
Alexa tidak mendengar suara d*s*han. Karena kupingnya ditutup memakai headset. Ia memutar musik dari ponselnya. Sedangkan anak buah Kenan sibuk main game.
" Ternyata calon nona muda kita kejam juga, ya?"
" Iya, apalagi melihat matanya yang seperti tadi"
" Itu bagus. Berarti dia cocok dengan tuan muda. Sama-sama kejam"
" Kamu benar. Apalagi nona muda bukan dari keluarga sembarangan"
" Aku penasaran dengan permainan mereka?"
" Ya udah kamu liat aja, sana!"
" Nggak ah, bisa-bisa aku dikuliti sama nona muda"
" Ya kali kamu mau merasakan pukulan nona muda"
" Bisa nggak bangun aku selama satu Minggu"
" Kalian berisik banget sih, kalahkan jadinya"
" Kamu aja yang bego mainnya"
Begitulah lima orang jomlo itu kalau lagi ngumpul. Mereka akan sibuk main game. Bahkan di sela-sela misinya mereka sempatkan untuk main.
Didalam pabrik tua.
Natalie sudah mulai kelelahan. Tapi kelima penjahat itu belum puas menyatukan milik mereka kedalam gawangnya. Mereka seakan tidak peduli dengannya.
Mungkin karena efek obat yang mereka minum. Jadi tenaga mereka tidak pernah kendur. Sedangkan tubuhnya sudah tidak kuat lagi.
" Kamu lebih cocok jadi wanita penghibur" kata bos penjahat itu disela-sela mainnya.
" Benar bos. Tubuh wanita ini udah sering di jamah"
" Iya, lagaknya seperti wanita terhormat. Ternyata sudah tidak perawan lagi"
" Nggak apa-apa. Lagian ini barang gratis, jadi kita nikmati aja sepuasnya"
" Baik bos"
Dua jam lamanya mereka menggilir tubuh Natalie. Dan akhirnya, tubuh Natalie terkapar tidak berdaya. Karena melayani nafsu para penjahat itu.
Bos penjahat itu segera memakai pakaiannya. Begitu juga dengan anak buahnya. Karena mereka akan menemui Alexa.
" Ini video yang Anda minta nona?" kata bos penjahat sambil memberikan ponselnya.
" Om, tolong ambil ponselnya"
" Baik nona"
Salah satu anak buah Kenan menyimpan ponsel milik bos penjahat itu. Bukti itu akan mereka berikan pada tuan mudanya.
" Om, lakukan tugas kalian!"
" Siap nona"
Anak buah Kenan menangkap para penjahat itu.
__ADS_1
" Apa-apaan ini!. Nona, kenapa kami ditangkap?!" kata bos penjahat itu.
" Kalian masih bertanya kenapa kalian ditangkap?. Apa kalian lupa apa yang sudah kalian lakukan pada saya, huh?!"
Seketika wajah bos penjahat itu menjadi pucat. Bagaimana mereka bisa lupa kalau tadi mereka sudah menculik gadis kecil itu.
" Maafkan kami nona. Kami melakukannya karena di suruh wanita itu?"
" Saya memaafkan kalian. Tapi proses hukum tetap berjalan?"
" Anda tidak punya bukti untuk membawa kami ke kantor polisi"
" Tentu saja saya punya. Bahkan video kalian dengan Tante girang itu akan menambah bukti untuk mencebloskan kalian ke penjara"
" Jangan nona!. Saya mohon jangan bawa saya ke kantor polisi?"
" Nggak ada gunanya kalian memohon pada nona muda kami. Karena kalian tetap akan dimasukkan ke dalam penjara"
" Tolong nona. Saya masih punya keluarga"
" Sudah punya keluarga. Tapi malah melakukan pekerjaan seperti ini?. Apa anda tidak malu dengan istri dan anak anda. Jika mereka tau pekerjaan anda seperti ini?"
" Maafkan saya nona. Saya janji nggak akan mengulangi perbuatan saya lagi nona. Jadi saya mohon jangan laporkan saya ke penjara. Kalau saya masuk penjara, siapa yang akan menafkahi keluarga saya. Apalagi anak saya masih kecil"
Alexa menghela nafasnya. Kalau udah ngomong soal keluarga hatinya memang rapuh. Tapi kalau tidak diberi hukuman, penjahat itu pasti tidak akan jera.
" Saya tidak bisa. Kalian semua tetap akan saya bawa ke kantor polisi. Dan masalah keluarga kamu, saya akan membiayai mereka sampai kamu keluar dari penjara nanti"
" Terima kasih nona. Saya janji akan membalas kebaikan nona saat saya sudah keluar dari penjara nanti"
" Nggak perlu. Saya ikhlas melakukannya. Om bawa mereka pergi"
" Siap nona. Oh iya nona, bagaimana dengan wanita itu?"
" Baik nona"
" Ya udah, saya duluan ya Om"
" Ok nona, hati-hati di jalan"
Alexa melajukan motornya meninggalkan pabrik tua itu. Sedangkan anak buah Kenan membawa para penjahat itu ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
" Kalian beruntung cuma dimasukkan kedalam penjara. Dan sekarang keluarga kamu juga ditanggung sama nona muda kami. Kalau tidak kalian sudah jadi santapan peliharaan tuan muda kami"
" Kami menyesal telah menculik nona muda kalian"
" Harus menyesal. Apalagi kami sudah punya keluarga"
" Iya tuan. Saya juga bersyukur karena nona cantik itu mau menafkahi keluarga saya"
" Tentu saja, nona muda kami itu berhati malaikat"
Tapi tadi nona muda kalian seperti iblis yang akan memangsa manusia.
" Anda benar tuan, nona muda kalian sangat baik. Kami juga tidak menyangka gadis kecil itu bisa sekuat dan menyeramkan seperti tadi. Apalagi melihat matanya"
Anak buah Kenan mengangguk tanda setuju. Mata Alexa memang sangat menyeramkan kalau sudah berubah menjadi merah seperti tadi. Bahkan mereka pun takut untuk mendekat.
Mobil anak buah Kenan terus melaju membelah jalan ibu kota. Hari ini mereka membantu pekerjaan polisi menangkap penjahat. Sebenarnya bukan mereka sih. Tapi lebih tepatnya nona muda mereka.
__ADS_1
...***...
Kenan sedang mondar-mandir di kamarnya. Ia sedang menunggu kabar dari anak buahnya. Karena sudah lama tidak ada kabar dari mereka. Saat ponsel berbunyi ia pun segera mengangkatnya.
" Hallo, lama sekali sih kalian?!"
" Berani kamu membentak mama, hah?"
" Mama?"
" Iya mama, emang kamu pikir siapa?"
Kenan melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Ternyata benar nama sang mama. Ia pikir tadi anak buahnya. Lagian mamanya ngapain nelpon segala. Wong masih di mansion juga.
" Mama ngapain nelpon?"
" Emang kenapa?. Apa salah orang tua telpon anaknya?"
" Ya nggak salah sih. Tapi kan mama masih di mansion. Dan tadi kita juga ketemu"
" Kamu nggak ada turun dari tadi, makanya mama telpon. Lagian mama malas ke atas"
" Hanya karena aku nggak ada turun, makanya mama telpon aku?"
" Nggak!"
" Terus?"
" Mama mau minta tolong belikan mama semangka sama melon"
" Kan pelayan ada Ma. Kenapa nggak suruh mereka aja yang beli. Ken lagi sibuk, nih?"
" Mama maunya kamu yang beliin buahnya"
Kenan menghela nafasnya. Mamanya selalu saja ngajak gelud. Tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan sang mama.
" Iya, aku turun"
Sambungan telepon pun berakhir. Kenan mengambil kunci mobilnya. Setelah itu ia turun ke bawah.
" Om mau kemana?"
" Mau ke toko buah. Ai mau ikut?"
" Mau!"
Kenan menggandeng tangan keponakannya. Baru sampai di depan pintu mansion, ponsel Kenan kembali berbunyi.
" Kok nggak di angkat, Om?"
" Cuma pesan. Nanti aja Om baca pesannya"
Salah satu bodyguard segera membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya. Setelah itu ia kembali ke posisinya semula.
" Siap berangkat Ai?"
" Siap!"
Kenan melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah itu. Mereka akan pergi ke toko buah yang tidak jauh dari mansion.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚