
Axel sampai di gang tempat kontrakan Alisha. Ia tidak menyangka kalau mobil tidak bisa lewat menuju kontrakan gadis itu. Karena jalan itu muat yang untuk motor.
Kalau tau bakal kek gini, mending gue pake motor tadi.
" Makasih ya, udah nganterin pulang?" kata Alisha.
" Sama-sama" kata Axel.
" Mau mampir dulu nggak?"
" Kapan-kapan deh Sha kita mampir. Gue harus cepat nyampe di rumah, cucian udah nungguin" jawab Adele.
Axel dan Farel kaget mendengar ucapan Adele. Sejak kapan anak mama itu mencuci pakaian sendiri? bukankah selama ini selalu pelayan yang mencuci pakaiannya.
Adele tersenyum melihat ekspresi wajah kedua cowok tampan itu. Ia sengaja bicara seperti itu, supaya Axel tidak punya kesempatan untuk bertemu lama-lama dengan Alisha.
" Ya udah deh. Gue mau jalan ke kontrakan dulu"
" Ok, kita juga mau balik. Sampai jumpa besok"
" Hhmm"
Axel belum melajukan mobilnya, ia ingin memastikan Alisha sampai di kontrakannya. Setelah itu barulah ia akan pergi dari sana. Setelah punggung Alisha sudah tidak terlihat lagi, barulah Axel melajukan mobilnya.
" Sejak kapan Lo mencuci pakaian sendiri?" tanya Farel setelah mobil melaju.
" Gue nggak pernah mencuci"
" Tadi Lo bilang sama Alisha mau cepat pulang, karena mau mencuci?"
" Gue nggak ada bilang gitu, Lo salah denger kali"
" Kuping gue masih berfungsi dengan baik. Tadi jelas-jelas gue denger Lo ngomong kek gitu. Lo juga denger kan, bro?"
" Denger" jawab Axel.
" Tuh kan. Jadi kuping gue nggak salah denger"
" Berarti kuping Lo berdua sudah nggak berfungsi"
" Jangan ngeles. Cepat bilang, kenapa Lo bohong sama Alisha"
Adele tidak bisa mengelak lagi. Karena kedua cowok tampan itu memojokkannya, jadi mau nggak mau dia harus jujur.
" Gue pengin ngerjain Axel"
" Gue?"
" Iya, supaya Lo nggak bisa lama-lama bersama Alisha"
Farel tertawa mendengar ucapan Adele. Ia tidak menyangka gadis cantik itu ternyata usil juga.
" Tega banget sih Lo sama gue" kata Axel.
" Besok kan masih bisa ketemu Axel"
" Tapi gue kan belum pernah main ke rumah Alisha. Lo mah tega banget"
" Jadi ngambek nih ceritanya"
" Males lha"
" Idih kulkas dua belas pintu merajuk beneran"
" Biarkan saja, kapan lagi kita bisa menindas kulkas dua pintu ini" kata Farel.
" Untung gue baik, kalau nggak gue turunkan kalian berdua disini"
Adele dan Farel tertawa bahagia. Mereka berdua sangat senang bisa mengerjai Axel. Jarang-jarang mereka bisa membuat Axel kesal seperti sekarang ini. Dan hari ini mereka berhasil melakukan itu.
...***...
Kevin menghentikan mobilnya kala melihat gadis cantik yang sedang duduk di bawah pohon besar yang ada dipinggir jalan. Gadis itu sedang asik memainkan ponselnya. Ia pun membunyikan klakson mobilnya.
Tin..tin..
Rencananya berhasil. Gadis cantik itu menoleh kearahnya.
" Kak Kevin"
" Motornya kenapa?"
" Bannya bocor"
Kevin turun dari mobilnya. Ia berjalan menghampiri gadis cantik itu.
" Udah telpon Axel"
" Belum"
Ya gadis cantik itu adalah Alexa. Gadis yang mampu mengobrak-abrik perasaannya.
__ADS_1
" Udah lama duduk disini?"
" Lumayan. Kakak kok bisa disini? arah rumah kakak kan nggak kesini?"
" Nggak tau kenapa hari ini pengin jalan kesini. Dan benar saja, kakak ketemu sama kamu disini. Apakah ini pertanda kita jodoh?"
" Entahlah"
" Pulang bareng kakak aja ya"
" Motor aku gimana?"
" Ntar kakak suruh sopir kakak yang jemput"
" Nggak usah Kak"
" Kenapa?"
" Aku telpon Axel aja"
Bisa gawat kalau sopirnya Kak Kevin yang mengantarkan motornya. Bisa-bisa identitasnya di ketahui sama Kak Kevin. Mending ia telpon saudara kembarnya.
Alexa segera menghubungi nomor saudara kembarnya. Tak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Hallo"
" Eca, kamu nyangkut dimana? kok daritadi belum nyampe di mansion?"
" Ban motor aku bocor"
" Tambal dong"
" Gimana caranya?"
" Bawa ke bengkel, terus bilang sama orang di sana kalau motor kamu bocor. Kalau kamu nggak mau nunggu lama, ganti aja bannya. Gampang kan"
" Kalau itu aku juga tau, tapi bawa motor aku ke sana gimana? bengkelnya jauh?"
" Dorong dong"
" What..! dorong?"
" Iya, masa digelindingkan"
" Apa kata dunia kalau cewek cantik kek gue dorong motor"
" Dunia bilang, Eca selain cantik juga kuat. Udah cepat dorong motornya, gue mau tidur dulu"
" Axel..! dasar adik durhakim! awas nanti kalau gue sudah di rumah, gue bikin perkedel Lo"
Alexa menyimpan kembali ponselnya. Saudara kembarnya itu bikin dia spaning. Kakaknya lagi kena musibah dia malah enak-enakan tidur. Ngasih solusi juga nggak bener lagi.
" Gimana? apa Axel nya mau kesini?"
" Nggak"
" Terus gimana?"
" Aku telpon orang bengkel aja. Bentar ya Kak" kata Alexa sambil beranjak dari tempat duduknya. Ia tidak ingin Kevin tau kalau dirinya tidak menelepon orang bengkel, melainkan menelpon papa Adele. Karena hanya nomor papa Adele yang ada di ponselnya.
Alexa mencari nomor papa Adele di kontaknya. Tak berselang lama telpon pun tersambung.
" Hallo nona kecil"
" Om kebiasaan deh manggil Eca kek gitu"
Terdengar suara tawa di seberang sana.
" Kalau Eca telpon, pasti terjadi sesuatu?"
" Hehehe, Om tau aja"
" Apa yang bisa om bantu?"
" Gini Om, motor Eca bocor di jalan XX. Dan bengkel juga jauh. Om bisa tolong suruh salah satu bodyguard untuk jemput motor Eca nggak?"
" Om pikir ada masalah apa. Rupanya cuma masalah motor bocor. Ya udah, ntar Om suruh bodyguard untuk menjemputnya"
" Makasih Om"
" Sama-sama Eca"
Panggilan pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya kedalam saku roknya. Ia kembali ketempat Kevin berada.
" Udah selesai nelponnya?"
" Udah "
" Terus gimana?"
" Bentar lagi di jemput motornya"
__ADS_1
" Kalau gitu, kakak boleh dong nganterin kamu pulang?"
Alexa tidak tau harus bagaimana. Dia juga tidak enak menolak lelaki tampan itu.
" Boleh"
Kevin tersenyum mendengar jawaban Alexa. Ini kali pertama gadis itu mau menerima tawarannya untuk diantar pulang. Ia akan berdoa supaya ban motor Alexa selalu bocor. Jadi dia bisa mengantarkan gadis cantik itu pulang.
" Yuk jalan"
" Hhmm"
Alexa mengikuti langkah Kevin dibelakang. Ini kali pertamanya ia naik mobil cowok lain. Biasanya ia hanya naik mobil Axel dan juga naik mobil sepupunya.
" Silakan masuk tuan putri" kata Kevin sambil membukakan pintu mobil untuk Alexa.
" Makasih"
Kevin menutup kembali pintu mobilnya saat Alexa sudah duduk manis. Ia mengitari mobilnya dan duduk di kursi kemudi.
" Siap berangkat tuan putri"
" Siap Kak"
Kevin melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Ini kali pertamanya bagi mereka berdua berada di dalam satu mobil.
Suasana di dalam mobil terasa hening. Tidak ada diantara mereka yang ingin memulai pembicaraan.
" Alexa"
" Kak"
Mereka berdua tertawa karena sama-sama memanggil.
" Kamu duluan"
" Kakak yang duluan"
" Kamu"
" Kakak"
" Ya udah deh, kakak yang duluan"
" Gitu dong"
" Rumah kamu di jalan mana?"
" Pas nyampe depan belok kiri"
" Ok"
Sampai di depan, Kevin langsung membelokan mobilnya.
" Setelah itu kemana lagi?"
" Lurus aja Kak"
Mobil mewah itu memasuki kawasan perkampungan. Kevin baru pertama kali lewat sana.
" Stop Kak"
Ciiiit..
Kevin merem mendadak. Karena gadis cantik itu minta berhenti secara tiba-tiba.
" Kamu nggak apa-apa kan?" tanya Kevin.
" Nggak apa-apa kok. Kakan sendiri gimana?"
" Aku baik-baik aja. Kenapa kamu minta berhenti?"
" Aku turun disini"
" Disini?" tanya Kevin sambil melirik sekeliling.
" Iya. Rumah aku masuk gang kecil itu"
" Ah iya"
" Makasih ya Kak" kata Alexa setelah turun dari mobil Kevin.
" Sama-sama"
Alexa berjalan menyusuri gang kecil itu. Ia tau Kevin belum pergi. Mungkin lelaki itu ingin memastikan, apakah benar ia tinggal di sana. Setelah Alexa menghilang dari pandangannya. Kevin pun melajukan mobilnya.
To be continue.
Udah hari Senin nih, boleh dong minta vote sama hadiahnya..🤗🤗
Happy reading 😚😚
__ADS_1