereka menyentuh keluarga kita"


" Bagus. BTW jangan memikirkan musuh mulu. Sesekali cobalah untuk memikirkan jodoh. Umur kamu udah mau tiga puluh tahun"


" Ini juga lagi proses mencari jodoh, Kak"


" Baiklah semoga berhasil mencari jodohnya. Dan kakak harap kamu mendapatkan wanita yang baik dan juga pintar. Nggak seperti mantan kamu itu"


" Jangan bahas mantan lagi"


" Ya sudah, kakak mau istirahat dulu. Kamu juga istirahat"


" Hhmmm"


Irene pun pergi ke kamarnya untuk istirahat. Karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Begitu juga dengan Kenan. Lelaki tampan itu juga pergi beristirahat.

__ADS_1


...***...


" Siapa yang telpon tadi?" tanya Abimanyu.


" Pacarnya lha Bang" jawab Axel.


" Sok tau kamu" kata Alexa.


" Terus siapa kalau bukan pacarnya?"


" Apa ya, Eca juga nggak tau. Soalnya Eca juga nggak berteman juga sama dia. Jadi bingung mau jawab apa"


" Udah jawab aja itu pacar kamu"


" Kok kamu yang ngotot aku jawab kek gitu"


" Biar kamu nggak jomlo lagi. Terus nggak marah-marah lagi saat mendengar aku sama panggil sayang ke pacar aku"


" Apa bener Eca marah sama Axel karena ngomong kek gitu sama pacarnya?"


" Ya bener lha Bang. Bahkan sampe ngamuk gitu"


" Sembarangan aja kamu kalau ngomong! kapan aku ngamuk denger kamu ngomong sayang sama pacar kamu"


" Kemarin, terus kemarinnya lagi. Intinya nggak terhitung lha. Pokoknya setiap kali aku mau ngomong mesra sama pacar aku, kamu selalu marah"


" Ya wajar lha gue marah. Karena kalau kalian lagi ngomong kek gitu, seakan dunia ini milik kalian berdua. Yang lain kalian anggap cuma ngontrak aja"


Abimanyu tersenyum mendengar ucapan adik sepupunya. Ia tau bagaimana perasaan adik perempuannya itu. Karena dia juga pernah berada di posisi Alexa. Bahkan sampe sekarang dirinya juga belum punya kekasih.


" Lagi pada ngomongin apa sih? kayaknya seru banget?" tanya seorang lelaki tampan.


" Paman kecil" kata Alexa sambil berlari ke tempat lelaki tampan itu.


Lelaki tampan itu pun menyambut pelukan keponakan cantiknya itu. Gadis cantik yang selalu manja padanya dan juga Abimanyu.


" Kok paman baru datang sih?!"


" Maaf, kerjaan paman banyak. Ini aja baru pulang dari negara L"


" Wah, enak bener jadi paman. Bisa pergi ke luar negeri "


" Paman ke sana kan kerja. Bukan pergi liburan"


" Ada oleh-oleh untuk Eca nggak?"


" Ada dong. Untuk Axel juga ada"


" Dia nggak usah kasih. Yuk gabung sama kita paman"


Abimanyu dan Axel pun bersalaman ala-ala cowok dengan lelaki tampan itu.


" Gimana tendernya berhasil, nggak?" tanya Varo pada keponakannya.


" Alhamdulillah berhasil paman"


Ya Lelaki tampan itu adalah Alvaro. Putra dari Aska dan Fira. Statusnya pun sama dengan Alexa dan Abimanyu, sama-sama jomlo.


" Paman mau minum apa?" tanya Alexa.


" Jangan paman, ntar minumannya dikasih racun sama Eca"


Pletak.


Aaawwww...


" Sakit, Eca" kata Axel sambil mengelus kepalanya yang dipukul Alexa.


" Rasain! makanya kalau ngomong itu jangan asal!"


Varo menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua keponakannya itu. Inilah yang selalu dikangenin dari twins. Tiada hari tanpa gelud.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2