Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Keseruan emak-emak cantik


__ADS_3

Kiran ikut senang melihat para pelayan dan juga bodyguardnya senang. Tapi dia tidak tau kenapa mereka semua pada ke kegirangan seperti itu.


" Bibik lagi seneng nih kayaknya?"


" Iya nona, kita dapat bakso dari Den Axel"


" Bakso?"


" Iya, Den Axel bagi-bagi bakso untuk kita semua"


" Saya kebagian juga nggak?"


" Ada nona, tuh didepan masih banyak"


" Benarkah?"


" Iya nona"


" Makasih Bik, saya mau ikut juga"


Si bibik tertawa melihat tingkah nona mudanya. Tidak ada sedikitpun sifat angkuh dan juga sombong dari wanita cantik itu. Mungkin karena itulah tuan mudanya cinta mati pada nona mudanya.


" Masih ada nggak?"


" Masih banyak nona muda"


" Anak-anak di rumah belakang nggak dikasih?"


" Sebagian udah ngambil nona. Sebagian lagi baru selesai latihan baru ngambil"


" Suruh istirahat aja dulu. Nanti baksonya keburu dingin"


" Baik nona"


Jatah Kiran memang di gabungkan dengan para pelayan dan juga bodyguard. Jadi tidak ada yang di bedakan. Semua dapat porsi bakso yang sama. Ya seperti itulah seharusnya.


" Wih rame amat. Lagi bagi-bagi sembako, ya?"


" Bukan!, lagi bagi bakso. Lo mau, nggak?"


" Mau dong?"


" Ambil dua. Sekalian buat laki Lo "


" Ok siap. BTW dalam rangka apa nih bagi-bagi bakso?"


" Axel menang tender"


" Serius?"


" Hhmmm"


" Wah hebat banget Axel. Padahal yang ikut tendernya, orang dewasa dan juga petinggi perusahaan. Tapi putra Lo berhasil menyingkirkan mereka semua"


" Ya syukur alhamdulilah sih Del. Mungkin udah rezeki Axel juga"

__ADS_1


" Lo bener juga. Tapi kalau Axel tidak berusaha, mana mungkin dia bisa menang"


" Hhmmm"


" Lo nggak ada niat mau buat acara?"


" Ada sih. Gue lagi mikirin waktu yang kosong. Lo kan tau kerjaan kita akhir-akhir ini banyak banget"


" Bener juga. Adele nggak mau kerja di perusahaan"


" Iya biarkan saja. Lagipula putri Lo kan udah punya usaha sendiri. Dan usaha juga lagi bagus-bagusnya"


Serly tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. " Gue nggak nyangka dia mau terjun di dunia bisnis sejak kecil. Dan itu karena putri, Lo "


" Sama kayak Lo, waktu Kenan ajak gue dan suami ke acara peresmian toko dan cafe mereka. Sempat nggak percaya kalau itu usahanya Eca. Tapi gue bangga sama mereka bertiga "


" Apa Alexa nggak ada niat mau menggantikan Lo di perusahaan?"


" Eca belum pernah bilang kalau nggak mau menggantikan gue. Kalau pun Eca nggak mau menggantikan gue, ya nggak apa-apa. Bagi gue sekarang dia harus konsisten dengan kerjaannya sekarang. Dan tidak menggangu nilai di sekolahnya"


" Gue yakin nilai Eca nggak akan turun. Twins kan pinter"


" Adele juga pinter. Buktinya kemarin dapat juara tiga, kan?"


" Iya, nggak nyangka gue kalau putri gue yang pecicilan itu akan dapat juara"


" Adele itu anak yang pinter. Sifatnya seperti itu, kan nurun dari elo. Lo masih ingat resepsi pernikahan Lo seperti apa?"


Tawa Serly pun pecah. Tentu saja dia ingat hari bersejarah itu.Dimana semua orang berpakaian seperti hantu. Bayangkan belasan tahun yang kemarin melintas di pikirannya.


" Lo masih simpan baju yang Lo pakai waktu pernikahan gue, nggak?"


Kiran melirik sahabatnya. Perasaannya mulai tidak tenang. Pasti sahabatnya itu sedang memikirkan sesuatu. " Lo nggak ada niat mau nyuruh gue pake baju kek gitu lagi, kan?"


" Ya nggak lha. Lo mah suudzon terus sama gue"


" Bukan suudzon, tapi lebih ke waspada. Gue kan tau gimana gilanya, elo"


Kedua wanita cantik itupun tertawa. Masa-masa saat mereka gadis dulu memang sangat menyenangkan. Walaupun dulu mereka sempat bersedih karena terluka sama orang-orang yang mereka sayangi.


Apalagi Serly dan Nadia mempunyai kesedihan yang sama. Ya itu sama-sama di sakiti sama orang tua mereka. Sedangkan dirinya terluka karena seorang lelaki.


" Masya Allah ketawanya gede banget, sampai ke rumah gue" kata Nadia yang baru datang.


" Iya Nad. Gue sama princess lagi mengenang masa-masa muda kita dulu"


" Emang sekarang Lo udah tua?"


" Belum tua-tua amat sih. Lo kenapa bisa nongol di sini?"


" Gue boring di rumah. Makanya gue kesini?"


" Boring gimana?, bukannya laki Lo udah pulang?" tanya Kiran.


" Udah pulang. Dan bawa bakso juga buat gue"

__ADS_1


" Terus kenapa lo masih boring?"


" Gue mau makan baksonya bareng Lo berdua"


" Emangnya kalau makan bakso berdua sama suami lo, nggak enak?"


" Beda-beda enaknya Ser. Kalau sama suami makan baksonya pasti akan romantis. Kalau sama Lo berdua, makan baksonya lebih asik, karena dibarengi dengan ghibah"


Mereka bertiga pun tertawa. Benar juga apa yang dikatakan Nadia. Mereka kalau udah ngumpul, pasti akan ada acara ghibah nya. Tapi mereka bukan ghibahin orang lain. Melainkan ghibahin tentang mereka-mereka juga.


...***...


Kenan sedang mengobrol sama calon mertua dan juga calon adik iparnya. Mereka membicarakan soal bisnis. Sedangkan Alexa melanjutkan pekerjaannya kembali.


" Apa yang mengerjakan tendernya Axel juga, camer?"


" Nggak. Kalau mengerjakan tendernya para pekerja. Yang memantaunya Daddy sama Romy"


" Kenapa nggak Axel aja, Dad?"


" Maunya sih gitu. Tapi Minggu depan kan Axel udah mau ujian kenaikan kelas"


" Udah ujian. Kakak salut sih sama kamu, Axel. Dengan lawan yang begitu banyak dan mereka para petinggi perusahaan. Tapi kamu mampu mengalahkan mereka semua. Jarang lho ada anak yang seusia kamu bisa melakukan itu"


" Makasih Kak. Ini semua juga berkat doa keluarga dan juga para sahabat, Kak. Walaupun ada satu orang yang mendoakan aku jelek" kata Axel sambil melirik kakaknya.


" Nggak usah Suudzon. Walaupun aku sering gelud sama kamu, tapi aku nggak pernah mendoakan kamu yang jelek. Aku selalu mendoakan yang baik-baik"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


Axel tau kalau saudara kembarnya tidak mungkin mendoakan dia yang jelek-jelek. Tadi itu dia cuma mau mengerjai sang kakak.


" Gimana pekerjaan kamu, Ken?"


" Alhamdulillah lancar Dad. Minggu depan aku mau terbang ke negara P"


Alexa menghentikan pekerjaannya saat mendengar ucapan kekasihnya. Ia belum tau kalau sang kekasih akan pergi ke negara P.


" Wah seru banget liburan ke luar negeri?" kata Axel.


" Kakak ke sana bukan mau liburan, tapi mengurus pekerjaan. Lagian mana sempat mau mikirin liburan"


Ide jahil dalam diri Axel pun meronta-ronta. Waktunya untuk mengerjai saudara kembarnya. Udah lama nggak melihat Alexa ngamuk.


" Pasti banyak bule-bule cantik di sana?"


" Banyak. Tapi tidak ada yang secantik kakak kamu"


Wajah Alexa bersemu merah. Rasa ingin marahnya meluap begitu saja. Padahal dia udah mengambil ancang-ancang untuk menghajar kekasihnya. Tapi setelah mendengar jawaban sang kekasih. Ia kembali duduk dan mengerjakan pekerjaannya.


Selamat-selamat, untung saja dia tidak kena amukan kelinci kecilnya.


Apa yang diucapkannya tadi memang tulus dari dasar hatinya. Kalau kekasihnya itu memang cantik dari wanita diluar sana. Bukan hanya parasnya yang cantik. Tapi hati kekasihnya itu juga sangat baik.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2