
Kevin sedang bersantai bersama kedua orang tuanya. Selesai makan malam, ia memang selalu bercengkrama dengan kedua orang tuanya.
" Papa udah dapat karyawan baru di restoran kita Ma"
" Oh yeah, kapan? bukannya semalam papa bilang masih mencari karyawan?"
" Iya. Tadi siang, karyawan papa membawa dua orang temannya"
" Syukurlah. Apa mereka juga masih bersekolah?"
" Iya. Karena pas datang ke restoran mereka masih memakai seragam sekolah"
" Pasti mereka kerja untuk membayar uang sekolah "
" Sepertinya begitu. Tapi papa lihat seragam sekolahnya sama dengan seragam sekolah Kevin"
" Masa sih Pa?"
" Iya Ma"
" Papa salah lihat kali?"
" Nggak, papa yakin seragam mereka sama dengan seragam sekolah Kevin"
" Mungkin mereka masuk di jalur beasiswa"
" Mungkin"
" Pasti itu. Karena kalau mereka anak orang berada, nggak mungkin kerja jadi Waitress"
Kevin hanya jadi pendengar yang baik. Ia malas kalau sudah bicara soal harta. Karena kalau ia ikut bicara, bisa-bisa ia berantem lagi dengan mamanya. Apalagi sekarang ia lagi kesal sama mamanya karena meriset ponselnya tanpa izin darinya.
Bicara soal status, Kevin teringat sama gadis cantik yang sudah berhasil mencuri hatinya. Gadis cantik itu belum juga memberikan status yang jelas untuknya.
" Oh iya dua Minggu lagi kan ulang tahun Kevin. Gimana kalau kita adakan pesta, Pa?"
" Boleh, kan udah lama juga kita nggak mengadakan pesta" kata papa Kevin.
" Gimana Vin, kamu mau nggak?" tanya sang mama.
" Terserah mama aja" kata Kevin.
" Ok, kita akan adakan pesta di hotel, gimana menurut papa?"
" Bagus juga, sekalian undang anak rekan-rekan bisnis papa"
" Pasti dong Pa. Semua anak-anak kalangan atas mama undang semuanya"
" Harus dong Ma"
Mona akan membuat pesta yang meriah untuk putranya itu. Sekalian ia akan mengumumkan pertunangan Kevin dengan putri sahabatnya.
" Ma, Pa, aku ke kamar dulu ya"
" Iya, mama sama papa juga mau istirahat"
Kevin segera pergi ke kamarnya. Ia akan menghubungi Alexa. Karena dari tadi ia belum mendengar kabar gadis cantik itu.
Sampai di kamar, ia langsung berbaring di atas kasur empuk miliknya. Ia mengambil ponselnya, kemudian ia menghubungi nomor sang pujaan hati.
Telpon Kevin pun masuk, tapi tidak ada jawaban dari seberang sana. Ia mencoba kembali, sampai ke tiga kali barulah telponnya tersambung.
" Hallo"
Terdengar suara lembut nan menyejukkan hati.
" Kok lama baru jawab telponnya?"
" Maaf Kak, tadi aku di kamar mandi"
" Nggak apa-apa, kakak pikir kamu udah tidur"
" Kakak kenapa belum tidur?"
" Nggak bisa tidur"
__ADS_1
" Kenapa? "
" Karena belum dengar suara kamu"
" Ck, gombal"
" Serius"
" Kakak belajar gombalan darimana?"
" Itu bukan gombalan. Tapi tulus dari dalam lubuk hati kakak. Setiap detik kakak selalu kangen sama kamu"
" Ya deh raja gombal"
" Nggak percayaan banget sih?. Apa kakak harus datang ke sana, baru kamu percaya"
" Jangan! aku percaya kok"
Kevin tersenyum mendengar ucapan gadis cantik itu. Ia tidak menyangka reaksi Alexa akan seperti itu. Dan ia pun semakin penasaran dengan tempat tinggal Alexa. Sungguh gadis yang sangat misterius.
" Kak, Kak Kevin"
" Iya, kakak masih ada kok"
" Kenapa diam aja?"
" Habisnya mau bilang kangen dibilang gombal"
" Ya udah, kakak bobok gih!"
" Kakak belum ngantuk. Tapi kalau di Nina Bobo-in, kakak mau"
" Udah ah, aku mau tidur dulu. Good night Kak"
Tut.
Panggilan pun berakhir. Karena Alexa mematikan sambungan teleponnya. Kevin tersenyum sambil menatap layar ponselnya. Ia tau gadisnya lagi malu. Makanya telponnya dimatikan begitu saja.
Kevin meletakkan ponselnya di atas nakas. Kemudian ia mematikan lampu kamarnya. Ia pun bersiap untuk menyusul Alexa ke alam mimpi.
...***...
Kevin membuka matanya perlahan. Setelah matanya menyesuaikan dengan cahaya dan nyawanya sudah terkumpul semuanya barulah ia bangun dari tidurnya.
Jam baru menunjukkan pukul enam pagi, Kevin segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Karena ia akan pergi ke sekolah.
Lima belas menit waktu yang dibutuhkan Kevin untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi, Kevin memakai seragam sekolah. Kini penampilan Kevin sudah rapi, dan ia terlihat semakin tampan dengan memakai seragam putih abu-abu.
Kevin mengambil tas dan kunci mobilnya. Ia turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
" Pagi, Ma, Pa" sapa Kevin saat sudah berada di ruang makan.
" Pagi juga" balas sang papa.
" Kamu terlihat happy banget pagi ini?" tanya sang mama.
" Aku kan tiap hari emang selalu happy, Ma"
" Iya, tapi sekarang agak beda"
" Mungkin perasaan mama aja"
Kevin mengambil sepotong sandwich yang sudah di siapkan mamanya. Ya Kevin memang lebih suka sarapan sama sandwich dan juga roti.
Selesai sarapan Kevin berpamitan sama kedua orang tuanya.
" Ma, Pa, aku berangkat dulu ya"
" Hati-hati bawa mobilnya "
" Siap Ma"
Kevin melajukan mobilnya menuju SMA Tunas Bangsa. Hari ini ia sengaja berangkat agak pagi, supaya nanti ia tidak kena macet.
...***...
__ADS_1
Alexa sudah rapi dengan memakai seragam putih abu-abunya. Ia turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orang dan juga saudara kembarnya.
" Morning Mom, Dad "
" Morning sayang" balas Kiran.
" Mommy aja nih yang di sapa?"
" Eh ada Axel ternyata"
" Ck, padahal kamu liat dari tadi aku duduk disini"
" Sudah-sudah, sekarang kita sarapan dulu. Nggak baik ngomong saat makan" kata Kiran.
" Ya Mom"
Mereka mulai menyantap sarapan yang sudah ada di hadapan mereka masing-masing. Mereka makan dengan sangat hikmat.
Selesai makan Alexa dan Axel pamit kepada kedua orang tuanya. Pagi ini Alexa akan nebeng dengan Axel. Karena motornya ia tinggal di rumah Alisha.
" Mom, Dad, kita jalan dulu ya" pamit Alexa.
" Iya, hati-hati di jalan"
" Ok Mom"
Alexa masuk kedalam mobil saudara kembarnya. Setelah Alexa masuk kedalam mobil, barulah Axel melajukan mobilnya menuju sekolah. Mobil mewah itu terus melaju pergi meninggalkan mansion mewah itu.
" Axel"
" Hhmm"
" Kamu jadi nembak Alisha?"
" Rencananya sih jadi, tapi belum siap"
" Kenapa? takut ditolak ya?"
" Nggak juga"
" Terus?"
" Aku belum ada persiapan"
" Persiapannya nggak usah yang wah"
" Kenapa?"
" Karena kamu cuma mau nembak, bukan mau lamaran "
" Terus gimana dong?"
" Ya kamu bawa aja Alisha ke pantai, atau kemana kek. Terus kamu kasih bunga sama coklat"
" Sesimple itu?"
" Hhmm"
" Baiklah akan gue coba. Tapi gue kok nggak yakin cara kek gitu berhasil"
" Di coba aja belum udah nggak yakin"
" Kalau ditolak gimana?"
" Ya DL "
" Parah banget sih Lo. Masa sama saudara sendiri kek gitu?"
" Ya masa gue harus ikut nangis di pojokan, kan nggak mungkin? apa kata netizen nanti"
" Udah ah, malas ngomong sama Lo "
" Idih ngambek dia"
Axel tidak mendengarkan ucapan saudara kembarnya. Ia kembali fokus menyetir.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚