Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Nasib Clara


__ADS_3

Bodyguard Darren yang di utus untuk membawa Clara tadi, di hadang oleh beberapa lelaki bertubuh besar. Dan mereka yakin, orang-orang itu juga seorang bodyguard.


" Kalian mau apa?" tanya salah satu bodyguard Darren.


" Maaf, kami tidak ingin mencari ribut. Kami datang kesini hanya ingin membawa wanita yang ada di tangan kalian" kata salah satu lelaki bertubuh besar itu.


" Emang kalian siapa? kami juga ditugaskan untuk membawa wanita ini"


" Biarkan kami saja yang mengurus wanita ini"


" Nggak bisa. Karena nona kami sudah memerintahkan kami untuk membawa wanita ini "


" Kami hanya mempermudah kerjaan kalian"


" Terima kasih, tapi biarkan kami saja yang membawa wanita ini"


Seorang lelaki tampan masih memantau dari dalam mobilnya. Ia merasa negosiasi yang dilakukan anak buahnya tidak berjalan dengan lancar. Ia pun memutuskan untuk keluar dari mobilnya.


" Permisi, bisa saya bantu menyingkirkan wanita itu" kata lelaki tampan itu.


Salah satu bodyguard Darren tau siapa lelaki tampan yang ada di hadapannya itu. Lelaki itu juga mempunyai kekuatan dan juga kekuasaan yang tinggi di dunia bisnis dan juga mafia.


" Kenapa anda ingin sekali membawa wanita ini? apa anda punya hubungan dengan wanita ini?"


" Ya dulu. Sekarang sudah tidak lagi. Dan wanita itu juga punya hutang sama saya. So, bolehkah saya membawa wanita itu"


Bodyguard Darren berpikir sejenak. Tak berselang lama, mereka pun menyetujui lelaki itu membawa wanita yang ada di tangan mereka.


" Terima kasih" ucap lelaki tampan itu.


" Sama-sama tuan"


" Saya permisi dulu"


" Baik tuan"


Lelaki tampan itu meminta anak buahnya untuk membawa wanita itu ke mobil. Ia akan membawa wanita itu ke tempat seharusnya ia berada.


Mobil itu melaju meninggalkan tempat resepsi. Sedangkan para bodyguard Darren kembali ke tempat acara. Karena tugas mereka sudah selesai.


...***...


Suasana di tempat resepsi sudah terkendali. Para tamu juga tidak memikirkan kejadian tadi. Mereka menikmati kembali suasana pesta yang damai dan juga aman.


Tangan Alexa juga sudah di obati. Dan untuk beberapa hari tidak boleh terkena air dulu. Tapi ia bersyukur karena luka bakar itu tidak akan membekas.


" Lo kemana aja sih?" tanya Adele saat melihat sahabatnya baru datang.


" Tau tuh. Mentang-mentang sekarang udah ada yang nemenin" kata Farel.


" Gue tadi ada urusan penting yang harus gue urus" kata Alexa.


" Urusan apa? membuat buku nikah ya?" tanya Adele.


" Ck, Lo mikir kejauhan. Apa jangan-jangan Lo yang mau membuat buku nikah?"


" Rencananya sih gitu. Tapi gue masih dibawah umur. Jadi nggak bisa daftar ke KUA"


" Sudah-sudah. Emang kamu tadi kemana?" tanya Axel.


" Ada urusan sedikit"


" Terus sekarang urusannya sudah selesai?"


" Udah" jawab Alexa sambil mengambil ice cream yang ada di tangan saudara kembarnya.


" Ck, kebiasaan. Kalau mau ambil sendiri" kata Axel.


" Ya elah, cuma ice cream doang. Pelit amat?"


" Kak Kevin" panggil Axel.


" Hhmmm"


" Kakak yakin mau sama saudara kembar aku?"


" Yakin. Kenapa emangnya?"

__ADS_1


" Kakak nggak liat gimana rakusnya dia"


" Gue nggak rakus " bantah Alexa.


" Terus apa namanya. Main comot ice cream orang sembarangan "


" Nggak apa-apa. Kakak suka Alexa apa adanya dia"


" Tuh dengerin "


" Itulah kekuatan cinta. Pasangan jelek pun bisa tampak seperti bidadari"


Mata Axel menatap tangan saudara kembarnya. " Tangan kamu kenapa?"


" Kena kuah sup"


" Kok bisa?"


" Ya bisa lha. Buktinya sekarang tangan gue di perban "


" Makanya lain kali hati-hati. Sakit nggak?" tanya Axel sambil meniup tangan Alexa yang di perban.


" Nggak"


Semua orang di sana bisa melihat bagaimana sayangnya Axel pada saudara kembarnya itu. Walaupun terkadang mereka sering berdebat. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau dia sangat menyayangi saudara kembarnya.


" Mommy sama daddy tau?"


" Tau"


" Makanya jangan ceroboh"


Saat Alexa mau menjawab perkataan Axel, tiba-tiba ada seorang anak kecil berjalan ke arahnya.


" Kakak cantik"


" Eh Aiden"


" Ini siapa?" tanya Kevin.


" Aiden. Anak dari pelanggan aku waktu kerja di restoran kakak"


" Ai sama siapa kesini?"


" Sama mama dan papa"


" Terus sekarang dimana mama sama papanya?"


" Lagi ngobrol sama Om dan Tante yang ada di atas itu" tunjuk Aiden ke atas pelaminan.


Alexa dan yang lain menoleh ke arah yang di maksud sama anak kecil itu. Mereka mereka melihat memang ada sepasang pasutri yang lagi mengobrol dengan mempelai.


" Ai nggak kenapa nggak ikut naik ke atas?"


" Udah tadi sama Om"


Mendengar kata Om, Alexa langsung teringat sama lelaki brengsek yang sudah mencuri first kiss nya. Ingin rasanya ia menghajar lelaki itu.


" Kakak cantik"


" Ah i-iya"


" Kakak kenapa melamun?"


" Nggak apa-apa. Ai mau makan kue nggak?"


" Mau"


" Yuk, kita ambil kuenya. Bentar ya Kak, aku mau ambilkan kue untuk Aiden dulu?"


" Tangan kamu masih sakit. Biar kakak aja yang ambil"


" Apa nggak merepotkan kakak?"


" Nggak kok. Bentar ya kakak ambilkan dulu "


" Hhmmm"

__ADS_1


Kevin pun pergi mengambilkan kue untuk Aiden dan juga untuk gadis pujaan hatinya. Ia tau Alexa belum sempat makan. Karena pas mereka mau makan, pengganggu datang.


Tak butuh waktu lama, Kevin kembali dengan membawa nampan kecil yang berisi dua piring kue dan juga dua jus.


" Ah kak Kevin so sweet banget sih?" kata Adele.


" So sweet gimana?" tanya Farel.


" Itu mau mengambilkan kue untuk pujaan hatinya"


" Aku juga bisa kek gitu. Kamu mau diambilkan apa?"


" Nggak ada "


" Biar kita sweet juga Yank"


" Kamu itu nggak kreatif banget sih" kata Adele.


" Salah lagi gue"


Alexa dan yang lainnya tertawa melihat perdebatan Farel dan Adele. Sedangkan Aiden hanya diam. Karena ia tidak tau apa yang di tertawakan sama kakak cantik dan juga teman-temannya.


" Ai"


Aiden menoleh kearah suara yang memanggilnya. Alexa dan yang lainnya juga ikut menoleh kearah suara.


" Papa"


Aiden langsung turun dari tempat duduknya. Ia berlari menghampiri papanya.


" Daebak, ganteng banget papanya Aiden" kata Adele.


" Jangan mulai ya Yank" kata Farel.


" Pantes aja anaknya cakep kek gitu. Bapaknya aja cakep kek begitu "


Farel langsung menutup mata kekasihnya dengan tangannya. Bisa-bisanya gadis cantik itu memuji ketampanan lelaki lain di hadapannya.


" Yank, kenapa mata aku ditutup?"


" Biar kamu nggak bisa melihat papanya Aiden lagi"


" Gimana aku nggak liat. Orang dia ada di depan mata aku kek gitu" kata Adele sambil melepaskan tangan sang kekasih.


" Mata kamu itu gatel banget sih!"


" Jangan cemberut gitu. Walaupun aku selalu melihat lelaki tampan. Namun yang ada di hati aku cuma kamu, Yank"


Farel tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu. Ia akui kalau kekasihnya itu memang paling pintar dalam merayu. Dan anehnya ia selalu luluh dengan ucapan kekasihnya itu.


" Hallo, apa Aiden merepotkan kalian?" tanya papa Aiden.


" Nggak kok Om. Aiden anaknya anteng" kata Adele.


Lelaki tampan itu tersenyum mendengar jawaban Adele.


" Apa adek yang selalu di panggil kakak cantik sama Ai?"


" Bukan Om, yang selalu di panggil kakak cantik itu sahabat saya. Tuh anaknya yang memakai dress berwarna peach" kata Adele.


Papa Aiden pun menatap gadis yang memakai pakaian peach. Benar apa yang dikatakan putranya itu. Gadis yang di maksud itu memang cantik.


Sepertinya gadis ini sangat cocok dengan adik ipar ku.


" Baiklah, terima kasih sudah mau menjaga Aiden. Kami pamit pulang dulu"


" Iya Om. Apa perlu saya antar Om?" kata Adele.


" Nggak, kalian lanjutkan aja mengobrol nya"


" Ai pamit dulu ya kakak cantik"


" Iya sayang, hati-hati "


Setelah berpamitan Aiden dan papanya pun pergi dari sana. Sedangkan Alexa dan para sahabatnya melanjutkan obrolan mereka.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2