
Alisha masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi. Kalau ia di tawarkan bersekolah di sekolah terbaik nomor satu di kota J. Dan di sana tempat anak-anak orang kaya bersekolah.
" Kamu tidak perlu memikirkan biaya apapun. Karena Tante akan menanggung semua biaya sekolah kamu sampai kamu lulus nanti. Tugas kamu hanya belajar dengan giat dan lulus dengan nilai terbaik. Bagaimana Alisha?"
" Saya terima bantuan Tante. Tapi saya tidak ingin di bantu secara cuma-cuma"
Kiran tersenyum mendengar ucapan gadis cantik itu. Jika orang lain yang diberikan bantuan gratis seperti ini, pasti mereka tidak akan menolak. Tapi gadis cantik ini malah menolaknya.
Darren salut dan juga kagum dengan Alisha. Walaupun ia hidup sederhana, tapi ia tidak mau menerima bantuan. Gadis seperti ini sungguh langka.
" Jadi kamu mau bagaimana?"
" Saya akan membayar uang sekolah saya dengan cara menyicilnya"
" Ok tidak masalah "
Alisha menolak di bantu secara cuma-cuma, karena masih banyak di luar sana yang lebih pantas di bantu daripada dirinya.
" Besok Tante akan menjemput kamu disini. Kita akan pergi ke sekolah Tunas Bangsa"
" Baik Tante"
" Apa kamu cukup tinggal berdua saja dengan nenek kamu?"
" Iya Tante"
" Jarak sekolah dengan kosan kamu kan jauh. Bagaimana kalau kamu pindah tempat tinggal di dekat sekolah. Jadi uang untuk ongkosnya bisa kamu sisihkan untuk menyicil uang sekolah kamu. Gimana?"
Kiran sengaja bilang seperti itu. Karena kalau ia bilang gratis lagi, maka gadis cantik itu akan menolak lagi.
" Baiklah Tante. Tapi kalau bisa cari kontrakannya yang murah"
" Tenang, Tante pasti akan cari kosan yang bersahabat dengan dompet"
" Terima kasih Tante"
" Sama-sama. Karena urusan Tante sudah selesai. Tante mau undur diri dulu"
Kiran dan suaminya berpamitan dengan nenek Alisha.
" Nek, kita pamit dulu ya"
" Terima kasih ya Nak sudah membantu kami"
" Sama-sama Nek. Melihat Alisha tidak bersekolah membuat saya teringat akan anak saya"
Alisha mengantarkan kedua tamunya ke depan. Warga yang melihat Darren dan Kiran keluar pun segera menghampirinya. Mereka berdesak-desakan untuk bisa berada di depan.
" Tuan Darren minta foto dong" kata salah seorang warga.
" Saya juga tuan Darren"
" Fans kamu banyak juga By" kata Kiran.
" Sepertinya begitu"
" Tante pamit dulu ya Alisha. Besok Tante jemput"
" Bagaimana mana Tante sama Om mau lewat?"
" Gampang kok"
Suit..suit
Darren bersiul dua kali. Para warga terpesona mendengar siulan tuan muda itu. Menurut mereka, itu siulan yang paling merdu di dunia.
Tak butuh lama, datanglah beberapa lelaki berjas hitam. Ya mereka adalah bodyguard Darren. Para bodyguard itu langsung menertibkan para warga. Karena kalau tidak, tuan dan nona mudanya nggak bisa jalan.
Alisha kaget sekaligus takjub melihat beberapa lelaki berseragam serba hitam muncul diantara para warga. Adegan seperti ini biasanya ia lihat di drama yang ia tonton. Tapi sekarang ia bisa melihat secara langsung.
Daebak! gue berasa kek dalam drama.
" Tuan, nona silakan jalan" kata salah satu bodyguard.
" Tante jalan dulu ya"
__ADS_1
" Ah, i-iya Tante"
Alisha menatap punggung pasutri itu yang semakin menjauh dari pandangannya. Setelah pasutri itu tidak terlihat lagi, Alisha segera masuk kedalam rumah.
Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil tuan dan nona mudanya. Setelah memastikan nona mudanya duduk dengan baik, bodyguard itu pun menutup kembali pintu mobilnya.
Darren melajukan mobilnya meninggalkan kontrakan itu. Diikuti sama mobil bodyguardnya dibelakang.
" Aku mau telpon Axel dulu ya By. Mungkin sekarang dia sudah nunggu-nunggu telpon dari kita"
" Iya sayang"
Kiran mengambil ponselnya dan langsung menghubungi nomor putranya. Tanpa menunggu lama, telpon pun tersambung.
" Bagaimana Mom"
Kiran tersenyum mendengar ucapan putranya. Berarti benar putranya sedang menunggu telpon darinya.
" Ucap salam dulu?"
" Ah iya lupa. Assalamualaikum Mom"
" Wa'alaikum salam"
" Bagaimana Mom?"
" Mommy sudah memberikan pelajaran untuk kepala sekolah dan juga teman yang suka mem-bully Alisha"
" Makasih Mom. Terus Alisha mau sekolah di SMA Tunas Bangsa?"
" Alisha nggak mau sekolah di SMA Tunas Bangsa"
" Kenapa?"
" Dia nggak mau sekolah lagi. Ya udah, telponnya mommy tutup dulu. Mommy mau lanjut kerja lagi"
" Ya Mom"
Panggilan telepon pun berakhir. Kiran menyimpan kembali ponselnya.
" Sekali-kali By"
" Pasti Axel lagi galau sekarang"
" Sepertinya begitu. Oh iya, menurut Daddy gimana gadis yang bernama Alisha tadi"
" Cantik, sopan, smart dan pekerja keras"
" Bener banget. Mommy salut sama dia, masih kecil sudah bisa cari uang. Mommy nggak kebayang kalau Eca di posisi gadis itu"
" Kenapa nggak kita kasih tantangan aja dia. Biar tahan banting"
Plak.
Aawwww..
" Sakit sayang"
" Nggak usah lebay. Aku mukulnya pelan kok"
" Kamu kenapa main pukul gitu aja"
" Habisnya kamu ngomongnya ngaco"
" Masa anak sendiri mau dibanting"
" Bukan dianya yang dibanting, tapi mentalnya"
" Lha kan mental Eca udah kuat By"
" Iya. Tapi aku pengen dia merasakan bagaimana susahnya mendapatkan uang"
" Benar juga. Selama ini dia kan taunya cuma minta aja. Jadi bulan besok kita nggak usah kasih mereka uang saku. Gimana?"
" Setuju"
__ADS_1
Kiran akan membicarakan ini nanti dengan kedua anaknya. Ia sudah tidak sabar, pekerjaan seperti apa yang bisa di lakukan twin nanti.
...***...
Alexa heran melihat wajah saudara kembarnya itu. Entah kenapa setelah menerima telepon tadi, wajah Axel berubah menjadi murung.
" Kamu kenapa?"
" Nggak apa-apa"
" Nggak apa-apa tapi kok murung, kek habis diputusin pacar"
" Berisik!"
" Telpon dari siapa? sampe kamu terima telponnya jauh-jauh ke ujung sana?"
" Dari mommy"
" Bohong! biasanya kalau mommy telpon, kamu jawabnya dekat aku. Tapi tadi kenapa jauh-jauh?"
" Lagi pengin aja"
Alexa menatap adiknya. " Aku tau kamu lagi bohong"
Axel menghela nafasnya. Ia memang tak pandai berbohong. Dan lagi, saudara kembarnya itu sangat pintar.
" Bener nih nggak mau cerita? atau aku cari tau sendiri?"
" Ntar aku ceritakan "
" Janji ya?"
" Iya janji"
" Ok, Kalau ingkar janji kembali kan uang saku aku dua kali lipat"
" Kok gitu?"
" Ya dong. Kalau nggak kek gitu, kamu pasti ingkar "
" Emang selama ini aku pernah ingkar janji sama kamu?"
" Nggak sih"
" Ke kelas yuk. Bentar lagi udah bel" kata Adele.
" Perasaan baru istirahat deh, masa udah bel masuk aja?" kata Farel.
" Bilang aja Lo mau dekat Adele terus" kata Axel.
" Nggak gitu juga"
" Terus apa?"
" Ya kita kan jarang bisa kumpul kek gini"
" Ckckck, cari alasan itu yang pinter dikit dong? kita kan hampir tiap hari ngumpul kek gini"
" Tau tuh Farel. Semenjak beberapa hari ini suka amnesia mendadak" kata Alexa.
" Giliran mem-bully, akur kalian berdua"
" Iya dong. Kalau kita akur di saat tertentu aja" kata Axel.
" Betul banget"
" Sudah-sudah, yuk ke kelas" kata Adele. Karena kalau tidak twins akan terus mem-bully Farel.
Empat sekawan pergi meninggalkan kantin. Karena sebentar lagi bel tanda masuk berbunyi. Jadi mereka harus bergegas menuju kelas.
To be continue.
Axel
__ADS_1
Happy reading 😚😚