
Seperti yang sudah di janjikan Kevin tadi pagi. Saat istirahat ia membawa Alexa ke taman sekolah. Karena ia akan mengatakan hal penting pada gadisnya itu. Sekarang sejoli itu sudah berada di taman sekolah.
" Kakak mau ngomong apa?"
" Sebelum kakak ngomong, kamu harus janji dulu sama kakak"
" Janji apa?"
" Kalau kamu akan tetap disisi kakak"
" Aku janji"
" Kakak pegang ya janjinya"
" Hhmmm"
Kevin menarik nafasnya, kemudian membuangnya secara perlahan. Sungguh ia sangat gugup.
" Kakak mau bertunangan"
Deg.
Alexa kaget mendengar ucapan Kevin. Ia tidak menyangka kalau lelaki itu akan bertunangan. Lalu untuk apa Kevin memintanya berjanji.
" Tapi kakak menolak pertunangan itu" lanjut Kevin.
Alexa teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Kevin pernah bertanya soal ini padanya. Jadi yang di ceritakan sama lelaki tampan itu adalah dirinya.
" Berarti orang yang kakak ceritakan kemarin?"
" Ya, orang itu adalah kakak sendiri. Miris bukan? "
" Siapa cewek yang akan di jodohkan sama kakak?"
" Citra"
Lagi-lagi Alexa kaget mendengar ucapan Kevin. Ia tidak menyangka kalau cewek yang akan di jodohkan dengan lelaki tampan itu adalah Citra.
" Apa kakak akan menerima perjodohan itu?"
" Tentu saja tidak. Kakak hanya mencintai kamu. Dan lagi Citra juga tidak mencintai kakak"
" Kalau kakak tidak mencintai kak Citra dan begitu juga sebaliknya"
" Kenapa kalian nggak mengatakan pada orang tua kalian masing-masing. Kalau kalian tidak saling mencintai"
" Kakak sama Citra sudah pernah bilang. Bahkan kami berdua menolak perjodohannya. Tapi orang tua kami berdua tetap memaksa menjodohkan kami"
" Apa alasan orang tua kakak maksa kakak untuk tetap tunangan dengan kak Citra?"
" Karena orang tua kakak dan Citra sudah saling kenal"
" Yakin cuma itu?"
" Hhmmm"
Alexa menatap Kevin. Ia yakin lelaki tampan itu berbohong padanya. " Apa ini berhubungan dengan status?"
Kevin kaget mendengar pertanyaan gadis cantik yang ada di samping itu. Ia tidak menyangka kalau Alexa akan berpikir seperti itu.
" Kakak nggak peduli tentang status"
" Berarti benar ada hubungannya dengan status?"
" Hhmmm"
Alexa tersenyum mendengar jawaban Kevin. Ternyata keluarga lelaki tampan itu menilai orang hanya dari statusnya.
__ADS_1
" Tapi kakak nggak peduli dengan semua itu. Yang kakak mau sekarang hanya kamu. Kakak hanya ingin kamu. Apa kakak nggak punya hak untuk memilih siapa yang akan jadi pasangan kakak?"
" Tentu saja kakak punya hak"
" Tapi kenapa orang tua kakak selalu memaksakan kehendak mereka pada kakak"
" Mereka itu orang tua yang egois dan juga tidak sayang sama anaknya. Sebagai orang tua, dia harus mementingkan kebahagiaan anaknya. Bukan malah sebaliknya"
" Kakak takut kamu ninggalin kakak"
" Aku nggak akan ninggalin kakak. Tapi tergantung kakak juga. Mampu nggak kakak mempertahankan aku, atau kakak akan menyerah dan menerima perjodohan itu"
" Tentu saja kakak akan pertahankan kamu"
" Kalau kakak memilih mempertahankan aku. Kakak harus siap dengan konsekuensinya"
" Kakak siap menerima semua konsekuensinya"
" Termaksud kehilangan hak waris?"
" Kakak nggak peduli semua itu. Karena harta itu bisa di cari"
Alexa tersenyum mendengar jawaban Kevin. Itulah jawaban yang ia ingin dengar dari lelaki tampan itu. Tapi kalau seandainya Kevin tidak bisa tegas, ia juga tidak akan memaksa lelaki tampan itu untuk tetap disisinya.
Mendengar cerita dari Kevin tadi. Alexa sudah tau orang tua Kevin itu seperti apa. Dan ia tau orang tua itu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Tapi mereka juga tidak boleh memaksakan keinginan mereka pada anak-anaknya.
Kevin merasa lega dan juga bahagia, karena Alexa akan selalu berada di sisinya. Ia seperti mendapatkan kekuatan yang luar biasa dengan adanya gadis itu bersamanya.
" Oh iya, kakak pun sesuatu untuk kamu"
" Apa?"
Kevin mengambil paper bag yang ada di dalam tasnya. Kemudian ia memberikan pada gadisnya.
" Ini Apa?"
" Liat aja sendiri"
" Ah sweet banget. Ini buat aku Kak?"
" Iya, emang buat siapa lagi. Suka nggak?"
" Suka. Makasih"
" Sama-sama. Kakak pengin kamu pake dress ini nanti di acara ulang tahun kakak. Bisa?"
" Hhmmm"
" Kakak akan mengenalkan kamu pada kedua orang tua kakak"
" Apa kakak yakin mau mengenalkan aku sama orang tua kakak?"
" Yakin"
" Kakak tau kan keluarga aku bukan dari kalangan atas?"
" Tau, dan kakak nggak peduli itu"
" Seandainya nanti orang tua kakak menghina aku di depan semua tamu yang dan di sana. Apa yang akan kakak lakukan? melihat saja, atau melindungi?"
" Kakak akan melindungi kamu"
" Kalau kakak melindungi aku, pasti orang tua kakak akan marah sama kakak. Dan menganggap kakak anak durhaka"
" Kakak nggak peduli. Sekalipun kakak dikeluarkan dari kartu keluarga, kakak nggak peduli. Kakak juga berhak untuk menentukan pilihan kakak"
Alexa tersenyum mendengar jawaban lelaki tampan itu. Ia berharap Kevin tidak akan diam saja nanti, saat ia dipermalukan oleh orang tuanya.
__ADS_1
Walaupun begitu, dia juga tidak akan tinggal diam kalau seandainya orang tua Kevin menghinanya. Karena dia terlahir dari keluarga yang kuat dan juga berkuasa.
Kruuuk..
Bunyi perut Alexa.
Dasar perut, nggak ngerti keadaan banget sih?.
Ingin rasanya Alexa menghilang saat ini juga. perutnya itu memang tidak mengenal keadaan. Bisa-bisanya perutnya itu berbunyi di saat genting kek gini.
" Kamu lapar?"
Alexa mengangguk.
" Kenapa nggak bilang kalau lagi lapar. Ya udah, yuk kita ke kantin?"
" Hhmm"
Sejoli itupun pergi dari taman. Mereka akan pergi ke kantin untuk mengisi perut. Karena perut Alexa juga sudah berbunyi tadi. Dengan tangan yang saling bertautan mereka berjalan menuju kantin sekolah.
Murid lain hanya bisa menatap sejoli itu sambil gigit jari. Ketos mereka sudah terang-terangan menggandeng tangan primadona sekolah. Dan mereka tidak memikirkan perasaan jomlo.
Suasana di kantin masih rame. Alexa mencari keberadaan saudara kembar dan juga sahabatnya. Siapa tau mereka masih berada di kantin.
Matanya langsung menangkap sosok yang ia cari tadi. Alexa pun membawa Kevin tempat saudara kembar dan juga sahabatnya.
" Eca, kak Kevin" sapa Adele.
" Masih ingat kalau punya sahabat?" tanya Alexa.
" Ya masih lha. Eh Eca bawa apaan tuh?"
" Mau tau aja"
" Ya elah pelit amat"
" Biarin. Kenapa kalian ninggalin gue?"
" Lo kan pergi sama kak Kevin tadi. Lo juga nggak ngajak kita. Dan kalau kita nunggu Lo keburu cacing dalam perut gue bikin gempar sekolah "
Alexa duduk di kursi kosong yang ada di sana. Dan Kevin duduk di samping Alexa.
" Mau makan apa?" tanya Kevin.
" Mie ayam"
" Minumnya?"
" Teh botol aja"
" Bentar, kakak pesankan dulu"
" Ok"
Kevin memesankan makanan untuk gadisnya.
" Kak Kevin romantis banget sih?"
" Aku juga romantis Yank" kata Farel.
" Ya dong"
" Saking romantisnya ngambil mawar mommy gue" kata Axel.
" Wah, parah banget sih Lo?. Itu kejadiannya kan udah lama, masa Lo ungkit lagi"
Alexa dan Adele tertawa. Kejadian satu bulan yang lalu berputar lagi diingatan mereka. Dimana Farel menembak Adele dengan bunga mawar curian. Dan berakhir dengan ganti rugi oleh mamanya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚